Meadow

Meadow
Kehidupan bahagia


__ADS_3

Selesai melakukannya, mereka masih di dalam ranjang, tubuh mereka hanya di tutupi oleh


selimut, saling berpelukan.


" Ehm... Kau sudah lapar? " Kata Andra sambil mengelus kepala Ayatha dengan


lembut.


" Sedikit, " kata Ayatha


" Baiklah, ayo mandi bersama, lalu pergi keluar untuk makan, " kata Andra melihat istrinya lekat- lekat.


" Iya, " kata Ayatha patuh.


Andra bangkit, memberikan tangan pada Ayatha, Ayatha masih malu jika berjalan tanpa mengunakan


apapun.


" Kau masuk duluan saja, aku..." Kata Ayatha pipinya merona


" Masih malu? " Kata Andra tersenyum


" Ya... "


" Baiklah, aku akan mandi duluan ya"


" Baiklah "


Andra menuju kamar mandi, dia segera membersihkan dirinya. Ayatha masih malas keluar dari


selimut karena udara yang cukup dingin. Tak lama Andra keluar dari kamar mandi, hanya mengunakan handuknya.


" Mandilah. " kata Andra


Ayatha lalu keluar dari ranjangnya, dia sudah memakai pakaian dalamnya, dia lalu berlari


kecil ke kamar mandi, Andra melihat itu hanya tertawa.


Ayatha masuk, di bath up sudah tersedia air hangat, Ayatha tersenyum, Andra sudah


menyiapkan air itu untuknya, Andra tahu Ayatha lebih suka berendam, jadi


menyiapkan semuanya.


Ayatha masuk kedalam bath up, di sisi bath upnya terdapat beberapa macam sabun, saat

__ADS_1


dia baru saja menutup matanya untuk merasakan kenyamanannya, tiba-tiba Andra


masuk, dia masuk begitu saja membuat Ayatha kaget.


" Ada apa? " Kata Ayatha kaget,


" Ingin mengambil sesuatu, apakah suhunya cocok? " Kata Andra, dia sudah berpakaian lengkap


" Iya, terima kasih, " kata Ayatha tersenyum


" Jangan terlalu lama berendam ya, aku tunggu di ruang tengah, ada yang harus aku


kerjakan, handuk dan pakaian di lemari semua masih baru, pakailah." kata Andra mencium dahi Ayatha. Ayatha hanya mengangguk, lalu melanjutkan untuk merasakan nyamannya air hangat itu. Setelah berendam 5 menit, dia lalu bangkit dan membersihkan dirinya lagi, setelah itu keluar, Andra sudah tidak ada, Ayatha


melihat ke lemari, ada beberapa gaun disana, Andra menyiapkan semuanya entah kapan? Tapi gaun itu benar pas dengan badannya.


Ayatha merapikan sedikit wajahnya, memakai lipstick berwarna lembut, lalu keluar, dia tidak ingin


membuat Andra menunggunya lama. Dari atas bisa melihat kearah ruang tengah yang


luas itu, Andra tampak sedang serius menelepon. Namun saat Ayatha turun, Andra


menatapnya, dia tersenyum dan memutuskan sambungan teleponnya.


" Sedang menelepon siapa? " Kata Ayatha


" Owh, iya aku sampai lupa menanyakan kabar raphael, dia sedang apa? " Kata Ayatha


" Tidur siang, sudah makan lalu tidur siang dengan ibu, " kata Andra menjelaskan, Ayatha


menatap matanya yang hitam


" Owh, bagus kalau begitu, " kata Ayatha


" Ya, ayo kita pergi makan siang "


Seperti biasa dia yang membukakan pintu rumah, membukakan pintu mobil untuk Ayatha, Ayatha


merasa seperti di perlakukan bak putri.


Lalu mereka pergi ke salah satu restauran, tempatnya sangat indah, mereka makan di dekat


danau.


" Ini tempat favorit ku sekarang, " kata Andra setelah selesai

__ADS_1


makan.


" Ya di sini tenang sekali," kata Ayatha yang melihat beberapa ikan di danau


itu. Dia menyandarkan dirinya pada Andra.


" Lain kali kita ajak Raphael, dia pasti suka melihat ikan-ikan seperti ini, " kata Andra lembut


" Yah, dia pasti suka, dia sangat suka dengan air, " kata Ayatha melirik ke arah


suaminya.


Andra tak menjawab, hanya melingkarkan tanganya ke pundak hingga ke pinggang Ayatha.


Menikmati masa-masa mereka berdua, akhirnya bisa bersama juga.


" Tuan Andra! " Kata seseorang yang tampak terkejut melihat Andra di sana, Andra tampak sedikit terganggu


" Tuan Barron. " kata Andra tersenyum dipaksakan, Ayatha duduk dengan tegak, melihat ke arah Tuan Barron,


dia sudah duduk saja di depan mereka, para pengawal dan sekretarisnya berjajar


di luar. Andra menatapnya dingin, Ayatha melihat itu, Andra pasti kesal karena


tuan ini menganggunya.


" Maaf menganggu" kata Tuan Barron melihat kearah Ayatha, Andra mengenggam tangan


Ayatha, dia tahu Tuan Barron adalah hidung belang. Andra hanya menaikkan sudut


bibirnya.


" Ada apa Tuan Barron?" kata Andra lagi, nada bicaranya dingin


" Tidak ada apa-apa Tuan, saya hanya terkejut melihat anda disini dengan seorang wanita," kata


Tuan Barron, Tuan Barron adalah salah satu orang yang memiliki hubungan bisnis


dengan Andra, dia memberikan proyek-proyek untuk Andra danai, makanya dia


selalu menjadi 'penjilat' bagi Andra.


" Lalu? " Kata Andra lagi


" Tuan, saya harap kerja sama kita tentang pembangunan di wilayah utara bisa secepatnya

__ADS_1


berjalan, saya harap anda mempertimbangkannya, " kata Tuan Barron


" Saya sedang tidak bekerja, "  kata Andra dingin. Tuan barron tampak sedikit kesal dengan tingkah Andra.


__ADS_2