Meadow

Meadow
Kita harus bicara!


__ADS_3

Ayatha segera membersihkan diri, rasanya seluruh badannya lengket karena air hujan dan keringat.


Ayatha segera keluar saat tiba-tiba dia melihat Keenan sudah duduk di sofa di


kamarnya, Ayatha kaget sekali, untung saja dia sudah memakai pakaian, kalau


tidak?


" Sedang apa kau di sini?" kata Ayatha hampir berteriak


" Hanya menunggumu, tadi kau ke mana? Aku menunggumu di dekat kamarmu, tapi kau lama


baru kembali," kata Keenan menatap Ayatha curiga


" Itu bukan urusanmu, " kata Ayatha lagi


" Sekarang itu urusan ku, seluruh negeri ini sekarang tahu bahwa kau adalah pacarku, jagalah sikap yang baik, " kata Keenan


" Aku tidak pernah setuju menjadi pacarmu, kenapa kau memaksaku, itu urusanmu sudah


menyebarkan berita bohong, " kata Ayatha


" Ayatha, kenapa kau tidak mengodaku saja? " kata Keenan memegang tangan Ayatha,


memaksannya seperti biasa


" Apa sih maksudmu? " kata Ayatha


" Aku tahu kau dan Andra punya hubungan bukan? Ingat dia sudah punya tunangan, "


kata Keenan


Ayatha terdiam, dari mana dia tahu?


" Benarkah? kau memang wanita pengoda," kata Keenan menatap Ayatha dengan tatapan


penuh nafsu, seakan ingin melahap Ayatha sekarang, Ayatha tidak suka cara Keenan


menatapnya, dia cukup mengerikan


" Aku bukan wanita pengoda, " kata Ayatha


" Benar kata Nadine, kau selalu mengoda pria kaya agar terperangkap padamu, " kata


Keenan, dia menguatkan genggamannya pada tangan Nadine, membuat Ayatha meringis kesakitan, tangannya mulai kesemutan dan mati rasa karena kuatnya genggaman Keenan.


Ayatha terdiam, Nadine? Apa yang sudah di katakan Nadine pada Keenan, apa yang mereka berdua rencanakan?


" Lepaskan aku?!" kata Ayatha mencoba melepaskan tangannya


" Aku juga tampan, aku juga tak kalah kaya dari Maxi dan Andra, kau yakin tidak ingin


mengoda ku? Aku sudah memberikan mu jalan untuk menjadi milikku, tidak perlu


susah susah mengodaku lagi kan? " kata Keenan dengan senyum sinisnya


" Lepaskan Keenan, atau aku akan teriak sekarang, " kata Ayatha marah


Keenan menatap Ayatha lagi dengan mata tajamnya, lalu dia melepaskan tangan Ayatha. Ayatha segera bergerak menjauh, Keenan hanya tersenyum puas, lalu dia pergi begitu


saja. Ada apa dengan pria itu, pikir Ayatha.


Begitu Keenan pergi, Ayatha langsung menyambar teleponnya, dia lalu menelepon Maxi.


“ Halo? “ kata Maxi


" Kakak, aku ingin pulang, aku mohon, " kata Ayatha terisak, badannya gemetar, dia


takut Keenan akan melakukan hal yang lebih parah dari ini nantinya


“ Ayatha, ada apa?” kata Maxi cemas


" Tolong jemput aku, aku ingin pulang, " kata Ayatha masih terisak


“ Baiklah, aku akan menyiapkan heli untuk menjemputmu, tinggalkan saja semua barang, kita bertemu di rumah,” kata Maxi


" Terima kasih Kak, " kata Ayatha, dia segera menutup teleponnya.


Lalu dia mengambil kartu telepon yang tadi di berikan oleh Andra. dia lalu menelepon Andra.

__ADS_1


“ Halo? ” kata Andra dari seberang


" Aku akan pulang, aku takut di sini, " kata Ayatha terisak


“ Ada apa? Apa yang di lakukan Keenan padamu? ” kata Andra, nada bicaranya cemas bercampur emosi


" Dia masuk ke kamarku saat aku mandi, dan dia sangat menakutkan," kata Ayatha lagi


“ Aku akan ke sana,” kata Andra cemas


" Aku akan pulang, sebentar lagi kakak mengirimkan heli kesini, aku rasa aku akan


pergi sebentar lagi," kata Ayatha


“ Baiklah, aku akan menemuimu di kota, hati-hatilah,” kata Andra


" Iya "


Setelah menunggu dengan ketakutan, terdengar suara ketukan pintu, Ayatha kaget, namun dia mencoba melihat siapa yang datang, ternyata beberapa bodyguard yang biasa bersama Maxi.


" Nona, Tuan Maxi mengirimkan kami dan heli untuk menjemput anda, apakah ada sudah


siap? " kata bodyguard itu


" Iya, aku sudah siap, " kata Ayatha


" Baiklah, mari ikut kami, " kata bodyguard itu


Ayatha langsung mengikuti mereka, naik ke rooftop tempat helipad, mereka langsung


masuk kedalam heli, lalu pergi dari sana.


Helikopter itu mendarat di halipad halaman belakang rumah Maxi, Maxi langsung menyambut Ayatha. Ayatha yang melihat kakaknya langsung memeluknya erat.


" Ayo, masuk dulu, " kata Maxi membawa Ayatha masuk, menuju ke ruang tengah, Hanna juga ada disana, dia melihat Ayatha yang ketakutan.


" Ada apa denganmu? " kata Hanna menghampiri Ayatha, memengang tangan Ayatha.


" Kita duduk saja dulu, " kata Maxi


" Iya, kemarilah, " kata Hanna mengiring Ayatha untuk duduk di ruang tengah.


Hanna duduk di samping Ayatha, sedangkan Maxi duduk di depannya, Ayatha masih terlihat ketakutan, Maxi membiarkannya untuk tenang.


yang ada disana, tersiar kabar tentang bagaimana Ayatha kemarin baru sampai ke


pantai, lalu ada Keenan disana, mengatakan bahwa dia adalah pacarnya.


" Ada apa ini? " kata Maxi tidak percaya melihat berita itu, Hanna juga tampak


terkejut, Ayatha hanya terdiam


" Keenan? Kenapa dia bisa berbicara seperti itu?" kata Hanna menatap kakaknya, Hanna


tahu bagaimana sifat buruknya Keenan.


" Aku juga tidak tahu, kemarin setelah menemaninya syuting di pulau, mereka


meninggalkanku di pulau karena cuaca buruk, Andra lah yang datang menyelamatkan


ku, dia menemaniku disana, keesokan harinya saat aku sampai di pantai, sudah


banyak wartawan dan dia mengaku kalau dia adalah pacarku, " kata Ayatha


menjelaskan


" Andra? bagaimana kau bisa bertemu Andra di sana?" kata Maxi kaget


" Itu juga salah Keenan, Andra memiliki kerja sama dengan Keenan, aku sudah berusaha


untuk tidak menemuinya, tapi Keenan memaksa, " kata Ayatha lagi pada


kakaknya


Maxi dan Hanna saling melempar pandangan.


" Jadi ini karena Andra? " kata Maxi lagi


" Bukan, masalahnya adalah Keenan, " kata Ayatha menatap kakaknya

__ADS_1


" Keenan? " kata Maxi, dia tampak kesal apa yang dilakukan oleh sepupunya


" Dia tadi pagi masuk kekamarku, aku tidak tahu kenapa dia bisa masuk kesana, saat


itu aku baru mandi dan dia mengatakan hal yang tidak-tidak, dia memaksaku untuk


menjadi pacarnya, aku takut dia akan melakukan hal yang berbahaya, dia bisa


masuk kekamarku sesuka hatinya, " kata Ayatha lagi


" Bagaimana bisa, anak itu, aku sudah menyuruhnya untuk tidak menganggumu, "


kata Maxi emosi


" Aku rasa lebih baik kau tinggal di sini saja, " kata Hanna


" Iya, " kata Ayatha yang menegang tangannya yang terlihat masih merah dan sedikit


membiru, karena Keenan mengenggamnya sangat erat tadi.


" Apakah ini perbuatan Keenan? " kata Hanna memperhatikan


Ayatha hanya mengangguk, Maxi melihat adiknya, dia sangat emosi, Keenan memang sepupunya, namun dia juga tidak terlalu menyukai sifatnya.


" Kau jangan ke mana-mana, akan ku pastikan Keenan tidak bisa bertemu denganmu,


selalu bawa handphonemu ya, " kata Maxi lembut


" Handphoneku rusak terkena hujan " kata Ayatha


" Aku akan menyuruh orang membelikan handphone yang baru, sementara tinggalah di sini, " kata Maxi


" Baiklah, aku rasa kau butuh istirahat sekarang, kakak, aku akan membawa Ayatha ke kamar, " kata Hanna


" Iya "


Setelah Ayatha dan Hanna pergi, Maxi segera menelepon


" Keenan , kita harus bicara!" katanya dengan tajam lalu mematikan handphonenya. Lalu


dia pergi dengan heli yang di gunakan Ayatha.


Maxi turun dari helicopternya yang mendarat tepat di halipad hotelnya, dia melihat Keenan


sudah menunggunya disana, dengan langkah tegas dan tatapan tajam Maxi mendekati


Keenan, tanpa aba-aba dan menunggu apapun, Maxi langsung memukul wajah Keenan, Keenan sampai tersungkur jatuh. Maxi melihatnya dengan emosi.


" Apa yang kau lakukan, datang dan memukulku seperti itu? " kata Keenan yang kaget


Maxi mengangkat kedua kerah Keenan, memandangnya dengan sangat tajam, emosinya sudah tidak terbendung.


" Sudah ku bilang, jangan pernah menganggu Ayatha, apa yang sudah kau lakukan padanya? " kata Maxi marah


Keenan akhirnya tahu permasalahannya, dia hanya tertawa melihat tingkah Maxi.


" Ternyata kau masih menyukainya juga ya? Sepupu, dia sudah jadi adikmu, " kata Keenan


" Itu bukan urusanmu aku meyukainya atau tidak, tapi aku tidak suka kau menganggu


siapapun dari keluargaku, " kata Maxi


" Bagaimana dengan Andra? bolehkah dia menganggu mantanmu itu? " kata Keenan masih dengan tawa sinisnya


Maxi terdiam, menatap sepupunya dengan tatapan benci yang dalam.


" Jauhi saja dia, jangan sampai aku melihat mengganggu dia lagi, " kata Maxi


" Aku hanya menolongnya, dia tidak boleh lagi mengoda orang yang sudah bertunagan bukan? Aku menolongnya dengan menjadi pacarku, " kata Keenan


" Tutup mulutmu, sampai kapanpun, dia tidak akan menjadi pacarmu, " kata Maxi


" Kau benar, dia sangat pintar membuat orang terjebak, Maxi... sepertinya aku mulai


menyukai mantanmu, " kata Keenan


Maxi terdiam....


" Jauhi dia... kau tidak tahu hidupnya, aku pastikan kalian tidak akan bertemu lagi,

__ADS_1


" kata Maxi, lalu dia pergi kembali ke helicopternya, meninggalkan Keenan


yang hanya bisa menatapnya. Senyum sinis tampak di wajahnya.


__ADS_2