Meadow

Meadow
Ayatha, aku akan bertanggung jawab


__ADS_3

Mereka terus berjalan, tidak tentu arah, meninggalkan kota itu, Ayatha terlihat tertidur di sebalah Andra, dia memang tidak bisa tidur selama jauh dari Andra, Andra membiarkannya, menyelimutinya dengan jas, lalu mencari tempat terdekat untuk


mereka menginap, Andra tidak mau Ayatha tidur di mobil, pasti rasanya tidak


nyaman..


Mereka terus berjalan, pukul 8 malam, Andra baru menemukan sebuah hotel, hotelnya tidak


terlalu besar, namun terlihat terawat dan bersih.


Andrasebenarnya enggan membangunkan Ayatha, namun mau tidak mau dia membangunkannya. Ayatha melihat ke arah luar, hari sudah sepenuhnya gelap, dia masih merasa


dalam mimpi bahwa Andra sekarang ada bersamanya.


" Kita menginap di sini ya? " kata Andra


" Ehm... baiklah, " kata Ayatha


tersenyum


Andra masuk,memesan sebuah kamar yang paling besar di sana, lalu segera menuju kearah Ayatha lagi, pelayan memberitahukan dimana kamar mereka.


Andra dan Ayatha masuk, kamar itu cukup luas, tak terlalu banyak dekorasi, ranjangnya cukup luas untuk mereka berdua. Andra menatap Ayatha.


" Aku akan pergi ke pusat pembelanjaan, membeli beberapa barang untuk kita, kalau mau mandi lah dulu, jangan buka pintu kalau itu bukan aku, " kata Andra


Ayatha mengangguk, dia memang jadi lebih pendiam sejak tidak boleh keluar oleh Maxi.


Andra mengecup dahi Ayatha, lalu berjalan keluar.


Ayatha lalu memutuskan untuk membersihkan diri, setelah dia selesai mandi, dia baru ingat bahwa dia tidak membawa apapun, bahkan handphonenya pun tertinggal di cafe itu. Untung saja ada handuk dan perlengkapan mandi yang di sediakan oleh hotel. Tapi dia tidak membawa baju ganti, jadi dia memakai baju yang tadi lagi.


Dia menunggu Andra dengan menyalakan TV, melihat beberapa berita yang tidak di mengertinya, lalu pintu terbuka, Andra sudah pulang.


Ayatha melihat Andra, berjalan ke arahanya, Andra membeli banyak sekali barang,


makanan, minuman, baju ganti, dan beberapa barang lagi yang biasa mereka butuhkan.


" Ganti bajumu dengan yang ini, besok kita akan membeli baju yang lain dan beberapa


keperluanmu, aku tidak terlalu mengerti," kata Andra sedikit tertawa.


" Iya, begini saja sudah cukup kok, " kata Ayatha mulai bisa berbicara


" Baiklah, ehm, aku akan mandi dulu, kau bisa ganti di sini, aku tidak akan keluar sebelum


kau selesai, " kata Andra lagi


" Baiklah, " kata Ayatha, mengambil baju itu.


Andra segera menuju kamar mandi, lalu membersihkan diri, setelah selesai, Andra ingat dia lupa membawa baju gantinya.


" Ayatha, apakah sudah selasai? " kata Andra

__ADS_1


" Yah, keluarlah, " kata Ayatha


Ayatha sedang menyusun beberapa barang ketika Andra keluar dengan hanya mengunakan handuk, Ayatha melihat Andra yang begitu sedikit terkejut, wajahnya memerah, badan Andra sangat bagus, dia benar-benar menjaganya, putih, bersih dengan


otot-otot nya, beberapa tetes air yang masih ada membuat tubuhnya makin seksi, hanya


bekas luka di pinggangnya yang terlihat kontras, Ayatha memalingkan wajahnya


dengan cepat.


Melihat hal itu Andra tertawa kecil.


" Aku lupa membawa bajuku, " kata Andra


" Iya, " kata Ayatha sekenanya saja, menutupi rasa malunya


Andra kembali ke kamar mandi, lalu memekai bajunya, setelah itu dia keluar. Melihat Ayatha


masih sibuk menata barang, Andra datang mendekat. Dia memeluk Ayatha dari


belakang, Ayatha terdiam....


Diamematung, dalam benaknya muncul pemandangan Andra tanpa busana tadi, jantungnya seperti memburu, pipinya merona merah, terasa panas.


Andra hanya diam, menikmati memeluk Ayatha dari belakang, menghirup wangi tubuh Ayatha yang di rindukannya. Dia tidak menyangka akhirnya mereka akan terus bersama mulai sekarang. Ayatha dapat mencium wangi segar dari badan Andra yang


menyelimutinya, wangi khas yang membuat Ayatha nyaman dan tidak bisa melupakan Andra.


" Aku lapar, kita makan sekarang ya? " kata Ayatha yang mencari cara agar tidak terlihat gugup


melepaskan pelukannya, melihat Ayatha yang salah tingkah mengambil makanan yang


di bawa oleh Andra, dia hanya tersenyum manis. Ayatha membawakan beberapa


makanan untuk Andra, lalu menyerahkannya, Andra segera makan, Ayatha menuangkan


minuman ke gelas, lalu meletakknya di dekat Andra. Andra sangat senang dilayani


seperti ini oleh Ayatha, menatapnya dan tersenyum


" Ada apa? " kata Ayatha


yang sadar Andra terus menerus menatapnya.


" Aku sudah tidak sabar melihatmu seperti ini setiap hari, " kata Andra


Hati Ayatha menghangat, dia suka kata-kata Andra, dia lalu duduk di samping Andra, lalu


memakan makanannya. Mereka makan dalam diam, hanya sesekali menatap.


Ayathasedang membereskan bekas makanan mereka, membuang semuanya ke dalam kotak sampah yang ada disana. Andra kembali mendekatinya, memeluknya dari belakang, dia belum puas memeluk Ayatha.


" Jangan terlalu banyak bekerja, aku ada di sini, " kata Andra yang mearasa Ayatha

__ADS_1


tidak memperdulikannya


" Jika tidak dibereskan, besok akan mengeluarkan bau yang tidak sedap, " kata Ayatha membalas.


" Tapi aku masih merindukanmu, " kata Andra


" Kita kan sudah bersama, tidak akan berpisah lagi, " kata Ayatha


Andra melepaskan pelukannya, memutar badan Ayatha agar dia bisa melihat wajah Ayatha dengan jelas, lalu tiba-tiba dia mengendong Ayatha.


" Andra, turunkan aku, " kata Ayatha


kaget, juga karena takut terjatuh


" Makan lah yang banyak, kau sudah kurus, " kata Andra memandang Ayatha, mata mereka saling bertatapan. Andra berjalan menuju ranjang, tak melepaskan


padangannya.


Ayatha di letakkanya dengan hati-hati di ranjang itu, Andra menindih tubuh Ayatha, mereka masih saling menatap, melihat dengan penuh cinta.


" Jangan mengacuhkan ku seperti itu, " kata Andra lembut, Ayatha


yang terperangkap dalam tatapan mata Andra hanya tersenyum tanpa bisa melepaskan diri.


Andra lalu mencium bibir Ayatha dengan lembut, merasakan kenyal dan manisnya, sudah telalu lama tidak merasakanya, membuat Andra sedikit menganas, dia menciumnya dalam, menekan bibirnya pada Ayatha, menatap wajah Ayatha yang sedang menikmati ciumannya hingga matanya tertutup. Andra makin ganas gara-gara melihat wajah Ayatha. Dia menyedot bibirnya dengan kuat, menyapu semua yang ada di dalam mulut Ayatha.


Setelah merasa Ayatha kesulitan bernapas, Andra melepaskan ciumannya, bibir Ayatha


sedikit bengkak dan merah karena perlakukan Andra, namun hal itu malah membuat Andra


makin ingin mencium Ayatha, dia kembali menciumnya, kali ini Ayatha sudah


terbawa suasana, dia membalas ciuman dari Andra, membuat Andra tambah panas, Ayatha


juga merasa seluruh tubuhnya panas sekali, padahal disana cukup dingin,


Andramelepas ciumannya pada Ayatha, dengan lembut mencium pipinya, lalu turun


keleher Ayatha, Ayatha kaget, seluruh badannya bagaikan tersengat listrik, tapi


dia menikmatinya. Bibir Andra beralih ke bahu Ayatha, dia mendesah kecil, tangan Andra perlahan menyusup ke dalam baju Ayatha. membuat Ayatha kaget.


Andramelepaskan bibirnya, menatap Ayatha dengan sendu, mata Ayatha juga terlihat


sayu menatap Andra.


" Ayatha... menikahlah denganku, aku pasti bertangung jawab, " kata Andra lembut, Ayatha hanya memandang Andra, mengangguk pelan, Andra tersenyum, kembali mencium bibir Ayatha.


Andra memperlakukan Ayatha dengan sangat lembut, tidak terburu-buru, membuat Ayatha


merasa nyaman. Saat Ayatha merasa nyeri, Andra menuggunya, mencium bibirnya


dengan lembut hingga Ayatha tidak merasakan sakitnya lagi, lalu semua terjadi

__ADS_1


begitu saja...


__ADS_2