
2 bulan sudah mereka berpacaran, namun sama seperti yang di lakukan Andra pada nadine
dulu, dia sangat jarang bertemu dengan Jessy, hanya beberapa kali saat ibunya
mengundangnya.
Hari ini hari dia akan bertemu Ayatha, dia sudah menyuruh pak wang menyiapkan bouquet bunga camelia putih yang sangat indah. Bouquet bunga itu di letakkannya di
mejanya. Dia memandangnya, Ayatha pasti sangat menyukai bunga ini.
Dia mengambil bouquet bunga itu, tersenyum sangat manis karna mengingat senyuman
bahagia Ayatha, dia bangkit dan baru saja ingin pergi, Jessy masuk kedalam
ruangannya, Andra kaget, senyumnya sedikit memudar.
" Selamat pagi, Tuan Pacar saya, " kata Jessy menyapa dengan senyum manisnya.
" Jessy? Kenapa tiba-tiba datang?" Tanya Andra
" Hanya merindukanmu, wahhh.... Bunga camelia putihnya cantik sekali, " Lalu Jessy
melirik Andra dengan sumringah,
Andra sedikit bingung,
" Aku sudah merusak suprise ya? Kau pasti ingin mengejutkanku dengan bunga camelia
itu, ah! Aku juga merindukanmu, " kata Jessy menghambur memeluk Andra. Andra bingung, sepertinya Jessy salah sangka, dia pikir Andra membeli bunga ini untuknya, padahal bunga ini untuk Ayatha. Tapi Andra merasa tidak enak mengatakan sebenarnya, jadi dia hanya diam saja.
Jessy yang merasa tidak di balas lalu menatap Andra, apa memang Andra sekaku ini, hanyauntuk membalas pelukan darinya saja susah, pikir Jessy
" Ini bunganya, " kata Andra kikuk
" Wah, terima kasih," kata
Jessy, Jessy baru saja ingin mencium pipi Andra, saat tiba-tiba suara handphone
Andra berdering.
" Oh, aku harus mengangkatnya, " kata Andra menjauh
" Baiklah, " kata Jessy sedikit kecewa, mereka sudah pacaran 2 bulan, namun sama sekali tidak seperti orang yang berpacaran, Andra terlalu sibuk, Jessy mencoba mengerti dirinya, namum masa mencium dirinya saja Andra tak pernah. Jessy mengigit bibir.
" Jessy, aku harus pergi sekarang, ada yang harus aku lakukan, " kata Andra mencoba selembut mungkin, namun tetap saja sangat datar.
" Ehm... baiklah, " kata Jessy
" Akan ku suruh Pak Wang mengantarmu pulang, " kata Andra
" Tak perlu, aku membawa mobilku sendiri, " kata Jessy
" Oh, baiklah, hati-hati, " kata Andra
Jessy menatap dengan berharap pada Andra, dia ingin Andra peka, ntah cium perpisahan, atau hanya sekedar ciuman di dahi, jangan.. terlalu berlebihan mengharap itu pada Andra,
setidaknya sebuah usapan di kepalanya, namun tidak.. Andra hanya tersenyum
sedikit lalu pergi meninggalkannya, seolah dia bukan siapa?.
Jessy menatap punggung Andra, jauh semakin menjauh, ntah kenapa? Jessy merasa Andra tak pernah menganggapnya pacarnya. Dia jadi sedih
Andra membuka pintu ruangannya, pak.wang langsung mengikutinya. Andra lalu pergi ke
basement khusus, sebelum masuk, dia tersenyum pada pak wang.
" Terima kasih sudah meneleponku Pak Wang," kata Andra lembut
" Sama-sama Tuan, " kata
__ADS_1
Pak Wang sangat mengerti Andra, bahkan seperti anak sendiri, dia tahu Andra tak
nyaman jika berdua Jessy maka dari itu dia menelepon Andra.
Andra masuk ke dalam mobilnya, lalu mengendarai mobilnya menuju ke pusara Ayatha, tempatnya masih sama, masih indah dan rindang, terlihat sekali bahwa Maxi merawatnya dengan baik.
Andra menatap wajah Ayatha di pusara itu, dia tersenyum manis, membuat Andra pun
tersenyum, dia sekarang tak ingin membuat kenangan yang di tinggalkan Ayatha
menjadi kenangan yang menyedihkan, jadi dia berusaha untuk mengenang Ayatha
dengan baik, bagaimana manisnya senyumannya, sikap manjanya, dan juga
perhatiannya.
" Apa kabar mu di sana? " Kata Andra tersenyum... Namun hening, tak ada jawaban.
Andra mengigit bibirnya.
" Apa kau bahagia di sana? Ehm...
Apakah sudah bertemu dengan Yosa? Katakan padanya aku minta maaf, karna jarang sekali datang mengunjunginya, sampaikan juga maafku karena sekarang aku lebih memilihmu, aku harap kalian jangan marah padaku di sana ya, " kata Andra sedikit tertawa, membayangkan betapa cangungnya Ayatha jika dia bertemu Yosa, mengatakan
sekarang dia adalah pacarnya, akankah Yosa marah pada Ayatha? Atau dia malah
senang, dia selalu mengatakan Andra dan Ayatha sangat cocok, dulu... Andra
membenci Ayatha karena itu, tapi sekarang Andra sangat menyukai kata-kata itu.
" Maaf, aku tidak membawakan bunga kali ini, aku sangat merindukan mu, " kata Andra
mengelus foto Ayatha, bagaimana pun dia mencoba untuk tertawa, namun matanya
tetap saja basah, dia segera menghapusnya.
" Tuan Andra," kata seseorang
" Jessy? " Kata Andra
kaget, dia tidak menyangka Jessy ada disini.
" Maaf, aku mengikutimu, awalnya tak ingin begitu, tapi karena aku melihat mobilmu
di sini, jadi aku penasaran, kenapa kau ada di sini? Siapa dia? " Kata Jessymenatap pusara Ayatha.
" Dia adalah... " Andra
tak bisa menemukan kata yang tepat untuk Ayatha, pacar yang sudah meninggal?
Bukan, mantan pacarnya? Ayatha bukan mantannya, sampai sekarang di masih merasa Ayatha adalah miliknya.
" Seorang gadis sebelum aku? " Kata Jessy seolah mengerti kesulitan Andra
" Bisa di bilang begitu," kata Andra seadanya
"Dia sangat cantik, pantas kau tidak terlalu tertarik denganku," kata Jessy lagi
" Bukan begitu," kata Andra sungkan
" Ehm..aku rasa bunga ini juga bukan untukku kan? " Kata Jessy tersenyum kecut
Andra diam, tidak menjawab, dia memang tak punya rasa dengan Jessy, namun dia juga tak
ingin mengecewakan Jessy.
" Ini, berikahlah padanya, Ayatha pasti senang, " kata Jessy melihat batu nisan Ayatha
" Sudah ku berikan padamu, simpanlah, akan ku belikan dia bunga yang lain, " kata Andra.
__ADS_1
Jessy tersenyum kecut.
" Baiklah, apakah sudah selesai, aku rasa Ayatha juga tidak suka jika tahu aku yang merebutmu, " kata Jessy
" Sudah, ehm...mau
makan siang bersama? " Kata Andra
" Baiklah, " kata Jessy
Andra jalan duluan, meninggalkan pusara Ayatha, angin menghembus seolah membelainya, Andra tersenyum seolah Ayatha yang membelainya.
Tangannya tiba-tiba hangat, Jessy mengengam tangan Andra, Andra berhenti sejenak, menatap Jessy yang tersenyum manis.
" Aku di sini sekarang, " kata Jessy
Andra membalas senyumnya hanya sedikit mengangkat sudut bibirnya.
" Iya, aku tahu, " kata Andra,
" Karena itu sukailah aku sedikit saja, aku sudah menyerahkan semuanya padamu, " kata Jessy
" Akan ku usahakan, " kata Andra
" Haha, selalu saja jadi pria dingin, tapi itu memang pesonamu, kalau aku bersaing
dengan wanita-wanita yang menyukaimu, aku pasti sanggup, tapi bersaing dengan
wanitamu sebelumnya apa lagi dia sudah tidak ada, aku rasa aku tak sanggup, " kaya Jessy sedikit becanda.
Andra hanya tersenyum sedikit, tidak bisa mengikuti candaan Jessy. Jessy lalu memeluk tangan Andra.
" Ayo, aku sudah lapar, kita naik mobilmu ya, nanti waktu pulang kau turunkan aku di sini, " kata Jessy
" Aku suruh Pak Wang mengurus mobilmu nanti, aku akan mengantarkanmu pulang, " kata Andra, walaupun datar itu cukup membuat hati Jessy tersentuh. Dia jadi sumringah...
" Baiklah Tuan Andra, ayo makan siang, " kata Jessy
Andra membukakan pintu mobil, lalu mereka berangkat setelahnya.
Jessy duduk dan menatap jendela, dia sebenarnya tahu tentang Andra dan Ayatha, Risa sudah memberitahukannya. Bagaimana kisah perjuangan cinta Andra ke Ayatha, dia tahu semua, bahkan dia berusaha memikat hati Andra dengan melakukan semua percis
seperti Ayatha, lagu, bunga, semuanya. Namun, Jessy sekarang merasa menyesal,
kenapa dia harus mendekati Andra dengan cara begitu, sekarang dia terjebak.
Andra ingin bersamanya karena dia mirip dengan Ayatha.
" Ada apa? " Kata Andra
lembut, kali ini dia benar-benar lembut membuat Jessy tersentuh.
" Tidak, ehm, Andra... " Kata Jessy
" Ya, ada apa? " Kata Andra
" Tidak apa-apa, ayo makan seafood, aku suka seafood, " kata Jessy
" Bukannya kau suka makan manis? " Kata Andra
Jessy terdiam, bukan, dia tidak suka makanan manis, dia mencoba menyakinkan Andra
bahwa dia suka makanan manis karena Ayatha suka makanan manis, dan Andra
menyukai Ayatha. Sekarang dia ingin Andra menyukainya, bukan menyukai Jessy yang mirip Ayatha.
" Kita makan seafood saja, " kata Jessy tersenyum getir
" Owh, baiklah, " kata Andra
__ADS_1
bingung, dia memutar mobilnya, karena jika makan seafood arah mobilnya salah.