
Ayatha duduk sendiri di taman, hari sudah hampir tengah malam, dia menatap langit,banyak bintang bertaburan, namun angin pun berhembus kencang. Menyibakkan rambut ayatha sehingga lehernya yang putih terlihat. Semua orang sepertinya sudah tidur, lampu-lampu juga sudah di matikan, membuat bintang tambah bersinar.
" Sedang apa?" suara Andra menyapa tiba-tiba membuat Ayatha kaget, dia melihat ke arah suara, Andra sudah ada di belakangnya, Ayatha langsung berdiri dan memberi salam.
" Selamat malam Tuan, " kata Ayatha
" Santai saja,ini sudah malam dan sepertinya semuanya sudah tidur," kata Andra
" Baik Tuan, " kata Ayatha
" Sedang melihat bintang? " kata Andra
" Iya..."
"Kenapa?"
" Dulu orang tuaku bilang, kalau semua orang yang meninggalkan kita akan menjadi bintang, mereka di sana untuk menjadi pelindung kita, itu kenapa saya suka melihat bintang, " kata Ayatha menjelaskan sambil menatap langit
" Wah, benarkah?" kata Andra juga melihat ke arah atas, sesekali dia memperhatikan Ayatha, dia tersenyum kecil dan manis, gadis ini polos sekali.
" Iya... mungkin salah satu dari mereka adalah Ibu atau Ayahku" kata Ayatha
" Mana yang menurutmu orang tuamu? "kata Andra lagi
" Ehm... itu, 2 bintang sejajar itu, yang berdekatan, karna Ayahku memang tidak bisa dipisahkan dengan Ibuku" kata Ayatha lagi.
" Kalau begitu, yang itu Yosa" kata Andra menatap sebuah bintang sendiri namun penuh cahaya.
__ADS_1
Ayatha menatap Andra, dia tersenyum, Andra berbeda sekarang, biasanya dia akan selalu sedih jika menyinggung Yosa.
" Kenapa menatapku seperti itu? " kata Andra salah tingkah
" Oh, bukan Tuan, Iya benar, itu mungkin Yosa, dia selalu ceria, cocok sekali, " kata Ayatha juga salah tingkah karena tertangkap basah
" Aku sedang mencoba menerima keadaan, " kata Andra lagi seperti tahu kenapa Ayatha menatapnya.
" Maksud Tuan?" kata Ayatha
" Menerima keadaan, menerima bahwa Yosa tidak akan kembali lagi, " kata Andra
tersenyum
" Benarkah? " kata Ayatha
" Ehm, Yosa pasti senang kalo melihat anda bahagia di sini, " kata Ayatha memandang bintang Yosa
Angin kembali berhembus, dinginnya mulai menusuk, membuat Ayatha mengusap kedua telapak tangannya. Andra yang melihatnya lalu mendekati Ayatha.
" Kemar,i " kata Andra, dia mengambil kedua tangan Ayatha yang memang kedinginan
Andra lalu mengenggam tangan Ayatha, tangan Andra terasa begitu hangat. Sesekali dia mengosokan tangannya ke tangan Ayatha, Ayatha hanya bisa melihat kearah Andra. Apakah kali ini dia sedang bermimpi?
Ayatha tidak bisa berkedip, matanya terus menatap ke arah Andra, kalau seperti ini terus, dia bisa pingsan karena napasnya terlalu sesak sekarang.
" Apa ini sudah cukup hangat? " kata Andra tersenyum
__ADS_1
Ayatha tidak mampu menjawab, dia hanya mengangguk dengan wajahnya yang merona merah.
Tiba-tiba handphone Andra berdering, dia sedikit penasaran, siapa yang menelponnya jam segini.
" Sebentar, " kata Andra melepaskan tangan Ayatha, namun Ayatha tak berhenti melihat kearah Andra.
Andra mengerutkan dahi, ini dari Bibi panti asuhan.
" Hallo, " kata Andra
" Hallo, maaf malam seperti ini mengganggu anda Tuan Andra, tapi saya ingin memberihatukan bahwa Momo sudah sadar, dan dia dari tadi bertanya tentang Ayatha, ehm..bisakah Nona Ayatha kesini sekarang?"
tanya Bibi panti
" Oh, baiklah, " kata Andra menatap Ayatha, membuat Ayatha penasaran
" Terima kasih Tuan" kata Bibi menutup panggilan.
Andra menatap Ayatha sambil memasukkan handphone ke dalam saku celanannya.
" Ada apa Tuan?" tanya Ayatha
" Aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit, Momo sudah sadar, dia bertanya tentangmu dari tadi," kata Andra tersenyum
" Benarkah?" kata Ayatha sumringah, dia sangat senang, membuat Andra teringat tentang foto yang dikirim Yosa, wajah Ayatha sekarang seperti di foto itu, dan Andra sangat menyukainya
" Iya, baiklah, bersiap-siaplah, pakai pakaian yang agak tebal, jangan sampai nanti kau yang sakit, " kata Andra perhatian, membuat Ayatha kembali merasakan hangat disekujur badannya
__ADS_1
" Baiklah," kata Ayatha segera meninggalkan Andra.