Meadow

Meadow
Selamat datang Tuan Ray


__ADS_3

Ayatha sedang mengurus makan malam di dapur saat seluruh pegawai rumah itu di perintahkan untuk berbaris di


ruang tengah, awalnya Ayatha sedikit heran namun akhirnya dia tahu bahwa Tuan dan Nyonya Besar sudah pulang.


Ayatha tampak tegang berbaris di ruang tengah, dia belum pernah melihat Tuan keluarga ini. Bagaimana sebanarnya Tuan besar keluarga ini? Pikirnya.


Andra berjalan tegang, Wayren berjalan disampingnya, menangkap tegangnya kakaknya, namun dia tidak berkata


apapun.


Dia hanya mengikuti ibunya, perlahan pintu utama dibuka, Nyonya Renata tersenyum lebar saat melihat sosok


yang ada di balik pintu.


" Selamat datang Ibu, apa kabar? " kata Nyonya Renata


" Terima kasih menantuku, baik, " kata Wanita tua namun tetap tampak sangat anggun, lalu dia melihat ke arah


Wayren


" Hay, Nanny! " kata Wayren merentangkan tangannya.


" Anak bodoh, Kau tahu aku merindukan kebodohan mu, " kata Nyonya Besar pada Wayren lalu memeluk cucunya dengan erat


" Aku juga merindukanmu, Nanny ku sayang, " kata Wayren menatap wajah neneknya dalam-dalam sambil


tersenyum, Nanny hanya membalas senyumnya, lalu Nyonya Besar memalingkan wajahnya ke arah Andra.


Dia terus menatap Andra, seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Andra tersenyum pada nannynya. Namun Nanny tetap saja tak bergeming.


" Dia? " kata Nanny melihat kearah Nyonya Renata


" Iya ibu, ini Andra, " kata Nyonya Renata tersenyum


" Andra,  Andra, Kau sudah besar sekali, Aku sangat merindukanmu, kau pergi lama sekali, tanpa kabar, kau ini, " kata nannynya sambil memegang wajah Andra dengan penuh kasih sayang


" Aku juga merindukan mu Nanny, " kata Andra tersenyum sambil memeluk nannynya dengan hangat


Nyonya renata dan Wayren tampak tersenyum senang.


" Kau tampan sekali, " kata Nanny lagi melihat wajah cucunya yang sudah lama tidak di lihatnya


" Nanny juga, masih secantik yang aku ingat, " kata Andra


" Ah, untunglah kau tidak seperti adik kecilmu yang bodoh itu, " kata Nanny


" Kenapa namaku disebut-sebut, kalau kalian sedang reunian, jangan bawa-bawa aku dong, " kata Wayren


" Kau tetap bodoh, " kata Nannynya kesal


" Aku salah apa dengannya, " kata Wayren pelan

__ADS_1


" Apa? " kata Nannynya


" Tidak... di mana ayah?" Kata Wayren mencari alasan


" Tumben kau mencari ayahmu? " Kata Nanny mengerutkan dahi


" Yah, tidak apa-apa, dia ayahku juga, " kata Wayren bingung mencari alasan.


Andra dan Nyonya Renata tersenyum, sedangkan Ayatha yang melihat pertemuan keluarga ini setidaknya bisa


menyimpulkan dari mana sifat Wayren itu di dapatkannya.


" Selamat malam Tuan," kata Bibi Moi saat Tuan Ray datang memasuki pintu besar itu, Wayren, Nyonya Renata, Nanny dan Andra segera melihat ke arah pintu, tampak seorang pria setengah baya dengan wibawanya.


Wajahnya tampak matang, namun tidak bisa dipungkiri bahwa pria ini sangat tampan, Ayatha yang sekilas melihat wajah tuannya ini langsung tahu, bagaimana Wayren dan Andra bisa sangat tampan, ini pasti karena perpaduan antara Nyonya Renata dan tuannya...membuat mereka sangat sempurna.


" Selamat datang, kau pasti lelah, " kata Nyonya Renata tersenyum manis


" Sedikit, bagaimana keadaanmu? " kata Tuan Ray namun tetap dengan wajah datarnya, Ayatha langsung tahu wajah ini, sama dengan wajah diam Andra.


" Baik, " kata Nyonya Renata


Tuan Ray berjalan masuk, dia melihat Andra


" Ayah, " kata Andra membungkuk memberikan salam


" Iya " kata Tuan Ray dengan wajahnya yang datar, lalu dia berlalu


" Ayah, " kata Wayren saat ayahnya melintas di dekatnya


" Baik " kata Wayren seadanya


" Baguslah, " kata Tuan Ray sedikit tersenyum lalu berlalu masuk


Suasana ketegangan masih tampak menyelimuti keluarga ini, semua saling menatap, terutama ke arah Andra, Andra tampak masih sangat tegang karena melihat ayahnya. Nyonya renata tersenyum, namun Andra hanya


menampakkan senyum kecutnya


" Ah, sudahlah, Nanny sangat capek, Andra kau harus mengantarkan Nanny ke kamar, ada banyak hal yang ingin Nanny ceritakan, terutama tentang adikmu yang bodoh ini, " kata Nanny melihat Wayren sinis


" Aku! Kenapa aku lagi! Kau sangat pilih kasih Nanny, padahal aku selalu mencoba baik padamu, Nanny. " kata Wayren kesal


" Aku tahu selama ini tidak iklas berbuat baik padaku, " kata Nanny juga kesal


" Ah! Nenek sihir! " kata Wayren


" Apa? Aku baru pulang kau sudah memanggilku seperti itu, " kata Nanny kesal


" Nanny yang duluan, " kata Wayren lagi


" Mereka masih sama saja ya Bu, " kata Andra tersenyum pada ibunya

__ADS_1


" Kau tidak akan tahu apa-apa, lihatlah besok-besok, Ibu bisa sampai pusing ,melihat pertengkaran nenek dan cucu ini, tolong pisahkan mereka berdua Andra, Ibu harus bertemu ayahmu, " kata Nyonya Renata


" Baik Bu," kata Andra tersenyum, Nyonya Renata lalu pergi meninggalkan mereka


" Tapi kau tetap tidak boleh memanggilku nenek sihir, dimana kesopanan keluarga Taddermu, " kata Nanny


" Nanny juga seperti itu, " kata Wayren tidak mau kalah


" Sudah-sudah, Nanny... Bukan kah Nanny ingin istirahat, kita istirahat dulu, lalu akan ku suruh pelayan pribadiku


untuk membuat teh kesukaan Nanny," kata Andra lembut menenangkan nannynya


" Kau masih ingat teh kesukaan ku?" Kata nannynya tidak percaya


" Tentu, teh camomile sebelum tidur untuk membuat tubuh lebih santai, itu yang selalu Nanny bilang bukan?" Kata Andra lagi


" Ah! Kau masih ingat, kau benar-benar cucuku, bukan seperti anak bodoh ini yang tidak pernah ingat apa kesukaanku, " kata nannynya menatap sinis pada Wayren


Wayren sebenarnya kesal, namun saat melihat ekspresi Andra yang seperti ngatakan untuk jangan menjawab lagi, Wayren mengundurkan niatnya untuk menjawab kata nannynya.


" Iya, ayo Nanny akan ku antarkan, pelan-pelan saja, " kata Andra lembut


" Kau benar-benar cucuku, " kata Nanny menuruti perkataan Andra


" Huh! Jadi aku cucu siapa? " kata Wayren kesal sambil bergumam kecil.


Bibi Moi membubarkan semua pegawai saat semuanya sudah menjauh pergi, saat Ayatha ingin kembali ke dapur, tiba-tiba...


" Hey, kau, " kata Wayren memanggil Ayatha, Ayatha segera berbalik, menatap Wayren


" Iya, Tuan muda Wayren" kata Ayatha


" Kau harus ingat ini, jangan dekat-dekat, tidak! Kau harus hindari ayahku, apapun yang terjadi, jangan pernah berurusan dengan ayahku, " kata Wayren


" Baik Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha


" Baiklah, soal Nanny, dia memang secerewet itu dari dulu, mungkin saat dia melihatmu, dia akan mengkritikmu dari atas hingga bawah, tapi dia baik aku bisa pastikan itu, jadi ikuti saja apapun yang dia inginkan, sekarang, buatkan teh camomile no sugar, sedikit pekat, Nanny suka itu, " kata Wayren tersenyum


Ayatha menatap Wayren, walaupun tadi dia kelihatan begitu kesal pada nannynya, dia tetap sangat perhatian, dia


bahkan tahu pasti kesukaan nannya, Ayatha jadi sedikit tersentuh dengan sikap Wayren, tak disadarinya, Ayatha tersenyum


" Kenapa kau tersenyum?" Kata Wayren melihat senyum Ayatha


"Ttidak Tuan Muda Wayren " kata Ayatha


 


" Baiklah, Kau sangat manis jika tersenyum seperti itu, " kata Wayren juga tersenyum, wajah Ayatha bersemu merah


" Saya permisi dulu Tuan, " kata Ayatha salah tingkah

__ADS_1


" Baiklah, " kata Wayren tersenyum karena senang melihat Ayatha yang jadi salah tingkah. Seperginya Ayatha, Wayren berbalik, melihat kearah dalam rumahnya.


" Hah! Rumah ini akan ramai sekarang, " kata Wayren sambil berjalan menuju kamarnya


__ADS_2