Meadow

Meadow
Pernahkah kau menyukai seseorang?


__ADS_3

Sore mulai temaram, matahari sudah ingin kembali ke peraduannya, Wayren mengajak Ayatha kesuatu tempat. dia mengatakan bahwa itu adalah tempat yang paling dia sukai di kota ini, Ayatha sebenarnya tidak terlalu bersemangat, namun karena wayren terus menjahilinya, lama-lama moodnya membaik juga.


" Kita sudah mau sampai, jadi kau harus menutup matamu, " kata Wayren


" Harus kah? " Kata Ayatha kebingung, kenapa harus menutup mata


" Iya dong, ini adalah tempat rahasiaku, jadi kau tidak boleh tahu jalannya, " kata Wayren.


Ayatha mengerutkan dahinya, Apa semua orang kaya selalu punya tempat rahasia mereka sendiri, pikir Ayatha yang ingat Risa juga punya tempat persembunyian.


Ayatha hanya mengikuti kemauan Wayren, lagi pula mau tidak mau, Ayatha memang harus mengukutinya, Wayren menuntun Ayatha menaiki suatu tempat.


" Pelan-pelan saja, "kata Wayren


" Iya, " kata Ayatha yang hanya menurut mengikuti Wayren yang menuntun tangannya.


" Ok, Kita sampai, duduklah di sini " kata Wayren


" Iya "


" Ok.. Kau sudah boleh membuka matamu "


Ayatha membuka matanya, semilir angin menepa rambutnya saat dia melihat pemandangan indah dari atas bukit, di bawahnya tempak jelas pemandangan kota yang tampak indah dengan lampu-lampu germelapnya, mereka berdua duduk di bawah pohon yang rindang, di sekeliling hanya ada ilalang, tempat yang sangat menentramkan hati.


" Kau marah padaku? " Tanya Wayren lembut pada Ayatha, membuat Ayatha yang dari tadi menikmati pemandangan jadi memperhatikan Wayren.


" Tidak " kata Ayatha sedikit tersadar dengan keadaanya


" Jika aku sedang sedih atau mempunyai masalah, aku pasti pergi ke sini, di sini sunyi, aku bisa duduk berjam-jam, hanya menikmati pemandangannya, " kata Wayren menatap jauh ke depan


" Iya... Di sini sangat tenang, " kata Ayatha


" Kau orang pertama yang aku bawa ke mari " kata Wayren


" Benarkah? " kata Ayatha


" Tenntu, karena aku ingin kau tidak lagi tampak sedih " kata Wayren sambil tersenyum lembut pada Ayatha, Ayatha yang melihat itu hanya memandanginya lalu memalingkan wajahnya ke arah depan.

__ADS_1


" Pernah kah kau menyukai seseorang?" tanya Wayren lagi


Ayatha kembali memandangi wajah Wayren, tidak ada wajah jahilnya, karena Ayatha takut Wayren sekarang sedang mengodanya.


" Sepertinya tidak " kata Ayatha


" Kau tau bagaimana rasanya ketika kau menyukai seseorang? " tanya Wayren lagi, Ayatha kembali menatap Wayren, dia lalu menggelengkan kepalanya, Wayren yang menatapnya langsung tersenyum saja.


" Bagaimana kau bisa menjawab tidak pernah, kalau kau tidak tahu bagaimana rasanya menyukai seseorang? " kata Wayren


" Lalu bagaimana rasanya? " tanya Ayatha


" Rasanya... Saat kau bersamanya, rasanya tidak perlu apa-apa lagi untuk membuatmu bahagia, melihatnya saja membuatmu tersenyum tanpa henti, saat kau bersamanya... Kau bahkan tidak bisa memikirkan dirimu, jantungmu berdetak keras, namun terasa menyenangkan, saat kau bersama dia... " Kata Wayren terhenti melihat wajah Ayatha dalam-dalam, Ayatha juga sedang menatap Wayren yang tanpak serius menerangkan.


Mereka saling berpandangan, Wayren bahkan tidak berkedip menatap mata Ayatha, Ayatha yang merasa canggung , segera memalingkan wajahnya perlahan- lahan. Wayren segera sadar, lalu mencoba mencairkan suasana.


" ketika kau bersamanya... Rasanya hanya kau dan dia... " Kata Wayren melanjutkan sambil menatap ke arah depan, Ayatha tersenyum.


" Begitu ya? " Kata Ayatha sambil menatap ke depan, entah mengapa dia malah terngiang wajah Andra, tapi dia segera mencoba menghapusnya, namun dia tetap tak bisa menghapus bayangan Andra. Dia tidak tahu kenapa?


" Ini, " kata Wayren sambil memberikan 1 kotak coklat berbentuk bulat pada Ayatha


" Coklat, kalau kau tidak mau, aku makan sendiri saja, " kata Wayren segera menarik dan mengambil coklat dari kotaknya


" Aku mau, " kata Ayatha mengambil coklat yang ada di tangan Wayren sebelum Wayren memakannya


" Hey, itu punyaku, itu coklat kesukaanku, kau bisa memilih rasa yang lain, kembalikan " kata Wayren


" Tidak, aku mau yang ini, " kata Ayatha tersenyum melihat tingkah Wayren


" Lihat disini masih ada 19 rasa coklat, kenapa kau harus mengambil yang itu? " kata Wayren dengan gayanya


" Karena kau ingin makan yang in, " kata Ayatha tersenyum lalu memakan coklatnya, Wayren memandang ayatha, awalnya dia tampak kesal, namun melihat senyuman Ayatha, dia jadi tersenyum juga.


" Kau sudah pintar sekarang ya? " kata Wayren mengelus kepala Ayatha


Ayatha hanya tersenyum...

__ADS_1


" Yah...sepertinya kau salah mengambil coklat, coklat ini yang paling enak, " kata Wayren mengambil coklat yang lain


" Benarkah?" Kata Ayatha penasaran, karena wayren langsung memakan coklatnya


" Ayo kita makan 1 coklat secara bergantian, dan setiap coklat harus diberitahu, apakah enak atau tidak? " kata Wayren


" Baiklah, " kata Ayatha lagi


" Kau dulu" kata Wayren


" Ehm... Yang ini, " kata Ayatha mengambil sebuah coklat lalu memakannya


" Bagaimana?" Kata Wayren


" Rasanya seperti... Kelapa, " kata Ayatha mendeskripsikan


" Ok... Giliranku, " kata Wayren mengambil lalu memakan coklatnya, Wayren terdiam seketika


" Kenapa? " Kata Ayatha yang penasaran dengan ekspresi Wayren


" Pahit! Ini coklat paling pahit yang pernah ku makan, buang ini, aku tidak suka, " kata Wayren dengan wajahnya yang menahan rasa pahit yang amat sangat, Ayatha yang melihat wajah Wayren jadi tertawa geli... Membuat Wayren tersenyum melihat tawanya.


" Akhinya kau tertawa juga, " kata Wayren


Ayatha terdiam, dia kemudian tersenyum, lalu melanjutkan permainan mereka.


Ayatha dan Wayren mencoba semua coklat ada, membuat perasaan Ayatha membaik.


Saat dia tiba dirumah, Ayatha dan Wayren berpisah di halaman rumah, karena Ayatha harus segera menyiapkan makanan untuk Andra dan Wayren.


" Hey... " kata Wayren


" Ya?" Kata Ayatha


" Tidak apa-apa, " kata Wayren sambil mengusap kepala Ayatha dan pergi berjalan menuju pintu utama.


Ayatha hanya melihat Wayren dan tersenyum geli mengingat wajahnya yang lucu tadi, tiba-tiba pandanganya tertuju pada suatu tempat, dia melihat Andra yang sedang melihatnya dari jendela kamarnya, saat Ayatha melihatnya, Andra segera pergi.

__ADS_1


Senyum Ayatha pudar kembali...


__ADS_2