
Pagi itu Andra sudah siap, mengunakan jasnya berwarna biru tuadia tampak sangat tampan dan
sumringah, yah beberapa jam lagi dia akan sah menjadi suami Ayatha, membayangkannya saja sudah sangat senang.
Andra keluar dari kamarnya, Nyonya Renata juga baru keluar dari kamarnya, melihat Andra
begitu pagi sudah sangat rapi, bahkan terlihat sangat tampan, dia jadi
penasaran.
" Pagi sekali sudah begitu rapi? sudah ingin bekerja? " Kata Nyonya Renata
" Pagi Bu, tidak... Hari ini aku libur, pagi ini ingin membawa Ayatha ke kantor pencatatan pernikahan, " kata Andra
tersenyum sumringah. Nyonya Renata menatap anaknya dengan sedikit bingung.
" Kantor pencatatan pernikahan? Bukannya kalian menikah bulan depan? " Kata Nyonya Renata
" Kami akan menikah pagi ini, " kata Andra
" Ha? Bagaimana bisa? " Kata Nyonya Renata kaget
" Aku berpikir lebih cepat akan lebih bagus, menikah dulu, soal pesta dan lainnya dapat
menyusul, " kata Andra tersenyum, Nyonya Renata mengerti, dia membalas senyuman anaknya.
" Baiklah, memang lebih cepat lebih baik, tinggalkan saja Raphael, tak perlu takut, Ibu akan
menjaganya, " kata Nyonya Renata.
" Baik Ibu, merepotkanmu, " kata Andra tersenyum lembut.
" Tidak, cepat pergi temui Ayatha, setelah itu sarapan dulu, baru pergi ke sana, " kata Nyonya Renata penuh
kasih sayang.
" Iya, " kata Andra, dia menyusuri lorong rumahnya, menuju ke kamar Ayatha. dia mengetuk kamar itu,
__ADS_1
tak lama pintu terbuka.
Andra menatap Ayatha yang membuka pintu, dia sangat cantik dengan gaun putihnya, Ayathasedikit
berdandan, tak berlebih membuat kecantikannya makin bersinar.
" Sebentar aku mengambil tasku dulu, " kata Ayatha melihat Andra sudah siap. Namun
belum Ayatha melangkah, tangannya di genggam oleh Andra.
" Nanti saja, ayo sarapan dulu, Ibu menunggu, " kata Andra, tak ingin Ayatha pergi dari pandangannya. Ayatha hanya tersenyum
" Baiklah, ayo makan dulu, " kata Ayatha.
Andra terus memandangi calon istrinya, beberapa jam lagi mereka akan resmi menjadi suami
istri, dia bahkan tak sanggup memalingkan wajahnya dari Ayatha, terlalu mempesona. Genggaman
tangannya dipererat.
" Kenapa terus memandangiku begitu? " Kata Ayatha salah tingkah karena di sepanjang menuju ke ruang makan, Andra terus memperhatikannya.
" Haha... hobimu sekarang gombal pagi-pagi ya? " Kata Ayatha tersipu
" Benar, aku tidak mengodamu, " kata Andra serasa dia ingin di anggap serius.
" Baiklah, aku percaya padamu, " kata Ayatha
Tak lama mereka masuk ke dalam ruang makan, disana sudah ada Nyonya Renata dan Wayren menunggu mereka, Raphael juga sudah bangun. Raphael terkesima melihat ibunya, Wayren sejujurnya juga.
" Wow, Ibu, cantik sekali, " kata Raphael menatap ibunya terus menerus.
" Terima kasih sayang, " kata Ayatha mencium pipi anaknya.
" Bagaimana dengan ayah? " Kata Andra
" Ayah juga tampan, " kata Raphael sambil ngunyah roti yang disuapkan oleh Nyonya Renata.
__ADS_1
Melihat tingkah Raphael, semua di sana tertawa, Andra menarikan kursi agar Ayatha duduk, di samping kirinya ada Raphael, di kanannya Andra duduk.
" Kenapa jam segini sudah begitu rapi? Bukannya hari ini kau tidak ke kantor? " Kata Wayren menatap kakaknya.
" Mereka akan menikah pagi ini, " kata Nyonya Renata menjawab
" Apa? Pagi ini? Benarkah? " Kata Wayren kaget
" Benar, " kata Andra seadanya. Ayatha meletakkan beberapa sarapan untuk Andra.
" Dimana Risa? " Kata Ayatha
" Masih tidur, dia baru membuka mata dan melihatku saja sudah langsung mual, apa aku
harus pindah kamar ya? " Kata Wayren lagi.
" Haha, orang hamil memang begitu, jangan pindah, nanti dia merasa kau tidak
memperhatikannya, orang hamil itu suka di manja, manjakanlah dia, " kata Ayatha menasehati.
" Owh, baiklah, " kata Wayren lagi.
" Suruh pelayan untuk membawakan makanan yang dia mau, tapi harus yang bergizi, jangan lupa minum susu dan obatnya, " kata Nyonya Renata lembut.
" Yah, baiklah, " kata Wayren
Ayatha tak sadar dari tadi Andra menatapnya, Ayatha baru sadar saat menatap ke arah Andra.
" Ada apa? Kenapa tidak makan? " Kata Ayatha
" Saat kau hamil, kau minta di manja siapa? " Kata Andra, ternyata perkataan Ayatha
tadi sampai kepikiran Andra, Ayatha lalu tertawa kecil melihat tingkah laku Andra.
" Selama hamil kondisiku berbeda dengan Risa, pasti keadaanya juga berbeda,
aku tidak manja saat hamil, " kata Ayatha menenangkan calon suaminya.
__ADS_1
" Kakak, kau memang rajanya pecemburu ya, " kata Wayren yang memperhatikan pembicaraan mereka, Andra hanya tersenyum saja.