Meadow

Meadow
Aku yang menyukainya


__ADS_3

Andra berjalan menuju dapur, dia ingin mengambil minuman, dia perlahan membuka pintu dapur, Andra langsung terdiam karena apa yang dilihatnya sekarang. Raut wajah kaget dan tidak percayanya tampak jelas.


Andra langsung melihat Ayatha dalam pelukan Wayren, Ayatha tampak terkejut ketika melihat dirinya.


Ayatha yang terdiam di dalam pelukan Wayren langsung melepaskan diri ketika dia melihat Andra yang tiba- tiba membuka pintu, Ayatha benar-benar kaget dan tidak tahu harus bagaimana, apalagi tadi dia dan Andra langsung bertatap mata, Ayatha takut Andra akan salah paham.


Wayren kaget saat tiba-tiba Ayatha memberontak dalam pelukkannya lalu melepaskan pelukkannya, dia melihat wajah Ayatha tampak kaget melihat ke arah belakang, Wayren langsung melihat ke arah yang Ayatha tuju, dia melihat kakaknya berdiri terpaku dengan wajah yang tampak tak percaya dan dingin.


" Maaf tuan, saya..." Kata Ayatha ingin menjelaskan, namun belum selesai dia berbicara Wayren langsung memotong pembicaraannya


" Kakak... Aku yang menyukainya, " kata Wayren


Ayatha tambah kaget mendengar kata-kata Wayren, Ayatha langsung melihat kearah Wayren dengan tatapan tidak percaya, bagaimana Wayren bisa mengatakan hal seperti itu? Ini bukan saatnya bercanda, pikir Ayatha.

__ADS_1


Ayatha lalu menatap Andra, dia masih tak berkata apa-apa, wajah diam dan dinginnya, Wayren menatap kakaknya dengan tatapan serius, dia ingin meyakinkan bahwa dia benar-benar serius pada kakaknya kali ini. Mereka hanya bertatapan dalam diam.


" Kau pernah bertanya, apakah dia mengodaku atau aku yang menyukainya, sekarang aku katakan, aku menyukainya, dan aku ingin menjaganya, aku tahu kau sudah berjanji pada Yosa untuk menjaganya, namun kali ini izinkan aku menjaganya, " kata Wayren serius.


Ayatha tambah bingung dengan situasi ini, apa maksud Wayren? Lalu dia benar-benar takut Andra akan salah paham padanya, namun Ayatha hanya bisa terdiam diantara kedua kakak beradik ini.


Andra hanya terdiam, menatap dalam pada adiknya, lalu dia tersenyum sambil meletakkan ke dua tangan di saku celanya.


Suasana hening, Wayren hanya terdiam, Ayatha juga, dia bisa apa? ada rasa sakit saat melihat senyum dan mendengar kata-kata Andra, dia bisa apa? walaupun ada rasa sakit dan kecewa, namun yang paling penting, apa yang sekarang dipikirkan Andra tentang Ayatha sekarang? Ayatha sangat takut Andra salah paham dan marah padanya


Wayren memandang Ayatha, dia bisa melihat wajah Ayatha tampak kecewa, dia merasa terlalu keterlaluan, namun dia ingin mengetahui dan menunjukkan bagaimana reaksi kakaknya saat dia mengatakan itu. Sekarang dia tahu, cepat atau lambat


Ayatha hanya akan merasakan kecewa jika dia terus berharap pada kakaknya. Dia tidak ingin Ayatha kecewa lebih dalam lagi, dan dia ingin menujukkan perasaannya yang sesungguhnya.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa? " Kata Wayren pelan


" Bolehkah saya beristirahat Tuan? Mungkin karena masih sakit, jadi aku sedikit pusing" kata Ayatha


" Baiklah, istirahatlah " kata Wayren sambil mengelus kepala Ayatha, Ayatha hanya membalasnya dengan senyum kecut dan berjalan menuju kamarnya.


Wayren menatap Ayatha yang berjalan pelan ke arah kamarnya, dia sedih melihat reaksi Ayatha, dia sangat menyukai Andra, walaupun dia tidak menyadarinya, kata hati Wayren.


Di sini bukan hanya hati Ayatha yang sakit, Hati Wayren pun begitu, walau Ayatha tak menolak,tapi sebenarnya dia baru saja di tolak.


Andra terdiam di kamarnya, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya malam ini, dia hanya termenung, terus membayangkan kejadian itu, bagaimana hari ini bisa seperti ini, pikir Andra.


Ayatha terbaring di ranjangnya, tanpa terduga air matanya mengalir di sela matanya. Dia mengusapnya, dia tidak tahu apa yang terjadi padanya, rasanya benar-benar kacau, antara kecewa, sakit dan takut saat melihat reaksi dan mendengar jawaban Andra. Kenapa dia harus bersedih karena ini? dia mencoba untuk tidak memikirkannya namun wajah dingin Andra selalu muncul saat dia menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2