
Hari ini Maxi mengajak Ayatha ke tempat khusus, tempat penahanan Keenan. Karena ini juga
termasuk masalah yang dapat mencemarkan nama baik keluarga, masalah ini sangat
di tutup-tutupi oleh Maxi.
Ayatha berjalan dengan ragu melewati lorong-lorong, banyak tempat-tempat di sana,
sepertinya tempat itu memang di rancang untuk menyimpan barang-barang ataupun
menahan seseorang.
Suasana di sana sangat hening, membuat bulu kuduk Ayatha berdiri, hanya suara derap kaki mereka
yang terdengar mengiringi. Maxi berhenti di suatu tempat yang di jaga oleh dua
orang pengawal bertubuh kekar.
" Bagaimana keadaannya? "kata Maxi
" Masih sama, keadaan Tuan Keenan lumayan, luka wajahnya sudah mulai membaik, namun
terlihat depresi, " kata pengawal itu.
" Ayatha, aku akan masuk dulu, ingin melihat situasi, nanti kalau sudah aku akan
memanggilmu, " kata Maxi lembut
Ayatha memandang wajah Maxi yang lembut, dia hanya mengangguk, Maxi tersenyum lalu
masuk di ikuti oleh 2 pengawal yang lain.
Maxi membuka pintunya, itu sebuah ruangan yang di dekorasi cukup nyaman, ada sebuah sofa
dengan TV, internet, kamar mandi dalam, dan ranjang yang cukup besar, bisa
dibilang itu penjara yang cukup mewah. Keenan sedang duduk saja di sofa, TV di
depannya tidak menyala. Melihat kedatangan Maxi, dia hanya melihatnya tajam.
" Apa mau mu? " kata Keenan seolah tidak ingin di ganggu, wajah Keenan sudah
tidak terlalu bengkak, hanya meninggalkan lebam yang masih terlihat berwana
ungu, namun tidak bisa menutupi ketampanannya.
" Aku yang harusnya bertanya apa maumu? " kata Maxi sinis
" Aku hanya ingin adik angkatmu, " kata Keenan serius
" Sudah ku bilang jangan menganggunya, beraninya kau menyentuhnya sampai seperti itu? "
kata Maxi
" Aku tidak tahu akan seperti itu, aku sangat menyukainya, " kata Keenan menatap
Maxi dalam-dalam, membuat Maxi terdiam tidak bisa membalasnya.
" Aku ingin kau minta maaf padanya, dia ada di sini, "kata Maxi
Mata Keenan seketika memancarkan semangat, dia merindukan Ayatha...
" Di mana dia? Aku ingin sekali melihatnya, "kata Keenan
" Tapi aku minta kau tidak menggangunya lagi, " kata Maxi
Keenan hanya mengangguk, berpura-pura agar bisa secepatnya bertemu Ayatha.
Ayatha di luar menunggu dengan 2 orang pengawal, dengan pengawal yang ada di depan pintu,
total pengawalnya jadi 4 orang, dia bediri dengan sangat tegang, tak tahu apa
yang akan di lakukannya dengan Keenan. Tiba-tiba handphonenya berdering,
membuat kaget Ayatha. nama Andra terlihat di sana.
" Halo? " kata Ayatha
“ Halo, kau di mana? ” kata Andra
" Ehm... Kakak mengajakku untuk bertemu dengan Keenan? "kata Ayatha
Andra mengerutkan dahi, rasa emosinya muncul seketika.
" Untuk apa kau bertemu dengannya lagi? "kata Andra emosi
“ Aku rasa kami harus bertemu, bagaimana pun kami sepupu, suatu saat pasti juga bertemu, ”
kata Ayatha
" Tapi dia sudah melakukan hal yang tidak pantas padamu, katakan kau di mana? "
kata Andra cemas
“ Aku tidak
__ADS_1
tahu, tempat ini terpencil sekali, percayalah aku akan baik-baik saja, lagian
ada kakak dan pengawal bersama ku, ” kata Ayatha menenangkan Andra
Andra terdiam... dia tidak tahu harus melakukan apa, kepalanya mencari cara agar dia
tahu apa yang terjadi di sana.
" Jangan matikan panggilannya, biarkan saja, biar aku tahu keadaanmu, " kata Andra
mencoba tenang, padahal dirinya panik sekarang.
“ Baiklah,” kata Ayatha.
Ayatha memegang handphonenya,tidak mematikan sambungannya, tak berapa lama, Maxi
membuka kan pintunya.
" Masuk lah, "kata Maxi tersenyum pada adiknya, namun kaki Ayatha sangat berat
rasanya, dia sangat takut.
Dia perlahan lahan memberanikan dirinya, mencoba untuk masuk, di belakangnya 2 pengawal
mengikuti, Ayatha masuk, melihat Keenan yang sudah berdiri melihatnya, dia
lansung ingat apa yang di lakukan Keenan padanya, Ayatha besembunyi di balik
tubuh kakaknya.
" Ayatha," kata Keenan bersemangat, namun melihat Ayatha yang ketakutan, wajahnya
berubah suram
" Minta maaflah padanya, " kata Maxi
" Aku tidak ingin minta maaf, " kata Keenan menatap Maxi tajam, Ayatha
memperhatikannya dari balik tubuh kakaknya.
" Keenan, apa maksudmu bertingkah seperti ini, kau harusnya bersyukur hal ini tidak
sampai tercium ke media, kalau tidak karirmu dan nama baik keluarga semua akan
tercoreng, " kata Maxi
" Kau pikir aku peduli, sekarang aku tidak peduli, yang ku inginkan hanya Ayatha,
" kata Keenan mendekat kearah Maxi, Maxi memegangi Ayatha, menjaganya.
datang kesana dan mencekik Keenan.
" Kau sudah gila Keenan, "kata Maxi
" Yah aku gila, aku gila karenamu Ayatha, aku tidak bisa menghilangkan mu dari
pikiranku, semuanya sekarang tentang mu, " kata Keenan memantap Ayatha
dengan nanar.
" Tapi aku tidak menyukaimu, aku hanya menganggapmu sepupu, "kata Ayatha mulai
berani berbicara.
" Sepupu? Sejak kapan kita sepupu? Aku ingin lebih dari sepupu, Ayatha menikahlah dengan
ku, " kata Keenan
" Keenan, Ayatha tak mungkin menikahi mu, " kata Maxi menatap tajam
" Kenapa? kenapa dia tidak bisa menikahiku, dari semua pria yang ada di dekatnya,
hanya aku yang benar-benar bisa menikahinya, kau...hanya mantan suaminya,
sekarang kau adalah kakaknya, adik tidak mungkin menikahi kakak kembali kan?
Sedangkan Andra, apa yang kau harap darinya, dia sudah bertunangan, lihat aku Ayatha,
aku bebas, aku memiliki segalanya, aku tampan, aku juga punya karir dan
kekayaan, apa lagi yang kurang?"kata Keenan berusaha membujuk Ayatha.
" Tapi aku tidak mencintaimu, " kata Ayatha
Keenan berhenti, terdiam dan melihat dalam-dalam pada Ayatha.
" Lalu kau mencintai Maxi? Atau mencintai Andra? "kata Keenan
" Kau tidak perlu tahu siapa yang dia cintai, "kata Maxi lagi
" Aku harus tahu, aku akan membunuh pria itu, "kata Keenan dengan emosi
" Bahkan jika Ayatha mencitaiku, kau akan membunuhku? "kata Maxi menatap Keenan
tajam
__ADS_1
Keenan tersenyum sinis
" Aku tak akan ragu, " kata Keenan
" Kau memang sudah gila Keenan, " kata Maxi marah
" Sudah aku bilang aku gila karena nya, " kata Keenan berteriak keras, Ayatha
sampai gemetar mendengarnya
" Aku rasa kau memang harus pergi dari sini, awalnya jika kau bisa diajak kompromi,
aku tidak akan melakukan apapun padamu, tapi kalau seperti ini, kau sama saja
akan melakukan hal yang buruk, karena itu, mulai sekarang aku akan mengirimmu
kembali ke tempat ibumu, kau tidak akan bisa kembali lagi ke sini, " kata Maxi
Keenan
menatap Maxi, Maxi punya banyak koneksi, kekuasaanya pun tak kalah jika di
bandingkan oleh orang-orang pemerintahan, dia pasti bisa melakukan itu, Keenan
mengertakan giginya.
" Ayatha, aku sangat menyukaimu, mungkin lebih dari itu, Ayatha, aku salah
memperlakukanmu seperti itu, tapi percayalah, hanya aku yang bisa membuatmu
bahagia, aku akan ada di sampingmu, aku tidak akan meninggalkamu untuk
siapapun, aku akan tetap bersamamu, demi mu aku rela menghancurkan semua
reputasiku, Ayatha, menikahlah denganku, " kata Keenan dengan sangat
lirih, membuat hati siapapun bisa tersentuh, Andra di seberang sana sangat
emosi, dia sudah tidak ingin mendengarkan kata-kata Keenan, namun dia tetap
mengarkannya, hanya bisa mengepalkan tangan.
" Maaf Keenan, aku benar-benar hanya menganggapmu saudara, " kata Ayatha menatap Keenan
Keenan mengigit bibirnya, terlihat lemas karena jawaban Ayatha, dia tak habis pikir,
apa salahnya dia? Apa kurangnya dia? Dia lebih dari siapapun, kalau tampan
jangan di tanya, jika kaya dia tak kalah dengan Andra dan Maxi, bahkan kekayaan
keluarganya jauh diatas mereka. Kenapa Ayatha tidak menginginkannya... Tak ada
wanita yang menolaknya sebelumnya.
" Kapan kau akan mengirimku pulang? " Kata Keenan
" Secepatnya, " kata Maxi
" Baiklah, aku harap kau bahagia dengan Andra, hati-hati saja pada Nadine, dia
bisa sangat nekat, aku ingin sendiri, " kata Keenan kembali duduk di sofa,
wajahnya malas.
"
Keenan kau harusnya minta maaf pada Ayatha, " kata Maxi, dia melihat Maxi,
tersenyum lembut membuat Maxi dan Ayatha bingung, karna dia seorang aktor dia
pintar sekali menyembunyikan emosinya.
" Aku tidak akan minta maaf, keluarlah...sebelum aku berubah pikiran untuk
melepaskannya " kata Keenan
Ayatha menatap luka di wajah Keenan, Maxi melihat Ayatha....
" Ayo pergi " kata Maxi
Ayatha masih memandang Keenan, Keenan pun tampak acuh, namun saat Ayatha ingin keluar, dia
memandangnya dengan dalam, seakan tidak ingin melepaskannya.
" Ayatha, jika nanti Andra mencampakanmu lagi, aku akan tetap menerimamu, datang
lah padaku, aku akan melindungimu, " kata Keenan lembut
Ayatha menatap Keenan lagi, Ayatha tersenyum.
" Aku akan memaafkanmu, tapi aku tidak bisa mencintaimu, " kata Ayatha sebelum
dia keluar
Keenan terpaku, melihat senyuman itu, tiba-tiba menyesal meninggalkan wanita itu, dia
__ADS_1
seharusnya memiliki wanita itu.