
Ayatha memandang Andra serius, hatinya sakit...
" Foto ini asli, tapi foto ini bukan foto pemeriksaaan kehamilan, foto ini sudah 1,5
tahun yang lalu, saat itu aku di paksa ayah untuk menemani Nadine memeriksa
keadaannya, dia sakit, lalu dokter menduga dia terkena usus buntu, untuk
memastikan bahwa tidak ada masalah yang lain dengan organ dalam dan rahimnya
maka dokter menganjurkan untuk melakukan USG, " kata Andra menjelaskan,
matanya mantap menatap Ayatha, membuat Ayatha tidak bisa lagi membalasnya.
" Ayatha, percayalah padaku, aku tidak melakukan apapun padanya, " kata Andra,
wajahnya tampak memelas.
" Aku hanya butuh bukti, Nadine sudah punya bukti itu, " kata Ayatha memandang Andra
" Baiklah aku akan memberikan mu bukti, beri aku waktu 2 hari, " kata Andra serius
Ayatha menatap Andra dengan ragu, kenapa harus 2 hari? namun Ayatha tidak ingin menanyakannya pada Andra.
" Baiklah, aku akan menunggu 2 hari, tapi jika sudah lewat 2 hari, kau juga belum ada
bukti, maka hubungan kita berakhir, " kata Ayatha
Andra menatap Ayatha suram....
" Kenapa kau begitu ingin mengakhiri hubungan kita? jangan-jangan ini karena masalah Keenan? " kata Andra dengan mata suram
" Tidak, Keenan sudah pergi, aku hanya tak ingin berhubungan dan merusak hubungan
suatu keluarga, jika benar Nadine hamil, kau harus bertanggung jawab, mengurusnya, dan... " kata Ayatha tak sanggup lagi mengatakan, karena bayangan Andra dan Nadine juga anak mereka tersenyum bahagia terlintas di benaknya, membuat hati Ayatha sangat nyeri hingga napasnya tercekat.
" Tidak perlu,aku akan tunjukkan bukti itu 2 hari lagi, selama 2 hari ini jangan
melakukan apapun, bahkan jika Nadine mengirim apapun, beri aku 2 hari saja,
" kata Andra lagi.
" Baiklah," kata Ayatha.
" Kalau begitu makan lah, setelah ini ku harus bertemu seseorang, " kata Andra,
wajahnya dingin dan Ayatha tahu Andra sama bingungnya dengannya.
Andra berjalan menuju mobilnya setelah mengantar Ayatha kembali ke apartementnya, dia masuk ke dalam mobilnya,dia memegangi dahinya, rasanya kepalanya mau pecah, Nadine memang keterlaluan, selalu membuat masalah. Dia melihat handphonenya, lalu
menelepon Jeremy.
" Halo?" kata Andra
" Halo, Andra,bukannya keadaanmu sudah stabil?, ada apa menelepon ku?” kata Jeremy langsung
" Aku butuh bantuanmu, bisa bicara sekarang? " kata Andra
“ Aku punya waktu setelah makan siang, tapi aku harus tetap di rumah sakit, bertemu di cafe rumah sakit bagaimana?” kata Jeremy
" Baiklah, aku akan kesana pukul 1 " kata Andra
“ Baiklah,”kata Jeremy
__ADS_1
" Terima kasih " kata Andra memutuskan panggilan telepon.
Dia lalu kembali menelepon, kali ini Wayren.
" Halo, Wayren... aku butuh bantuanmu, " kata Andra to the point.
“ Wow, hold on, hold on, aku baru bangun tidur dan kau sudah minta bantuanku?” kata Wayren kaget
" Ini sudah jam berapa dan kau baru bangun tidur?" kata Andra lagi
“ Urusan kuliah ini membuatku tidak bisa tidur semalaman, jadi wajar aku tidur sampai
siang,” kata Wayren lagi
" Ok, temui aku di cafe rumah sakit Crown jam 1 nanti, " kata Andra
“ Hah, rumah sakit lagi? kenapa kalian suka sekali di rumah sakit? aku heran,” kata Wayren
" Pokoknya datang saja, jangan mengeluh," kata Andra.
“Baiklah...'Kakak',” kata Wayren menekankan kata kakak.
Andra lalu memutuskan panggilan telepon dan lalu menegendarai mobil menuju ke rumah sakit *Cr*own. sesampainya disana, Andra duduk, pandangannya kosong, namun dia sedang berpikir bagaimana caranya agar mendaparkan bukti untuk Ayatha. Jam berjalan dan Wayren pun datang.
" Hah...di sini kau rupanya? ada apa Kak? " kata Wayren duduk sembarangan di dekat
kakaknya, mereka menjadi pusat perhatian. keduanya tampan... keduanya sempurna.
" Nadine hamil, " kata Andra menatap adiknya dengan nanar.
" Apa? kau... " kata Wayren yang baru saja duduk jadi berdiri lagi, dia tidak
percaya kakaknya melakukan hal itu dengan Nadine.
benar hamil atau tidak, " kata Andra menatap adiknya
" Oh, kau membuatku kaget, " kata Wayren duduk kembali
" Ya, jadi aku di sini ingin minta bantuanmu untuk membawa Nadine ke rumah, bilang
saja Ibu ingin bertemu dengannya, " kata Andra menatap adiknya
" Yah, walaupun sebenarnya aku males ketemu sama Nadine, demi mu... baiklah, "
kata Wayren dengan wajah agak sombong
Andratersenyum melihat tingkah Wayren. tak lama Jeremy datang.
" Halo, wah ada Wayren juga, tidak disangka, " kata Jeremy dengan ramah
" Ya, aku sebenarnya malas kemari, aroma rumah sakit tak cocok untukku, " kata Wayren
seadanya
" Pantaslah jika kalian tidak memiliki rumah sakit, " kata Jeremy sedikit tertawa
" Yah... begitulah, " kata Wayren cuek saja, melihat tingkah Wayren Jeremy tertawa.
dia sangat beda dengan kakaknya, kakaknya lebih pendiam dan menjaga sikap, Wayren
ini versi bad boynya yang segalanya bisa keluar.
" Jadi, apa yang bisa ku bantu? " kata Jeremy menatap Andra
__ADS_1
" Bagaimana menentukan dengan pasti seseorang hamil atau tidak? " kata Andra menatap Jeremy
dengan sangat serius.
" Hamil? apa Ayatha hamil? " kata Jeremy sedikit kaget, di benaknya Andra dan Ayatha
adalah pasangan tentu logikanya kalau Andra menghamili wanita, itu pasti Ayatha.
" Bukan, Nadine yang hamil, " kata Wayren santai
" Ha? tunanganmu yang menusukmu itu hamil? " kata Jeremy keras, dia syok...
membuat beberapa orang disana melihat ke arah mereka.
" Oh maaf, maaf, aku hanya syok, " kata Jeremy lagi karna melihat tatapan muka Andra yang terlihat kesal.
" Aku belum tahu dia benar hamil atau tidak, tapi aku tidak pernah melakukan hal itu
dengan Nadine, jadi butuh bantuanmu, " kata Andra serius
" Jika ingin memastikan ke hamilan bisa menggunakan test pack, relatif mudah dapat
dilakukan sendiri di rumah, namun jika ingin lebih pasti lagi, kita bisa mengunakan USG, untuk melihat apakah memang ada kantung gestasi atau tidak, berapa kira-kira usia kandungannya? " kata Jeremy
" Di sini kemungkinan kira-kira 8-10 minggu, " kata Andra melihat kertas pemeriksaan
Nadine.
" Oh, ya pasti sudah terlihat di USG jika memang dia hamil, " kata Jeremy
" Ok, bisakah kalau seluruh alat yang di perlukan kau sediakan di kamar di rumah ku,
karena jika dia di bawa ke rumah sakit, pasti dia tidak akan mau, " kata Andra
" Seluruh alat USG dan dokter kandungan? " kata Jeremy menegaskan
" Ya," kata Andra mantap
" Biaya persiapannya akan sangat mahal, bisa ratusan juta, "kata Jeremy kaget
" Aku tidak peduli harganya, berapa saja akan aku penuhi, katakan saja berapapun
harganya, " kata Andra, tentu uang bukan masalah baginya, dia bahkan bisa
membangun 3 rumah sakit dengan uangnya.
" Wow, kedudukanmu sangat berguna di saat begini ya, baiklah, akan ku lakukan
persiapannya semua, " kata Jeremy
" Ok, aku butuh semuanya selesai besok," kata Andra
" Besok? apa kau gila? akan lebih mahal lagi, Oh ya, uang bukan masalah ya, baiklah akan
ku lakukan yang terbaik, " kata Jeremy lagi
Wajah Andra akhirnya lebih melembut, dia akhirnya
sedikit lega.
" Andra, aku ingin tanya lagi, bagaimana jika Nadine ternyata positif hamil? " kata
Jeremy.
__ADS_1