Meadow

Meadow
Aku ingin pergi kesuatu tempat


__ADS_3

Sejak itu suasana rumah tampak lebih dingin, Andra lebih banyak di kantor dengan


kerjaannya, sedangkan Wayren tidak lagi berbicara pada keluarganya, dia muak


atas kepura-puraan dan keegoisan keluarganya.


Nyonya Renata bisa merasakan perubahan Wayren, dia mendatangi kamar anaknya, ingin tahu apa


yang sebenarnya terjadi.


" Bolehkah Ibu masuk?" Kata Nyonya Renata yang melihat Wayren sedang duduk


di kamarnya sendiri.


Wayren melihat ibunya sekilas,


" Masuklah, ini kan rumahmu Bu " kata Wayren seadanya dengan wajah yang


seperti menegaskan dia tidak ingin bertemu siapapun.


Nyonya Renata duduk di sampingnya, memegang tangan Wayren, namun Wayren segera menariknya.


" Ada apa?" kata Nyonya Renata pada anaknya dengan lembut


Wayren hanya tersenyum malas, Nyonya Renata tahu sifat Wayren, jika dia melakukan itu...


Pasti dia sedang marah padanya.


" Ibu rasa ini waktu yang tepat membicarakan apa yang kau rasakan, apa kau tidak


percaya Ibu lagi?" Tanya Nyonya Renata


" Bukankan tidak ada yang bisa di percaya di keluarga kita, oh.. ini bukan


keluarga, ini hanya perkumpulan bisnis, " kata Wayren dengan nada


mengejeknya, Nyonya Renata terkejut namun mencoba tenang.


" Apa maksudmu? " Kata Nyonya Renata lagi


" Ibu tahu, Ayatha dan Andra saling mencintai? "


" Iya Ibu tau, "


Wayren diam, dia terkejut ibunya tahu soal Ayatha dan Andra


" Lalu kenapa ibu mendukung Andra untuk bertunangan dengan Nadine, aku tidak percaya Ibu


melakukan itu, " kata Wayren


" Ibu melakukannya karna Ibu tau yang terbaik untuk Andra, " kata Nyonya Renata


pelan


Wayren menatap ibunya, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


" Ibu bilang Ibu menyayangi Andra, Ibu seharusnya tau, Andra dan Ayatha seharusnya


bersatu, " kata Wayren lagi, dia kesal sekarang


" Karena Ibu menyanyangi makanya ibu harus melakukan ini semua, Andra hanya anak


di luar nikah, jika hal itu sampai keluar, maka seluruh masa depannya akan


hilang, dengan menikahi Nadine, kedudukannya akan kuat, dia akan menjadi


menantu orang yang hebat, tidak akan ada yang bisa mengusiknya nanti, "


kata Nyonya Renata lagi.


"  Tidak, Ibu tidak mencintainya, " kata Wayren tersenyum


Nyonya Renata kaget, Namun hanya diam saja


" Ibu tidak menyanyanginya, Ibu membiarkannya menikahi wanita yang tidak dia cintai,


itu akan menghancurkan hidupnya, apakah Ibu mau Andra jadi seperti Ayah,


melakukan hal yang sama seperti cerita Ibu, Ayah dan Hara? Apa ibu yakin Nadine


bisa menerima anak hasil selingkuhan seperti Ibu juga? " Kata Wayren lagi.


Nyonya Renata tiba-tiba menampar Wayren, setelah itu Nyonya Renata tampak kaget dengan apa


yang baru saja dia lakukan pada Wayren, dia adalah wanita penyayang, dia wanita


yang tidak tega memukul anaknya, namun kali ini dia merasa apa yang dikatakan Wayren


sudah keterlaluan.


Wayren terdiam, Ini pertama kalinya ibunya memukulnya...


" Sejak kecil aku selalu iri pada Andra, kau selalu membelanya, memujinya, aku bahkan


pernah berpikir apa mungkin sebenarnya aku lah yang bukan anakmu, tapi hari

__ADS_1


ini, aku bersyukur aku bukan Andra, untuk pertama kali dalam hidupku Ibu, aku


senang aku bukan Andra, jika tidak, hidupku akan sepertinya, aku rasa aku


memang bukan seorang Tadder" kata Wayren berdiri lalu pergi meniggalkan


ibunya yang masih terdiam.


_____________________________________________________


Seminggu sudah, Andra tidak pernah menghubungin Ayatha, Ayatha hanya di rumah, menatap


ponselnya, dia selalu mengecek semuanya, takut tiba-tiba ada pesan ataupun


sesuatu dari Andra. Ayatha tidak berani menghubungi Andra, karena Andra


memintanya untuk menunggu.


Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi, maya segera ingin membukakan pintu, namun Ayatha berjalan


duluan, dia sangat berharap Andra yang datang. Dia membuka pintu, melihat


sekilas, senyumnya sedikit memudar, ternyata Wayren.


" Hai," kata Wayren


" Hai, " kata Ayatha tersenyum


" Kecewa aku bukan Andra? " kata Wayren membalas senyuman Ayatha


" Oh, tidak bukan begitu, " kata Ayatha


" Aku ingin tahu keadaanmu, urusan sekolahku baru selesai, makanya hari ini aku baru


bisa bertemu dengan mu, ada waktu? " kata Wayren


" Oh, iya, tentu, " kata Ayatha


" Ayo keluar makan es krim, " kata Wayren


" Oh, baiklah, tunggu sebentar ya, aku siap-siap dulu, masuklah, " kata Ayatha


" Tidak perlu, aku tunggu di sini saja, " kata Wayren


" Baiklah, sebentar ya, " kata Ayatha.


Ayatha segera bersiap-siap, setelah selesai dia segera menemui Wayren yang ada di


luar. Wayren tidak bisa berkedip melihat Ayatha, dengan gaun putih simple, dia


" Kau sangat cantik dengan gaun itu, " kata Wayren mengutarakan pikirannya


" Terima kasih, " kata Ayatha tersenyum


" Ayo, " kata Wayren


Dia membuka kan pintu mobilnya untuk Ayatha, Ayatha segera masuk, dan mereka langsung


pergi. Wayren mengajak Ayatha kesebuah kedai es krim, tempatnya lucu, tidak


terlalu besar namun nyaman, es krimnya juga enak.


" Dari mana kau tau tempat seperti ini? " kata Ayatha mengambil sedikit ice cream


pesanannya


" Hanya membaca beberapa review, lalu aku ingat ingin membawamu ke sini, ujian sangat


merepotkan, " kata Wayren


" Oh, bagaimana keadaan di rumah?" kata Ayatha tersenyum


" Semua baik, Bibi Moi sangat kesepian saat kau tidak ada, dia lebih banyak termenung


sekarang, " kata Wayren tersenyum indah.


" Oh, begitu, " kata Ayatha tersenyum


" Kau tidak ingin menanyakan keadaan Kakakku?" kata Wayren yang bisa menangkap


isi pikiran Ayatha


" Eh..." kata Ayatha sedikit kaget


" Dia baik-baik saja, Ayah sudah pulang, jadi terlalu banyak pekerjaan yang dia urus,


tenanglah, nanti juga dia akan menghubungimu, " kata Wayren tersenyum,


sebenarnya hatinya sedikit sakit, dia tahu Andra tidak akan ada lagi untuknya.


" Oh, iya aku mengerti kok " kata Ayatha lagi


" Kau sudah resmi bercerai ?" kata Wayren


" Iya, mungkin bulan depan suratnya akan keluar, " kata Ayatha

__ADS_1


" Kau hebat sekali, " kata Wayren


" Hebat kenapa? " kata Ayatha


" Kau sudah melewati banyak hal dan kau tetap bisa tersenyum, " kata Wayren lagi


" Yah seperti itu lah, " kata Ayatha.


" Ayatha, kalau Kakakku pergi dari mu? Bisakah kau menyukai orang lain? " kata Wayren


tiba-tiba, Ayatha melihat kearah Wayren, dia mengerutkan dahinya.


" Kenapa?" kata Ayatha


" Tidak apa-apa, hanya ingin mencoba sekali lagi, mana tahu ada sedikit kesempatanku


untuk mendapatkanmu, " kata Wayren lagi dengan tawa kecilnya, membuat Ayatha


juga ikut tertawa.


Melihat tawa Ayatha, Wayren menyimpan senyumnya, dia tidak tahu caranya bagaimana untuk


mengatakan pada Ayatha, kakaknya akan bertunangan dengan Nadine, serasa ada


batu besar sekarang yang menimpa pundaknya.


" Ada apa? Kau tampak tertekan dari tadi ?" kata Ayatha yang bisa melihat raut


wajah Wayren


" Tidak, tidak ada apa-apa, "kata Wayren salah tingkah


" Apa


ini tentang Andra? " kata Ayatha lagi, dia hanya tersenyum kecil


" Ehm... " kata Wayren lagi


" Kapan dia akan bertunagan? " kata Ayatha menguatkan diri, seminggu yang lalu,


dia sudah tahu, Andra pasti akan bertunangan dengan Nadine, kalau tidak dia


tidak akan meninggalkannya sendiri tanpa kabar seperti ini.


" Minggu depan, " kata Wayren menatap Ayatha dengan suram, Ayatha hanya tersenyum,


namun hatinya runtuh, jantungnya serasa ingin copot, serasa ada seember air es


yang mengguyur badannya, dingin hingga ingin mengigil, namun dia menutupinya,


tidak boleh terlihat lemah, namun seberapa pun dia berusaha, air matanya tetap


berkumpul di wajahnya.


Wayren melihat itu, wajah Ayatha memang tersenyum, namun air matanya mengalir di sudut


matanya, Wayren segera menghapus air mata Ayatha, hatinya teriris, dia di sini


ingin menghibur Ayatha, namun tetap saja Ayatha sedih, bahkan ketika dia di


sampingnya, air matanya pun tetap mengalir.


" Jangan menangis, " kata Wayren lembut


" Aku tidak menangis, hanya kedinginan, es krimnya membuat otakku membeku, "


kata Ayatha mencari alasan


" Aku sudah bilang, jangan jatuh cinta pada Kakakku, kau hanya akan menderita, "


kata Wayren lagi


" Sepertinya memang seharusnya aku jatuh cinta padamu ya? "kata Ayatha tertawa kecil


mencoba mencairkan suasana yang sedih


" Kenapa kau baru sadar sekarang? " kata Wayren juga mencoba tertawa.


" Entahlah, apa kau masih mau denganku? Sekarang statusku seorang janda loh, " kata Ayatha


" Jangankan janda, bahkan jika kau istri orang juga aku akan tetap mau denganmu, "


kata Wayren


" Dasar, itu tidak baik, " kata Ayatha tertawa


" Baiklah, karena hari ini kau sedang sedih, bagaimana jika aku jadi temanmu, hari ini aku


akan menemanimu, kemana saja, " kata Wayren


" Benarkah? Kemana saja?" kata Ayatha.


" Iya "


" Aku ingin pergi kesuatu tempat, " kata Ayatha

__ADS_1


" Baiklah, ayo kita pergi sekarang " kata Wayren


__ADS_2