Meadow

Meadow
Ibu seharusnya kau memberikannya pada ku


__ADS_3

" Wayren.. Sejak kapan? " kata Andra mencoba menyapa adiknya.


" Dari tadi, cukup memdengar beberapa percakapan kalian dan.... Yosa..." kata Wayren dengan datar.


Andra dan Ayatha terkejut, bagaimana mereka tidak tahu Wayren ada di belakang mereka, Andra dan Ayatha saling berpandangan, dan mereka juga terdiam.


" Siapa dia? Kalian harus menjelaskan banyak hal padaku, " kata Wayren.


Jam sudah menunjukkan jam 12 malam, pesta sudah lama selesai, setelah kejadian itu, Wayren dan Andra mencoba seperti tak terjadi apapun, namun sekarang, Andra, Wayren dan Ayatha masih duduk di balkon kamar Andra, mereka terdiam.


" Siapa Yosa?" kata Wayren memandang Andra dan Ayatha serius, seperti seorang polisi mengintrogasi tawanan.


" Hah...haruskah kita begini? " kata Andra yang agak kesal karena di perlakukan seperti ini, Andra benar-benar tidak ingin menceritakan tentang Yosa pada siapapun terutama pada keluargannya, dia menganggap keluarganya akan membuat semua ini jadi masalah, dan dia tidak ingin itu terjadi.


" Diam lah Andra aku ingin mendengarnya dari Ayatha," kata Wayren yang juga kelihatan kesal karena merasa dibohongi selama ini, karena ternyata antara Andra dan Ayatha memiliki hubungan tertentu.


" Tadder! " kata andra Kesal.


" Stop memanggilku Tadder, sudah kubilang nama itu juga adalah namamu, " kata Wayren keras.


Ayatha hanya bisa terdiam diantara pertengkaran dua kakak adik ini, dia hanya gugup melihat mereka. Dia benar benar ketakutan, hingga dia hanya bisa mengenggam tangannya sendiri.


" Kenapa kalian membohongiku? Aku benar- benar tidak percaya, " kata Wayren terlihat kecewa.


" Yosa, seorang gadis yang ku temui di SMA Greenhill " kata Andra mau tak mau menceritakannya pada Wayren.


" SMA Greenhill? " kata Wayren kebingungan, bagaimana kakaknya bisa bertemu seseorang di SMA Greenhill, bukan kah selama ini Andra di Amerika... Dan apa hubungannya?


" Seperti yang kau tahu, Ayah menyuruhku pergi ke Amerika 8 tahun yang lalu, aku harus meneruskan sekolahku di sana, aku benar-benar melakukannya dengan sungguh-sungguh, agar Ayah bangga karena dia selalu mengatakan aku adalah pewarisnya, hidup di Amerika sendiri bukan hal yang mudah, namun aku berhasil menamatkannya hanya dengan waktu 5 tahun, termasuk perguruan tinggi, " kata Andra menerawang jauh.


Wayren berkenyit, bagaimana bisa kakaknya menamatkan perguruan tingginya? sedangkan umurnya baru 18 tahun, dia robot atau apa?, pikir Wayren namun dia enggan menayai kakaknya soal itu sekarang


" Lalu? " tanya Wayren penasaran, dan Ayatha juga hanya melihat Andra, sebenarnya dia juga penasaran bagaimana Andra bisa bertemu dengan Yosa jika selama ini Andra di Amerika?


" Saat aku sedang menamatkan gelar masterku, aku meresa rasa jenuh, aku meminta syarat pada ayah, aku ingin meminta 1 tahun untuk merasakan bagaimana menjadi anak normal, bersekolah di tempat yang normal, lalu aku pulang dan memulainya di SMA Greenhill" kata Andra memandang Ayatha

__ADS_1


" Kau ada disini selama 1 tahun dan tidak memberi tahu Ibu, bahkan aku? " kata Wayren tidak percaya ternyata banyak yang di tutupi oleh Andra darinya, lagi pula bagaimana dia bisa mendapatkan gelar master? Dia sungguh mengerikan, pikir Wayren.


" Itu salah satu syarat yang harus aku turuti jika ingin tetap melakukannya, " kata Andra memandang Wayren, Wayren terdiam.


" Ayah menyuruhmu melakukannya? " kata Wayren.


" Iya, bagaimana pun semua orang harus yakin bahwa aku tetap ada di Amerika, sehingga tidak ada sedikitpun yang mengetahuinya, Ayah bilang jika ingin menjadi seorang penerus, jangan pernah terlihat cacat, dan aku menyetujuinya, awalnya itu terasa sulit, aku ingin kembali, melihat Ibu dan kau... Namun Ayah melarangnya, beberapa kali aku hanya bisa melihat kau dan Ibu dari jauh, " kata Andra


" Cih... Ayah selalu melakukannya, " kata Wayren terlihat kesal dengan kelakuan Ayahnya.


" Di sana aku bertemu dengan Yosa, dia gadis yang energik, ramah, selalu punya banyak teman, dan selalu menyukai fisika, gadis yang benar-benar pintar, dan dari saat itu...aku menyukainya, " kata Andra menerawang jauh, mengingat pertama kali dia bertemu Yosa, kesedihan tampak di wajahnya.


" Lalu?" kata Wayren penasaran mengapa kakaknya terlihat sedih.


" Yah...aku bahagia, walaupun tak bisa melihat kau dan ibu, tapi aku punya seseorang yang membuatku selalu tertawa, tapi...ya..ayah selalu punya cara untuk mengatur hidupku, dia mengetahui bahwa aku menyukai Yosa, dan dia menyuruhku kembali ke Amerika sebelum waktunya, awalnya aku menolak, tapi Ayah selalu punya cara untuk mendapatkan apa maunya, dan mau tidak mau, aku meninggalkannya untuk keluarga, padahal saat itu aku tahu Yosa mengidap penyakit yang sangat serius dan mengharuskannya untuk menerima transplantasi ginjal, " kata Andra tampak sangat menyesali keputusannya.


" Kau meninggalkannya? Apa yang kau pikirkan? " kata Wayren kesal, tidak percaya apa yang sudah dilakukan kakaknya.


Andra hanya tersenyum kecut. Ayatha hanya memandangnya, ternyata perjalanan Andra sangat menyedihkan, dia tidak pernah berpikir, seorang calon pewaris kekayaan yang begitu besar juga memiliki kehidupan yang sulit.


Ayatha memandang sekilas lagi pada Andra, Andra juga hanya melihatnya, lalu dia menarik nafasnya dan mulai berbicara.


" Yosa adalah satu-satunya sahabatku dari kecil kami tumbuh bersama, dan bermain bersama, dia yang selalu ada, bahkan saat semua keluargaku meninggalkanku satu persatu, seperti Tuan Andra bilang, Yosa adalah anak yang ramah, pandai bergaul, dan pintar, semua orang menyukainya, karena itu aku sangat mengaguminya. Saat SMA Yosa di terima di SMA Greenhill, dan sejak itu mereka sekeluarga pindah ke ibu kota, dan sejak itu kami mulai jarang berkomunikasi " kata Ayatha.


" Jadi...dimana dia sekarang? Kenapa kau tidak mengundangnya?... Kau seharusnya mengenalkannya pada ibu, atau setidaknya padaku, ini pertama kali kau menyukai seseorang, aku pikir kau tidak akan pernah menyukai seseorang, karena sifat perfectionist mu itu " kata Wayren tersenyum.


Andra terdiam, begitu juga Ayatha...ini pertanyaan yang sangat tidak ingin di dengar Andra, dan dia juga tidak ingin menjawab pertanyaan ini. Beberapa kali dia menghembuskan napas panjangnya.


" Dia sudah tidak ada lagi, " kata Andra bergetar mengatakannya namun dia tetap berusaha tersenyum namun segera menunduk, Wayren mengerutkan dahinya, dia tidak mengerti maksud kakaknya, lalu dia memandang Ayatha, seperti meminta penjelasan.


" 2 tahun yang lalu, Yosa... " kata Ayatha tak sanggup melanjutkan.


" Dia meninggal dunia, itu sebabnya aku tak bisa mengundangnya, bahkan menceritakannya pada kalian pun aku tidak bisa, aku bahkan tidak bisa melihatnya untuk terakhir kalinya, itu juga kenapa aku bisa kenal dengan Ayatha, Ibunya menyerahkan satu surat, dalam suratnya Yosa memintaku untuk bertemu dengan Ayatha, dia menyuruhku untuk membantunya dan menjaganya, karena dia sangat mengagumi Ayatha, karena itu aku mencari dan mulai membantunya sesuai permintaan Yosa " kata Andra begetar menahan rasa sedihnya dan penyesalannya karena sudah meninggalkan Yosa sebelumnya.


Wayren terdiam... Dia tidak tahu ternyata kakaknya menyimpan begitu banyak kesusahan, dia tidak menyangka bahwa Yosa sudah meninggal, dia bahkan tidak sanggup berkata apa-apa melihat ketegaran kakaknya.

__ADS_1


" Karena suatu masalah, aku pergi dari desaku, aku mencoba mencari jalanku sendiri tanpa di bantu oleh siapapun, karena itu saat aku bertemu Andra di desa dan tahu bahwa dia ingin menolongku karena Yosa, aku langsung menolaknya, dan aku pergi kesini dan mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan dari Nyonya, aku sama sekali tidak tahu ternyata Andra adalah Tuan Muda keluarga ini, maka aku berusaha seperti tidak mengenal Tuan Andra " kata Ayatha melanjutkan perkataan Andra.


Wayren hanya terdiam melihat dua orang di depannya, perasaanya menjadi tidak enak karena sudah memaksa Andra dan Ayatha menjelaskan tentang hal ini, dia sama sekali tidak menyangka kisahnya akan seperti ini.


Andra hanya membuang wajahnya memandang laut dengan tatapan kosong, sedangkan Ayatha hanya terdiam.


" Maafkan aku, aku tidak tahu, " kata Wayren


" Sudahlah, juga bukan salahmu, " kata Andra tersenyum


" Lain kali, cobalah jangan selalu mengikuti kata Ayah, kita yang menetukan hidup kita bukan dia, dan sekarang, cobalah melepaskannya, dia sudah tenang disana, dan tak ada gunanya selalu mengusiknya


di sana dengan selalu bersedih jika mengingatnya, " kata Wayren serius, Andra terdiam, baru kali ini Wayren menasehatinya.


" Cobalah jika kau diposisiku, akan ku berikan apa saja agar aku bisa di posisimu, " kata Andra.


" Yah... Aku tidak menyuruhmu duluan keluar, siapa suruh kau tidak menunggu ku dulu, " kata Wayren mencoba mencairkan suasana dengan gayanya.


" Bukan kah kau yang mendorongku keluar, " kata Andra tersenyum melihat gaya adiknya.


"Ah... Sepertinya aku sudah mengantuk... Aku mau tidur dulu, Ayatha kau tidak tidur, besok kau harus mengurusi makanan ku," kata Wayren tiba-tiba berdiri.


" Eh.. Iya Tuan Wayren, " kata Ayatha.


" Ayolah... Tinggalkan kakak ku sendirian... Good night kak " kata Wayren menarik tangan Ayatha dan segera pergi, Ayatha yang kebingungan hanya melihat Andra sekilas, dan Andra juga hanya melihat Wayren menarik Ayatha, dia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya.


Malam itu, ketiganya tidak bisa tertidur, di kamarnya Andra hanya menatap langit-langit, dia memandang jauh, mengingat semua kenangan tentang Yosa, haruskah sekarang dia mulai melepaskan Yosa.


Ayatha juga sama, dia tidak bisa memejamkan matanya, setiap kali dia memejamkan matanya yang terngiang hanya wajah Andra, ntah apa yang terjadi padanya. Kenapa dia bisa membayangkan Andra, mungkin kerena dia merasa kasihan terhadap Andra...pikirnya.


Wayren terdiam menatap laut di balkonnya, dia sedikit gusar... Ntah kenapa bayangan cara Ayatha memandang Andra mengganggunya, apakah dia menyukai Andra? Pikir Wayren.


Dia jelas tahu saat ini dia menyukai Ayatha, dan dia tidak mau Ayatha berdekatan dengan Andra, walaupun Andra adalah kakaknya. Dia cemas apa yang akan dilakukan Andra pada Ayatha, jika Ayatha benar-benar menyukai Andra, Andra akan membuat Ayatha terluka, dan Wayren tidak mau wanita yang disukainya terluka.


Saat ini dia ingin melindungi Ayatha.

__ADS_1


" Hah.. Ibu seharusnya kau benar - benar memberikannya untukku, " kata Wayren memandang lautan sekali lagi lalu bangkit dan masuk kekamarnya.


__ADS_2