Meadow

Meadow
3 Hari


__ADS_3

Ayatha duduk sendiri di ruangannya, sakit di kakinya tidak terlalu terasa. Mungkin para dokter memang melakukan tugasnya dengan baik, sehingga kakinya sama sekali tidak sakit.


 


 


Namun, adakah obat untuk sakit hatinya, rasanya nyeri sampai keseluruh badan. Kenapa obat bius ini tidak juga bekerja untuk sakit hatinya. Rasanya mau mati saja seperti ini.


 


 


Matahari siang itu tidak terlalu terik, mata Ayatha memandang nanar lurus kedepan seakan menembus jendela itu, yang terlihat hanya awal putih. Seandainya hatinya bisa sebebas itu.


 


 


Pikirannya melayang, membayangkan beberapa hari yang lalu, Nyonya Renata dan dirinya bertemu di suatu restauran. Secara tiba-tiba Nyonya Renata menjemputnya dari rumah. Mereka pergi ke restauran untuk makan siang...restauran itu indah..dengan nuansa putih, angin berhembus sepoi-sepoi saat mereka makan disana.


 


 


" Apa kabarmu?" tanya Nyonya Renata dengan lembut


 


 


" Baik, Nyonya, bagaimana dengan anda?" kata Ayatha


 


 


" Baik juga, kau sudah sangat berubah ya?" kata Nyonya Renata menyerumput sedikit tehnya


 


 


" Tidak juga Nyonya, " kata Ayatha sungkan, dia sangat mengagumi sosok Nyonya Renata, selain lembut, anggun, dia juga memiliki hati yang sangat baik... siapa sih yang rela berbagi suami? Dan mencintai dan membesarkan anak dari suamimu dengan wanita lain.


 


 


" Kehidupan ini memang aneh bukan? Selalu tidak ada yang pasti, jika beberapa bulan yang lalu, kau hanya seorang gadis desa yang lugu, lihat lah sekarang dirimu, sangat anggun dan coba lihat siapa calon suami sekarang, kau benar-benar cinderlela yang hidup, " kata Nyonya Renata lagi


 


 


" Saya hanya beruntung Nyonya "


 


 


" Tapi kau masih sama, masih dengan rendah hatimu, jarang loh orang yang masuk kelingkungan seperti ini, namun tetap bersikap seperti mu, kau memang sangat baik...aku sangat menyukaimu, seandainya..." kata Nyonya Renata


 


 


Ayatha mengerutkan dahinya, seandainya apa?. Nyonya Renata mengerti raut wajah Ayatha yang seakan bertanya, dia tersenyum.


 


 


" Ayatha aku akan berkata tanpa basa-basi padamu, aku sudah menganggapmu putriku beberapa waktu lalu..." kata Nyonya Renata tidak melanjutkan,


 


 


" Iya, Nyonya?" kata Ayatha,


 


 


Nyonya Renata menghela napas sebentar, mengenggam tangan Ayatha dengan hangat. Halusnya tangan Nyonya Renata menyentuh hati Ayatha.


 


 


" Beberapa waktu yang lalu, aku tidak sengaja melihat kau dan Andra berpegagan tangan, malam itu juga kalian pergi bersama, entah kemana? namun Andra membukakan pintu padamu, aku tahu sifat anakku, dia tidak akan melakukan hal seperti itu kesembarang wanita," kata Nyonya Renata


 


 


Ayatha terkejut, Nyonya Renata melihat hal itu...


 


 


" Aku sangat menyukaimu, seandainya saja Andra bukan pewaris utama, atau seandainya dia bertukar kedudukan dengan Wayren, aku akan sangat menyukai ini, namun... Andra adalah perwaris keluarga Tadder, sejak kecil dia sudah sangat menderita dan bekerja keras sekali untuk bisa sampai di posisi sekarang, Ayahnya terlalu keras padanya, namun semua bisa dilewati oleh Andra, dia anak yang penurut, aku tidak ingin ada yang menghancurkan hal itu." kata Nyonya Renata dengan tatapan sedih.


 


 


Ayatha terpukul hatinya, rasanya sedikit demi sedikit kata-kata Nyonya Renata menusuknya, dia tahu apa maksud Nyonya Renata. Dia hanya bisa terdiam


 


 


" Ayatha, aku mohon padamu, jika memang kau dan Andra punya hubungan, bisa kah kau melepaskannya? aku tahu permintaanku padamu kejam, namun, sebagai ibu, aku tahu anakku dan aku ingin yang terbaik baginya, jika suamiku tahu hubunganmu dengan Andra, aku yakin dia akan mengambil keputusan yang buruk untuk masa depan Andra, dia sudah cukup menderita, lagi pula statusmu sudah tunangan Maxi, Ayatha, bisa kah kau melepaskan Andra?" tanya Nyonya Renata, dari matanya tampak kesedihan.


 


 


Mata Ayatha pun begitu, sekarang hatinya terasa terbelah, pandangannya berkabut, wajah memelas Nyonya Renata bahkan tak bisa terlihat, jika dia berkedip, air mata pasti mengalir di wajahnya, sekuat tenaga Ayatha menahannya. Dia lalu tersenyum manis...


 


 


" Baik Nyonya, aku mengerti, " kata Ayatha


 


 


Nyonya Renata tersenyum... wajahnya senang namun juga bercampur sedih...


 


 


" Aku tahu kau pasti mengerti, lagi pula kalian masih muda, kisah seperti ini akan datang dan berlalu, tolong berjanjilah, jika Andra datang padamu, jangan mendekatinya, karena saat ini hanya aku yang tahu, namun suamiku bisa mengetahui hubungan kalian dengan sangat mudah, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan Andra, lagi pula....beberapa bulan lagi, pertunangan Andra akan di laksanakan, bertahanlah, jika dia sudah bertunangan, aku yakin dia tidak akan mencarimu lagi, " kata Nyonya Renata lagi


 


 


Hati Ayatha tambah remuk mendengarkan perkataan Nyonya Renata, namun dia hanya bisa tersenyum getir...


 


 


" Aku berjanji Nyonya " jawab Ayatha lagi...


 


 


Rasanya masih sakit hingga sekarang, sekarang dia sudah berjanji untuk menjauhi Andra, benar, siapa sih dia? Hanya gadis desa dengan kesialan dan keberuntungan yang tidak di sangka, bertemu dengan Andra adalah hal terbaik dan terburuk dalam hidupnya. Tidak di sangka hati kecilnya bisa menahan begitu banyak hujaman dan remukan, sehingga sampai sekarang dia bisa bertahan,


 


 


"  Ayatha kau sedang apa?" kata Risa membawakan buah yang sudah di kupasnya.


 


 


Ayatha cepat menghapus air matanya, mencoba tersenyum pada Risa.


 


 


" Tidak ada," kata Ayatha


 


 


" Kau masih memikirkan Kak Andra?"

__ADS_1


 


 


" Tidak juga, ini sudah jam berapa ya? "


 


 


" Jam 11, kenapa sudah penat yah di sini?"


 


 


" Iya, rasanya lebih enak di rumah," kata Ayatha


 


 


Tiba-tiba pintu di ketuk, Risa dan Ayatha saling berpandangan, siapa?, Risa membukakan pintu ruangan, eksperesinya sangat kaget melihat siapa yang sudah berdiri di sana, Maxi...


 


 


" Siapa?" kata Ayatha pada Risa.


 


 


" Maxi... silahkan masuk, " kata Risa gugup


 


 


Ayatha juga kaget, bukannya dia sedang pergi kerja keluar negeri, sekarang kenapa dia tiba-tiba di sini?.


 


 


" Ayatha, " kata Maxi segera mendekati Ayatha, mengecup dahinya


 


 


" Bukannya kamu sedang ada di luar negeri?" kata Ayatha bingung


 


 


" Aku langsung pulang begitu mendengar kau masuk rumah sakit, " kata Maxi lagi


 


 


" Siapa yang memberitahumu?" kata Ayatha lagi


 


 


" Hanna, bagaimana keadaanmu?" kata Maxi


 


 


Ayatha memandang Maxi, Hanna? Hanna yang melakukan semua hal ini, Ayatha mengira Hanna tidak suka padanya, dan karena dia akan menikah dengan kakaknya, maka Hanna sekuat tenaga memisahkan mereka, tapi sekarang? Kenapa Hanna yang memberitahukan keadaanya pada Maxi? Bukannya dia seharusnya menutupi semuanya? Ayatha jadi bingung, Risa juga.


 


 


" Aku tidak apa-apa kok," kata Ayatha berusaha tersenyum


 


 


" Kau harus beristirahat, lagi pula bagaimana vas itu bisa jatuh? Lain kali kau harus berhati-hati ya, " kata Maxi dengan senyum ciri khasnya.


 


 


 


 


" Ayatha... aku rasa karena aku sudah pulang sekarang, ayo menikah akhir minggu ini?" kata Maxi lagi membuat tercengang Ayatha dan Risa, akhir minggu ini, itu tinggal 3 hari.


 


 


" Akhir minggu, bukannya itu terlalu terburu-buru?" kata Ayatha kaget,


 


 


" Mari menikah dulu saja, urusan resepsi dan lain-lain nanti kita akan bicarakan lagi. " kata Maxi


 


 


" Ehm..."


 


 


" Kau tidak usah khawatir, aku sudah menyuruh asistenku menyiapkan segala keperluannya, dia pastikan besok segala persyaratan sudah di terima, tidak usah takut ya," kata Maxi lagi


 


 


Ayatha menatapnya, Ayatha tidak takut jika tidak bisa menikah dengan Maxi, yang sekarang ditakutkannya malah menikah dengan Maxi.


 


 


Namun, kalau dia menolak, dia takut tak bisa meninggalkan Andra, buruknya lagi Andra akan mendekatinya lagi.


 


 


" Baiklah," kata Ayatha tersenyum, Risa langsung mau pingsan mendengar jawaban sahabatnya, apa sih yang dipikirkan oleh Ayatha sekarang?


 


 


" Terima kasih" kata Maxi mengecup dahi Ayatha lagi.


 


 


" Maaf menganggu momen romantis kalian, tapi tuan Maxi, bolehkan Ayatha selama 3 hari ini tinggal di tempatku, karena... yah aku mau buat semacam bridal shower gitu untuknya, aku satu-satunya sahabatnya, jadi sebelum dia menikah aku ingin menghabisakan waktu dengannya, " kata Risa lagi, dia tidak ingin Ayatha kembali ke rumah itu dan bertemu dengan Hanna lagi.


 


 


" Baiklah, tidak apa-apa, " kata Maxi lagi


 


 


" Benarkah? " kata Risa senang


 


 


" Kalau begitu aku akan menyuruh pelayan membawakan beberapa kebutuhanmu ke sini, siang ini aku ada kerjaan, nanti aku akan menghubungimu," kata Maxi


 


 


" Baiklah, " kata Ayatha lagi


 


 

__ADS_1


" Nona Risa, aku serahkan sementara Ayatha padamu ya, mohon bantuannya," kata Maxi sopan


 


 


" Baiklah," kata Risa lagi


 


 


Maxi tersenyum, mengusap kepala Ayatha sebentar lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


 


 


Risa yang dari tadi seperti menahan napasnya langsung lega.


 


 


" Cepat sekali kau akan menikah?" kata Risa pada Ayatha


 


 


Mata Ayatha kembali terlihat suram, dia tidak menjawab pertanyaan Risa... hatinya benar-benar kacau sekarang.


 


 


Handphone Risa tiba-tiba berdering, dia langsung melihatnya, Wayren. Risa langsung berjalan keluar dari ruangan.


 


 


" Halo?" kata Risa


 


 


" Kau masih di rumah sakit?  " tanya Wayren


 


 


" Iya, bagaimana? Sudah tahu Kak Andra ke mana?" kata Risa cemas


 


 


" Belanda "  kata Wayren lagi


 


 


" Belanda? Bagiamana bisa dia ke sana?" kata Risa kaget


 


 


" ya bisa aja, dia kan kerja, " kata Wayren seenaknya


 


 


" Aduh, semua jadi runyam... kau tahu, tadi Maxi ke sini dan dia akan menikah dengan Ayatha di akhir minggu ini," kata Risa pusing.


 


 


" Apa?" kata Wayren, saking kagetnya dia, dia langsung menepikan mobilnya.


 


 


" Ayatha akan menikah 3 hari lagi, "  kata Risa lagi


 


 


" Apa Maxi sudah gila?"


 


 


" Maka dari itu, tolong cari Kak Andra "  kata Risa lagi


 


 


" Sebenarnya apa yang terjadi antara Andra dan Ayatha," tanya Wayren serius


 


 


" Tadi Ayatha mengatakan bahwa dia mengodamu dan juga hanya mengoda Andra untuk mendapatkan rumahnya, makanya dia juga setuju menikah dengan Maxi, Kak Andra sepertinya terbawa emosi mendengar perkataan Ayatha, jadinya dia pergi begitu saja "  kata Risa dengan nada cemberut.


 


 


Wayren yang mendengar itu terdiam, Ayatha mengatakan hal seperti itu?


 


 


" Tidak mungkin, Ayatha tidak pernah menggoda ku, aku yang menyukainya, dan Andra percaya begitu saja?" kata Wayren tak habis pikir kenapa Ayatha bisa mengatakan itu.


 


 


Risa yang mendengarkan kata 'aku yang menyukainya' meresa sedikit nyeri di hatinya, ada apa ini? Pikir Risa


 


 


" Iya, sebenarnya Ayatha tidak seperti itu, tapi aku tak tahu kenapa dia begitu?"  kata Risa tak mengikuti perasaannya


 


 


" Kenapa sekarang jadi runyam seperti ini? " kata Wayren


 


 


" Entahlah, aku rasa kau tidak usah datang ke sini dulu, Ayatha pasti tidak ingin di ganggu, lagi pula dia harus istirahat... cobalah untuk membujuk Kak Andra, Ayatha sangat menderita sekarang, "  kata Risa mengintip Ayatha di balik pintu, Ayatha hanya menatap kosong ke jendela.


 


 


" Baiklah, akan ku usahakan," kata Wayren.


 


 


" Ok, aku tutup ya,"  kata Risa lagi.


 


 


Dia segera menutup telepon dari Wayren, dan kembali masuk kedalam kamarnya.


Wayren menatap ponselnya, lalu mencoba menghubungin nomor Andra, masih tidak aktif, begitu juga nomor asisten wang, sepertinya mereka sudah pergi, pikir Wayren.


 


 


Dia sangat frustasi sekarang, 3 hari... bagaimana bisa menikah dalam waktu 3 hari? Pikirnya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2