Meadow

Meadow
Tolong jangan bicarakan Andra


__ADS_3

Polisi berhasil menemukan Ayatha keesokan harinya, dia disekap di sebuah gudang tua di


luar kota, Maxi lah yang pertama kali datang kesana bersama beberapa polisi,


melepaskan Ayatha dari sana, keadaan Ayatha tidak baik, memar si sekejur tubuh,


bibir dan hidungnya berdarah, dia bahkan tidak sadar saat Maxi menemukannya,


dia mengendong adiknya hati-hati, membawanya ke ambulance, lalu menatap Ayatha dengan sangat prihatin. Apa yang sudah dilakukan mereka pada mu? Pikirnya.


Andra tidak tidur semalaman, dia hanya memeluk lututnya semalaman duduk di lantai kamarnya yang berantakan, Nyonya Renata baru diizinkan bertemu Andra, saat dia masuk


kedalam kamar anaknya, semua terlihat berantakan, dia menangis melihat keadaan Andra, memeluk anaknya, namun Andra tidak bereaksi.


" Apa mereka sudah menemukannya? " kata Andra menatap Ibunya suram,


matanya tampak sangat merah.


Nyonya Renata mengangguk, namun tak sanggup mengatakan apapun...


Andra tersenyum getir, namun matanya kembali kosong, dia berdiri, terhuyung ingin


jatuh, lalu duduk di ranjangnya.


" Baguslah," kata Andra


Nyonya Renata mengeluarkan sebuah handphone, menyerahkannya pada Andra, itu bukan handphone Nyonya Renata, dia meminjam milik Bibi Moi secara sembunyi-sembunyi, karena Nyonya


Renata juga tidak boleh menggunakan handphone.


Andra melihat ibunya, ada harapan di wajah Andra.


" Jika kau tahu nomor telepon Maxi, telepon


lah, tanyakan kabar Ayatha, " kata Nyonya Renata getir


Andra menerima handphone itu, menekan beberapa angka. Lalu menelepon...


Maxi melihat handphonenya, sederet angka muncul, biasanya dia tidak akan mengangkatnya, namun firasatnya mengatakan telepon ini penting.


" Halo? Aku Andra" kata Andra


“ Halo, Andra? ” kata Maxi tidak percaya


" Apakah kalian sudah menemukannya? " kata Andra getir


“ Sudah, di mana kau sekarang? Kau tidak ingin menemuinya? ” kata Maxi


" Bagaimana keadaannya? " kata Andra, Maxi


mengerti, pasti Tuan Ray sudah melakukan sesuatu hingga Andra tidak kembali, suasana hati Maxi jadi sedih.


" Keadaannya tidak baik, dia pingsan saat di temukan, banyak memar di tubuhnya, pergelangan kakinya retak, tapi selain itu tidak ada yang lain, tidak ditemukan juga


tanda-tanda kekerasan seksual, " kata Maxi menjelaskan, sebenarnya tidak mau, namun Andra berhak tahu.


Air mata Andra kembali mengalir, begitu parah kah? Apa yang sudah mereka lakukan padamu? Pikirnya.


" Kak, jaga dia untukku, maaf aku tidak bisa kembali lagi, " kata Andra tercekat, Maxi


terdiam, dia merasakan sakitnya Andra,Andra memutuskan panggilan teleponnya, menyerahkan handphone itu kembali pada ibunya.


" Dia akan baik-baik saja, " kata Nyonya

__ADS_1


Renata menatap anaknya sedih, Andra memaksakan untuk tersenyum.


" Bu, aku lelah, ingin istirahat... " kata Andra


lirih


" Baiklah, Ibu tidak akan menganggumu, " kata Nyonya Renata lalu keluar dari kamar Andra.


Andra berbaring di ranjangannya, air matanya menagalir tanpa ekspresi apapun...tak


lama terlelap karena terlalu lelah, bahkan saat tidurpun air matanya mengalir.


Ayatha membuka matanya, mata sebelah kirinya susah untuk di buka karena bengkak, jarum infus menancap di tangannya, seluruh tubuhnya sangat nyeri, bagaikan remuk,


kilasan kejadian kemarin masih terngiang, saat dia dipukul, di tampar bertubi-tubi, dia tidak bisa melihat siapa yang memukulnya dengan begitu membabi buta, namun dia yakin itu seorang wanita, Ayatha bisa mendengar suaranya yang terengah-engah saat memukulinya.


Ayatha menatap ke sekeliling, Maxi ada di sana,terlihat tertidur, kelelahan karena


beberapa hari ini mencari Ayatha, tak lama dia bisa melihat Hanna keluar dari


kamar mandi.


Hanna tersenyum senang melihat Ayatha sudah sadar, tapi di matanya juga tampak


kesedihan, Hanna tidak habis pikir siapa yang tega membuat seperti ini pada Ayatha,


jika saja dulu Andra menyukainya, apakah hal ini juga akan dialaminya?


" Ayatha kau sudah sadar? " kata Hanna pelan


Ayatha kesusahan berbicara, wajahnya sakit, dia hanya tesenyum. Menatap kesekeliling,


mencari sosok Andra, namun tidak ada...,


" Beristirahat lah, keadaanmu masih sangat lemah, " kata Hanna


Ayatha hanya terdiam, mencoba


mencari lagi, namun dia benar-benar tidak ada, air mata mengalir di sudut matanya, mengalir membasahi telinganya, dia tahu, Andra menukar dirinya untuk menyelamatkannya, akankah dia bisa bertemu dengan Andra lagi?.


Seminggu sudah, Ayatha sudah sangat membaik, dia sudah bisa duduk, tapi belum bisa berjalan, karena kakinya yang retak dia harus mengunakan gips.


Hanna yang membantunya selama ini, dengan sabar merawatnya.


" Terima kasih," kata Ayatha


" Jangan berterima kasih, kita kan saudari" kata Hanna


" Nona Ayatha, seseorang wanita ingin bertemu dengan mu, " kata pengawal yang berjaga


Ayatha menatap Hanna, siapa kira-kira?


Risa lalu masuk begitu saja, pengawal itu seperti ingin menariknya lagi, namun Risa sudah ke buru masuk.


" Risa?" kata Ayatha kaget


" Ayatha? " kata Risa juga kaget melihat


keadaan Ayatha, bagaimana bisa dia seperti ini, Risa sekarang kuliah di negara


tetangga, minggu ini dia libur dan kembali, mencari keadaan Ayatha, namun Maxi


mengatakan dia sedang di rawat, Risa pikir Ayatha hanya sakit biasa, tidak tahu

__ADS_1


ternyata seperti ini.


Dia menghambur memeluk Ayatha, ingin memeluk erat, namun takut Ayatha kesakitan.


" Bagaimana kau bisa seperti ini? " kata Risa


" Aku tidak apa-apa, apa kabarmu? " kata Ayatha yang tidak mau menjelaskan keadaanya


" Aku baik, sudah lama sekali tidak bertemu denganmu, saat aku ingin menemuimu, ternyata kau sudah pergi keluar negeri," kata Risa dengan gayanya


" Iya, maafkan aku tidak memberitahu mu, " kata Ayatha


" Tidak apa-apa, kau harus cepat sembuh," kata Risa lagi


" Iya, " kata Ayatha


Risa melihat ke arah Hanna, terakhir kali mereka bertemu, Hanna melakukan hal yang tidak baik pada Ayatha, jadi ingatan itu yang masih terngiang di pikiran Risa, dia menatap


Hanna dengan galak.


" Hei, jangan menatapku seperti itu, kau menakutkan, " kata Hanna


" Sedang apa dia di sini?" kata Risa bertanya pada Ayatha


" Dia saudariku, dia yang selama ini menjagaku, " kata Ayatha tersenyum


" Dia? Menjagamu? "kata Risa tidak percaya


" Aku memang melakukan hal yang tidak pantas pada Ayatha dulu, tapi sekarang kami sangat dekat, " kata Hanna


meluruskan pikiran Risa, Risa masih belum percaya, namun dia mencoba menerimanya.


" Baiklah, aku percaya, " kata Risa


" Risa bisa kita bicara sebentar di luar, " kata Hanna


Risa sebenarnya tidak ingin meninggalkan Ayatha, namun sepertinya yang ingin di


sampaikan oleh Hanna penting, jadi dia mengikutinya saja.


Setelah di luar...


" Risa, aku mohon, jangan sampai kau bertanya apapun tentang Andra, aku tidak mau keadaan Ayatha memburuk gara-gara itu, " kata Hanna serius


Risa sebenarnya hampir ingin bertanya tadi, untunglah Hanna cepat memberitahunya.


" Memangnya mereka kenapa? kan Andra sudah bertunagan dengan Nadine? " kata Risa


" Andra memutuskan pertunangannya dengan Nadine, lalu keluar dari rumah, tapi Ayahnya tidak mau melepaskannya, menculik Ayatha, sehingga Andra menukar dirinya menjadi


tahanan rumah, agar Ayatha di lepaskan, jadi sekarang, mereka tidak bisa bertemu lagi, " kata Hanna menjelaskan singkat, wajah Risa menjadi sedih... percintaan sahabatnya sangat mengenaskan.


" Baiklah, terima kasih, " kata Risa,


sekarang dia percaya Hanna sudah berubah


" Sama-sama, " kata Hanna


" Kau istirahatlah, aku akan menjaganya, " kata Risa


" Oh, iya, aku juga memang harus bertemu pacarku, aku titip Ayatha sebentar ya, " kata Hanna


Risa mengerutkan dahi, Hanna sudah punya pacar, waw, hebat juga, kenapa dia

__ADS_1


belum juga punya pacar ya? Pikir Risa. Lalu dia masuk dan menemani Ayatha.


__ADS_2