Meadow

Meadow
Aku hamil


__ADS_3

Andra dan Ayatha duduk bersama di sebuah café sore itu, wajah Andra dari tadi sudah tidak enak


di lihat, terlihat menyimpan begitu banyak emosi, Ayatha yang duduk di depannya


sampai tidak berani menyapanya.


Andra jika marah memang selalu terlihat dari wajahnya, wajahnya jadi sangat dingin dan


seperti tidak bisa di ganggu, auranya terasa mengintimidasi siapapun yang ada


di dekatnya, tentu saja Ayatha juga merasakannya.


" Jangan marah lagi ya, "kata Ayatha padanya dengan sangat lembut, berusaha membuat


Andra tidak marah lagi.


" Aku tidak marah padamu, " kata Andra


" Lalu? " kata Ayatha mengerutkan dahi


Andra menatap wajah Ayatha dengan sangat dalam, memperhatikan wajah cantik Ayatha,


matanya yang indah, bibirnya yang kecil, pipinya yang putih dan hitungnya yang


lancip, rambutnya teruarai pendek mendekati bahunya. Melihat itu Andra menarik


napas dalam-dalam.


" Sudahlah, aku juga tahu itu sudah berlalu, " kata Andra masih menatap Ayatha, lalu


dia meminum minumamnya, wajahnya sekarang sudah mulai melembut.


" Maafkan aku "


" Tidak ada yang harus di maafkan, kapan dia akan pergi dari sini? "kata Andra


menatap Ayatha


" Mungkin nanti malam, aku dengar Kakak mengatur penerbangannya tadi siang, "kata Ayatha


menatap mata Andra yang sangat hitam itu.


" Baguslah, aku tidak nyaman jika dia ada di sini lama-lama, " kata Andra


" Iya, bagaimana lukamu? " kata Ayatha mengalihkan pembicaraan


" Sudah lebih membaik, besok mungkin aku tidak mengunakan perban lagi, " kata Andra


tersenyum, akhirnya dia bisa tersenyum juga, membuat Ayatha senang


" Akhirnya kau tersenyum juga "


" Yah... aku juga sadar, kenapa harus melampiaskan marahku padamu "


" Kau sangat lucu jika marah "


" Itu karena banyak sekali pria-pria yang menyukaimu, Maxi, Wayren, ini tambah lagi Keenan"


"Jangan cemburu Tuan Andra, aku hanya menyukai anda, apakah itu cukup? "


kata Ayatha mengoda Andra, Andra tersenyum


" Cukup, " katanya Andra lagi tersenyum


" Haha... baiklah, aku ingin makan kue, aku lihat kue yang ada di etalase dulu ya, kau


ingin? " kata Ayatha


" Tidak, pilih saja, " kata Andra lagi


Ayatha berdiri lalu mulai berjalan ke arah etalase etalase, dia melihat beberapa kue


yang terpajang memilih ke red valvet, pelayan segera mengambilnya, setelah


membayar Ayatha kembali ke arah meja Andra.


Andra masih duduk di kursinya, dia melihat email yang di kirimkan oleh asisten wang, karena


masih terluka dia tidak bisa bekerja di kantornya, maka dari itu asisten wang


setiap hari mengirimkan beberapa pekerjaan untuk Andra.


" Andra? " kata Nadine menyapa Andra


" Nadine, sedang apa di sini?" kata Andra kaget melihat Nadine di sana.


Nadine berdandan sangat cantik, tapi memang dari lahir pun dia sudah sangat cantik,

__ADS_1


membuat dirinya sangat mencolok.


" Kenapa? ini cafe bukan hanya untukmu dengan nya saja kan? " kata Nadine


Andra menatap Nadine, dia bukan orang yang tenang, apa lagi menyangkut hal dia dan Ayatha,


tapi kenapa sekarang dia malah begitu tenang, Andra jadi curiga.


Nadine tersenyum manis..


" Aku merindukanmu " kata Nadine, Nadine mendekati Andra, tanpa mengatakan


apapun, tiba-tiba saja mencium bibir Andra, Andra yang kaget setengah mati


dengan apa yang di lakukan oleh Nadine, dia belum pernah mencium siapapun


kecuali Ayatha.


Ayatha pun sama kagetnya dengan Andra, Ayatha berdiri kaku, rasanya seluruh sendinya


membatu. tanpa sadar kue yang ada di tangannya jatuh, memecahkan piringnya.


Andra yang sadar, sebenarnya langsung melepaskan ciuman Nadine, namun ternyata cukup


terlambat, Ayatha sudah melihatnya, dia melihat bagaimana Nadine dan Andra


berciuman, cukup membuatnya syok.


Andra melihat kearah Ayatha, Ayatha yang mendengar suara piring pecah langsung sadar,


air matanya mengalir, pelayan datang ke arahnya, Ayatha langsung berjongkok,


membantu pelayan.


" Maaf aku tidak sengaja, aku akan membayarnya " kata Ayatha, matanya basah,


hatinya sakit.


" Tidak apa nona" kata pelayan itu menatap Ayatha


" Nadine apa yang kau lakukan? " kata Andra langsung berdiri dan menatap Nadine


kesal


Nadine tersenyum manis, menatap Andra dengan tatapan penuh kemenangan.


menciummu, bahkan kita juga sudah tidur bersama, apa kau lupa? apa kau tidak


ingin bertangung jawab? " kata Nadine keras, memastikan Ayatha


mendengarnya


Ayatha terdiam, bagaikan ada petir yang menyambar dirinya karena mendengar kata-kata Nadine?


tidur bersama? Andra dan Nadine?


" Apa yang kau bicarakan? " kata Andra bingung karna mendengar kata-kata Nadine


" Andra, kau harus bertanggung jawab, aku hamil, " kata Nadine


" Apa kau gila? " kata Andra bingung, dia menatap Ayatha, mengelengkan kepalanya


berusaha memberitahukan Ayatha agar dia tidak percaya.


Ayatha menatap Andra, matanya masih basah, dia menyerahkan beberapa lembar uang


100,000 untuk membayar piring yang pecah, lalu bangkit dan pergi. Andra menatap


Ayatha yang berjalan keluar dengan cepat.


" Kau... " kata Andra menatap Andra dengan sangat benci. lalu Andra segera mengejar


Ayatha.


Ayatha berjalan dengan cepat, air matanya mengalir, hatinya sakit sekali, benar.... Andra


dan Nadine sudah bertunagan 2 tahun lamanya, jika melakukan hal itu, bukannya


hal itu wajar?, ah... kenapa sekarang Ayatha merasa dirinya


bodoh...dipermainkan oleh cinta lagi dan lagi


" Ayatha! tunggu aku bisa jelaskan " kata Andra.


Ayatha melihat Andra yang mengejarnya, dia makin cepat berjalan, Andra melihar itu


langsung berlari. saat dia sudah dekat dengan Ayatha, dia langsung menarik

__ADS_1


lengan Ayatha dan menangkap tubuh Ayatha kedalam pelukannya. di perlakukan


begitu Ayatha menangis di dalam pelukan Andra.


"Ayatha, percayalah aku tidak melakukan apapun dengan Nadine, " kata Andra terus


mendekat Ayatha yang terus berontak dalam pelukannya.


" Kalau sudah berbuat bertanggung jawab lah, " kata Ayatha yang akhirnya lepas dari


pelukan Andra, menatap Andra dengan marah.


" Apa yang harus aku tanggung jawabkan? aku tidak melakukan apapun pada Nadine? "


kata Andra berusaha menyakinkan Ayatha


" Tapi kenapa Nadine mengatakan itu, itu tempat terbuka, disana ramai, dia tidak akan


mengakui itu jika tidak benar, dia melakukan itu sama saja mencemarkan namanya,


kau harus tanggung jawab, dia tunangan mu, " kata Ayatha masih penuh


emosi, membuat dia tidak lagi bisa bepikir jernih.


" Aku benar-benar tidak pernah melakukan apapun, ciuman yang tadi pun yang pertama


bagiku, percayalah, aku yakin Nadine tidak benar-benar hamil, jika dia hamil,


itu bukan perbuatan ku, " kata Andra lagi


Ayatha memandang Andra.. dia ingin percaya.. namun hatinya terluka, dia tidak ingin


dulu melihat Andra.


" Aku ingin pulang, " kata Ayatha


" Aku akan mengantarmu, " kata Andra


" Tidak perlu, aku pulang sendiri, " kata Ayatha, dia melihat taksi yang terparkir


tidak jauh. lalu dia berjalan masuk dan menyuruh supir berjalan. Andra


mengejarnya, namun Ayatha sudah keburu pergi.


Andra berjalan menuju mobilnya, dia melihat Nadine ada disana, terlihat sedang


menunggunya. Andra mengepalkan tangannya, jika Nadine adalah pria, dia pasti


sudah memukulnya.


" Minggir!!! jangan uji kesabaranku padamu Nadine, " kata Andra dengan sangat emosi,


wajahnya sangat dingin.


" Andra, kau harus menikahiku, " kata Nadine


" Aku tidak akan mau menikahimu, " kata Andra seolah jijik dengan Nadine


" Kau akan menikahiku, mau atau tidak, akan ku buat dia meninggalkanmu, " kata Nadine


lagi


Andra mengepalkan tangannya dengan kuat... dia terus menahan dirinya... sangat marah,


bahkan sampai matanya merah.


" Minggir, atau ku buat kau menyesal, " kata Andra, melihat Andra yang begitu emosi, Nadine


gentar..dia minggir.


Andra langsung masuk dan melaju pergi. dia langsung pergi ke apartment Ayatha. dia


membunyikan lonceng terus menerus, namun Ayatha tidak membukakan pintunya.


" Ayatha, aku tahu kau di sana, aku ingin bicara padamu, tolong buka pintunya, "


kata Andra


Ayatha sebenarnya ada di balik pintu itu, dia menangis, duduk memeluk lututnya.


hatinya nyeri, kenapa dia izinkan perasaanya di permainkan lagi?.


" Ayatha, aku tidak akan pergi jika kau tidak membukakan pintu ini, " kata Andra


lagi


Ayatha hanya menangis dalam diam, tidak ingin menjawab, dia ingin Andra berpikir kalau dia

__ADS_1


tidak ada di rumah.


__ADS_2