Meadow

Meadow
Keluar negerimu lama sekali


__ADS_3

Ayatha diberitahukan salah satu pengawalnya bahwa akhirnya dia menemukan Andra, mereka sudah berusaha mencari-cari Andra, namun sangat susah, bahkan walaupun Maxi


sudah turun tangan, tetap susah untuk mencarinya, kata Maxi kemungkinan karena


ada campur tangan Tuan ray, sehingga melacak Andra sangat susah, wayren juga


mengatakan bahwa tidak ada catatan Andra keluar negeri, kota itu termasuk kota


yang luas, Andra juga mematikan sinyal handphonenya, makanya tidak dapat di


lacak, alamat Tuan wang juga ternyata adalah alamat yang lama.


Ayatha hampir frustasi, setiap hari mencari, wayren juga, mencari kesetiap sudut. Tadi


pagi pengawalnya mengatakan bahwa dia sudah menemukan Andra, Ayatha sangat


senang, dia langsung menyuruh supir mengantarkannya ketempat Andra. dia sudah


sangat merindukan Andra, semakin dia mendekati tempat Andra, semakin dia


gugup.


Ayatha memandang Andra dari jauh, duduk dan makan di taman, dia tampak berbeda,


terlihat lebih kurus, namun tetap tampan, Ayatha juga melihat sekumpukan gadis


belia berbacara padanya.


Ayatha tampak sedih melihat keadaan Andra sekarang, kenapa dia tidak mengatakan yang


sebenarnya? Apa dia takut Ayatha akan malu dengan keadaannya, atau tidak


menerimannya? Ayatha tidak pernah peduli apa status Andra, yang dia butuhkan


hanya Andra. Ayatha menatapnya lama, sangat rindu.


Andra mengambil selembaran di belakang karna punyanya habis.


" Aku minta satu," kata seorang wanita.


" Baiklah, ini ," kata Andra


menyerahkan, namun dia terdiam melihat siapa yang meminta selembarannya. Ayatha


berdiri di depannya, menatapnya dalam, rasa rindu memancar di matanya, begitu


juga Andra, dia sangat merindukan Ayatha, namun berusaha di tahannya sekuat


tenaga.


" Ayatha? " Kata Andra


" Perjalanan keluar negerimu lama sekali, katanya akan menghubungiku jika kembali, tapi kau malah di sini, " kata Ayatha


" Maafkan aku, kau melihatku begini," kata Andra suram


" Aku tidak peduli keadaanmu bagaimana? Kenapa tidak menghubungiku? " Kata Ayatha sedikit ngambek.


Orang orang di sekitar mereka hanya menatap Andra dan Ayatha, mereka berpikir mungkin ada syuting drama disana, gadis cantik dan pria tampan, jarang sekali terlihat di pinggir kota seperti itu.


" Maafkan aku," kata Andra lagi


" Aku tidak memaafkan mu, nanti kita harus membicarakannya, kemarikan semua


selembaran itu, aku akan membantu," kata Ayatha mengambil selembaran di tangan Andra, Andra terdiam, namun Ayatha tersenyum sambil mulai memberikan lembaran itu. Sekarang Ayatha yang menjadi pusat perhatian para pria di sana. Banyak yang berpikir, sekarang periklanan sangat maju, sampai menyewa wanita cantik dan pria tampan hanya untuk menyerahkan selembaran.


Ayatha tampak sangat senang, menyerahkan lembaran satu persatu, Andra memperhatikannya, dia tersenyum penuh arti. Ayatha menangkap senyum itu lalu


membalasnya.


Tidak sampai sore hari selembaran itu habis, Pak Wang senang sekali.


" Wah, Nona Ayatha Anda kemari?" Kata Pak Wang


" Asisten Wang, terima kasih sudah menjaga Andra," kata Ayatha sungkan


" Tidak apa-apa Nona," kata Pak Wang.


Ayatha menggenggam tangan Andra, membuat Andra kaget.


" Aku tidak ingin ada gadis remaja yang mengelilingimu lagi," kata Ayatha, Andra hanya tersenyum, ternyata Ayatha memperhatikannya dari tadi.


Tiba-tiba sebuah mobil mewah datang kearah mereka, asisten Edward keluar dari sana.


" Asisten Ed? " kata Ayatha yang kaget, Andra mentap Ayatha, bukannya ini asisten pribadi Maxi?. Andra mengetatkan tangannya pada Ayatha.


" Selamat siang Nona Ayatha, selamat siang Tuan Andra" kata asisten Ed


" Ada apa ke sini asisten Ed? " kata Ayatha penasaran, tidak biasanya asisten Ed jauh


dari kakaknya.


" Saya di sini diperintahkan oleh Tuan Maxi


untuk menjemput Tuan Andra" kata asisten Ed


Andra kaget, namun dia hanya menyembunyikannya.


" Kakak? Bertemu dengan Andra?" kata Ayatha lagi


" Benar, silahkan masuk Tuan dan Nona." kata asisten Ed membuka kan pintu.


" Aku pergi dulu Pak Wang, nanti malam aku akan pulang." kata Andra menatap Pak Wang


"Baiklah Tuan, hati-hati di jalan, " kata Pak Wang tersenyum bahagia.


Di dalam mobil, Andra tampak gugup, Ayatha memegang tangan Andra dengan lembut. Andra melihatnya.

__ADS_1


" Apa kau tidak merindukanku? " Tanya


Ayatha pada Andra


" Tentu," kata Andra, pandangannya melembut, dia remas tangan Ayatha.


" Kenapa? Takut bertemu Kakak? " Kata Ayatha


Andra hanya tersenyum, dia cukup gugup ingin menemui Maxi dengan keadaan begini, bagaimana jika Maxi tidak mengizinkan dia untuk berhubungan dengan Ayatha karena saat ini statusnya bukan siapa-siapa? Itu sebenarnya yang paling di takuti Andra,


seandainya dia punya pekerjaan yang layak, dia pasti tidak setegang ini.


Mobil melaju langsung ke perusahan utama crown empire, areal perusahaan itu sangat luas dengan gedung perkantoran yang tinggi, di kelilingi taman yang indah.


Andra semakin gugup, dia merapikan kemejanya, Ayatha membantunya, dia tidak sempat menganti bajunya tadi.


Andra turun setelah asisten Ed membukakan pintu untuk mereka.


" Nona Ayatha, silahkan menunggu di ruang tunggu, Tuan Maxi ingin bertemu dengan Tuan Andra berdua saja," kata asisten Ed, Ayatha sedikit heran.


" Baiklah, aku akan menunggu di ruang tunggu, " kata Ayatha lagi


" Baiklah, " kata Andra tersenyum


Dia berjalan di belakang asisten Ed, mereka langsung menuju ke ruang kerja Maxi, saat


mereka masuk, Maxi terlihat masih bekerja.


" Selamat siang Tuan, Tuan Andra sudah di sini, " kata asisten Ed


" Baiklah, " kata Maxi serius, hanya tersenyum tipis melihat Andra di depannya. Maxi


bisa melihat perubahan dari Andra, tampak tidak sepercaya diri seperti biasanya.


Andra dipersilahkan duduk di sofa yang ada di sana, dia menunggu Maxi untuk datang


ketempatnya


" Bagaimana kabarmu Andra? " Tanya Maxi duduk di depan Andra


" Baik," kata Andra seadannya, menutupi kegugupannya.


Maxi tersenyum.


" Aku dengar kau tidak di High Empire lagi," kata Maxi melihat tangan Andra,


dia tidak melihat cincin pengenalnya.


" Iya, tapi aku sedang berusaha untuk mencari pekerjaan yang lain," kata Andra menjelaskan, Andra tidak ingin Maxi mengira dia tidak pantas dengan Ayatha. Maxi menekuk dahinya.


" Apa sudah dapat?," Kata Maxi


" Saat ini belum," kata Andra, matanya tampak suram.


Maxi menatap Andra tajam, mengambil beberapa dokumen dari kursi di sebelahnya.


Andra mengerutkan dahi, menatap Maxi, dia sedikit tidak percaya, Maxi menawarinya pekerjaan? Apa karena Ayatha? Kalau ini karna dia, Andra menolaknya. Harga dirinya


menghalangi, karna bagaimanapun dia seorang pria, dia akan bertanggung jawab,


mencari pekerjaan, hingga pantas untuk Ayatha, bukannya orang yang ingin


mengambil keuntangan dengan mudah, itu bukan sifatnya.


" Maaf, tapi saya tidak bisa, saya akan mencari dengan kemampuan saya sendiri," kata Andra, Maxi tahu pemikiran Andra.


" Jangan salah paham dulu, Ayatha bahkan tidak tahu kalau aku ingin kau bergabung


dengan perusahaanku, aku juga tidak memandangmu sebagai calon adik ipar, namun murni karna kemampuanmu, dari dulu aku kagum bagaimana caramu mengatur


semuanya, maka dari itu aku menawarkan pekerjaan sebagai COO di perusahaan kami, aku ingin kau mempertimbangkannya, lupakan soal perselisihan atau hubungan kita yang kurang baik dulu, " kata Maxi


Andra terdiam, apakah itu memang benar?, menatap Maxi dengan dalam, wajah Maxi tampak serius. Dia masih ragu, namun memang hanya perusahaan Maxi lah yang tidak mungkin di kendalikan ayahnya.


" Baiklah, saya terima," kata Andra dengan formal


Maxi tersenyum senang.


" Selamat datang di perusahaan kami," kata Maxi mengulurkan tangannya, Andra menyambut tangan Maxi dengan mantap, jabatan tangannya kuat.


" Owh iya, aku yang akan menentukan siapa asisten pribadiku," kata Andra lagi


" Tidak masalah," kata Maxi lagi.


" Baiklah, besok saya akan mulai bekerja," kata Andra tersenyum


" Ok, anggap ini sebagai fasilitas, tolong jangan menolaknya," kata Maxi menyerahkan kunci apartemen dan kunci mobil.


Andra kaget, dia tidak bisa menerima hal ini.


" Maaf, tapi aku tidak bisa menerima ini," kata Andra.


" Di masa depan kau adalah keluargaku, jadi aku mohon hargai pemberianku," kata


Maxi lagi. Andra menatap Maxi, dia tidak tahu ternyata Maxi orang yang begitu


perhatian pada semua.


Andra masih tidak bisa menerimanya namun Maxi sudah mengatakan hal seperti itu, sangat tidak sopan jika menolaknya.


" Baiklah, tapi aku hanya akan menggunakannya sampai aku sanggup untuk membelinya sendiri nantinya," kata Andra, Maxi tahu, ego Andra sebagai pria


tidak akan mudah menerimanya.


" Baiklah, tidak masalah, kembalikan kapanpun kau mau," kata Maxi lagi.


" Baiklah, terima kasih Tuan Maxi, " kata Andra

__ADS_1


Maxi tersenyum mendengar Andra memanggilnya Tuan


" Jangan memanggilku Tuan, Ayatha akan marah nanti, panggil saja aku Kakak jika


kau mau," kata Maxi tersenyum dengan ciri khasnya.


Andra membalas senyuman Maxi.


" Baiklah Kak," kata Andra


" Asisten Ed akan menunjukkan mobil dan apartemenmu, maaf tidak bisa ikut dengan mu," kata Maxi


" Tidak apa-apa," kata Andra


" Baiklah, kau harus bertemu dengan Ayatha, dia akan bosan menunggu terlalu lama, " kata Maxi lagi


" Iya, " kata Andra tersenyum, memberikan salam lalu keluar di ikuti oleh asisten wang, dia lalu menuju ruang tunggu yang di tunjukan oleh asisten Ed.


Ayatha menunggu Andra sambil meminum minuman yang dia pesan. Dia langsung semangat melihat Andra datang.


" Sudah bicara dengan Kakak? " kata Ayatha


" Sudah," kata Andra tersenyum bahagia, dia tidak menyangka akan bekerja di tempat yang


dulunya menjadi saingan beratnya. Andra mengecup dahi Ayatha sebentar, melihat


wajahnya dalam-dalam.


" Banyak CCTV di sini, kakakku bisa melihatnya," kata Ayatha polos, dia kira Andra akan menciumnya


" Aku tahu, " kata Andra tertawa


" Lalu, kau ingin kemana? " kata Ayatha


" Aku harus pergi dulu, besok aku akan menemuimu, kali ini aku janji, " kata Andra


" Yah... benar-benar harus pergi lagi? " kata Ayatha sangat kecewa


" Ini untuk masalah pekerjaan, aku harus melakukannya," kata Andra menjelaskan


" Kau sudah dapat pekerjaan? Dimana? "kata Ayatha kaget, namun juga senang, Andra menatap Ayatha, sepertinya memang Ayatha tidak tahu soal Maxi memberikannya pekerjaan.


" Nanti juga kau tau, setelah ini pulanglah, istirahat, aku akan menghubungimu," kata Andra


" Kau harusmengaktifkan handphonemu, jika handphone mu mati, aku akan langsung mencarimu, tidak peduli itu tengah malam atau bagaimana? " kata Ayatha serius


Andra tertawa kacil


" Baiklah, Nona Ayatha, aku akan mengaktifkannya, sekarang aku harus pergi," kata Andra tidak enak membuat asisten Ed menanti, Andra menyium kening Ayatha lagi.


Tersenyum manis, lalu pergi meninggalkan ruangan itu, Ayatha tak bisa mengeluh,


padahal rindunya masih sangat dalam.


Asisten Ed lalu membawa Andra ke besemen khusus, membukakan pintu garasi otomatis, lalu menampakan mobil sedan Mercedes Benz keluaran terbaru berwarna hitam, Andra


sedikit kaget, bukannya mobil ini sedikit berlebihan untuknya.


" Silahkan Tuan, ini mobil Anda " kata asisten Ed.


" Baiklah, ehm.. Bagaimana dengan ini?" kata Andra


" Saya akan menunjukkan tempat tinggal anda, Anda ingin mengendarai mobil Anda sendiri, atau aku akan memanggilkan supir, " kata asisten Ed


" Aku akan mengandarainya sendiri," kata Andra


" Baiklah aku akan ikut dengan Anda, " kata asisten Ed tersenyum


Andra masuk ke dalam mobilnya, asisten Ed duduk di sampingnya, mereka langsung melaju.


Tempat tinggal Andra tidak terlalu jauh dari kantor pusatnya, hanya beberapa blok, dia


tinggal di apartemen yang mewah milik perusahan Crown. Di bagian paling atas, sama seperti apartemennya yang lalu, semua dinding terbuat dari kaca, semua nya


sudah lengkap, Andra merasa sedikit tidak enak, Maxi memberikan ini semua


terlalu berlebihan.


Handphonenyaberdering, ada nama Ayatha di sana.


" Halo?" kata Andra mengangkat


“ Halo, hanya mengecek ponselmu, ” kata Ayatha di sana


Andra tertawa melihat tingkah laku Ayatha...


" Iya, aku mengerti," kata Andra


“ Jangan lupa, kau berjanji akan menemuiku besok,” kata Ayatha lagi


" Baiklah," kata Andra.


“ Ok, aku tidak akan menganggumu lagi, “ kata Ayatha memutuskan sambungan panggilannya.


Andra masih tersenyum manis, melihat kesekeliling apatemennya. Lalu keluar. Andra melajukan mobilnya ke arah rumah Pak


Wang, sesampainya di sana Pak


Wang langsung membukakan pintu. Kaget melihat Andra membawa mobil mewah. Andra hanya tersenyum


" Hanya pinjaman, Pak Wang, bekerjalah lagi padaku dan tinggalah bersama ku," kata Andra, Pak Wang terlihat tersenyum bahagia


" Baik Tuan," katanya mengangguk dengan sangat cepat, dia sangat senang melihat Andra mendapatkan lagi hidupnya, Pak Wang sudah menganggap Andra seperti anaknya sendiri.


Andra segera menyusun barang-barangnya, begitu juga Pak Wang, mereka lalu segera pindah. Pak wang tidak menyangka akan bisa tinggal di tempat yang begitu besar dan mewah, dia memang sering melihat kediaman mewah, dia hanya bisa melihatnya, namun sekarang dia akan tinggal di sana, bersama Andra.


Andra menatap Pak Wang yang begitu senang, dia jadi ikut senang.

__ADS_1


__ADS_2