
" Halo, mantan calon istri, " kata Randi dengan humornya, Randi masih sama, masih tampan, kulitnya sekarang sudah lebih putih, senyumnya masih sama manisnya. Tresna mengintip sedikit, dia terpesona, bagaimana Ayatha bisa berdekatan dengan pria-pria tampan.
" Halo, apa kabarmu? Sekarang kau dimana? Ada apa mencariku?" kata Ayatha mencecar Randi dengan pertanyaan.
" Keadaanku baik nyonya, coba tebak saja aku ada dimana sekarang? " kata Randi dengan senyum ciri khasnya.
" Haha… jangan membuatku menebak-nebak, katakan saja" kata Ayatha tertawa.
" Aku ada di negaramu! Ayo bertemu, bawa andra dan Raphael, aku sudah merindukannya," kata Randi senang.
" Wah, benarkah? Baik, aku akan memberitahukan pada Andra, ehm….bolehkah aku membawa seorang sahabat, dia sudah seperti adikku sendiri, dia ada di sampingku sekarang, " kata Ayatha, lalu dia menyorot kamera kearah Tresna, Tresna langsung gugup.
Randi menatap Tresna, dia hanya tesenyum manis.
" Hai, aku Randi, " kata Randi dengan gayanya yang ceria.
" Aku Tresna, " kata Tresna gugup melihat wajah Randi yang begitu menawan.
" Baiklah, ayo bertemu, datanglah bersama Ayatha nanti," kata Randi lagi.
" Iya,"kata Tresna seadanya.
" Baiklah, aku akan menutup teleponnya, nanti aku akan menghubungimu lagi " kata Ayatha.
" Baiklah, sampai ketemu, " kata Randi lagi.
Ayatha mematikan sambungannya, tersenyum ceria pada Tresna.
" Dia sangat lucu bukan? " kata Ayatha, Tresna hanya mengangguk karena masih gugup.
__ADS_1
" Siapa yang lucu? " kata Andra yang baru membuka pintu ruangan itu dan mendengar Ayatha. Ayatha menatap suaminya yang wajahnya penuh keheranan.
" Tidak, aku baru saja menelepon Randi, dia ada disini, aku bilang kita akan bertemu, aku mengajak Tresna juga" kata Ayatha.
Andra mengerutkan dahinya, wajahnya tampak tidak suka, bagaimana pun Ayatha dan Randi dulu hampir menikah, jadi mendengar Ayatha mengatakan Randi lucu, Andra sungguh tidak suka.
" Jangan berwajah masam begitu, suami, tersenyumlah, "kata Ayatha mengoda mendekati suaminya, Tresna memperhatikan pasangan ini, bagaimana bisa dia pernah ingin memisahkan mereka?, bahkan rasanya kematian pun tak bisa memisahkan mereka.
" Baiklah, ayo ajak dia makan siang, siang ini aku kosong, aku juga sudah menyuruh Pak Wang mengantarkan Raphael untuk bertemu dengannya sepulang sekolah, satu lagi, jangan pernah bertemu dengannya tanpa diriku, " kata Andra.
" Haha, masih saja cemburu ya? " kata Ayatha tertawa kecil.
" Tentu, aku akan cemburu sampai aku mati, "kata Andra serius namun mengikuti tawa istrinya.
" Tresna, siang ini tidak punya rencana kan? Mari makan bersama, " kata Ayatha lembut mengalihkan perhatiannya pada Tresna.
Andra memperhatikan Tresna lalu pindah ke Ayatha, apa yang sudah dilakukan Ayatha hingga Tresna berubah begini?.
Andra menghubungi Randi, mengajaknya makan di restauran tepi danau, mereka membooking tempat yang biasa, Ayatha dan Andra duduk di belakang, sedangkan Tresna duduk di sebelah supir. Tresna memperhatikan terus pasangan yang ada di belakangnnya, hatinya masih nyeri, bagaimana pun dia masih menyukai Andra.
Sesampainya di sana, Randi belum sampai, Ayatha mengandengTresna menuju tempat makannya, Andra hanya memperhatikan mereka, kenapa mereka jadi akrab? Pikir Andra.
" Sebentar aku ingin menyelesaikan pekerjaanku, kalian masuk lah duluan, " kata Andra mengambil handphonenya,
" Baiklah, tapi setelah Randi datang, no phone ya," kata ayatha.
" Baik lah Nyonya Tadder, " kata Andra tersenyum.
Ayatha membawa Tresna masuk kedalam ruangan yang sudah di pesan. Tak lama Randi datang, dia langsung bisa menemukan Ayatha, Ayatha pun mengakap sosok Randi, dia lalu terbangkit, Randi berjalan dengan semangat kearah Ayatha, bagaimana tidak?, dia sudah tidak melihat Ayatha lebih dari 2 tahun, bahkan saat Ayatha menikah dia tidak datang. Randi tak banyak berubah, yang ada dia makin menawan.
__ADS_1
Randi hampir saja memeluk Ayatha sebelum Andra menyalipnya, berdiri tepat di depan Ayatha. Randi mudur sejenak, lalu tertawa melihat kelakuan Andra.
" Ayolah bung, aku hanya ingin pelukan persahabatan saja" kata Randi melihat wajah serius Andra, Andra tak nyaman istrinya di peluk pria lain, terlihat sekali dari wajahnya.
" Bagaimana kalau hanya jabatan tangan? " kata randi kompromi.
" Baiklah kalau hanya jabat tangan, "kata Andra dengan suara beratnya.
" Haha, kau ini, overprotective sekali, " kata Randi menjulurkan tangannya ke arah Ayatha, Andra minggir, Ayatha tertawa kecil melihat kelakukan dua pria ini. Dia menyambut tangan Randi. Tampak kerinduan yang sangat dalam di mata Randi.
" Kau masih sama cantiknya dengan yang aku ingat, " kata Randi sumringah.
" Haha, dan kau tambah putih sekarang? " kata Ayatha.
Di sebelahnya Andra menatap mereka berdua dengan wajah yang begitu tidak enak di lihat, matanya tajam, kecemburuannya tampak jelas.
" Aku rasa jabat tangannya sudah cukup, " kata Andra mengingatkan.
" Haha, Bung, jangan terlalu cemburu, aku sekarang hanya menganggap Ayatha seorang sahabat, " kata Randi.
" Iya, " kata Andra tak ingin panjang lebar, Ayatha langsung di rangkulnya, Randi hanya tersenyum kecil.
" Owh, iya, dia? " kata Randi menatap Tresna.
" Iya, ini sahabatku yang aku katakan tadi, namanya Tresna, lebih cantik jika di lihat langsung kan? " kata Ayatha sumringah, gara-gara perkataan Ayatha, Tresna jadi kikuk, sebenarnya Randilah yang jauh lebih tampan saat di lihat langsung.
" Yah, manis, " kata Randi tersenyum, membuat Tresna makin gugup, Randi menjulurkan tangannya, Tresna menyambut tangan Randi. Randi terus tersenyum dengan senyuman cerianya, Tresna jadi tersipu.
" Baiklah, ayo kita makan, " kata Ayatha lagi.
__ADS_1