
Andra dan Ayatha tertidur hingga siang, akhirnya dari sekian malam tidak penah bisa tidur, mereka bisa tidur dengan sangat nyaman. Ayatha terbangun, dia masih di dalam pelukan Andra, dia ingat apa yang terjadi semalam, wajahnya memanas dan
memerah, dia tiba-tiba merasa malu.
Andra masih tidur bagai malaikat, sangat damai dan indah, Ayatha segera mengambil bajunya yang tergeletak dilantai, memakainya lalu langsung melangkah ke kamar mandi
lalu membersihkan dirinya.
Saat Ayatha keluar dia melihat Andra sudah bangun, sudah berpakaian dan duduk di samping ranjang, lalu dia melihat kearah Ayatha, Ayatha merasa agak canggung karena kejadian semalam. Dia hanya tersenyum sedikit.
" Selamat pagi," kata Andra mencairkan suasana, mendekat kearah Ayatha, Ayatha sedikit gugup.
" Selamat pagi, " kata Ayatha
seadanya
" Apakah masih sakit? "kata Andra
" Tidak " kata Ayatha malu-malu
" Maafkan aku, " kata Andra lembut menatap Ayatha
" Eh..tidak apa-apa, " kata Ayatha
menatap
" Baiklah, aku mandi dulu, baru kita keluar mencari makanan, " kata Andra
" Baiklah " kata Ayatha
Andra melangkah menuju ke kamar mandi, Ayatha melihat kearah cermin, dia masih
terngiang kejadian semalam, membuat dia malu sendiri, dia terlalu terbawa
suasana, tapi bagaimana dia juga mencintai Andra, bahkan sangat... dia mengeringkan
rambutnya, membungkus rambutnya dengan handuk, memperlihatkan lehernya yang
putih.
Andra membelikan beberapa make up yang sangat lengkap untuk Ayatha, dia tersenyum,
dia tahu pasti Andra tidak mengerti soal beginian, tapi dia tetap mencoba untuk
membelikannya. Hati Ayatha sungguh tersentuh..
Andra keluar dari kamar mandi, dia hanya memakai handuk, berjalan kearah Ayatha. Ayatha kaget melihat Andra.
" Ada apa? " kata Andra
" Kenapa
tidak berpakaian? " kata Ayatha
Andra tertawa kecil melihat tingkah Ayatha
" Jangan terlihat syok begitu, bukannya kau sudah melihat seluruh tubuhku kemarin, " kata Andra tertawa
Wajah Ayatha memerah, dia malu, lalu memalingkan wajahnya
" Ingin melakukannya lagi? " kata Andra mendekat kearah Ayatha, terlihat kilatan
nafsu di matanya.
" Tapi kita sudah mandi, " kata Ayatha lagi
" Mari kita mandi bersama nanti, " kata Andra memeluk Ayatha, mengiringnya ke arah ranjang, dan mulai melakukannya lagi.
Setelah mereka selesai dengan urusan itu, mereka keluar untuk mencari makanan di
sekitar kota kecil itu. Andra mengengam tangan Ayatha erat sekali seolah takut
kehilangan dirinya.
" Ehm, kalau dipikir-pikir kita tidak pernah kencan ya? "kata Andra memandang Ayatha
Ayatha jugaberpikir mereka memang tidak pernah pergi berdua untuk kencan, karena selama ini mereka terlalu banyak masalah, jadi tidak terpikir untuk kencan.
" Iya sepertinya, "kata Ayatha
menatap Andra
" Kau sudah pernah kencan dengan Wayren beberapa kali, dan denganku belum penah, itu tidak adil, kemana dia pernah mengajakmu? " kata Andra sedikit cemberut, sifat manjanya keluar
__ADS_1
Ayatha tertawa kecil melihat Andra, dia sangat imut jika manja
" Ehm, dia mengajakku kebanyak tempat, panti asuhan, ke sebuah bukit untuk melihat
pemandangan dan makan coklat, " kata Ayatha polos
Andra melihat Ayatha dengan tatapan cemburu, itu terdengar romantis baginya.
" Ke bukit melihat pemandangan dan makan coklat? Kalian berdua? "kata Andra cemburu
" Iya, " kata Ayatha
menatap wajah cemburu Andra, dia tersenyum manis, tapi Andra menghempaskn napas beratnya
" Kau cemburu? "kata Ayatha
tertawa kecil
" Tentu saja, bagaimana bisa kalian berdua di sana? "kata Andra
" Wayren hanya menghibur ku, kalau tidak salah waktu itu kau menyerahkan ku pada Wayren" kata Ayatha mengingat, menatap Andra dengan wajah tanda tanya
" Benarkah? Aku pernah menyerahkanmu pada Wayren? "kata Andra pura-pura lupa,
ya..dia menyesal melakukannya
" Benar.. kau menyeruhnya menjaga ku, "kata Ayatha lagi, memandang Andra
sambil tersenyum sedikit jahil
" Sudah,lupakan itu, aku tak akan menyerahkan mu pada siapapun "kata Andra mengetatkan pengangan tangannya
Ayatha hanya tertawa kecil melihat kelakuan pacarnya.
" Hari ini ayo pergi kencan, " kata Andra, terlihat sekali moodnya sangat baik
" Baiklah, " kata Ayatha lagi
Mereka pergi berkeliling kota kecil itu dengan berjalan kaki, pergi ke pusat pembelanjaan,
membeli beberapa barang dan makanan untuk mereka, tak sedetikpun tangan Andra
lepas dari tangan Ayatha. semua orang melihat mereka merasa iri, pasangan yang
begitu menjadi pusat perhatian banyak orang.
Mereka berjalan menuju hotel mereka, saat Ayatha melihat sebuah penjual es krim.
" Ingin es krim? "kata Andra pada Ayatha
" Mau, "kata Ayatha manja
" Baiklah, " kata Andra, Andra segera membelikan Ayatha eskrim, Andra hanya memesan satu.
" Kenapa hanya satu ? " kata Ayatha memegang es krim yang di belikan Andra
" Aku tidak suka es krim," kata Andra tersenyum
" Benarkah? Ini enak loh " kata Ayatha
dengan suara manja, sedikit eskrim menempel di sudut bibirnya.
" Sini aku coba, " kata Andra,
Ayatha menyerahkan eskrim ke Andra, namun Andra tidak mengarah ke eskrim yang
di sodorkan Ayatha, dia mengecup pinggir bibir Ayatha, Ayatha syok, mereka di
tangah kota, orang banyak berlalu lalang, dan Andra menciumnya begitu saja.
" Ehm,memang terasa enak, " kata Andra tersenyum sangat manis
Ayatha masih mematung, melirik ke sekitar, beberapa pejalan kaki memperhatikan mereka, dia langsung menunduk malu. Andra tertawa melihat sikap Ayatha. Ayatha meremas tangan Andra, Andra membawanya kedalam pelukannya.
" Ternyata kencan denganmu sangat menyenangkan, aku menyesal tidak pernah melakukannya dari dulu," kata Andra
" Aku malu, " kata Ayatha
" Jangan malu, mereka tidak mengenal kita, " kata Andra
" Iya, " kata Ayatha
Ada beberapa orang yang terlihat memperhatikan mereka, bebarapa orang terlihat baper, ada yang tersenyum, ada yang hanya memperhatikan, bagi Andra dan Ayatha mereka bagaikan di dunia berdua.
__ADS_1
Tak akan melepaskannya lagi, kapan pun itu... dia akan bersama wanita ini seumur hidupnya.
Mereka menginap 1 hari lagi disana, setelah itu keesokan harinya mereka mulai pindah,
mereka takut akan terlalu lama menetap akan membuat mereka terancam.
Mereka akhirnya sampai di kota yang lain, saat sampai waktu sudah dini hari, mereka
segera masuk ke kamar hotel untuk beristirhat, setelah bersih-bersih, Ayatha
dan Andra akhirnya tertidur.
Pintu hotel tiba-tiba diketuk dengan keras, Ayatha dan Andra terbangun, mereka baru tidur 2 jam, Andra menyuruh Ayatha untuk diam, dia melihat dari lubang di pintu, 2
orang pria dengan setelan jas hitam lengkap ada didepan pintu.
Andra berjalan mundur, tidak tau harus apa, pria itu sepertinya mendapatkan kunci
kamar mereka, dengan cepat membuka pintu itu.
" Ada apa kalian kemari? " kata Andra
dingin
" Tuan Andra, saya di perintahkan Tuan Maxi untuk menjemput Anda dan Nona Ayatha, ini
keadaan darurat, nyawa Nona Ayatha terancam, " kata Ayatha, Andra menatap mereka berdua, Ayatha mendekat kearah Andra, namun dia bersembunyi di belakang Andra.
" Apa maksudmu? " kata Andra
" Tuan Ray
menyuruh beberapa orang untuk menculik, atau lebih tepatnya melenyapkan nona Ayatha, kami baru saja membekuk salah satu dari mereka, kemungkinan besar yang lain
akan mengarah kemari," kata pria itu tegas, terlihat sekali dia berasal dari militer.
" Ayahku sudah di penjara, " kata Andra
" Tuan Ray tetap menjalankan rencananya, kami tidak tahu siapa yang berkhianat di
kepolisian hingga Tuan Ray tetap bisa mengontrol segalanya walau sudah di
penjara, " kata pria itu lagi, Andra berpikir, itu memang bisa terjadi mengigat kekuatan
ayahnya.
" Nona Ayatha, Tuan Andra, percayalah kami," kata pria yang lain, dia menunjukkan sapu tangan hitam dengan bordiran emas berbentuk mahkota, Ayatha tahu, itu lambang keluarganya.
" Mereka memang dari Kakak," kata Ayatha yakin, karena tidak ada yang tahu tentang sapu tangan hitam itu kecuali keluarga.
" Baiklah, kami percaya," kata Andra
" Kemari Tuan, kita harus pergi sekarang sebelum terlambat.”
Salah satu pria berjalan di depan mereka, yang satunya lagi di belakang, mencoba menjaga mereka, saat mereka keluar dari hotel, suara tembakan terdengar memekakkan telinga, salah satu pengawal itu terkena di bagian tangan, yang lain segera
melindungi Ayatha dan Andra,
Mereka langsung naik kedalam mobil yang di perintahkan penjaga, dengan cepat penjaga
yang menunggu di mobil menjalankan mobil mereka dengan sangat cepat.
Di belakang Andra bisa melihat mobil mereka di kejar, seketika semua adengan seperti di dalam film fast and furious, berkejar-kejaran dengan sangat cepat, Ayatha menjerit
sesekali, Andra mencoba melindunginya.
Ayathasampai ketakutan melihat cara pengawal itu mengendarai, beberapa kali mereka ingin menabrak mobil di depannya, untungnya pengawal itu dapat menghindar.
Ayatha berteriak keras karena ada mobil yang menyebrang percis di depan mereka,
pengawal itu menekan rem dengan kuat, untung saja mereka bisa berhenti, namun
dari belakang mobil para pengejar itu tidak bisa mengerem dengan tepat,
menabrak mobil yang dikendarai oleh Ayatha dan Andra dengan sangat keras dari
arah belakang. kepala Ayatha terbentur kaca jendela, namun dia masih sadar, Andra
melihat Ayatha, namun dia lebih ngeri melihat pemandangan di belakang Ayatha,
sebuah trus besar mengarah kearah mereka.
Kejadian itu sangat cepat, Andra menarik Ayatha, namun truk itu menabrak mereka... dan semua
__ADS_1
hening...