Meadow

Meadow
Menyimpan banyak luka


__ADS_3

Suasana sepi saat Wayren tidak ada di rumah, Nyonya Renata dan nanny memutuskan untuk pergi menyusul Tuan Ray ke belanda, sedangkan Andra pagi tadi sudah pergi ke kantor.


 


 


Ayatha hanya duduk di dapur, dia tidak ada kerjaan sama sekali. Bibi moi lalu datang, melihat Ayatha yang bosan, dia segera duduk menenangkan.


 


 


" Bagaimana kabarmu?" kata Bibi Moi


 


 


" Baik Bi," kata Ayatha tersenyum


 


 


" Kau pasti lelah sekali, kemarin kau sampai sakit, sudah pergi lama dengan Tuan Andra, malamnya Tuan Wayren malah seperti itu padamu, " kata Bibi Moi khawatir.


 


 


" Tidak apa-apa Bibi, sekarang aku sudah sehat, " kata Ayatha tersenyum, dia jadi ingat bagaimana bahagianya dia saat bersama Andra, dan malamnya kenangan itu hancur berkeping-keping.


 


 


" Ngomong-ngomong kau kemana dengan Tuan Andra, itu lama sekali? " kata Bibi Moi


 


 


" Ada sesuatu yang kami kerjakan," kata Ayatha tidak tahu mau menjawab apa


 


 


" Oh" kata Bibi Moi menangkap maksud Ayatha.


 


 


" Bibi aku ingin tahu sesuatu, tapi bisakah kita bicara saja di kamar Bibi atau kamarku?" kata Ayatha


 


 

__ADS_1


" Baiklah, ayo ke kamar Bibi saja," kata Bibi Moi penasaran.


 


 


Ayatha dan Bibi Moi duduk di kamar Bibi Moi, dengan wajah khawatir Bibi Moi menatap Ayatha.


 


 


" Ada apa? " kata Bibi Moi dengan penuh kasih sayang


 


 


" Apakah Bibi sudah lama kerja di sini?" kata Ayatha


 


 


" iya, sejak Tuan dan Nyonya menikah dan pindah ke sini, Bibi sudah menjadi pelayan di sini "


 


 


" Aku ingin menanyakan sesuatu, sebenarnya Tuan Andra sudah bilang untuk tidak mengatakan tentang ini, tapi aku ingin tahu "


 


 


 


 


" Kemarin saat aku pergi dengan Tuan Andra, kami pergi ke sebuah pusara di padang rumput, sangat bagus, " kata Ayatha sambil melihat mata Bibi Moi, Bibi Moi kelihatan terkejut


 


 


" Dia membawamu ke sana?" kata Bibi Moi


 


 


" Iya, dan aku tidak sengaja mendengar Tuan Andra menyapa wanita itu dengan ibu" kata Ayatha, Bibi Moi tambah kaget, namun wajah kagetnya langsung berubah suram, dia mengambil tangan Ayatha, mengelusnya... dan setelah menarik napas panjang.


 


 


" Sebenarnya Tuan Andra bukanlah anak kandung Nyonya Renata, " kata Bibi Moi sedih, Ayatha langsung terkejut, dia terus menatap Bibi Moi.

__ADS_1


 


 


" Tuan Ray dan Nyonya Renata dulu di jodohkan dari kecil, saat Tuan berumur 20 tahun dan Nyonya berumur 17 tahun mereka menikah. Pernikahan tanpa cinta itu benar-benar membuat rumah ini dingin, Tuan Ray lebih banyak di kantornya dan Nyonya Renata di rumah melukis, pernikahan mereka begitu sampai 5 tahun. Tiba-tiba Tuan Ray membawa seseorang pulang, namanya Hara, umurnya baru 18 tahun saat Bibi mengenalnya, anaknya energik, cerdas dan ceria." Kata Bibi Moi sambil dia mengambil menarik napas panjang.


 


 


" Lalu?" tanya Ayatha ingin tau


 


 


" Seketika rumah ini berubah, penuh cinta, cinta Tuan Ray dan Hara. Selain itu Nyonya Renata juga tidak terusik, dia malah menyukai Hara, karna saat Tuan Ray pergi, Hara lah yang menjadi temannya, Nyonya Renata dan Hara bagaikan kakak beradik berdua. Masalah datang saat keluarga besar tahu apa yang dilakukan oleh Tuan, Hara di usir dari rumah. Tuan memberontak dan ingin ikut dengan Hara, namun semua sia-sia, dia tidak bisa berkutik. Tak berapa lama dari itu, Nyonya hamil, di tempat lain, entah bagaimana Hara juga hamil. " kata Bibi Moi, air mata mulai mengumpul di ujung matanya.


 


 


" Setelah itu semua begitu cepat, saat ingin melahirkan, Hara mengalami komplikasi dan itu membuat Tuan Ray harus memilih untuk menyelamatkan Hara atau bayinya, namun ternyata yang bisa diselamatkan hanya bayinya, sejak saat itu Tuan Ray berubah, Tuan Ray sama sekali tidak ingin melihat Andra, dia hanya di biarkan saja di rumah sakit. Nyonya Renata yang saat itu mengetahui hal itu segera menjemput Tuan Andra dari rumah sakit. Selang 2 hari Tuan Wayren lahir, namun Nyonya Renata menyatakan dia melahirkan anak kembar kepada keluarga, dan saat itulah Tuan Andra menjadi anaknya, dia menyayangi Andra bahkan lebih dari Wayren, " kata Bibi Moi menangis.


 


 


Ayatha tidak bisa berkata apa-apa, ternyata kehidupan Andra juga penuh kesusahan.


 


 


" Tuan Ray berubah 180 derajat, dia jadi pribadi yang keras dan dalam benaknya, orang yang paling dia cintai meninggal karena Tuan Andra, dia sama sekali tidak mau menyentuh Andra, dia hanya mau bermain dan memberikan perhatian kepada Wayren, bahkan sampai sekarang untuk tersenyum kepada Tuan Andra saja, Tuan Ray tidak bisa. Sampai akhirnya pada umur 6 tahun, Tuan Andra terus berlutut, semua itu dia lakukan demi mendapat perhatian ayahnya, dia ingin sekali membuat ayahnya bangga, dan Tuan Ray menerimanya dengan syarat dia harus mengikuti semua kemauan ayahnya, " kata Bibi Moi tidak tahan lagi.


 


 


Ayatha juga ikut menangis mendengar dan melihat Bibi Moi, terlihat sekali bahwa dia sangat sedih.


 


 


" Saat umur 10 tahun, mau tidak mau Tuan Andra di kirim ke Amerika, hingga saat ini dia baru bisa lagi berkumpul dengan keluarganya, Tuan Ray melarang Nyonya Renata maupun Wayren untuk bertemu dengan Andra, Nyonya Renata yang dipisahkan dengan anak kesanyangannya jadi sering melamun, sekarang melihat Tuan Andra pulang, Bibi bisa melihat begitu senangnya Nyonya, Bibi hanya berdoa, semoga Tuan Andra tidak lagi terkena masalah, " kata Bibi Moi mengelus tangan Ayatha.


 


 


Ayatha tersentak, iya benar, jangan sampai Andra terkena masalah lagi. Andra sudah melewati banyak kesusahan, belum lagi kepergian Yosa, dia juga menderita karena itu, di balik senyumnya, di balik semuanya, dia ternyata menyimpan banyak luka.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2