
Randi masuk, lalu menurunkan Andra kecil, dia lalu mencari Ayatha, jam begini biasanya Ayatha ada di dapur. Dan benar saja Ayatha ada di dapurnya, sedang memasak beberapa
makanan.
" Wah, sudah datang? " kata Ayatha
" Yah... tadi di depan, aku melihat seseorang
dengan Andra, kelihatannnya orang itu mengenal Andra, " kata Randi mengambil gelas yang di
sodorkan Ayatha, lalu minum.
" Benarkah? Siapa? Apakah tetangga di sini? " kata Ayatha menuangkan susu cair
untuk Andra
" Bukan, aku tidak pernah melihatnya, " kata Randi
" Benarkah? Memangnya dia di mana? " kata Ayatha sedikit penasaran, dia
lalu menyerahkan tempat minum kepada Andra.
Lalu Ayatha pergi menuju ke pintu keluar, Randi mengikutinya dari belakang, saat membuka pintu, Ayatha melihat kesekeliling, tidak ada siapapun berdiri disana, hanya
beberapa mobil yang terparkir di sana.
Jatung Andra rasanya ingin keluar dari dadanya ketika dia melihat Ayatha keluar dari pintu rumahnya, wanita itu persis seperti ingatannya, sangat cantik, air matanya
mengalir tanpa bisa di kendalikannya, dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan
dirinya keluar dari mobil itu, bukan saat yang tepat untuk menemui Ayatha. Dia
menahan tangisnya, namun rasanya sungguh sakit, rindu yang begitu mengebu sudah
meronta ingin di lepaskan.
Ayatha keluar, lalu berjalan sedikit ke arah halaman rumahnya, dia melihat
mainan Andra ada di sana,
mememungutnya, sekali lagi melihat ke arah sekeliling, namun tidak ada
siapapun. Andra kecil lalu datang memeluk kakinya, Ayatha terkejut, langsung
tersenyum pada anaknya, Andra kecil kelihatan bahagia, sangat bahagia. Ayatha
langsung mengendong anaknya.
Randi lalu keluar melihat Ayatha dan Andra yang sekarang di gendongnya, Ayatha menyambut Randi
__ADS_1
dengan senyuman, Randi juga senyum, lalu mengusap kepala Andra.
" Mobil itu, " kata Andra
kecil menujuk ke arah mobil Andra.
" Ada apa dengan mobil itu? " kata Ayatha
" Paman itu menangis, kasihan sekali, " kata Andra kecil
" Paman yang mana? " kata Ayatha sedikit heran
" Paman yang menangkap bola, " kata Andra menjelaskan lagi
" Mungkin pria yang tadi menolongnya mengambil bola, " kata Randi lagi
" Benarkah? Sepertinya sudah saatnya kita makan, " kata Ayatha pada Randi dan Andra, Ayatha kembali ke rumahnya,
" Baiklah, " kata Randi mengikuti dari belakang.
Andra yang menyaksikan itu hanya terdiam, pemandangan tadi benar-benar mengoyak dadanya, menusuk jantungnya, membuat dia tidak bisa bernapas, rasanya tubuhnya di hujam begitu banyak pedang di saat bersamaan.
Dia benar-benar hidup bahagia disini, pikir Andra dengan tatapan suram, wajah yang
muram.
" Pergi dari sini, " kata Andra menyuruh supirnya
_______________________________________________________________________
Randi, Andra kecil dan Ayatha makan bersama, Randi lalu melihat Ayatha yang sedang menyuapi Andra, dia wanita yang sempurna, cantik dan bisa menjadi ibu yang baik sekali.
" Ada apa? Memandangku dengan begitu? " kata Ayatha yang tahu tatapan Randi
" Ups, aku tertangkap basah, Andra lihatlah, Ibumu sangat cantik bukan? " kata Randi
" Iya, Ibu cantik," kata
Andra kecil sangat lucu,
Ayatha tersenyum melihat tingkah laku anaknya.
" Jangan ngegombal gitu deh, " kata Ayatha menganggapnya sebagai candaan.
" Selena, ehm... aku tahu ini bukan hal yang romantis, tapi...menikahlah dengan
ku, "kata Randi
Ayatha terdiam, dia tidak jadi menyuapi Andra yang sudah membuka mulutnya, sadar hal itu,
__ADS_1
Ayatha lalu memasukkan makanan ke mulut Andra, lalu dia memandang Randi. Randi
memandangnya dengan sangat lembut.
" Yang dikatakan kakak benar, Andra sudah mulai besar, dia akan menanyakan padamu,
kenapa dia tidak punya ayah seperti anak-anak lainnya? Apa yang akan kau
katakan padanya nanti? Aku ingin menjadi ayahnya, aku ingin membuat keluarganya
sempurna, Ayatha, aku janji menjadi ayah terbaik untuknya, menjaga dan merawat
kalian hingga aku tua, " kata Randi
Ayatha tersentuh oleh kata-kata Randi, melihat kearah Andra yang sibuk dengan
mainannya. Yang di katakan oleh Randi memang benar, Andra pantas mendapatkan
keluarga yang utuh...
" Baiklah, " kata Ayatha sedikit tesenyum,
walaupun hatinya tidak menyetujuinya, tapi kali ini dia mengunakan pikiran
rasionalnya.
" Kau serius? " kata Randi sangat senang
" Iya, aku serius, " kata Ayatha
Randi bersorak gembira, dia mencium dahi Ayatha, Ayatha hanya mengulum senyumnya,
entah kenapa terasa tidak senang.
Randi mengendong Andra, dia sangat senang...senang sekali sehingga tak bisa
dilukiskan..
" Andra, panggil ayah, " kata Randi
pada Andra kecil
" Papi! " kata Randi lagi
" Ayolah, ayah... " kata Randi
mengajari Andra kecil
" No... Papi! "kata Andra
__ADS_1
Ayatha tertawa melihatnya, Randi juga...
" Ya sudah, Papi juga tidak apa-apa, " kata Randi