Meadow

Meadow
Kemana saja asalkan berdua


__ADS_3

Suasanarumah tidak seperti biasa lagi, berita penangkapan Tuan Ray menyebar, membuat


saham mereka anjlok, perusahaan kacau, karena itu Andra benar-benar bekerja


keras untuk membangkitkan kembali perusahaan mereka, Wayren pun sekarang


membantu pekerjaan Andra, membuat mereka menjadi lebih dekat.


Tidak ada lagi para pengawal yang mengawal mereka, namun Andra masih belum bisa bertemu dengan Ayatha, selain dia benar-benar sibuk, dia juga memang belum bisa menemui Ayatha yang sampai sekarang di jaga oleh para pengawal.


Andra berjalan menuju salah satu cafe yang ada di dekat kantornya, dia punya janji


dengan Wayren untuk makan bersama, karena cukup dekat maka dia putuskan untuk


berjalan, menikmati perjalanannya, dia sudah cukup lelah bekerja hari ini .


Dia segera masuk ketika sampai di cafe itu, melihat Wayren duduk di kursi di pojok ruangan bersama Risa.


" Hai," kata Wayren ketika melihat kakaknya, Andra duduk di depan Wayren


" Halo Kakak," kata Risa sumringah, Wayren melihat sekilas ke Risa, dia mentapnya tajam


" Ada apa? " kata Risa menatap Wayren


"Jangan genit dengan Kakakku, aku tidak suka, " kata Wayren


" Masih cemburu juga dengan Kakakmu, kita kan sudah pacaran, " kata Risa


" Tetap saja, awalnya orang yang kau suka dia, bukan aku," kata Wayren


" Ehmm...ehmm... waktu kita tidak banyak loh, " kata Andra menghentikan pertengkaran kedua pasangan ini.


" Benar juga, " kata Wayren lagi


" Apa kabarmu Kak? " kata Risa lagi pada Andra


" Baik, " kata Andra tersenyum, membuat Risa tersipu, dia masih tetap menyukai senyum Andra, tapi sekarang dia mencintai Wayren.


" Sudah bertemu dengan Ayatha? " kata Wayren menatap Andra


Andra mengeleng lemah namun tetap tersenyum


" Aku sudah menemuinya" kata Risa


Andra mentap Risa, secercah harapan terlihat.


" Bagaimana kabarnya?" kata Andra


" Baik, kakinya juga sudah sembuh, tapi keadaanya sedikit kacau menurutku, lebih sering terdiam, karena memang dia tidak di perbolehkan ke mana-mana oleh Max, "


kata Risa


" Ada apa dengan Maxi, dia kan tahu kalau ayah sudah tertangkap, kenapa belum


melepaskan Ayatha? "kata Wayren sedikit emosi


" Ayah belum di vonis, masih ada kesempatan untuk bebas atau dapat melakukan hal yang


lain dari sana, kau tahu berapa banyak koneksi ayah di kepolisian, Maxi hanya


berhati-hati " kata Andra mengerti pemikiran Maxi.


" Bagaimana dengan Nadine? Kenapa dia belum juga di proses, " kata Risa


" Kita tidak punya bukti yang kuat agar bisa menangkapnya, ayah juga tidak mengatakan


apapun, dia menutupinya dengan erat, para penculik sekarang juga sudah tidak


bisa di ajak bekerja sama, mereka sangat tertutup, " kata Andra


" Benarkah? Nadine itu beruntung sekali, " kata Risa


" Aku dengar dia juga sudah kembali ke Jerman, " kata Wayren


" Ya pasti, kalau aku jadi dia aku pasti sudah lari, biarlah... Dia pasti akan mendapatkan balasan yang lain," kata Andra menatap kosong ke depan


" begitu... " kata Wayren.


" Kak, kalau aku jadi kau, aku akan mendatangi Ayatha, mengajaknya lari dan tinggal bersama, kalian itu di takdirkan untuk bersama, " kata Risa


Andra mengangkat sedikit sudut bibirnya, tapi pandangannya kosong, sudah entah lah

__ADS_1


berapa hari dia tidak bertemu Ayatha, rasanya sangat rindu hingga tidak bisa


dikatakan lagi, namun Andra berusaha bertahan. Dia yakin suatu saat ada dimana


saat mereka akan bertemu dan tidak akan terpisah lagi, hingga saat itu datang, Andra


akan bertahan, tidak ingin terburu-buru.


" Lihatlah, bukankah itu Ayatha? " kata Wayren menunjuk ke luar.


Andra terdiam, langsung melihat arah yang di tunjuk oleh Wayren, itu benar Ayatha,


dia baru saja turun dari mobilnya, di sekitarnya ada beberapa orang penjaga,


sama persis seperti keadaan Andra yang lalu.


" Sedangapa dia di sini? " kata Wayren


" Aku yang memintanya, aku minta izin untuk membawa Ayatha keluar, Maxi menolak, namun aku mencoba merayunya untuk membolehkan Ayatha keluar, dia akhirnya setuju, " kata Risa lagi


Andra menatap Risa tidak percaya, Wayren juga tidak percaya.


" Kau merayu Maxi? " kata Wayren kesal


" Hanya merayunya agar Ayatha bisa keluar, bukan merayu bagaimana, aku janji ke cafe di


seberang, kalian tunggulah di sini," kata Risa


Risa lalukeluar dari cafe itu, berjalan menuju ke Ayatha, Andra bisa melihat Ayatha,


terlihat lebih kurus dan wajahnya suram, hatinya sakit, pasti gadis itu sering


menangis menahan rasa rindunya, Andra pun sama, dia hanya menatap terus


menatap.


" Kau harus bertemu dengannya, " kata Wayren memecahkan lamuanan Andra


Andra menatap Wayren...


" Pergilah, kalau kau ingin pergi, jangan takut di sini ada aku, aku rasa kalian harus bahagia,


Andra pernah mengatakan pada Wayren bahwa dia ingin membawa Ayatha pergi dari sini, membawanya sejauh mungkin hingga tidak ada yang mengenal mereka, tinggal berdua dan semua akan berjalan dengan sangat bahagia. Andra mengambil hanphonenya, langsung berdiri, di kepalanya hanya ada Ayatha.


Dia segera menuju cafe tempat Ayatha dan Risa bertemu, Risa bisa melihat Andra masuk. Lalu menuju ke kamar kecil, sebelum masuk Andra memberikan tanda.


" Ayatha, aku ingin ke kamar kecil, temani aku yuk, " kata Risa manja


" Baiklah, aku akan menemanimu, " kata Ayatha, Risa sumringah, dia lalu melihat


kearah pengawal Ayatha.


" Aku ingin kekamar kecil, kalian ingin ikut juga? Aku akan menjaga Ayatha, lagian


siapa yang ingin menculiknya saat di kamar kecil, " kata Risa, penjaga itu saling melihat.


" Aku akan menjaga di depan pintu, " kata seorang Penjaga


" Yang benar saja, itu toilet wanita, tunggu saja di lorongnya, " kata Risa


" Baiklah, " kata Penjaga itu


Risa menarik tangan Ayatha, Ayatha sama sekali tidak memiliki semangat, sekarang dia hidup bagaikan orang mati, tidak melihat Andra begitu lama, rasanya ingin mati


saja... tidak punya semangat untuk bangun di pagi hari, tidak tahu ntah kapan


harus terus seperti ini.


" Tunggu saja di sini," kata Risa


" Baik, " kata penjaga itu


Risa lalu membawa Ayatha masuk ke sebuah lorong jalan, kamar kecilnya ada di ujung


lorong, namun sebelum ke kamar kecil, ada sebuah pintu yang hanya boleh di


masuki oleh staff. Saat Ayatha melewati itu, tiba-tiba seseorang menariknya,


menutup pintunya dengan cepat. Ayatha berontak, dia kira dia akan di culik.


Andra menariknya dalam pelukkannya.

__ADS_1


" Ini aku," kata Andra


Ayatha terdiam, dia kenal suara itu, suara yang ingin di dengarnya terus menerus, Ayatha menatap Andra dalam..terpancar kerinduan yang sangat dalam. dia lalu masuk


ke dalam pelukan Andra, memeluknya sangat erat, Andra pun begitu, dia memeluk


tubuh mungil Ayatha, merasakan betapa rindunya dia dengan Ayatha.


" Kakak, kau di dalam? " kata Risa yang masih bingung


" Iya, " kata Andra masih memeluk Ayatha


" Oh, aku akan membuat para penjaga masuk ke toilet, saat mereka di sana, aku akan


memberi tahu, kalian pergi lah setelah itu, " kata Risa memberitahukan tentang rencanannya.


" Baik," kata Andra


Ayatha melihat kearah Andra, Andra menatapnya.


" Ayatha, ikutlah dengan ku," kata Andra


Ayatha mengangguk, tidak mengatakan apapun, Andra tersenyum, mencium keningnya. Lalu memengang tangan Ayatha.


Risa lalu keluar, dia lalu berjalan kearah penjaga Ayatha. Penjaga melihat Risa keluar


sendiri sedikit kaget.


" Di mana Nona?"kata penjaga itu


" Loh, bukannya sudah keluar, aku sakit perut makanya lebih lama, " kata Risa,


Penjaga itu tampak panik, memanggil temannya, lalu mereka masuk kedalam toilet.


Andra melihat sedikit dari celah pintu, melihat para penjaga sudah masuk kedalam


toilet, Andra membuka pintunya, lalu berlari bersama Ayatha menuju kepintu


keluar, Risa sudah menunggu disana, dia menyerahkan kunci mobilnya, menunjuk ke


salah satu mobil, Andra mengerti, lalu berlari ke arah mobil itu.


Para penjaga tidak menemukan Ayatha disana, lalu mereka bergegas keluar, mencari di sana, Risa sudah tidak ada, Ayatha juga... mereka kehilangan jejak. Mereka langsung


melaporkan keadaan.


Andra melajukan mobilnya tak tentu arah, hanya menjauh dari tempat itu, Ayatha duduk


disampingnya, tampak mengatur napasnya. Setelah merasa cukup jauh dan aman,


akhirnya Andra melambatkan mobilnya, berhenti di pinggir jalan.


Ayatha menatap Andra, dia tersenyum sangat senang.. Andra memeluknya kembali, tidak


berkata apapun, hanya berpelukan dengan erat dan lama.


" Aku merindukanmu, sangat merindukanmu, " kata Ayatha terisak


" Aku juga, sekarang kita akan bersama selamanya, aku janji, tidak akan pernah


melepaskanmu lagi, " kata Andra


" Iya, aku akan ikut denganmu, kemana pun, asal bersama mu, " kata Ayatha lagi, Andra


melepaskan pelukkannya, melihat ke mata Ayatha yang sekarang bersinar cerah.


" Baiklah, kita akan pergi, " kata Andra tesenyum


Andra mulai melajukan mobilnya lagi, Ayatha terus melihatnya, seakan ingin menghabiskan


rasa rindunya yang terdalam.


" Kita akan kemana? " kata Ayatha


" Aku belum tahu, yang penting di tempat dimana kita tidak bisa di temukan, "


kata Andra tersenyum, Ayatha melihat senyum Andra juga tersenyum


Iya, Ayatha tidak masalah, mau kemana saja, Ayatha akan menerimannya, mau hidup bagaimana pun, bahkan kekurangan pun, Ayatha akan menerimanya, asalkan dia tidak


terpisahkan lagi oleh Andra.

__ADS_1


__ADS_2