
Andra keluar dari mobilnya, tetap tampan dan rapi dengan jasnya seperti biasa, namun dia
juga sebenarnya sudah berubah, dia tampak lebih dingin, wajahnya tidak
menunjukan ekspresi apapun, tatapannya tajam menusuk, sifatnya juga lebih
keras, bahkan Asisten Wang tidak pernah lagi melihat Andra tertawa.
Dia lebih sering di kantornya, jarang menghubungi keluarganya, dia bahkan tinggal sendiri sekarang dengan alasan lebih dekat dari tempat kerjanya. Melihat Andra yang
sekarang, setiap orang pasti ketakutan, dia benar-benar mengintimidasi
siapapun.
" Jam berapa rapat hari ini? " kata Andra tanpa ekspresi, dingin bagaikan es.
" Jam 1 Tuan" kata Asisten Wang.
" Baiklah, aku ingin pergi melihat keadaan di Atlantic place, " kata Andra
" Hari ini Tuan? " kata Asisten Wang sedikit bingung, Andra jarang sekali datang
ke mall ataupun tempat ramai lainnya pada hari jumat, karena hari ini pasti
mall sudah mulai ramai.
" Ya, kenapa? " kata Andra menatap Asisten Wang dingin.
" Tidak apa-apa Tuan, saya akan mengurusnya, " kata Asisten Wang
" Satu lagi, hari ini aku tidak ingin membawa bodyguard, aku ingin mengecek keadaannya
tanpa di ketahui siapapun," kata Andra lagi
" Baik Tuan" kata Asisten Wang
Andra ingin mulai memasuki ruangannya saat handphonenya berdering, dia melihat nama Nadine terpampang di sana, dia segera menolak panggilan itu, dan mematikan
handphonenya.
" Asisten Wang, jika keluarga atau Nadine menelepon mencari aku, bilang saja aku sedang tidak bisa diganggu, " kata Andra lagi
" Baik Tuan" kata Asisten Wang.
" Bersiaplah, 1 jam lagi kita berangkat, " kata Andra memasuki kantornya.
" Tuan Andra itu sangat tampan ya, tapi juga sangat dingin, aku jadi takut melihatnya, "
bisik-bisik karyawan wanita terdengar oleh Asisten Wang,
" Benar-benar kasihan menjadi tunangannya, padahal tunangannya sangat cantik loh, aku
dengar-dengar beberapa kali tunagnannya ingin bertemu dengannya, namun selalu
di tolak dengan alasan sibuk, padahal Tuan Andra hanya ada di ruangannya "
" Wah, sangat kejam, " kata karyawan yang lain
" Hei, bekerja lah yang benar, jika Tuan Andra tahu, kalian semua bisa di pecat," kata Asisten Wang, karyawan yang tadinya berbisik langsung salah tingkah.
1 jam kemudian, Andra dan Asisten Wang sampai di Atlantic Place, mereka masuk dari
pintu biasa, tidak ada yang memperhatikan, membuat Asisten Wang was-was. Dengan
sifat Andra yang sekarang, dia tidak bisa terima jika ada sedikit saja kesalahan.
Mereka langsung menuju ke lift, dan masuk ke dalam, Andra berbaur dengan pengunjung
yang lain. Asisten Wang mencoba tetap menjaga Andra.
" Wah, lihatlah gadis itu, ke mall dijaga oleh bodyguard, " kata pengunjung yang
ada di dalam lift bersama dengan Andra
" Aapakah dia orang penting, atau jangan-jangan dia artis, dia sangat cantik dan modis," kata pengunjung yang lain, membuat Andra sedikit penasaran.
" Siapa dia? " kata Andra pada Asisten Wang, namun dia tidak tertarik melihatnya, karena terhalang pengunjung
" Di lihat dari saragam bodyguardnya, sepertinya dari keluarga Medison Tuan, " kata Asisten Wang yang melihat ke dari kaca menerobos pengujung, pengunjung disitu jadi
__ADS_1
sedikit terganggu karena ulah Asisten Wang.
" Oh, " kata Andra, dia berpikir mungkin saja hanna.
" Namun sepertinya itu bukan Nona Hanna, penampilannya sangat berbeda, " kata Asisten Wang lagi pada Andra.
Andra mengernyitkan dahi, siapa lagi dari keluarga medison yang sampai harus di jaga
oleh bodyguard?, jangan-jangan...
Pintu lift terbuka, namun belum sampai lantai yang dituju Andra, namun dia segera keluar,
membuat Asisten Wang kebingungan mengikuti Andra.
" Cari tahu siapa yang datang, beri tahu aku secepatnya, " kata Andra lagi dengan
nada memerintahnya
" Baik Tuan, " kata Asisten Wang, dia langsung menelepon seseorang, tak lama handphone bergetar. Dia melihat foto yang di ambil oleh orang yang tadi di teleponnya.
" Maaf Tuan, sepertinya yang datang itu, Nona Ayatha," kata Asisten Wang ragu-ragu, dia
tahu bagaimana hubungan Andra dan Ayatha sebelumnya.
Andra yang tadinya melangkah dengan mantap langsung terhenti, menatap Tuan wang dengan tatapan dinginnya. Dia sudah pulang ternyata, pikir Andra.
"Di mana dia sekarang ? " kata Andra lagi
" Satu lantai di bawah kita, di toko perlengkapan anak, " kata Asisten Wang
Andra lalu berjalan berbalik arah, menuju lift, saat dia melihat liftnya masih jauh dari
lantainya, dia segera berjalan menuju eskalator yang ada di dekatnya untuk
turun, Asisten Wang hanya mengikutinya saja.
Benar saja, dari jauh Andra bisa melihat dua orang bodyguard Ayatha ada di depan toko itu, dia seperti berpikir, lalu membuka jas yang di pakainya, meninggalkan kemeja
putihnya, dia lalu segera memasuki toko itu, Asisten Wang menunggunya di luar.
Andra memperhatikan toko itu dengan baik-baik, namun berusaha untuk tidak terlihat, dia mencari Ayatha disana, benar saja, dia akhirnya menemukannya di daerah buku bacaan anak-anak, Andra berdiri di antara rak-rak buku sehingga tidak terlihat,
Dia hanya memandang Ayatha, tatapannya yang dari tadi dingin terlihat melembut, gadis itu sudah berubah, Andra menarik sudut bibirnya sedikit, menyatakan dia sedang
tersenyum.
Ayatha menarik sedikit rambutnya, menaruhnya di belakang telinganya, memperlihatkan wajahnya dengan jelas, dia bertambah cantik sekarang, pikir Andra lagi.
Ayatha sedang memilih buku anak-anak, dia sudah mengambil beberapa, namun tiba-tiba
dia di tabrak seorang anak laki-laki, umurnya sepertinya baru 7 tahun, dia berhenti tak jauh dari Ayatha, dari arah yang sama, seorang ibu sedang mengejarnya.
" Ardi, dengarkan dulu Ibu, " kata ibu itu pada anaknya
Ayatha melihat mereka, dan mencoba mendengarkan mereka.
" Bukannya saat di rumah Ardi sudah berjanji, kita ke sini hanya beli buku untuk sekolah,
tidak untuk mainan, " kata ibu itu
Anak itu tampak memeluk sebuah mainan mobil-mobilan, wajahnya kelihatan keberatan dengan apa yang ibunya bilang. Ibunya kembali membujuknya, perlahan dia meberikan mainan itu walaupun terlihat tidak rela.
" maafkan Ibu, Ibu akan bekerja lebih keras untuk membelikanmu mainan ya, " kata ibu
itu sedih, dia tahu anaknya sangat ingin mainan itu, tapi apa daya dia tidak
mampu membelikan maianan yang cukup mahal itu.
Ayatha tersenyum, mendekati anak dan ibu itu.
" Halo, namaku Ayatha, maaf tadi saya mendengarkan apa yang kalian bicarakan, "
kata Ayatha memperkenalkan diri secara sopan, anak dan ibu terlihat sedikit
bingung namun membalas senyuman yang di lontarkan oleh Ayatha.
" Ardi? Benar? " kata Ayatha lagi
" Benar." kata anak itu mulai berani pada Ayatha
__ADS_1
" Suka dengan mainannya? " kata Ayatha lagi dengan lembut
" Suka, " kata Ardi sambil mengangguk dengan kencang
Ayatha tersenyum karena hal itu, ibu Ardi juga, dia mengelus kepala anaknya dengan kasih sayang.
" Baiklah, kakak akan membelikannya untuk Ardi, tapi harus janji untuk tetap belajar ya, "
kata Ayatha mencubit kecil pipi Ardi yang montok
" Tidak perlu Nona, saya tidak akan bisa mengembalikan uang Nona, " kata ibu Ardi
dengan sungkan juga kelihatan ketakutan dari matanya
" Tidak perlu mengembalikannya, saya benar-benar ingin membelikannya untuk Ardi, mohon jangan di tolak, saya juga akan membayar semua buku yang di perlukan Ardi,"
kata Ayatha tesenyum manis, ibu Ardi terlihat terharu, dia hampir menangis.
" Terima kasih, " kata ibu itu
"Sama-sama, jangan menangis, saya dulu juga ingin banyak mainan, namun tidak bisa
membelinya, karena itu saya tahu rasanya seperti Ardi, " kata Ayatha memeluk ibu itu, membuat ibu itu tambah terisak,
" Sudah ya, ayo kita cari lagi mainan dan buku untuk Ardi, " kata Ayatha mengandeng Ardi, Ardi sangat senang, dia tidak memilih mainan apapun lagi, walau Ayatha menyuruhnya untuk mengambil apapun yang dia mau, dia hanya memeluk mobilan yang memang dari dulu ingin di milikinya.
Andra menyaksikan semuanya secara diam, dia tersenyum, senyumannya cukup lebar, sudah lama sekali dia tidak tersenyum seperti itu. Masih sama, masih seperti gadis
yang di cintainya dulu. Dia lalu berjalan meninggalkan toko itu, Asisten Wang
memakaikan jasnya kembali. Lalu dia pergi ke tempat yang dia tuju.
___________________________________________
Andra duduk di ruangan yang biasa di pakainya jika ke mall itu, dia terdiam, para pegawai dan menager sudah menuggu di luar ruangannya, muka mereka sangat cemas, mereka tentu kaget Andra datang hari itu, karena biasanya kalau Andra datang selalu
ada pemberitahuan sebelumnya dan juga bukan hari sibuk seperti hari ini.
Melihat Andra yang hanya berdiam di dalam ruangan, mereka berpikir mereka pasti memiliki kesalahan, Tuan muda Andra adalah perfeksionis, manager disana terlihat sangat
gelisah.
Andra di dalam hanya di temani oleh Asisten Wang.
" Nona Ayatha sudah kembali kemari, apakah penjagaannya di lanjutkan di sini Tuan?" kata
Asisten Wang
Andra tidak menjawab, masih terlihat berpikir, 2 tahun ini, setelah dia memutuskan untuk
bertunagan dengan nadine, tidak seharipun dia melupakan Ayatha, begitu dia tahu
Ayatha pergi keluar negeri, dia menyuruh beberapa orang disana untuk selalu
menjaganya, memberikan kabar setiap hari kepadanya, Andra juga diam-diam
beberapa kali mendatangi Ayatha. begitulah caranya mencintai Ayatha sekarang,
hanya dalam diam...
dia tahu betapa sakitnya luka yang sudah di buatnya, dia tahu bagaimana menderitanya
Ayatha, dia juga merasakannya, jadi dia tidak bisa begitu saja mendekati Ayatha
lagi. sekarang, Ayatha sudah kembali...
" Tidak perlu, aku rasa jika disini, Maxi pasti sudah cukup menjamin keselamatannya,"
kata Andra
" Baik Tuan," kata Asisten Wang lagi
" Kita kembali ke kantor, " kata Andra berdiri
" Baik Tuan" kata Asisten Wang lagi
Andra berdiri lalu segera keluar dari ruangan, masih dengan wajah dingin dan tak
bersahabatnya, membuat para karyawan dan manager tambah gugup, namun Andra
__ADS_1
segera keluar, membuat pada karyawan makin takut, sebenarnya ada apa dengan Tuan Muda Andra, mereka semua saling menatap.