Meadow

Meadow
Wanita yang Licik


__ADS_3

Andra terdiam duduk di kantornya. Dia bingung apa yang harus di lakukannya. Sepertinya Maxi memang punya bukti bahwa dia memang dijodohkan dengan Ayatha.. lalu bagaimana ini? Dia segera mengambil handphonenya.. menelepon Wayren


 


 


" Halo," kata Wayren yang sedang melakukan kegiatan, dia di pasangkan oleh Risa untuk melakukan semua kegiatan karena mereka duduk bersama di dalam bis. Dia sedikit menjauh, membuat Risa penasaran


 


 


" Kau sedang apa? " kata Andra


 


 


“ Kegiatan sekolah, bukannya kau sudah tahu?” kata Wayren


 


 


" Bisa kah kau pulang sekarang, ini masalah Ayatha," kata Andra


 


 


Mendengar nada suara kakaknya yang serius Wayren jadi khawatir


 


 


" Kenapa dengan dia? " kata Wayren


 


 


" Aku rasa... dia akan bertunangan dengan Maxi, " kata Andra


 


 


" Hah, bagaimana bisa?, aku pulang sekarang, temui aku di rumah," kata Wayren tidak percaya, dia segera melangkah pergi. Risa yang melihat itu langsung mengikuti Wayren


Wayren segera kearah bodyguardnya.


 


 


" Siapkan mobil sekarang, " kata Wayren pada bodyguardnya, bodyguardnya bingung namun langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Tuan mudanya.


 


 


" Heh, kau mau ke mana? " kata Risa


 


 


" Aku mau pulang, " kata Wayren gusar


 


 


" Tidak bisa, enak aja, nanti aku gimana, kelompoknya sudah di tentukan, " kata Risa merentangkan tangan, mencoba menghalangi Wayren. Wayren melihat mobil sudah terparkir di depan


 


 


" Kalau begitu kau ikut aku," kata Wayren, dia segera menarik Risa, membawanya ke mobil, membuka pintu lalu memaksa Risa cepat masuk.


 


 


" Kemarikan kunci mobilnya, " kata Wayren


 


 


Dengan ragu kedua bodyguard itu menyerahkannya, Wayren menyambarnya dengan cepat. Dia segera masuk dan melajukan mobilnya dengan kencang. Risa kaget mereka melaju sangat kencang, Risa jadi takut.


 


 


Tapi tidak lama mereka berjalan, Wayren memarkirkan mobilnya dengan tiba-tiba, membuat Risa terhentak kedepan.


 


 


" Eh, hati-hati dong, " kata Risa


 


 


Wayren tak mejawab, dia segera mendekati Risa, Risa yang di dekati oleh Wayren langsung kaget, apa yang akan di lakukannya, jangan-jangan dia akan menciumku lagi seperti waktu itu, Risa yang takut langsung memejamkan matanya, dan menutup mulutnya.


 


 


" Hei, pake seatbeltmu, mau mati ya? " kata Wayren yang bingung kenapa Risa menutup murut dan matanya.


 


 


Risa mengintip sebentar, ternyata benar, Wayren sedang memegang seatbeltnya, dia memang lupa memakainya.


 


 


Jadi Risa salah sangka dengan Wayren.

__ADS_1


 


 


Wayren segera memasangkan seatbeltnya, lalu tanpa banyak buang waktu kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


 


 


Sesaat semuanya hening, Risa tidak mau mengganggu Wayren yang sangat konsentrasi dengan jalan, seperti Wayren sangat khawatir, tapi bukan sifat Risa kalau tidak ingin tahu.


 


 


" Memangnya ada apa?" kata Risa mencairkan suasana


 


 


Awalnya Wayren enggan menjawab, namun melihat Risa yang sepertinya menuntut jawaban, dia menjawab juga


 


 


" Kau ingat wanita yang aku sukai, " kata Wayren


 


 


" Oh, yang ternyata menyukai kakakmu, " kata Risa lagi


 


 


" Sudah tidak usah di perjelas soal itu, " kata Wayren down


 


 


" Oh, iya maaf," kata Risa


 


 


" Dia akan bertunangan dengan Maxi, " kata Wayren


 


 


" Maxi? Siapa Maxi?" kata Risa bingung


 


 


" Maximillian Medison? Tidak pernah dengan namanya, " kata Wayren


 


 


 


 


" Iya," kata Wayren


 


 


" Wow, wanita yang kau sukai itu pasti sangat cantik, bagaimana dia bisa memikat seluruh pria nomor 1 dikota ini?" kata Risa tidak percaya


 


 


" Entah lah, karena ini aku ingin cepat pulang," kata Wayren


 


 


" Wanita itu, hebat tapi sepertinya licik, dia membuatmu menyukainya, namun dia malah mengincar pewaris utama, yaitu kakakmu, lalu dia tahu kalau kakakmu tidak bisa bersama dia, dia malah mengoda Maxi," kata Risa ngomong sendiri.


 


 


Mendengar itu, Wayren menghentikan mobilnya sekali lagi secara mendadak, untung saja jalanan itu sangat sepi, jadi tidak terjadi kecelakaan.


 


 


" Hei, kau mau mati ya, berhenti selalu mendadak, " kata Risa pusing


 


 


" Kau! Sekali lagi kau bilang begitu tentangnya, aku akan meninggalkanmu di sini, " kata Wayren kesal karena Ayatha disamakan seperti penggoda.


 


 


Ayatha bukan pengoda, Wayren tahu benar dia bagaimana, tapi bagaimana bisa dia bertunangan dengan Maxi?.


 


 


" Wohh… tenang-tenang, aku akan diam, " kata Risa menutup mulutnya, dia tentu takut diturunkan di antah berantah seperti ini.


 


 


Perjalanan yang bisanya hampir 5 jam, di buat Wayren menjadi 3 jam lebih. Jantung Risa rasanya mau copot sepanjang perjalanan, dia sering berteriak karena ngeri.

__ADS_1


 


 


Tapi Wayren tidak mempedulikannya. Wayren memakirkan mobilnya di dekat taman rumahnya.


 


 


" Kau, tunggu saja di sini, " kata Wayren pada Risa dan langsung keluar tanpa menunggu jawaban dari Risa.


 


 


Risa yang di tinggal begitu saja memasang wajah cemberutnya, kenapa dia mau saja di ajak si gila itu.


 


 


Saat dia melihat kesekeliling, dia menangkap sosok yang dia kenal, Ayatha? Pikirnya, dia langsung keluar mobil.


 


 


Wayren masuk tergesa-gesa, dia melihat Bibi Moi dan Ibunya sedang ada di ruang keluarga.


 


 


Melihat Wayren, ibu dan Bibi Moi kaget… bukannya dia pergi 3 hari dan ini masih 2 hari.


 


 


" Wayren, kau sudah pulang, bukannya tripnya 3 hari?" kata ibunya


 


 


" Mana kakak? "kata Wayren tanpa peduli pertanyaan ibunya


 


 


" Di kamar Tuan, " kata Bibi Moi menjawab


 


 


" Aku ke kamar kakak dulu, " kata Wayren segera meninggalkan ibunya dan bibi moi yang bingung melihat kelakuannya.


 


 


Dia segera masuk dan melihat kakaknya sendang duduk di ruang membaca, Andra juga sedang berpikir.


 


 


" Bagaimana bisa? "kata Wayren langsung


 


 


" Aku juga tidak tahu, yang aku tahu, ternyata selama ini Maxi lah orang yang sudah membayai seluruh hidup Ayatha sebelum ini, dan dia mengatakan bahwa dari kecil mereka sudah di jodohkan, " kata Andra menjelaskan pada Wayren.


 


 


Wayren mengepalkan tangannya, dia marah. Dia masih tidak terima, mana mungkin.


 


 


" Tidak, itu pasti hanya akal-akalan Maxi aja, aku tidak percaya, " kata Wayren


 


 


" Aku juga tidak percaya, tapi sepertinya Maxi punya cukup bukti untuk meyakinkan Ayatha, dia bahkan menelpon pamannya, " kata Andra gusar namun tetap berusaha tenang.


 


 


" Ahk... kenapa sih banyak sekali yang menyukainya?, kau… Maxi… " kata Wayren emosi, Andra yang mendengannya tersenyum kecut, bagaimana bisa adiknya mengatakan bahwa dia menyukai Ayatha, atau memang dia menyukainya?.


 


 


Lalu dia membuka pintu kamar kakaknya


 


 


" Kau mau ke mana?" kata Andra


 


 


" Mencari Ayatha, menanyakan langsung padanya, " kata Wayren langsung pergi begitu saja.


 


 


Andra segera berdiri dan keluar mengikuti adiknya, dia khawatir akan membuat kehebohan nanti


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2