Meadow

Meadow
Kau tidak akan terganti


__ADS_3

Andra dengan gugup berjalan masuk kedalam acara, ini pertama kali dia pergi ke acara seperti ini setelah 8 tahun dia pergi dari rumah, namun ibunya segera mengelus lengan anaknya.


" Tidak apa-apa, " kata Ibunya.


Andra hanya tersenyum manis pada ibunya dan segera melangkah, ruangannya sangat luas dengan suara piano yang mengalun, banyak orang- orang kaya yang saling menyapa, sebuah acara yang mewah, sebuah acara yang sepertinya lebih tepat sebagai perkumpulan orang-orang kaya dari pada peresmian hotel.


" Selamat malam Nyonya Tadder, senang melihat Anda malam ini, " kata Seorang Pria setengah baya dengan Seorang Wanita yang sepertinya istrinya.


" Saya baik Tuan Ran, senang juga melihat Anda " kata Nyonya Renata.


" Di mana Tuan Tadder? dan siapa yang bersama Anda ini? " tanya nya lagi.


" Suami saya sedang ada bisnis di luar negeri, owh, iya, perkenalkan... Ini anak pertama saya, Fitzandra Tadder " kata Nyonya Renata dengan tersenyum bangga, Andra segera memberikan salam dan segera menyodorkan tangan.


" Fitzandra Tadder, penerus yang sangat tampan, " kata Tuan Ran menjabat tangan Andra.


" Bagaimana kabar anak anda ? " kata Nyonya Renata.


" Baik, dia sedang berlibur ke Eropa, jadi tidak bisa menemani kami, baiklah, saya permisi dulu, " kata Tuan Ran memberi salam lalu pergi, Nyonya Renata hanya tersenyum.


" Tuan Ran Theeriot, pemilik salah satu perusahaan pangan, semua tahu anaknya satu-satunya dipindahkan ke Eropa karena masalah penyalah gunaan obat-obatan di sini," kata Nyonya Renata.


" Benarkah? Dari mana ibu tahu? " kata Andra tak percaya ibunya tahu soal seperti itu.


" Kita hidup di dunia seperti ini, bahkan apa yang kita makan menjadi sorotan mereka, kau harus terbiasa, suatu saat kau yang akan berjalan di sini, atas nama keluarga Tadder, " kata Nyonya Renata.


Andra hanya terdiam mendengar perkataan ibunya, dia tahu itu nasibnya sejak saat dia dilahirkan di dunia ini, dan mau tidak mau dia harus siap dengan itu.


" Selamat malam Nyonya Tadder, " sapa Seseorang yang masih terlihat muda, bahkan umurnya tampak tak terlalu jauh dari Andra.


Pria dengan aura yang sangat kuat, dia tampak elegan, wajahnya pun sangat tampan, tinggi dan tegas.


" Owh..Tuan Muda keluarga Maddison, selamat atas peresmian hotel Anda" kata Nyonya Renata tersenyum.


" Terima kasih saya harap anda menyukai hotel kami, dan ini? " kata Tuan Muda Maddison.


" Owh... Ini anak pertama saya, Fitzandra Tadder " kata Nyonya Renata.


" Aku Maximillian Meddison, " kata Maxi mengulurkan tangan.


" Andra " Kata Andra menyambut tangan maxi.


" Di masa depan, kau harus banyak belajar pada Maxi yang sudah sukses menjadi penurus keluarga, " kata Nyonya Renata pada Andra.

__ADS_1


Andra hanya tersenyum sedikit sambil melihat kearah maxi, semua orang tahu bahwa keluarga Maddison merupakan saingan terbesar keluarga Tadder, jadi ibunya pasti hanya basa basi, di masa depan, Maxi merupakan lawan bisnisnya.


" Kalau begitu, kau kakak kembar Wayren? di mana dia? Aku dengar dia juga ikut" kata Maxi pada Nyonya Renata.


" Mungkin sebentar lagi dia datang, " kata Nyonya Renata.


Tiba-tiba semua orang bertepuk tangan, diikuti dengan berhentinya permainan piano.


" Itu adikku, aku akan memanggilnya ke sini, " kata Max segera beranjak.


" Tuan Maddison baru saja menikah dengan Nyonya Wenni dari keluarga Reine, seorang desainer terkenal, dia memilki putri, jadi dia adalah adik tiri dari Maxi " kata Nyonya Renata.


" Owh " kata Andra yang mulai takjub dengan apa yang di ketahui ibunya tentang semua orang yang ada disini. Tak lama Maxi datang dengan seorang wanita yang sangat anggun dan cantik.


" Ini adikku, Hanna, Hanna ini Nyonya Tadder dari High Empire, dan ini anak nya Fitzandra, kakaknya Wayren " kata Maxi memperkenalkan Nyonya Renata dan Andra pada Hanna.


Hanna hanya tersenyum melihat nyonya Renata dan Andra, dan sedikit memberikan hormat.


" Aku dengar dari orang- orang, bukan kah kau sangat mahir bermain biola? Bahkan di usia 11 tahun kau sudah mendapatkan biasiswa karena pandai bermain biola?, adikku pandai bermain piano, bagaimana jika kalian berduet malam ini? " kata Maxi, Andra sedikit terkejut dengan apa yang maxi tau tentangnya.


" Aku sudah lama sekali tidak pernah memainkannya, jadi..." kata Andra sungkan.


" Tidak apa-apa, aku yakin kau pasti masih bisa, orang bilang bermain alat musik sama seperti menaiki sepeda, kau tidak akan pernah lupa bagaimana memainkannya? " kata Maxi tersenyum pada Andra dan Nyonya Renata.


" Baiklah, " kata Andra pada Maxi.


" Aku harus di sini untuk para tamu, tidak apa kan jika adikku yang mengantarmu kebelakang? " kata Maxi


" Tentu, " kata Andra sambil tersenyum pada Hanna, Hanna hanya membalasnya dengan senyuman.


Hanna berjalan di depan Andra, dia membimbing Andra menuju ke belakang, tempat peralatan disimpan.


" Ini, ini biola tua, tapi kualitasnya aku rasa lumayan, " kata Hanna tersenyum, suaranya terdengar lembut.


" Baiklah terima kasih, aku akan mencobanya dulu, " kata Andra tersenyum pada hanna.


" baiklah, apa yang akan kau mainkan nanti " kata Hanna


" Beethoven, love story, " kata Andra tersenyum.


" e...baiklah... Aku akan mengiringi, " kata Hanna.


Andra mencoba dan mensetting biola yang di berikan oleh Hanna, dia tampak serius memandangi biolanya, tanpa dia sadari dari tadi Hanna juga memandanginya saja.

__ADS_1


" Apa kau ingat aku? " kata Hanna tiba-tiba memecah kesunyian.


Andra terkejut dan langsung melihat kearah Hanna yang berdiri tak jauh darinya.


" Ehm... Maaf, maksudmu? " kata Adra dengan tatapan bertanya.


" Kau masih ingat aku, kita sekolah di sekolah yang sama saat SD, aku selalu menangis saat di taman karena Wayren, dan kau selalu datang untuk menenangkan ku, kau ingat... Kau selalu mengelus rambutku jika aku menangis dan selalu bilang, ' jangan menangis, maafkan adik kecilku " kata Hanna panjang lebar.


" Owh... Kau gadis yang suka diganggu oleh Wayren, gadis kecil yang selalu mengikat rambutnya jadi dua bukan ?" tanya Andra tersenyum lebar.


" Benar, " kata Hanna sangat senang karena Andra akhirnya mengingatnya.


" Kau sudah jadi gadis yang sangat manis, " kata Andra tersenyum manis.


" Benarkah? " kata Hanna tersipu.


" Kalian sudah siap? " kata Maxi yang tiba-tiba datang.


" Iya " kata Andra segera pergi keluar tanpa menunggu Hanna.


Hanna hanya terdiam melihat kepergian Andra, dia sangat senang, akhirnya dia bertemu lagi dengannya. Andra adalah cinta pertama Hanna, dan sekarang Andra benar-benar sudah membuatnya jatuh cinta, Andra benar-benar seperti apa yang dikhayalkannya selama ini, tampan, dan baik hati. Kali ini dia tidak akan kehilangan dia lagi, pasti.... Pikir Hanna.


" Hanna, kau sudah siap? Andra sudah menunggu" kata Maxi melihat adiknya terpaku.


" Owh, iya kak " kata Hanna yang tersadar karena teguran Kakaknya.


Andra berdiri di sisi piano, dia melihat Hanna yang segera duduk di kursi pianonya, Hanna tersenyum pada Andra. Andra hanya membalasnya sekilas.


" Tuan dan Nyonya, malam ini saya sangat beruntung, karena Seorang Tuan Muda dari High Empire mau menunjukkan kemampuannya untuk kita, mari kita berikan tepuk tangan pada tuan muda Fitzandra Tadder " kata Maxi mengundang semua perhatian orang, semua orang bertepuk tangan.


Andra mengehembuskan napas beratnya, menandakan dia gugup, dia segera ke bagian tegah dari ruangan yang di sediakan, memberi hormat dan memberikan tanda pada Hanna bahwa dia akan memulainya.


Hanna memberikan pembukaan pertama, lalu di ikuti oleh alunan lagu dari biola Andra, semua orang terdiam melihat permainan biola Andra, Andra dengan penuh penghayatan mengesekkan bow pada biola mengalunkan lagu yang sangat indah dan penuh penghayatan, membuat semua orang benar benar terpaku mendengar dan melihat Andra.


Alunan melodi dari beethovan love story benar-benar dapat menyentuh hati semua orang.


Bagi andra ini merupakan lagu yang benar-benar dimainkannya dari hati, setiap gesekan, benar- benar dirasakannya, setiap getaran yang dirasakannya membuat hatinya semakin sakit, perasaan rindu yang sangat, yang dibendungnya, dicurahkannya pada tiap alunan melodi yang dikeluarkannya, emosi, amarah, rasa bersalah, cinta.... Benar- benar dilepaskannya, hingga tanpa terasa air mata membasahi matanya yang terpejam saat bermain biola.


' Kakak, aku sangat menyukai lagu ini, kau sangat pintar bermain alat musik, kau harus memainkan, lagu ini untukku setiap hari '


terngiang suara Yosa di kepala Andra...lagu ini adalah lagu kesukaan Yosa yang belum sempat dia mainkan di depan Yosa.


Yosa... Aku sangat merindukan mu, aku memainkan lagu ini untukmu, hanya untuk mu... Dan sesuai dengan lagu ini, kau tidak akan terganti... Kata hati Andra.

__ADS_1


__ADS_2