
Wayren duduk di ruang tamunya, rumah hari ini benar-benar sepi, Ayatha tidak ada disini untuk di jahilinya, sedangkan kakaknya belum juga pulang, ibunya pergi menyusul ayahnya. Jadi di rumah hanya ada Wayren sendiri.
Dia memandang gelas yang ada di depannya, teringat bagaimana wajah Risa kemarin yang memerah padam saat makan mie instan saat bersamanya. Anak itu lucu, pikirnya, jadi dia sedikit tersenyum
" Sedang apa? " tegur Andra yang melihat adiknya melamun dan tersenyum.
" Tidak apa-apa, baru pulang?" kata Wayren
" Yah, pekerjaan sedikit menumpuk beberapa hari ini, " kata Andra
" Di sini sepi, kita keluar yuk, " kata Wayren menatap Andra
Andra mengernyitkan dahinya, Wayren jarang keluar rumah, dia kurang suka keramaian, tumben dia mengajaknya keluar.
" Baiklah, aku mandi dulu. " kata Andra.
Wayren dan Andra duduk di sebuah cafe, hanya mereka bedua yang ada di sana, pelayan lengkap dan siap untuk melayani mereka.
" Bagaimana kabarmu ?" kata Wayren melihat Andra, wajahnya sedikit kusut, terlihat dia kurang tidur.
" Seperti dirimu, sama saja, " kata Andra yang juga masih melihat Wayren yang badmood.
" Aku cukup merindukannya. " kata Wayren menyerumput sedikit tehnya
" Aku rasa kita semua juga merindukannya, " kata Andra menerawang jauh
" Hahaha,hidup ini lucu ya? aku meyukainya, dia menyukaimu, tapi akhirnya di tidak ada di antara kita yang bersama dengannya, dia malah memilih dengan orang lain, kalau tahu begini, aku enggak bakalan capek memisahkan kalian berdua dulu. " kata Wayren sambil tertawa.
" Ya, begitulah, " kata Andra sambil menyerumput sedikit minumannya.
" Sudah dapat cara untuk memisahkan Ayatha dan Maxi? " kata Wayren lagi.
" Belum, belum ada, " kata Andra suram, Wayren melihat kesuraman itu. Hatinya sedikit kasihan.
Tiba-tiba telepon Wayren berdering, di lihatnya di layar nama Risa terpampang.
" Halo? " kata Wayren
" Halo, kau di mana? Aku punya kabar penting yang harus aku ceritakan padamu, ini tentang Ayatha," kata Risa terdengar semangat.
" Temui aku di cafe Retro Night, kau tahu kan tempatnya" kata Wayren juga langsung bersemangat
" Cafe yang lagi ngehits itu, bagaimana kau bisa ke sana?" kata Risa semangat.
" Sudah lah, cepat ke mari, " kata Wayren kesal.
" Ok, ok, aku sudah di jalan kok, kebeteluan lokasiku dekat dengan cafe itu, tunggu aku, 5 menit lagi, aku akan ngebut, " kata Risa semangat
" Hei, jangan ngebut, kau mau mati ya, pelan-pelan saja, kau ini perempuan," kata Wayren cemas.
__ADS_1
Andra bisa menangkap ekspresi dan nada cemas pada Wayren, melihat itu dia mengernyitkan dahi. Siapa yang di teleponnya?
" Baiklah "
" Sudah aku matikan ya," kata Wayren.
"Siapa?" kata Andra pada Wayren.
" Risa, dia bilang ada sesuatu yang ingin di bicarakannya, ini tentang Ayatha," kata Wayren pada Andra
" Sesuatu ? apa?" kata Andra dengan penasaran.
" Entah lah, kita tunggu saja dia." kata Wayren
Mereka menunggu dengan diam dan cemas, tak lama penjaga Andra datang.
" Ada seorang gadis bernama Nona Risa ingin masuk ke dalam, " kata penjaga itu
" Oh, baiklah, aku akan menjemputnya sebentar, " kata Wayren mengatakan pada kakaknya
" Ok. " kata Andra
Wayren segera menuju ke pintu keluar, dia melihat Risa yang sedang menunggunya di pintu keluar.
" Hei, masuk lah, " kata Wayren
" Memang iya, " kata Wayren
" Kalian mem-booking tempat seluas ini, hanya untuk kalian berdua? " kata Risa tidak percaya.
" Memangnya siapa yang mau datang ke sini kalau tempatnya penuh dan ramai," kata Wayren lagi.
" Bukannya itu pemborosan, dan lagi, kasihan loh, mana tau ada sepasang kekasih yang sangat ingin pergi ke sini, dan mereka sudah membuat janji untuk ke sini malam ini, tapi karena kalian booking semua, jadi gagal deh nge-date mereka, " kata Risa ngedumel
Wayren terdiam, terhenti
" Kenapa?" kata Risa lagi
" Kau mau masuk atau tidak?" kata Wayren kesal
" Oh, baiklah, " kata Risa
Mereka segera masuk dan menemui Andra yang sedang memandang handphonenya dengan serius, melihat kedatangan Risa dan Wayren, Andra tersenyum.
" Wah, selamat malam Kak Andra, " kata Risa sumringah
" Hey, jangan genit, lagian kenapa kau memanggil kakakku dengan kakak, sedangkan aku Wayren, kita kan seumuran, " kata Wayren kesal sambil duduk.
__ADS_1
" Ya terserah aku mau memanggil siapa aja dengan sebutan kakak, " kata Risa lagi, lalu duduk di samping Wayren, Andra ada di depan mereka.
" Jadi, apa informasinya? " kata Wayren
" Kalian pasti tahu, kalau 3 tahun yang lalu, keluarga Medison sebenarnya hampir bangkrut, lalu Maxi dengan kepintarannya dan kecakapannya membuat perusahaan yang tadinya hampir mati jadi sukses lagi, " kata Risa serius dengan gayanya
" Iya, aku tahu, itu cerita lama, tidak usah di ungkit, " kata Wayren malas
" Nah, sepertinya karena itu Ayah dan Ibu Maxi tidak dapat berkutik ketika Maxi minta untuk menikah dengan Ayatha, menurutmu gimana? Apakah kau setuju jika anakmu tiba-tiba sekali ingin menikah dengan seorang wanita yang entah dari mana dan belum kalian kenal? Dan aku dengar mereka akan menikah 2 minggu lagi," kata Risa Panjang dan serius
" 2 minggu?" kata Wayren, mendengar itu Andra hanya terdiam, namun wajahnya sangat suram.
" Iya, Ayatha yang mengatakannya padaku kemarin," kata Risa lagi
" Jadi apa maksudnya? Terus apa sih yang berguna tentang informasimu itu, semua orang juga kepikiran begitu, " kata Wayren kesal
" Tentu ada dong yang penting, keluarga Medison itu kan keluarga yang sangat tertutup, tapi menurut informanku, ternyata selama ini Maxi memiliki kekasih, dan tahu tidak mereka dikabarkan sudah bertunangan, tapi tiba-tiba Maxi tidak lagi berhubungan dengan kekasihnya itu sekitar 1 tahun yang lalu, apakah itu tidak mencurigakan?" kata Risa
" Kau punya informan? " Kata Wayren
" Tentu. " kata Risa bangga
" Wow, kau hebat juga, lalu maksudnya?" kata Wayren
" Ya, menurutmu, kalau memang Maxi tahu bahwa dia dan Ayatha sudah di jodohkan untuk bersama, untuk apa dia bertunangan dengan wanita lain, menurutmu gimana? Kau sudah di tunangkan sejak kecil, kau membiayainya hingga saat ini, kau pasti tahu dong, untuk apa lagi pacaran dengan orang lain, ok, kalau cuma pacaran mungkin untuk mencari suasana baru, tapi kalau sampai tunangan, masa kau mau punya 2 tunangan?" kata Risa menggebu.
" Iya, benar juga ya, " kata Wayren, dia memperhatikan Andra yang sedang berpikir.
" Siapa nama tunangannya itu?" tanya Andra sangat serius
" Christine, seorang model berkebangsaan singapur, dia sedang ada di singapur sekarang, " kata Risa tersenyum lebar.
"Kita harus menemuinya secepatnya. " kata Wayren mengebu-gebu
"Kita tidak bisa, " kata Risa
"Kenapa?" kata Wayren lagi
"Kita kan akan ujian akhir, gimana sih? kau melupakan itu?" kata Risa lagi
"Benar juga. " kata Wayren
"Aku saja yang menemuinya, " kata Andra dengan serius.
"Oh, iya, ku serahkan semua padamu Kak, " kata Wayren.
Tiba-tiba handphone Andra berdering, sederet angka seperti yang sebelumnya, di segera mengangkatnya
__ADS_1