
Kehidupan pernikahan Ayatha dan Andra berjalan dengan sangat harmonis, tanpa terasa mereka sudah bersama selama hampir 2 tahun, mereka sudah pindah kerumah mereka sendiri, namun Raphael lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah
neneknya, Risa pun sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dan sangat montok, wajahnya mirip dengan Risa, sangat
tampan dengan mata bulat yang indah. Namum saat ini mereka sedang ada di luar
negeri, Wayren mendapatkan tugas untuk mengerus perusahan baru mereka di sana.
Ayatha sedang melihat kalender, dia sudah telat haid 7 hari, dia sangat gugup, selama
ini Andra sangat ingin memiliki anak perempuan, dia sudah menunggunya 2 tahun,
namun belum ada tanda-tanda Ayatha hamil, haidnya tetap saja datang, namun
beberapa bulan ini haidnya kacau, jadi dia tidak bisa memperdikisikan dia hamil
atau tidak.
Andra baru pulang, Ayatha segera menyambut suaminya, mengambil jas Andra, Andra menatap istrinya, mencium keningnya.
" Sudah makan? "tanya Ayatha
" Belum, ayo makan besama," kata Andra
Ayatha segera menyiapkan makanan, setelah memanaskan semuanya, dia menghidangkannya, soal makanan dan pakaian memang Ayatha yang selalu menyiapkan semuanya untuk Andra.
Andra juga sudah terbiasa dilayani begitu oleh Ayatha, hingga dia tidak
terbiasa untuk makan tanpa Ayatha.
Setelah makan, Andra segera membersihkan diri, jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Ayatha sudah menyiapkan baju Andra di atas ranjang. Dia lalu menunggu suaminya
sambil duduk di ranjang.
Andra keluar dari kamar mandi, memakai pakaiannya, lalu mulai merebahkan dirinya di ranjang, hari ini hari yang padat, dia sedikit merasa kelelahan.
" Lelah? " kata Ayatha tidur di samping istrinya
" Sedikit, tapi kalau untukmu aku masih sanggup, " kata Andra tertawa bercanda
" Dasar,"kata Ayatha ikut tertawa
" Benar aku masih sanggup kok, " kata Andra sekarang lebih serius
" Bukan begitu, ehm… aku sudah telat seminggu,"kata Ayatha menatap suaminya,
Andra menatap Ayatha, wajahnya langsung sumringah
" Kau hamil? " kata Andra semangat, lelahnya hilang seketika
__ADS_1
" Belum tahu, bisakah besok kau menemaniku untuk memeriksanya? " kata Ayatha
" Tentu, pasti, ayah harap kau benar-benar sudah ada di dalam ya nak " kata Andra mengelus perut Ayatha, Ayatha sangat senang, Andra mencium dahi Ayatha. Andra langsung mengambil handphonenya,
mengetik pesan, lalu kembali ke Ayatha.
" Mengirim pesan untuk siapa? " kata Ayatha
" Pak Wang, minta besok untuk mengosongkan semua jadwalku, " kata Andra
" Kenapa harus semua?, besok aku
janji dengan dokternya sekitar pukul 9 pagi, setelah itu kau bisa bekerja, " kata Ayatha
" Aku inginbersamamu seharian, menjagamu," kata Andra penuh cinta
" Baiklah, " kata Ayatha
" Sekarangtidurlah, jangan tidur malam, tidak baik nanti bagi kandunganmu, " kata Andra
memposisikan Ayatha, dia segera memberikan selimut pada Ayatha, Ayatha hanya memandang Andra, Andra begitu bahagia hingga memperlakukan Ayatha
seperti ratu, dia jadi sangat senang. Andra mengecup dahi Ayatha lagi, lalu
mematikan lampu mereka.
" Tidurlah, aku akan menjagamu dan anak kita, " kata Andra berbisik, lalu dia tidur
tidak terlalu nyenyak.
Besok paginya,Andra sudah bangun duluan, dia menyiapkan makanan, roti bakar dan segelas susu sudah tersedia, saat Ayatha bangun, Andra mengantarkan sendiri makananya ke Ayatha yang masih ada di ranjang, Ayatha kaget,
" Kau menyiapkan ini untukku? " kata Ayatha
" Yah, makanlah, ibu hamil harus banyak makan yang bergizi bukan? " kata Andra lembut
Hati Ayatha sangat hangat, dia benar-benar di perlakukan seperti ratu, dia jadi khawatir,
bagaimana jika dia tidak hamil?
Andra dan Ayathabersiap menuju ke dokter kandungan, mereka sangat Bahagia, kalau benar Ayatha hamil maka kebahagiaan Andra sudah lengkap, 2 tahun ini dia menunggu dengan sabar, begitu ingin memiliki momongan lagi, saat Ayatha hamil Raphael dia tidak ada disana, jadi dia merasa ini seperti memeliki anak pertama, begitu
gugup, begitu senang, Andra terus menerus tetawa.
Sesampainya di rumah sakit, mereka duduk menunggu…
" Kalau anaknyaperempuan, ingin diberi nama siapa? " kata Andra menatap Ayatha, Ayatha
tesenyum.
__ADS_1
" Sabar ya, kita tunggu dulu dokter menyatakan aku hamil atau tidak, " kata Ayatha
" Kenapa lamasekali, akan ku suruh Pak Wang mengurusnya agar kita bisa langsung masuk, " kata Andra tak sabaran.
" Jangan, kita tunggu saja, mereka juga sudah menunggu, lihat lah ibu itu, kandungannya
sudah sangat besar, mungkin sebentar lagi melahirkan, untuk duduk saja susah, kalau
kita memotong antrian, kasihan dirinya, " kata Ayatha mengenggam tangan suaminya.
" Baiklah, kau memang selalu pengertian, " kata Andra.
Mereka menunggu, hingga tiba saatnya mereka masuk, Andra dan Ayatha duduk di depan dokter itu, Ayatha mengatakan keadaanya, dokter lalu mepersilahkan Ayatha untuk melakukan tes, setelah melakukan tes, Ayatha dan Andra tampak cemas, melihat
reaksi Andra dan Ayatha yang begitu antusias, dokterpun antusias melakukantesnya.
" Bagaimana hasilnya? "kata Andra
tak sabaran
Wajah dokter itu berubah, dia tak tampak seantusias tadi, Ayatha sepertinya mengerti.
" Maaf, Tuan dan Nyonya, saat ini anda belum hamil, " kata Dokter itu, Ayatha kecewa, Andra pun begitu, semangat mereka yang begitu penuh tadi, tiba-tiba hilang.
Andra melihat Ayatha yang menunduk. Dia sangat kecewa sebenarnya, namun tidak ingin membuat Ayatha down, dia mengetatkan genggamannya, membuat Ayatha yang hampir menangis menatap suaminya, Andra tersenyum sendikit, mencoba menghibur istrinya. Ayatha
juga hanya tersenyum getir.
" Nyonya, bagaimana jika saya periksa rahim anda, jika ingin hamil, kita
bisa melakukan program, " kata dokter itu tersenyum, memberikan solusi bagi pasangan ini agar tidak telalu kecewa.
" Baiklah, silahkan," kata Andra mantap.
Ayatha disuruh berbaring di sambil mesin USG, dokter di bantu oleh suster melakukan USG, Andra memperhatikan layar USG itu dengan tegang, sesekali dia ingat untuk tersenyum pada Ayatha, Ayatha hanya terlihat gugup.
" Nyonya, haid anda tidak teratur ya? " kata Dokter itu
Ayatha menatap Dokter itu, dia semakin khawatir
" iya," kata Ayatha
Dokter terlihat serius, tidak banyak bicara, setelah melakukan USG dia lalu menyuruh Andra dan Ayatha untuk duduk kembali.
" Iya, saya sudah dapat hasilnya, " kata Dokter itu sedikit tersenyum, namun senyumnya itu menyimpan sesuatu.
" Kenapa dokter? Apa yang salah dengan saya? " kata Ayatha, tangannya masih di
genggam oleh Andra.
__ADS_1
" Ehm…sepertinya kita tidak bisa melakukan program kehamilan untuk beberapa saat ini, ada semacam kista di rahim Anda" kata Dokter itu menjelaskan.