Meadow

Meadow
Apakah hanya halusinasi?


__ADS_3

Ayatha hari ini akhirnya menapakkan kakinya di Bali, Randi tidak bisa menemaninya, karena


dia harus pergi ketempat lain. Dia hanya membawa membawa Andra dan susternya.


Ayatha lalu menuju ke masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya, Andra duduk di pangkuan


susternya, tampak selalu ceria, dia melihat ke arah jendela yang dibiarkan


terbuka agar Andra bisa melihat pemandangannya.


" Ayah! " teriak Raphael lalu dia melambaikan tangannya, Ayatha sedikit heran,


apakah wayren datang kesini juga?


Ayatha melihat kearah lambaian tangan Raphael, dia hanya melihat sekilas seorang pria


yang masuk kedalam mobil. Benarkah itu wayren? Pikir Ayatha.


" Andra, siapa yang kau sapa? " kata Ayatha


" Ayah, "kata Raphael sekenanya, lalu dia melihat ke arah jendela lagi.


Ayatha makin penasaran, siapa pria itu? Ayatha melihat Raphael, dia jadi cemas, entah kenapa perasaanya menjadi tidak enak.


Setelah beristirahat di villa mereka, Ayatha mengajak Raphael bermain di pantai, di Bali sangat banyak pantai yang indah.


Raphael sangat suka, dia sudah bermain di pantai dari umur 2 tahun, walaupun


awalnya dia takut karena terkena ombak, tapi sekarang dia sangat menikmatinya.


Ayatha menatap laut yang biru, melihat ke ujungnya yang tidak terlihat,


kilasan-kilasan masa lalu tiba-tiba muncul, dia mencoba mengigat wajah Andra,


hatinya sakit...dia sangat merindukannya... ternyata dia juga meninggalkan Ayatha


sendiri. Padahal dia berjanji akan hidup dan mati bersamanya...


Raphael menarik-narik tangan ibunya, mencoba bermain dengan gelombang yang menyapu


kakinya yang kecil, dia maju dan mundur mengikuti air itu.


Ayatha tersenyum, menatap Raphael namun sekarang dia memiliki Andra yang lain, yang


akan di lindunginya dengan sepenuh hati. Raphael melihat ibunya yang terlihat


sedih. Tersenyum sangat lucu, membuat semua orang akan menyukainya. Ayatha

__ADS_1


memcium pipi Raphael, lalu kembali bediri.


Raphael kembali menarik-narik tangan ibunya, hingga akhirnya pegangan ibunya terlepas,


dia segera berlari ke suatu arah, Ayatha yang sedikit melamun, agak terlambat


menyadari Raphael sudah pergi. Dia lalu melihat Raphael yang sedang ada di


dekat seseorang, orang itu tampak berbincang dengan Raphael.


Ayatha cemas, jangan-jangan pria itu ingin menculik Raphael, Ayatha segera berjalan


kearah Raphael dengan cepat.


" Andra! " kata Ayatha memanggil Raphael


Langkahnya terhenti, saat dia berteriak memanggil nama Andra, Andra bangkit dari posisinya


yang sedang berbicara dengan Raphael, Raphael juga melihat ibunya.


Jantung Ayatha seperti terhenti, apa yang dia lihat di depannya membuatnya susah bernapas,


apakah penyakitnya kambuh? Melihat halusinasi Andra lagi... dia pasti terlalu


banyak berpikir akhir-akhir ini, jadi penyakitnya kambuh lagi.


Dia terus memandangi Andra, Andra mengandeng Raphael mendekat ke Ayatha, semakin dekat,


sangat merindukan sosok Ayatha, dan melihatnya begitu dekat, memambuat dadanya


penuh dengan rasa rindu yang tidak tertahan lagi.


Ayatha terus menatap Andra, serasa dunia ini hening, dia tidak bisa berpaling, air matanya


turun.. mengapa halusinasi ini terasa sangat nyata?


Ayatha mengarahkan tangannya ke wajah Andra, tangannya bergetar hebat, walaupun ini


halusinasi, Ayatha akan senang, dia sudah merindukan sosok ini sangat lama..


bahkan sampai hatinya membatu karena rindu.


Tangan Ayatha menyentuh pipi Andra, dia kaget, wajahnya seketika berubah...dia bisa


menyentuhnya, bukankah ini hanya halusinasinya, dia menarik tangannya cepat,


tubuhnya bergetar hebat, kepalanya sakit... dia tidak percaya. Ada apa ini?

__ADS_1


Pikirnya


" Ayatha, " kata Andra, suaranya terdengar bergetar, dia menatap Ayatha dengan tatapan yang sangat


sedih, Ayatha menangis, menangis sejadi-jadinya. Berjongkok menutupi wajahnya.


Dia tidak tahu apa yang terjadi.


Raphael menarik tangannya dari Andra, melepaskan diri,lalu berlari ke arah ibunya,


memeluknya.


" Ibu jangan menangis, " kata Raphael


Ayatha melihat kearah Raphael, lalu memeluknya, dia tetap menunduk, tidak berani


melihat Andra.


" Ayah, kenapa kau membuat Ibuku menangis? Ayah jahat, "kata Raphael memukul kaki Andra,


Andra yang juga menangis, lalu menenangkan Andra kecil


" Maafkan Ayah,"kata Andra lembut mencoba menenangkan Raphael, Raphael memang anak yang pintar, dia sangat mudah mengerti, dia mengerti keadaan, dan mengerti apa yang terjadi.


Ayatha memandang Andra karena mendengar kata-kata Andra tadi.


" Aku tidak mau Ayah jika membuat Ibu menangis, "kata Raphael, membuat Andra


makin sakit, dia memeluk Raphael sangat erat, Raphael meronta di pelukkannya.


kata- kata maxi tentang tuan ray tiba-tiba tergiang, Kilasan peristiwa yang terjadi


padanya saat bersama Andra muncul di benak Ayatha, dia pernah di culik, pernah


akan di bunuh karena berurusan dengan Andra, jangan...dia tidak akan membiarkan


itu terjadi pada Raphael, bisa saja tuan ray akan menculik Raphael kalau Ayatha


kembali pada Andra, pikir Ayatha


Ayatha menarik Raphael dalam pelukannya, matanya masih basah namun melihat Andra


dengan marah, dia tidak akan membiarkan Raphael kenapa-kenapa, dia akan


benar-benar mati jika ada yang terjadi pada Andra kecil.


Dia bangkit lalu, mengendong anaknya, pergi menjauh dari Andra yang tampak bingung. Dia

__ADS_1


tidak menyangka Ayatha meninggalkannya begitu saja. Setelah sekian lama


menunggu, inilah yang terjadi saat dia bertemu dengan Ayatha.


__ADS_2