
Dia hanya menatap ujung lautan, Angin makin berhembus kencang, membuat rambutnya
berantakan, bukan hanya rambutnya, hatinya juga sekarang berantakan, dia butuh
waktu untuk membuat jiwanya tenang kembali.
Andra berjalan kembali ke kerumunan rombongannya, wajahnya sangat dingin, lebih dingin dari pada angin yang berhembus, membuat semua orang disana enggan untuk
menyapanya.
Awan hitam berkumpul, tiba-tiba saja sudah begitu tebal, suara guntur saling bersautan,
sesekali kilat menampakan diri. Sepertinya akan badai, kapten kapal langsung menyuruh
semua orang kembali ke kapal masing-masing.
Andra berjalan masuk, Keenan sudah duluan di dalam kapal, tak lama mereka langsung
meninggalkan pulau itu karena cuaca benar-benar sudah tidak kondusif, kalau
lebih lama bisa-bisa kapal mereka akan terbalik.
Hujan menghantam tanpa memberi aba-aba, langsung lebat bahkan susah untuk melihat
keadaan.
Angin berhembus sangat kencang, membuat permukaan air bergelombang, Andra melihat ke sekitar, dia baru sadar, kenapa dia tidak melihat Ayatha.
" Kau melihat Ayatha? " tanya Andra pada Keenan yang sibuk mengelap air hujan
yang mengenainya
" Bukannya tadi dia bersama mu? " kata Keenan
" Tidak. " kata Andra mulai cemas, dia memastikan lagi namun Ayatha tidak ada.
" Kita harus kembali! " kata Andra pada Kapten kapal
" Tidak bisa, angin sangat kencang, gelombangnya juga tinggi, aku takut kita tidak bisa kembali lagi nanti jika badai. " kata Kapten
" Tapi masih ada orang disana, kita tidak akan meninggalkannya, " kata Andra
dengan suara meninggi
" Tuan, kita tidak bisa kembali lagi, atau kita semua akan bahaya, nanti setelah cuaca
membaik, kita akan menjemputnya, di tengah pulau ada tempat beristirahat, saya
yakin Nona Ayatha juga akan ada di sana, " kata kapten kapal
" Bagaimana kalau tidak membaik? " kata Andra menatap kapten itu dengan tatapan tajam
Kapten itu tidak menjawab, Andra terdiam, dia segera membuka jasnya.
" Tuan kau mau apa? Sangat berbahaya, " kata kapten itu yang melihat Andra segera
melompat kelaut, semua orang terdiam melihat Andra yang sudah mulai berenang.
" Dia sudah gila, " kata Keenan melihat kelakukan Andra, kapten kapal hanya
menatap Keenan dengan tidak percaya, lalu mengelengkan kepalanya.
Andra berenang sekuat tenaganya, untung saja mereka belum terlalu jauh, hujan turun dengan deras, dan beruntungnya lagi Andra adalah perenang yang sangat baik, dia bisa
berenang hingga sampai ke pantai walaupun dengan susah payah.
Andra melihat kesekitar, manatap kearah ujung pulau dimana dia terakhir melihat Ayatha, kemana dia? Pikirnya dengan cemas, hujan yang turun bertambah deras, membuat Andra tidak bisa melihat dengan jelas.
" Ayatha! " teriaknya memecah suara hujan
Ayatha meringkuk kedinginan di bawah sebuah pohon yang rindang, dia tadi kepantai dan mereka sudah meninggalkannya, bagaimana bisa? Pikir Ayatha, dia ingin ke tengah pulau, tapi takut jika mereka kembali mereka tidak bisa menemukannya.
Kilat bersambungan, membuat dia beberapa kali terkejut mendengar suara gemuruhnya.
Ayatha rasanya ingin menangis, kalau begini dia pantas takut, badannya mengigil
kedinginan, tahu begini dia akan menolak untuk ikut dengan Keenan.
Sayup-sayup dia mendengar suara seperti namanya di panggil, namun Ayatha sedikit tidak mengindahkannya, mungkin dia salah dengar, namun suara itu makin jelas, siapa
yang datang menjemputnya di hujan sederas ini, Ayatha segera keluar dari tempatnya, mencoba mencari sumber suaranya.
" Ayatha!" teriak Andra lagi, hingga akhirnya dia melihat sosok Ayatha di dekat pohon, Andra segera berlari kesana.
Ayatha sangat senang, dia sangat ketakutan ada di pulau itu sendirian, memikirkannya
saja sudah membuat nyalinya ciut, dia sangat senang melihat Andra ada disana,
dia segera menuju ke Andra.
Andra segera mendekapnya, menenangkan tubuh Ayatha yang gemetar, rasa hangat dari tubuh Andra menjalar di sekujur tubuh Ayatha. Dia tidak lagi merasa dingin walaupun di
guyur air hujan.
" Kita harus cari tempat untuk berlindung," kata Andra
" Ada tempat perlindungan di tengah pulau, " kata Ayatha
" Ayo ke sana! "kata Andra segera mengajak Ayatha kesana
Mereka masuk lebih dalam ke tengah pulau, benar kata Ayatha, disana ada sebuah pondok yang biasa di gunakan untuk berteduh. Andra dan Ayatha segera kesana, berteduh
karena hujan belum menunjukkan akan berhenti.
" Bagaimana kau ke sini? Aku lihat kalian semua pergi tadi, " kata Ayatha menatap Andra yang basah kuyup
" Aku melompat dari kapal, " kata Andra seadanya mengelap wajahnya yang masih
basah
Ayatha terdiam, yang benar?
" Kau serius? " kata Ayatha menatap Andra
" Iya, kau bisa tanya kapten kapal jika tidak percaya, nanti setelah kita di jemput, "
__ADS_1
kata Andra tersenyum, bibirnya kelihatan lebih biru, mungkin karena kedinginan.
" Tapi dengan keadaan laut seperti itu, apa kau tidak berpikir kau bisa mati? "
kata Ayatha
" Demi mu, mati bukan hal yang menakutkan, " kata Andra menatap Ayatha dengan
matanya yang hitam pekat, Ayatha tersentuh, kalau benar apa yang di katakan
oleh Andra, dia pasti benar-benar tulus padanya.
" Maafkan aku, " kata Ayatha menunduk, air matanya menetes, namun tersamar dengan
air hujan yang masih membasahi wajahnya
" Hei, yang seharusnya minta maaf itu aku, maaf membuatmu seperti ini, " kata Andra
memeluk Ayatha kembali.
" Kau tahu, rasanya sakit melihat kalian bertuangan, " kata Ayatha, air matanya
tersamar, namun matanya memancarkan rasa sakitnya
" Maafkan aku, aku berjanji, aku akan bersamamu, Ayatha, jangan pernah lagi pergi, " kata Andra lagi
Ayatha hanya mengangguk, kehangatan di hati kecilnya akhirnya meluluhkan tembok yang telah lama di buatnya. 2 tahun bertahan, namun ternyata dia tidak bisa juga jauh dari
Andra, kemanapun dia pergi, dia tetap saja kembali ke pelukannya.
" Kau tahu, aku sangat merindukanmu, "kata Ayatha mengetatkan pelukannya
" Aku tahu, aku juga, " kata Andra tersenyum, dia akhirnya menemukan lagi
cintanya, 2 tahun berpisah, hanya bisa menatap dari jauh...dan akhirnya Ayatha
ada di pelukannya lagi, kali ini dia tidak akan melepaskannya...
" Tapi bagaimana dengan Nadine?" kata Ayatha tiba-tiba tersadar, melepaskan diri
dari Andra.
" Aku akan memutuskan pertunagan kami, aku janji, " kata Andra lembut sambil
menatap wajah Ayatha.
" Apa kau yakin? Kalau kau memutuskan pertunangan, Ayahmu pasti akan sangat marah, kalau kita bersama, masa depanmu akan hancur, aku tidak ingin menjadi orang
yang menghancurkan masa depanmu, " kata Ayatha
" Aku akan melakukan apapun, aku tidak peduli dengan masa depanku, masa depanku
adalah kau, " kata Andra menatap Ayatha sangat dalam, dia benar-benar
terperangkap sekarang dalam tatapan Andra, dia tidak bisa berpikir jernih
sekarang. Dia hanya menangis mendengar semua kata-kata Andra.
" Oh, kau akan sakit jika terkena hujan seperti ini, " kata Ayatha lagi, dia
baru ingat.
" kata Andra
" Kau sekarang pintar mengoda ya? " kata Ayatha tertawa
" Aku belajar agar bisa mengodamu setiap hari, " kata Andra meletakkan kembali Ayatha
dalam pelukannya.
Mereka terus berpelukan, saling menghangatkan diri, hingga akhirnya hujan berhenti, baju mereka juga mulai mengering di badan, hari sudah mulai gelap, Ayatha sesekali mengigil, Andra mencari mana tau ada sesuatu yang bisa di jadikan sumber panas, namun semuanya terlihat basah.
Andra menatap Ayatha dengan lembut, lalu di menaikan baju Ayatha yang tadi nya
bermodel sabrina, menjadi seperti baju biasa.
" Lain kali, jika ingin keluar, jangan pakai baju seperti ini, aku tidak suka jika ada
yang melihatmu seperti Keenan tadi pagi melihatmu, " kata Andra lagi
Ayatha tersenyum kecil, ternyata Andra bisa juga cemburu
" Kau cemburu? " kata Ayatha mengoda Andra
" Siapa pria yang tidak cemburu jika ada pria lain yang memandangmu seperti tadi,
" kata Andra
" Oh, kau sangat lucu jika cemburu seperti itu, " kata Ayatha
" Kau suka ya melihatku seperti ini? " kata Andra sedikit tertawa kecil
" Sedikit "
" Jadi, apa yang kau lakukan disini saat aku tidak ada, apa banyak pria yang mengodamu?
" kata Andra lagi
" Aku tidak terlalu memperhatikan mereka, aku memutuskan untuk pindah, mencoba
mengubur semua tentang mu, berharap aku bisa melupakanmu, " kata Ayatha
mencoba tersenyum getir
" Maafkan aku, itu keputusan paling bodoh yang pernah aku buat, " kata Andra
" Tidak apa-apa, bagaimana dengan mu? " kata Ayatha memandang Andra
" Setelah bertunagan, aku lebih banyak bekerja, berusaha bertahan, " kata Andra
menatap Ayatha
" Oh "
" Setelah ini, ikutlah denganku, kita akan bertemu dengan orang tuaku "
__ADS_1
" Kau yakin?" kata Ayatha sambil menatap Andra
" Yakin, " kata Andra mantap, membuat hati Ayatha kembali tersentuh
" Baiklah, sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana kita bisa keluar dari sini, rasanya
mereka akan datang besok pagi, karena aku yakin kapten kapal tidak mau berlayar
malam ini," kata Ayatha
" Iya, kita tinggal saja disini malam ini, jangan ya, aku ada di sini," kata Andra lagi
" Iya, " kata Ayatha tersenyum
" Kemarilah,aku akan menghangatkan mu, " kata Andra tersenyum
Ayatha mendekatkan diri kepada Andra, Andra mendekapnya, mereka terus berpelukan hingga pagi menyingsing.
Ayatha terbangun karena sinar matahari yang mengenai matanya, dia masih di dalam
pelukan Andra, Ayatha melihat kesekeliling, sepertinya sudah cukup siang,
matahari sudah sedikit tinggi. Kenapa mereka belum di jemput juga?
Andra juga terbangun karena Ayatha bangun, dia melihat ke sekeliling juga, mereka masih di pondok itu.
" Kau sudah bangun? " kata Andra melihat Ayatha yang sedang memperhatikan
sekitar
" Baru saja, " kata Ayatha tersenyum manis
" Sepertinya sudah siang, "kata Andra juga memperhatikan keadaan
" Iya, handphoneku mati karena terkena air kemarin " kata Ayatha memperhatikan
handphonenya
" Handphoneku tertinggal di jas kemarin, " kata Andra lagi
" Sepertinya kita harus ke pantai, aku takut kapten tidak menemukan kita jika kita terus di sini," kata Ayatha lagi menatap Andra
" Baiklah, kau benar, " kata Andra tersenyum
Ayatha berjalan duluan, dia memang sudah beberapa kali datang ke pulau ini, jadi dia
sudah mengenal jalannya, Andra mengikutinya dari belakang.
Setelah sampai di pantai, keadaan masih sama, belum ada tanda mereka akan di jemput. Ayatha memandang laut yang kosong, airnya tenang, tidak seperti kemarin.
" Kenapa kita belum di jemput ya?" kata Ayatha cemas
" Tenanglah, sebentar lagi mungkin, kau tidak mau lebih lama dengan ku di sini? " kata Andra menatap Ayatha lembut
" Bukan begitu, tapi kan kita tidak mungkin tinggal di sini terus, " kata Ayatha
Andra sedikit mengerutkan dahinya, kalau saja bisa berdua terus begini dengan Ayatha,
Andra tidak masalah tinggal disini lebih lama, karena kalau di seberang sana, Ayatha
bukanlah miliknya.
Ayatha sedikit kegerahaan, mungkin karena bajunya yang di pakai sampai kering di
badannya, dia segera mengambil ikatan rambut, lalu mengikat rambutnya,
menampakan lehernya yang putih dan anak rambut yang tumbuh di ujung-ujungnya.
Andra memperhatikan itu, dia menyukai hal itu, menurutnya leher Ayatha yang
begitu terlihat mengoda. Andra mendekatkan diri ke belakang Ayatha, memeluk
pinggang Ayatha yang kecil, membisikan sesuatu di telinga Ayatha.
" Jangan mengikat rambutmu seperti itu jika di depan orang banyak, terutama pria, "
kata Andra
Ayatha menatap Andra, dia tersenyum
" Kau cukup posesif jika jadi pacar ya? " kata Ayatha tertawa kecil
" Kau tidak tahu seberapa mengodanya kau, " kata Andra lagi, lalu dia menarik
ikatan rambut Ayatha sampai lepas
" Hei, aku kepanasan, " kata Ayatha
" Begini lebih baik, jadi aku tidak kepanasan, " kata Andra menatap Ayatha sambil
tersenyum. Ayatha membalasanya dengan tawa kecil, Andra mencium dahi Ayatha,
serasa tidak ingin lepas darinya.
Tak lama mereka bisa melihat sebuah kapal mendekat, Ayatha langsung berteriak
kegirangan, akhirnya mereka akan pulang. Kapten kapal segera menepikan kapalnya
dekat dengan mereka.
" Selamat siang Nona, dan Tuan... aku tidak percaya anda berhasil berenang dengan
cuaca seperti kemarin, " kata kapten kapal menatap Andra
" Yah, aku juga, " kata Andra menatap Ayatha
" Baiklah, kita pulang sekarang, " kata kapten kapal
" Baiklah, " kata Ayatha semangat, Andra hanya menatap Ayatha dengan senyumannya.
Di perjalanan pulang, Ayatha hanya menatap laut yang bergelombang.
Andra mengenggam tangannya, menatapnya dengan senyuman tipis.
" Saat tiba di sana nanti, berjanjilah jangan pergi lagi, " kata Andra
__ADS_1
" Aku janji, " kata Ayatha
Andra tersenyum penuh arti, akhirnya dia akan bersama dengannya selamanya. Tidak akan bisa lagi terpisahkan.