Meadow

Meadow
Kau tidak tahu betapa cemasnya aku?


__ADS_3

Ayatha menunggu di café dekat rumah sakit itu, dia sudah menghabiskan 2 minuman, namun andra juga tidak muncul, dia sudah menelepon beberapa kali, namun dia juga tidak menjawab, ini sudah lebih dari 3 jam dia menunggu, namun andra tidak juga muncul.


Hari sudah mulai sore, cahaya matahari tidak lagi kuning, sudah berubah menjadi keemasan, namun ayatha masih menunggu,dia bahkan tak jadi makan siang.


tiba-tiba handphonenya bergetar, sebuah pesan masuk. Dia mengerutkan dahinya, persan gambar?


Ayatha membuka pesan itu, jantungnya tiba-tiba terasa berhenti berdetak, wajahnya panas, kepalanya seketika terasa penuh, napasnya sesak, seakan udara di café itu menipis, hening…tangannya bergetar melihat foto-foto yang ada disana, foto itu dikirim dari orang yang tidak dia kenal.


Foto pertama memperlihatkan andra sedang mengendong seorang gadis, di foto kedua tampak andra seperti sedang memperhatikan gadis itu secara dekat di samping mobilnya, seakan ingin memeluknya. Hati ayatha sakit, bahkan seperti teriris-iris.


Belum cukup dengan foto, orang itu juga mengirim video, di bagian depannya tampak andra sedang berdiri didepan wanita itu, wanita itu seperti duduk di ranjang.


Dengan tangan yang bergetar hebat, ayatha membuka video itu, disitu terlihat wanita itu menangis, andra lalu mengambil tissue, mengelap dengan lembut pipi wanita itu. Ayatha menutup bibirnya yang bergetar, air matanya turun…tangisnya terisak, untungnya café itu ramai, suara tangisnya jadi tidak terdengar.


Dunia ayatha rasanya runtuh, bagaimana andra bisa melakukan ini padanya, siapa wanita itu? Kenapa andra memperhatikannya dengan sangat lembut, jika wanita itu sedang sakit, ayatha pun sedang sakit…bahkan dia melakukan check up sendirian, siapa wanita itu hingga andra menemaninya? Apa ini alasannya dia tidak datang? Melupakan janjinya untuk makan siang?


Andra baru sampai ke kantornya, hari sudah sore, dia lalu masuk kedalam ruangannya. Pak wang menunggu di ruangannya.


" tuan, nyonya menelepon anda lebih dari 10 kali" kata pak wang

__ADS_1


Andra lupa, dia punya janji dengan ayatha, karena kejadian yang mengejutkannya itu, dia panik dan melupakan hal itu. Dia juga tidak membawa handphonennya karena terlalu terburu-buru. Mendengar kata-kata pak wang, andra langsung turun, lalu pergi menuju ke café tempat mereka berjanji.


Andra menatap keseluruhan café itu, ayatha sudah tidak ada…tentu saja, dia sudah telambat 5 jam, mana mungkin ayatha masih menunggunya.


"maaf, apakah ada seorang wanita yang menunggu lama disini tadi?"kata andra pada salah satu pelayan


" owh, iya, tadi memang ada seorang wanita yang menunggu sangat lama disini, dia menunggu lebih dari 4 jam, dia baru saja pulang"kata pegawai itu


" terima kasih"kata andra, lalu buru-buru keluar.


Andra melajukan mobilnya, menyisir jalan sampai kerumah mereka, saat dia masuk kedalam rumah, dia melihat kesekeliling.


" belum tuan, nyonya pergi dari pagi hingga sekarang belum pulang"kata kepala pelayan disana.


" baiklah" kata andra


Dia sudah menelepon ayatha terus menerus, namun ayatha tidak mengangkatnya, dia mengirimkan pesan, namun pesan itu juga tidak dibalas, bahkan di baca pun tidak. Terakhir kali panggilan menyatakan bahwa handphone ayatha sedang tidak aktif.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam, andra masih mondar mandir dengan cemasnya menunggu ayatha, ada apa dengannya? Hanya karena menunggu 4 jam di restoran dan dia marah hingga pulang begini larut? Apa dia tidak tahu betapa cemasnya andra?

__ADS_1


Pukul 09.45 pintu gerbang terbuka, andra dengan cepat membuka pintu, mendahului para pelayan, langkahnya cepat, dia seperti menahan emosinya, cemas, takut dan tentu marah.


Andra membuka pintunya, melihat sosok ayatha yang baru keluar dari mobilnya, ayatha melihat andra dengan nanar, matanya sudah tidak lagi merah, dia memang sengaja pulang malam, karena matanya bengkak dan merah.


" kemana saja kau ini? Pulang begini malam dan tidak meninggalkan pesan sama sekali!" kata andra tidak bisa mengontrol emosinya, suaranya keras, bahkan terdengar hingga kerumah, matanya merah. Ayatha kaget mendengarnya…kenapa andra marah? Bukannya yang seharusnya marah adalah ayatha sekarang? Ayatha hanya menatap andra, bibirnya terkatup, namun mantanya tajam..


" kenapa? Kau marah padaku karena tidak datang kesana?! Coba lihat apa yang kau lakukan… membiarkan aku juga menunggumu dengan cemas di rumah?"kata andra lagi sama kuatnya dengan yang tadi.


Ayatha hanya memandangnya, andra tidak pernah marah padanya, bahkan kalau di ingat-ingat selama mereka Bersama, andra belum pernah mengeluarkan suara begitu keras. Ayatha menatap para pelayan yang sedang memperhatikan mereka, ayatha tidak mungkin menanggapi andra, karena jika dia melakukan, apa yang nantinya akan dipikirkan para pelanyannya, dia tidak ingin membuat keributan….


Ayatha mengulas senyum, senyum yang membuat andra merasa bersalah, senyum itu dalam…tidak bisa di tebak apa artinya. Andra terdiam, akhirnya sadar bahwa dia sudah telalu terbawa emosi, dia menurunkan bahunya yang dari tadi terangkat karena emosi. Ayatha menatapnya nanar, kilatan bayangan tentang andra menghapus air mata wanita itu, menusuk jantungnya, namun dia dengan tegar berjalan masuk, meninggalkan andra yang terdiam…para pelayan memberikan salam padanya, dia masih sempat membalasnya.


Ayatha tidak menunggu andra, berjalan ke lantai dua menuju kamarnya. Air matanya mengalir, namun wajahnya tetap tegak.


Ayatha membiarkan dirinya berbaring di bath up, merasakan air hangat itu menyelimutinya, namun sehangat apapun, dia mengigil meresakan nyeri di hatinya, dia menutup matanya, namun gambaran demi gambaran itu mucul di depan matanya, dia lalu membuka matanya.


Andra tak pernah marah…apakah sekarang dia marah karena sudah tidak mencintai ayatha lagi? Apa karena ini sebab ayatha tidak juga mengandung anaknya? Tapi mereka sudah punya raphael bukan? Jika Itu memang alasan andra untuk Bersama wanita lain, untuk apa dia menyiksa dirinya dengan menjalani operasi? membiarkan para dokter membongkar tubuhnya, hanya untuk mengeluarkan penyakitnya…lalu apa? Apa dengan begitu andra akan meninggalkan wanita itu? Bagaimana jika tidak? Dia akan merasakan nyeri setelah operasi, sedangkan andra akan besama dengan wanita itu...lalu wanita akan mengandung anak andra, lalu apa? Jangan-jangan wanita itu juga sudah mengandung anak andra.


Kepala ayatha sangat pusing, seakan banyak sekali suara dan pikiran yang muncul, membuat kepalanya penuh dan sakit...dia lalu membenamkan wajahnya kedalam air, namun baru beberapa detik, paru-parunya sudah berontak, dia lalu keluar dari bath up itu, membersihkan dirinya, lalu keluar setelahnya.

__ADS_1


Saat dia membuka pintu, andra tidak ada disana, dia hanya tersenyum, mungkin andra sedang bingung, atau mungkin saja dia sudah tidak ingin sekamar dengan ayatha, ayatha lalu memakai baju tidurnya, saat dia ingin tidur di ranjangnya, andra masuk. Ayatha cepat- cepat memposisikan dirinya untuk tidur.


__ADS_2