
Ayatha hari ini akhirnya menapakkan kakinya di Bali, Randi tidak bisa menemaninya, karena
dia harus pergi ketempat lain. Dia hanya membawa membawa Andra dan susternya.
Ayatha lalu menuju ke masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya, Andra duduk di pangkuan
susternya, tampak selalu ceria, dia melihat ke arah jendela yang dibiarkan
terbuka agar Andra bisa melihat pemandangannya.
" Ayah! " teriak Raphael lalu dia melambaikan tangannya, Ayatha sedikit heran,
apakah wayren datang kesini juga?
Ayatha melihat kearah lambaian tangan Raphael, dia hanya melihat sekilas seorang pria
yang masuk kedalam mobil. Benarkah itu wayren? Pikir Ayatha.
" Andra, siapa yang kau sapa? " kata Ayatha
" Ayah, "kata Raphael sekenanya, lalu dia melihat ke arah jendela lagi.
Ayatha makin penasaran, siapa pria itu? Ayatha melihat Raphael, dia jadi cemas, entah kenapa perasaanya menjadi tidak enak.
Setelah beristirahat di villa mereka, Ayatha mengajak Raphael bermain di pantai, di Bali sangat banyak pantai yang indah.
Raphael sangat suka, dia sudah bermain di pantai dari umur 2 tahun, walaupun
awalnya dia takut karena terkena ombak, tapi sekarang dia sangat menikmatinya.
Ayatha menatap laut yang biru, melihat ke ujungnya yang tidak terlihat,
kilasan-kilasan masa lalu tiba-tiba muncul, dia mencoba mengigat wajah Andra,
hatinya sakit...dia sangat merindukannya... ternyata dia juga meninggalkan Ayatha
sendiri. Padahal dia berjanji akan hidup dan mati bersamanya...
Raphael menarik-narik tangan ibunya, mencoba bermain dengan gelombang yang menyapu
kakinya yang kecil, dia maju dan mundur mengikuti air itu.
Ayatha tersenyum, menatap Raphael namun sekarang dia memiliki Andra yang lain, yang
akan di lindunginya dengan sepenuh hati. Raphael melihat ibunya yang terlihat
sedih. Tersenyum sangat lucu, membuat semua orang akan menyukainya. Ayatha
__ADS_1
memcium pipi Raphael, lalu kembali bediri.
Raphael kembali menarik-narik tangan ibunya, hingga akhirnya pegangan ibunya terlepas,
dia segera berlari ke suatu arah, Ayatha yang sedikit melamun, agak terlambat
menyadari Raphael sudah pergi. Dia lalu melihat Raphael yang sedang ada di
dekat seseorang, orang itu tampak berbincang dengan Raphael.
Ayatha cemas, jangan-jangan pria itu ingin menculik Raphael, Ayatha segera berjalan
kearah Raphael dengan cepat.
" Andra! " kata Ayatha memanggil Raphael
Langkahnya terhenti, saat dia berteriak memanggil nama Andra, Andra bangkit dari posisinya
yang sedang berbicara dengan Raphael, Raphael juga melihat ibunya.
Jantung Ayatha seperti terhenti, apa yang dia lihat di depannya membuatnya susah bernapas,
apakah penyakitnya kambuh? Melihat halusinasi Andra lagi... dia pasti terlalu
banyak berpikir akhir-akhir ini, jadi penyakitnya kambuh lagi.
Dia terus memandangi Andra, Andra mengandeng Raphael mendekat ke Ayatha, semakin dekat,
sangat merindukan sosok Ayatha, dan melihatnya begitu dekat, memambuat dadanya
penuh dengan rasa rindu yang tidak tertahan lagi.
Ayatha terus menatap Andra, serasa dunia ini hening, dia tidak bisa berpaling, air matanya
turun.. mengapa halusinasi ini terasa sangat nyata?
Ayatha mengarahkan tangannya ke wajah Andra, tangannya bergetar hebat, walaupun ini
halusinasi, Ayatha akan senang, dia sudah merindukan sosok ini sangat lama..
bahkan sampai hatinya membatu karena rindu.
Tangan Ayatha menyentuh pipi Andra, dia kaget, wajahnya seketika berubah...dia bisa
menyentuhnya, bukankah ini hanya halusinasinya, dia menarik tangannya cepat,
tubuhnya bergetar hebat, kepalanya sakit... dia tidak percaya. Ada apa ini?
__ADS_1
Pikirnya
" Ayatha, " kata Andra, suaranya terdengar bergetar, dia menatap Ayatha dengan tatapan yang sangat
sedih, Ayatha menangis, menangis sejadi-jadinya. Berjongkok menutupi wajahnya.
Dia tidak tahu apa yang terjadi.
Raphael menarik tangannya dari Andra, melepaskan diri,lalu berlari ke arah ibunya,
memeluknya.
" Ibu jangan menangis, " kata Raphael
Ayatha melihat kearah Raphael, lalu memeluknya, dia tetap menunduk, tidak berani
melihat Andra.
" Ayah, kenapa kau membuat Ibuku menangis? Ayah jahat, "kata Raphael memukul kaki Andra,
Andra yang juga menangis, lalu menenangkan Andra kecil
" Maafkan Ayah,"kata Andra lembut mencoba menenangkan Raphael, Raphael memang anak yang pintar, dia sangat mudah mengerti, dia mengerti keadaan, dan mengerti apa yang terjadi.
Ayatha memandang Andra karena mendengar kata-kata Andra tadi.
" Aku tidak mau Ayah jika membuat Ibu menangis, "kata Raphael, membuat Andra
makin sakit, dia memeluk Raphael sangat erat, Raphael meronta di pelukkannya.
kata- kata maxi tentang tuan ray tiba-tiba tergiang, Kilasan peristiwa yang terjadi
padanya saat bersama Andra muncul di benak Ayatha, dia pernah di culik, pernah
akan di bunuh karena berurusan dengan Andra, jangan...dia tidak akan membiarkan
itu terjadi pada Raphael, bisa saja tuan ray akan menculik Raphael kalau Ayatha
kembali pada Andra, pikir Ayatha
Ayatha menarik Raphael dalam pelukannya, matanya masih basah namun melihat Andra
dengan marah, dia tidak akan membiarkan Raphael kenapa-kenapa, dia akan
benar-benar mati jika ada yang terjadi pada Andra kecil.
Dia bangkit lalu, mengendong anaknya, pergi menjauh dari Andra yang tampak bingung. Dia
__ADS_1
tidak menyangka Ayatha meninggalkannya begitu saja. Setelah sekian lama
menunggu, inilah yang terjadi saat dia bertemu dengan Ayatha.