
Andra sedang termenung, padahal saaat itu Wayren sedang menjelaskan tentang sebuah pekerjaan
untuknya. Wayren memandang kakaknya, Andra bukan orang yang suka melamun, bukan
juga orang yang tidak fokus dalam bekerja. Kalau ada yang bisa membuatnya
terpaling, pasti itu masalah yang besar.
" Andra, Andra... " kata Wayren menegur Andra
Andra tampak kaget, lalu menatap Wayren, dia tidak menyimak sama sekali apa yang di katakan Wayren
" Owh, maaf, " kata Andra
" Ada masalah apa? " kata Wayren menatap tajam pada kakaknya.
Andra tersenyum sedikit...
" Tak apa-apa, kenapa belum mengambil cuti, seharusnya kau kan pergi bersama istrimu? " kata Andra menatap Wayren, mengalihkan topik
" Bulan depan, aku cuti sebulan, ingin keliling Eropa, ada apa? Aku tahu pasti ada
sesuatu, " kata Wayren menatap kakaknya dengan tajam.
" Kau kenal seseorang dari keluarga Medison bernama Selena? " kata Andra
" Selena? Tidak...aku tidak pernah mengetahui nama itu, memangnya kenapa? " kata Wayren
" Kemarin saat Nanny menyuruh ku untuk memfoto kalian, Selena memberikan pesan,
dia sedang ada di Jakarta, dan akan ke Bali minggu depan" kata Andra.
" Jakarta? Bali? Aku penah mendengar tempat itu, bukankah itu di daerah Asia Tenggara? " kata Wayren
lagi
" Ya, Indonesia, " kata Andra
" Owh, iya... bukannya nanny suka ke Indonesia? Dia sering ke sana, kadang berlibur hingga 1 bulan" kata Wayren.
" Yah... benar, entah kenapa aku sedikit penasaran dengannya, " kata Andra
" Kenapa tidak bertanya langsung dengan keluarganya? " kata Wayren, mengambil telepon, lalu menelepon seseorang.
" Halo, Hanna?, aku dan Kakakku ingin mengajakmu makan siang, bisa tidak? Ada beberapa hal yang ingin Kakakku tanya kan, " kata Wayren langsung saja.
" Baiklah, aku akan kesana sekarang, " kata Wayren mematikan handphonenya,lalu berdiri, Andra menatap adiknya dengan tatapan heran
" Ayo, Hanna menunggu kita di cafe rumah sakit crown," kata Wayren lagi
Andra tak menjawab, hanya mengikuti adiknya, mereka langsung turun dan segera berangkat menuju rumah sakit crown.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Andra dan Wayren langsung menuju ke cafe yang ada di lantai dasar rumah sakit itu. Wayren mencari sosok Hanna, namun belum ada di sana.
" Sepertinya dia belum datang, " kata Wayren
" Iya. " kata Andra
" Kita tunggu di sini aja, " kata Wayren memilih tempat di pojok cafe itu.
" Ok, " kata Andra duduk di samping kakaknya.
Tak berapa lama Hanna pun datang, Wayren menatap Hanna dengan tatapan lucu.
" Wah, apa yang dilakukan Jeremy padamu? Kau gendutan, " kata Wayren melihat Hanna,
dia tertawa sedikit
" Aku sedang hamil Wayren, " kata Hanna menatap Wayren malas
" Owh, pantas kau gendutan, " kata Wayren tesenyum
" Aku tidak tahu bagaimana Risa bisa bertahan denganmu, " kata Hanna lagi
" Haha...entahlah, " kata Wayren lagi
" Apa kabarmu Hanna? " kata Andra tersenyum
" Baik Kak, bagaimana dengan mu, Kak? " kata Hanna tesenyum, Wayren sedikit cemberut,
kenapa wanita jika berbicara pada kakaknya akan sangat lembut, namun jika
" Yah, seperti ini lah, " kata Andra lagi
" Ada apa kalian mencariku, kalian jarang sekali mencariku, " kata Hanna menatap Andra dan Wayren
" Aku ingin tanya sesuatu padamu, apa kau kenal Selena? " kata Andra menatap Hanna dengan serius
"Selena? Siapa itu? " kata Hanna dengan dahi berkerut, tidak ada wajah kaget maupun menutupi di raut wajah Hanna, jadi Andra tahu Hanna benar-benar tidak mengenal Selena.
" Lalu kenapa dia memakai nama Medison? " kata Wayren
" Benarkah? Aku tidak kenal dengan seseorang bernama Selena, di keluarga kami tidak ada yang bernama itu, " kata Hanna
terkejut
Andra mengamati wajah Hanna, memandangnya, mencoba mencari apakah ada yang Hanna tutupi, namun tidak menemuinya.
" Kalian tidak percaya padaku? " kata Hanna
" Tidak, bukan begitu," kata Andra
" Kau masih menunggunya Kak? " kata Hanna melihat Andra
__ADS_1
Andra hanya tersenyum
kecut. Sorot matanya suram.
" Sudah berapa lama? Hampir 6 tahun bukan? Kenapa tidak mencoba melepaskannya, mungkin dia memang sudah bahagia hidup di suatu tempat, " kata Hanna
" Apakah Maxi tidak pernah berbicara padamu tentang Ayatha? " kata Andra menatap Hanna suram, Hanna merasa kasihan karena tatapan Andra.
" Tidak, dalam 5 tahun ini, kakak tidak pernah menyinggung apapun tentang Ayatha, dia
benar-benar menyimpan segalanya sendiri, tidak pernah bicara apapun, bahkan
seolah Ayatha tidak pernah ada dikeluarga kami, aku sudah membujuknya, namun kakak
tidak mengatakan apapun, " kata Hanna menatap Andra, Andra tampak muram.
" Kakakmu hebat sekali menyembunyikan Ayatha, " kata Wayren juga tampak muram.
" Yah, kau tahu sendiri Kakakku bangaimana, terlalu protektif untuk segala yang di cintainya, " kata Hanna
Suasana hening, Hanna hanya memandangi Andra, pria itu sangat tampan, mempesona dengan daya tariknya sendiri, semua wanita yang melihatnya akan tertarik oleh dirinya,
tapi kenapa kisah cintanya sangat rumit... mencintai wanita yang sekarang ada
di mana, padahal jika dia ingin, dia bisa mendapatkan berapapun wanita. Namun
dia hanya setia dengan 1 wanita, kelebihannya kah atau itu kelemahannya?
" Owh, aku tidak tahu ini ada hubungannya atau tidak, aku baru ingat, hanya sedikit
penasaran," kata Hanna
Andra dan Wayren menatap Hanna dengan serius.
" Saat Kakakku menikah dengan christine, dia mendapat hadiah spesial yang di kirim
langsung dari Bali, aku tidak tahu itu dari siapa, hanya ada inisial S di sana,
tapi menurutku itu hadiah spesial, karena kakak menyimpannya dengan sangat baik, " kata Hanna menjelaskan pada Andra dan Wayren
Andra dan Wayren bertatapan...
" S itu apakah mungkin Selena? " kata Wayren pada Andra
" Dia juga ada di Bali, " kata Andra
" Aku rasa kau harus mengintrogasi Nanny, " kata Wayren menatap kakaknya
serius
" Yah, benar, " kata Andra
__ADS_1
Mereka berdua lalu berdiri, menatap Hanna sebentar, lalu pergi. Hanna hanya melihat
mereka aneh. namun tak bertanya apa-apa...