
" Halo?" kata Andra lagi
“ Sejak kapan kau mulai jadi pembohong?” kata Ayatha
Andra kaget, mengerutkan dahinya, belum lagi habis rasa kagetnya, pintu ruang rawatnya
terbuka, dia melihat sosok Ayatha disana, sedang menatapnya dengan telepon
masih di telingannya.
" Ayatha? " kata Andra kaget
" Sejak kapan kau suka mengerjakan pekerjaanmu di ruang rawat rumah sakit? " kata Ayatha
dengan wajah cemasnya
Andra tersenyum melihat ekspresi cemas Ayatha, mencoba untuk duduk tegak namun
lukanya kembali nyeri.
" Apa yang kau lakukan, duduk dengan bersandar," kata Ayatha dengan nada suara
sangat cemas, Ayatha lalu mengambil bantal, menaruhnya pelan di punggung Andra.
Andra yang melihat perlakukan Ayatha tampak senang, dia hanya memandangi Ayatha
dengan penuh cinta.
" Kenapa berbohong padaku? " kata Ayatha tampak cemas namun juga kesal
" Aku tidak ingin kau khawatir, " kata Andra masih dengan tatapan yang bisa
melelehkan hati setiap wanita yang melihatnya.
" Tapi aku akan lebih marah jika kau tidak memberitahu ku, " kata Ayatha lagi
" Maafkan aku, kemarilah, jangan marah ya, " kata Andra menarik tangan Ayatha agar
dia duduk di dekatnya, Ayatha masih menatapnya dengan cemas.
" Lain kali, beri tahu aku apapun yang terjadi, " kata Ayatha
Andra hanya tersenyum, meletakan helaian rambut Ayatha kebelakang telinganya.
" Aku senang kau di sini, " kata Andra, menarik Ayatha kedalam pelukannya,
mencoba menghilangkan rasa cemas Ayatha, namun malah Ayatha menangis, dia
sangat takut kehilangan Andra...
" Hei, kenapa menangis? " kata Andra menatap Ayatha
" Kenapa kau bisa begini? " kata Ayatha menghapus air matanya
" Sedikit akibat yang harus aku dapatkan jika ingin mendapatkanmu, " kata Andra lagi
__ADS_1
tersenyum manis dan lembut, menatap Ayatha yang juga menatapnya, Andra
mendekatkan wajahnya pada Ayatha, walaupun setiap dia bergerak nyeri lukanya
terasa namun dia tetap melanjutkannya, mencium air mata Ayatha yang mengalir,
sebelum mencium bibirnya... bibir Ayatha terasa sangat manis, Andra sangat
ketagihan akan rasanya, bahkan sekarang rasa itu menjadi obat dia melupakan
rasa sakitnya.
Ayatha menerima ciuman lembut Andra di bibirnya, Andra benar-benar menikmati setiap
detik mencium bibir Ayatha, perlahan-lahan, seakan tidak mau moment itu cepat
berlalu, dia menyedot bibir Ayatha pelan agar Ayatha tak kesakitan, terkadang
mengigitnya kecil, membuat Ayatha juga mulai berani melakukan hal yang sama.
Andra ingin melakukan lebih ganas lagi, namun rasa sakit menghalanginya. Andra menghentikan
ciumannya, sedikit meringis kesakitan.
" Apa kau tidak apa-apa? " kata Ayatha yang sadar Andra kesakitan
" Tidak apa-apa, " kata Andra lagi menatap Ayatha yang pipinya bersemu merah.
Ayatha juga baru sadar apa yang terjadi tadi, dia jadi malu.
" Sudah makan? aku akan menyuapimu, " kata Ayatha melihat makanan yang ada di meja
" Baiklah, " kata Andra tersenyum sedikit
Ayatha segera mengambil makanan yang ada, membawanya mendekat ke ranjang Andra. duduk
disampingnya lalu mulai menyuapi Andra, Andra hanya menatap Ayatha dengan
lembut.
" Jangan melihatku sepeti itu, kau membuatku gugup, " kata Ayatha
" Jangan gugup, terbiasalah, kau akan menyuapiku jika aku sakit dan tua nanti, "
kata Andra
Ayatha tersipu malu mendengar kata-kata Andra, dia hanya senyum malu.
" Bagaimana kau bisa tahu aku di sini? " kata Andra lagi
" Asisten Wang memberitahu ku, jangan marah padanya, dia melakukan hal yang
benar, siapa yang akan menyuapimu jika aku tidak di sini? aku tidak mau perawat
menyuapimu, " kata Ayatha sedikit membuat wajah cemberut
__ADS_1
" Hahaha, aku makin cinta dengan dirimu yang sekarang, lebih bisa berekspresi, "
kata Andra tertawa
" Malam ini aku akan menjagamu di sini, " kata Ayatha
" Bagaimana dengan Maxi?" kata Andra
" Aku sudah minta izin padanya, awalnya dia sedikit ragu, tapi setelah tahu
keadaanmu, dia mengizinkannya, dia juga menyuruh beberapa bodyguard berjaga di sini
malam ini, " kata Ayatha
" Wah, berarti di depan kamarku ramai sekali dengan bodygurd, " kata Andra
" Yah, kira-kira 8 orang, " kata Ayatha sambil terus menyuapi Andra
" Lumayan juga, " kata Andra lagi
" Kakak takut akan terjadi sesuatu padaku atau padamu, karena ini berhubungan dengan Nadine,
" kata Ayatha lagi
" Ya, aku juga akan melakukan hal yang sama, " kata Andra
Ayatha hanya tersenyum, lalu melanjutkan menyuapi Andra.
Setelah menyuapi Andra makan, Ayatha membantu Andra membersihkan diri, dan menganti
pakaiannya dengan baju tidur yang di bawakan oleh asisten wang.
" Baiklah, bekerjanya nanti lagi yah, " kata Ayatha mengambil laptop dari tangan Andra,
Andra tidak bisa membalas, dia hanya tersenyum
" Ayatha,tidurlah di sini, ranjangnya cukup besar untuk kita berdua, " kata Andra memegang
tangan Ayatha yang sedang menyusun tempat tidurnya yang ada di samping ranjang Andra.
" Tapi kau butuh istirahat yang cukup agar lukamu cepat sembuh, jika aku tidur di
sana, akan sangat sempit untuk mu," kata Ayatha
" Aku akan memelukmu sepanjang malam, kita pernah melakukannya juga kan? " kata Andra
dengan wajah berharap, melihat wajah Andra seperti itu Ayatha hanya tertawa
kecil.
" Baiklah, " kata Ayatha
Ayatha naik keranjang Andra, berbaring di sebelahnya, Andra lalu memeluknya, sekarang dia
bisa tidur tenang.... Ayatha ada di dekapannya, beberapa bulan setelah Ayatha
__ADS_1
menghilang, dia tidak tidur nyenyak, bahkan sering terbangun di tengah malam,
malam ini, kenyaman itu akhirnya kembali lagi.