
Selesai melakukannya, mereka masih di dalam ranjang, tubuh mereka hanya di tutupi oleh
selimut, saling berpelukan.
" Ehm... Kau sudah lapar? " Kata Andra sambil mengelus kepala Ayatha dengan
lembut.
" Sedikit, " kata Ayatha
" Baiklah, ayo mandi bersama, lalu pergi keluar untuk makan, " kata Andra melihat istrinya lekat- lekat.
" Iya, " kata Ayatha patuh.
Andra bangkit, memberikan tangan pada Ayatha, Ayatha masih malu jika berjalan tanpa mengunakan
apapun.
" Kau masuk duluan saja, aku..." Kata Ayatha pipinya merona
" Masih malu? " Kata Andra tersenyum
" Ya... "
" Baiklah, aku akan mandi duluan ya"
" Baiklah "
Andra menuju kamar mandi, dia segera membersihkan dirinya. Ayatha masih malas keluar dari
selimut karena udara yang cukup dingin. Tak lama Andra keluar dari kamar mandi, hanya mengunakan handuknya.
" Mandilah. " kata Andra
Ayatha lalu keluar dari ranjangnya, dia sudah memakai pakaian dalamnya, dia lalu berlari
kecil ke kamar mandi, Andra melihat itu hanya tertawa.
Ayatha masuk, di bath up sudah tersedia air hangat, Ayatha tersenyum, Andra sudah
menyiapkan air itu untuknya, Andra tahu Ayatha lebih suka berendam, jadi
menyiapkan semuanya.
Ayatha masuk kedalam bath up, di sisi bath upnya terdapat beberapa macam sabun, saat
__ADS_1
dia baru saja menutup matanya untuk merasakan kenyamanannya, tiba-tiba Andra
masuk, dia masuk begitu saja membuat Ayatha kaget.
" Ada apa? " Kata Ayatha kaget,
" Ingin mengambil sesuatu, apakah suhunya cocok? " Kata Andra, dia sudah berpakaian lengkap
" Iya, terima kasih, " kata Ayatha tersenyum
" Jangan terlalu lama berendam ya, aku tunggu di ruang tengah, ada yang harus aku
kerjakan, handuk dan pakaian di lemari semua masih baru, pakailah." kata Andra mencium dahi Ayatha. Ayatha hanya mengangguk, lalu melanjutkan untuk merasakan nyamannya air hangat itu. Setelah berendam 5 menit, dia lalu bangkit dan membersihkan dirinya lagi, setelah itu keluar, Andra sudah tidak ada, Ayatha
melihat ke lemari, ada beberapa gaun disana, Andra menyiapkan semuanya entah kapan? Tapi gaun itu benar pas dengan badannya.
Ayatha merapikan sedikit wajahnya, memakai lipstick berwarna lembut, lalu keluar, dia tidak ingin
membuat Andra menunggunya lama. Dari atas bisa melihat kearah ruang tengah yang
luas itu, Andra tampak sedang serius menelepon. Namun saat Ayatha turun, Andra
menatapnya, dia tersenyum dan memutuskan sambungan teleponnya.
" Sedang menelepon siapa? " Kata Ayatha
" Owh, iya aku sampai lupa menanyakan kabar raphael, dia sedang apa? " Kata Ayatha
" Tidur siang, sudah makan lalu tidur siang dengan ibu, " kata Andra menjelaskan, Ayatha
menatap matanya yang hitam
" Owh, bagus kalau begitu, " kata Ayatha
" Ya, ayo kita pergi makan siang "
Seperti biasa dia yang membukakan pintu rumah, membukakan pintu mobil untuk Ayatha, Ayatha
merasa seperti di perlakukan bak putri.
Lalu mereka pergi ke salah satu restauran, tempatnya sangat indah, mereka makan di dekat
danau.
" Ini tempat favorit ku sekarang, " kata Andra setelah selesai
__ADS_1
makan.
" Ya di sini tenang sekali," kata Ayatha yang melihat beberapa ikan di danau
itu. Dia menyandarkan dirinya pada Andra.
" Lain kali kita ajak Raphael, dia pasti suka melihat ikan-ikan seperti ini, " kata Andra lembut
" Yah, dia pasti suka, dia sangat suka dengan air, " kata Ayatha melirik ke arah
suaminya.
Andra tak menjawab, hanya melingkarkan tanganya ke pundak hingga ke pinggang Ayatha.
Menikmati masa-masa mereka berdua, akhirnya bisa bersama juga.
" Tuan Andra! " Kata seseorang yang tampak terkejut melihat Andra di sana, Andra tampak sedikit terganggu
" Tuan Barron. " kata Andra tersenyum dipaksakan, Ayatha duduk dengan tegak, melihat ke arah Tuan Barron,
dia sudah duduk saja di depan mereka, para pengawal dan sekretarisnya berjajar
di luar. Andra menatapnya dingin, Ayatha melihat itu, Andra pasti kesal karena
tuan ini menganggunya.
" Maaf menganggu" kata Tuan Barron melihat kearah Ayatha, Andra mengenggam tangan
Ayatha, dia tahu Tuan Barron adalah hidung belang. Andra hanya menaikkan sudut
bibirnya.
" Ada apa Tuan Barron?" kata Andra lagi, nada bicaranya dingin
" Tidak ada apa-apa Tuan, saya hanya terkejut melihat anda disini dengan seorang wanita," kata
Tuan Barron, Tuan Barron adalah salah satu orang yang memiliki hubungan bisnis
dengan Andra, dia memberikan proyek-proyek untuk Andra danai, makanya dia
selalu menjadi 'penjilat' bagi Andra.
" Lalu? " Kata Andra lagi
" Tuan, saya harap kerja sama kita tentang pembangunan di wilayah utara bisa secepatnya
__ADS_1
berjalan, saya harap anda mempertimbangkannya, " kata Tuan Barron
" Saya sedang tidak bekerja, " kata Andra dingin. Tuan barron tampak sedikit kesal dengan tingkah Andra.