
Ayatha tersenyum,lalu berlalu menuju ke kamar mandi, dia membasuh dirinya, setelah
selesai dia lalu kembali ke ruang makan, semua sudah siap, bahkan Andra sudah
menyiapkan piring, alat-alat makan, dan minuman juga sudah di tuangkan, dia
menunggu dengan sabar.
" Ayo makan, aku sudah lapar, " kata Andra menatap Ayatha
" Haha, baiklah, terima kasih sudah membantuku, " kata Ayatha sambil duduk di depan Andra
" Aku kan sudah bilang, setelah menikah aku akan membantumu jika sedang tidak bekerja, " kata Andra
Ayatha tersenyum, bagaimana Andra bisa ingat semua yang dia ucapkan dulu, padahal Ayatha saja sudah lupa semua itu. Mereka makan dengan diam, setelah itu, Andra
merebahkan dirinya di ranjang di kamar Ayatha yang dulu, ranjang itu kecil,
karena dulu Ayatha hanya seorang diri, Andra berbaring disana saja sudah penuh
dengan tubuhnya.
" Kemari, " kata Andra menepuk ranjangnya yang tersisa sedikiit
" Aku rasa itu tidak akan muat, " kata Ayatha melihat sisa tempatnya
" Kau kan kecil, aku akan tidur memelukmu, " kata Andra lagi
" Semalaman?, akan terasa lelah, ehm… aku akan cari kasur atau alas untuk tidur lagi, seharusnya mungkin ada, " kata Ayatha membuka beberapa lemari, dia hanya menemukan beberapa selimut tebal, Ayatha lalu mengelarnya di lantai, melapisnya lagi, Andra hanya memperhatikan istrinya.
" Aku akan tidur di sini,"kata Ayatha,
di lalu mulai tiduran di selimut itu, dia juga menutup tubuhnya dengan selimut
yang lain, Andra tak menjawab, dia lalu turun dan tiduran di samping Ayatha, Ayatha
menatapnya.
" Kau sudah menyetir begitu lama, tidurlah di atas, disana lebih nyaman, " kata Ayatha
Andra tak menjawab, hanya membentangkan tangannya.
" Aku bisa nyaman jika di dekatmu, kemari, tidur lah di lenganku, " kata Andra menatap mata Ayatha lekat-lekat. Ayatha tersenyum hampir tertawa
" Kau ini belajar mengoda dari mana sih? " kata Ayatha mencubit kecil hidung Andra
" Aku belajar sendiri, sudah aku bilang aku akan mengodamu setiap hari, jadi tidak akan ada waktu di mana cintamu akan memudar, karena akan ku buat kau jatuh cinta padaku setiap hari, " kata Andra
" Tuh, gombal lagi, " kata Ayatha
" Biarlah… " kata Andra
__ADS_1
tersenyum, mendekap Ayatha dalam pelukannya. Ayatha dapat mendengar suara detak jantung Andra, membuatnya damai.
" Ehm, mau melakukan hal itu? " kata Ayatha tiba-tiba
" Apa? "kata Andra yang tidak menyangka Ayatha akan mengatakan hal itu
" Iya, saat inikan kita berdua," kata Ayatha malu-malu, wajahnya sudah memerah.
Andra tertawa kecil, dia gemas melihat wajah Ayatha.
" Baiklah, ayo, "kata Andra tersenyum manis,
merubah posisinya hingga dia ada di atas Ayatha, Andra memandang mata Ayatha,
wajah Ayatha seluruhnya sudah memanas membuatnya bersemu merah. Andra mencium bibir istrinya dengan lembut…perlahan-lahan… tak terburu-buru sama sekali,
napas Andra menerpa pipi Ayatha, mata Ayatha tertutup, menikmati segala
perlakuan Andra padanya.
Setiapsentuhan, setiap kecupan membuat Ayatha terasa terbang. Kali ini Andra
benar-benar tidak terburu-buru, membiarkan Ayatha dapat menikmati semuanya,
cukup lama mengeksplor tubuh Ayatha inchi demi inchi… menyapu seluruhnya dengan
sentuahannya yang lembut dan bibirnya yang hangat…
" Ayatha, berikan aku seorang anak lagi,"kata Andra sebelum mencampaipuncaknya
Ayatha hanya mengangguk… Andra melepaskannya, merasakan puncaknya….setelah itu tertidur di sebelah Ayatha, Ayatha pun tertidur dalam pelukan Andra….
Ayatha membuka matanya, dia memperhatikan jam, masih jam 6, dia masih meringkuk di dalam selimut tanpa sehelai benang pun, dia melihat kearah tempat tidur
Andra, dia sudah tidak ada. Ayatha mengerutkan dahinya, biasanya Ayatha selalu
bangun terlebih dahulu.
Ayatha memakai bajunya, memperhatikan sekitar, Andra tidak ada, dia lalu berjalan
keluar, saat membuka pintu, ternyata Andra sudah ada di luar, sedang berolah raga.
" Selamat pagi, " kata Andra memperhatikan Ayatha
" Cepat sekali bangunnya? Tidak bisa tidur nyenyak? "kata Ayatha
" Bisa, tapi di sini dingin sekali, aku terbangun
karena ke dinginan, ingin menghangatkan diri, jadi berolahraga sedikit, "kata Andra menjelaskan, dia berjalan kearah istrinya.
" Iya, di sini dingin " kata Ayatha, udara memang menusuk tulangnya, karena tidak ada polusi yang mengganggu, udara juga terasa segar.
__ADS_1
" Sini aku hangatkan, "kata Andra
tersenyum nakal mendekati Ayatha
" Tidak mau, kau sangat berkeringat, " kata Ayatha melihat keringat Andrayang cucuran
" Tidak apa-apa, tubuhku sedang panas, " kata Andra
" Tidak mau, " kata Ayatha melarikan diri kedalam, Andra mengejarnya, suara tawa mereka memecah keheningan pagi itu, Andra menangkap Ayatha, mendekapnya dalam pelukannya. Ayatha sedikit berontak.
" Bagaimana? Hangat kan? " kata Andra
" Iya, tapi basah "
" Tadi malam juga aku berkeringat, dan kau tidak masalah, " kata Andra tertawa
" Yah, itu sih beda, "kata Ayatha sedikit malu.
" Haha… ternyata kita baru bisa pacaran saat sudah menikah ya? " kata Andra masih memeluk Ayatha dalam pelukannya. Ayatha terdiam, dia tersenyum dalam pelukan Andra.
" Iya, menyenangkan sekali, " kata Ayatha tertawa.
" Baiklah, ayo siap-siap, kita akan ke tempat Yosa dan orang tua mu hari ini bukan? " kata Andra memperhatikan Ayatha yang masih di pelukannya.
" Iya," kata Ayatha menatap suaminya
Andra tersenyum mengecup bibr istrinya sebentar lalu melepaskan pelukannya.
" Aku mandi dulu ya,"kata Andra
" Baiklah, aku akan menyiapkan makanan untuk kita, " kata Ayatha.
" Iya,"kata Andra, dia segera berjalan menuju kamar mandi, lalu Ayatha mulai memasak untuk sarapan.
Setelah sarapan, mereka lalu bersiap untuk ke tempat pemakaman Yosa terlebih dahulu.
" Kita jalan saja ya? " kata Ayatha
" Yakin? Tempatnya lumayan jauh dari sini kan? " kata Andra
" Iya, tidak terlalu jauh juga kok, aku ingin menikmati perjalanannya, " kata Ayatha
" Baiklah, " kata Andra kembali memasukkan kunci mobilnya ke dalam sakunya.
Ayatha dan Andra jalan berdua, Andra memegang tangan Andra, Ayatha hanya tersenyum.
" Nanti beberapa blok dari sini sepertinya ada toko bunga, kita kesana dulu membelikan
bunga lili untuk Yosa, " kata Andra pada Ayatha.
" Baiklah, " kata Ayatha menatap Andra, sekian lama dia masih ingat bunga kesukaan Yosa.
__ADS_1