MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MATI-MATIAN!


__ADS_3

Praktis, mata anak-anak itu melotot. Ternyata ukuran makhluk berkepala sembilan itu sangat besar seperti 9 naga Rex. Nyali anak-anak itu ciut seketika.


"Aslinya gede banget!" seru Bara panik dan hal itu membuat semua anak langsung melangkah mundur dengan tergesa seperti berusaha menghindar.


"Jangan gentar! Ingat strategi kita untuk mengalahkannya!" seru Gibson mengomandoi. "Semua berubah!" perintahnya lantang.


Segera, semua anak berubah wujud usai Gibson memulai aksinya dengan menjadi Hanoman.


Jubaedah diminta untuk tetap berada di daratan karena anak-anak yang lain akan bekerja sama dengan wujud Mitologi berkemampuan terbang.


"Jangan takut! Kita hanya perlu mengincar kepalanya! Begitu satu orang berhasil menebas, segera bantu yang lain!" serunya lantang dengan pemukul dari senjata Hanoman dalam genggaman tangan.


"Yeah!"


"Serang!" titahnya penuh semangat.


Para makhluk Mitologi dengan kemampuan terbang segera mengepakkan sayap. Kenta berubah wujud menjadi burung Phoenix dan bertugas sebagai pelindung bagi kawan-kawannya.


Suasana tegang menyelimuti rawa berkabut itu. Vadim, Rex, Pasha, Czar, Boas dan Bara mengincar enam kepala Hydra.


Sedang Kenta mengalihkan tiga kepala lain agar kawan-kawannya yang menaiki tubuh makhluk Mitologi dengan kemampuan terbang bisa segera menyelesaikan tugas.


"Nicolas!" seru Kenta saat ia mulai kewalahan karena harus menyerang tiga kepala sekaligus.


Nicolas dalam wujud Elf telah bersiap di atas punggung Manticore Pasha. Dengan sigap, pemuda itu melesatkan tiga anak panah sekaligus dan mengincar mata dari kepala naga tersebut.


SWING! JLEB! JLEB! JLEB!


"HORGHHH!"


"Woah! Bidikan yang hebat!" seru Kenta kagum.


"Lazarus, now!" seru Nicolas saat ia sudah berhasil membuat tiga kepala Hydra kesulitan melihat karena salah satu mata mereka terluka.


Ryan dalam wujud Tuan Pohon, dengan sigap melemparkan Lazarus yang berlari kencang menuju ke telapak tangannya begitupula dengan Rangga dalam wujud Mitologi mereka.


"Harrghhh!!" erang keduanya saat melompat tinggi. Kenta berhasil menangkap tubuh mereka menggunakan cakar burungnya.


"Tebas kepalanya!" seru Nicolas yang kembali bersiap dengan anak panahnya untuk membidik mata lainnya dari kepala Hydra yang belum terluka.


KRASSS!!


"HOORGHHHH!"


"Yeah!" seru Jubaedah gembira saat melihat dua remaja itu berhasil menebas kepala dari makhluk tersebut.


Namun, darah dari potongan kepala itu menyembur dan mengenai anak-anak di sekitarnya.


"Arrrghhh!" erang Lazarus, Rangga, dan Kenta karena terkena cipratan darah itu yang ternyata membuat kulit melepuh.


"Azumi! Timo!" panggil Laika panik yang menunggangi Griffin.


Azumi dengan tubuh Unicorn-nya melompat dengan gesit ke daratan menuju ke tempat Hydra berada di mana kawan-kawannya itu kini tercebur ke dalam air rawa.


Timo kini berani berenang di dalam air rawa untuk menolong kawan-kawannya yang terluka.


"HORRGHHH!"


"Makhluk itu mengamuk!" seru Mandarin di atas punggung Rex saat ia melihat dua kepala Hydra yang terpenggal kini muncul dua kepala baru.


Mata Laika dan lainnya melebar melihat kengerian itu. Kepala Hydra baru mencabut anak panah milik Nicolas yang menancap di mata kepala naga mereka.


"Rex, now!" seru Gibson saat usahanya untuk menebas kepala Hydra incarannya gagal, termasuk kawan-kawannya yang lain.


Rex dengan sigap menyemburkan gas beracun ke dua kepala Hydra yang masuk dalam jangkauannya. Ternyata, serangan itu berhasil membuat dua kepala itu seperti bernanah.


"Boas! Bara! Tangkap!" panggil Ryan saat berhasil mengambil kapak milik Rangga dan pedang milik Lazarus yang terjatuh.


Dua anak itu berhasil diselamatkan meski kembali dalam wujud manusia. Boas dan Bara menangkap senjata itu.


Mereka dengan sigap terbang ke arah dua kepala Hydra yang terkena semburan gas beracun dari naga Rex.


Namun, kepala Hydra yang lain melihat jika kepala saudara naganya diincar. Saat Boas dan Bara siap untuk menebas dua kepala yang sedang kesakitan itu, tiba-tiba ....


"Awas!" seru Jubaedah lantang ketika melihat dua kepala Hydra di sisi kiri dan kanan kepala yang terluka menghantam tubuh makhluk dua Mitologi itu.


BUAKK!!


"Arrghhh!" erang keduanya saat dihantam kepala Hydra hingga Boas dan Bara saling tergencet.

__ADS_1


Keduanya jatuh dari ketinggian dan dari bawah, sebuah kepala siap untuk memakannya. Rahang kepala Hydra tersebut terbuka lebar.


"Boas! Bara!" seru Rangga panik usai dirinya berhasil sembuh karena memakan permen ajaib.


Mata anak-anak lainnya melotot seketika karena Bara dan Boas tak sadarkan diri. Namun lagi-lagi, "Harghhh!"


KRASS! BYURR!


"Oh!" kejut Jubaedah ketika melihat Laika menebas kepala Hydra tersebut saat akan memakan dua kawannya.


Czar dengan gesit menukik tajam ke bawah dengan Laika sudah terlihat siap menggunakan pedang Silent Gold milik Mandarin dalam genggaman.


"Yeah! Kau hebat, Laika!" seru Gibson memuji.


"Jangan lengah. Ini kesempatan kita. Tebas lainnya!" seru Pasha yang masih terbang dengan menjaga jarak kepala monster berkepala banyak itu.


"Timo! Azumi!" seru Jubaedah yang kini berlari mendatangi kawan-kawannya untuk ikut menolong.


Jubaedah merasa tidak berguna karena ia tak bisa membantu. Padahal, Laika yang bertubuh manusia saja bisa menyelesaikan misi.


"Juby! Tetap di posisimu!" seru Gibson saat melihat Jubaedah berlari menuju ke tempat Hydra berada.


Namun, Jubaedah tetap fokus pada langkahnya yang berusaha menghindari genangan air agar tetap memijak di daratan.


Benar saja. Kepala Hydra yang terpenggal dan kini tumbuh lagi mengincar gadis manis itu.


"Juby!" seru Mandarin saat melihat kekasih Rex kini harus berhadapan dengan dua kepala Hydra yang siap memangsanya.


"Azumi!" teriak Kenta karena adiknya kini menggunakan pedang dari Lazarus untuk menyelesaikan misi.


Azumi meninggalkan tugasnya sebagai tim medis bersama Timo. Namun, bukan strategi seperti ini yang sudah disepakati sebelumnya.


"Azumi, no!" seru Timo saat melihat gadis Jepang itu berlari dengan tubuh Unicorn-nya dan pedang Lazarus ia gigit di mulut kudanya.


Ternyata, kepala Hydra yang bercabang itu melihat kedatangan Azumi. Benar saja, kuda bertanduk itu kini menjadi incaran.


"HOORGHHH!!"


"Arrghhh!" teriak Azumi dan Jubaedah bersamaan tak terlihat takut.


Mata semua anak terbelalak. Kenta berusaha untuk segera bangkit dan berubah kembali menjadi burung Phoenix usai lukanya sembuh.


"Oh!" pekik Czar terkejut ketika melihat Azumi melompat ke atas kepala Hydra tersebut lalu berlari di atas punggung lehernya.


Azumi merubah dirinya menjadi manusia saat sudah berhasil menaiki leher Hydra. Gadis Jepang itu tak terlihat takut dan menggunakan ujung pedangnya untuk menusuk.


HORRGHH!!


"Tebas kepalanya, Azumi!" seru Mandarin yang kini bergerak menuju ke arah gadis manis itu dengan menaiki punggung Rex.


Rex yang panik karena kekasihnya berjuang sendirian, nekat keluar dari strategi karena khawatir Jubaedah akan terbunuh dalam misi kali ini.


"Argh! Semuanya berantakan!" gerutu Gibson karena kawan-kawannya malah kini berada di bawah karena menolong Azumi dan Jubaedah.


Azumi berusaha untuk menebas, tapi tenaganya tak cukup. Kepala Hydra tersebut bergerak dengan cepat dan membuat tubuh Azumi terpontang-panting dan pada akhirnya terlempar.


BYUR!!


"AZUMI!" seru Timo yang dengan sigap berenang untuk menolong Azumi yang tenggelam.


"Akan kuselesaikan!" seru Mandarin lantang seraya melompat dari punggung naga Rex ke arah leher Hydra tersebut.


Laika bersama Czar yang sudah kembali berwujud manusia, berhasil menarik tubuh Boas dan Bara yang tercebur dalam rawa ke daratan. Meskipun keduanya tak sadarkan diri, tapi mereka masih hidup.


Nicolas membantu dengan melesatkan anak panahnya agar pergerakan Hydra terhimpit.


SHOOT! JLEB! JLEB!


"HOORGHH!"


Anak-anak kagum karena bidikan Nicolas selalu tepat. Nicolas tak berhenti dan terus melesatkan anak panahnya untuk membutakan pandangan dari makhluk yang kini berkepala 12.


BRUKK!


Mandarin berhasil mendarat di leher Hydra tersebut. Ia kini berlari mencoba menggapai gagang pedang yang tertancap.


Rex segera terbang membantu Jubaedah yang sedang berusaha menghindari kejaran dari kepala Hydra yang ingin memakannya.


"Juby!" panggil Rex saat melihat Jubaedah berlari dengan napas tersengal menggenggam belati Silent Blue di tangannya.

__ADS_1


"Rexy!" seru Jubaedah saat melihat Rex terbang ke arahnya.


Namun ternyata, kepala Hydra yang lain melihat pergerakan itu. Seketika, DUAKK!! BRAKKK!!


"REXY" teriak Jubaedah saat melihat tubuh naga Rex dihantam dari samping oleh dua kepala Hydra dengan kuat. Tubuh Rex terhempas dan jatuh menimpa pepohonan di sekitarnya.


Kini, tiga kepala Hydra mengejar gadis manis itu. Napas Jubaedah tersengal saat dirinya berdiri di tepian genangan air rawa dan kini harus berhadapan dengan kepala Hydra.


"Juby!" panggil Laika panik ketika melihat Jubaedah hanya berdiri diam dan menatap tajam kepala naga buas itu.


"HARGHHH!" Jubaedah tiba-tiba berteriak lantang.


Seketika, petir menyambar dengan suara memekakkan telinga. Jubaedah mengangkat kedua tangannya ke atas dan CRETTT!!


"HOORGHHH!!" Tubuh Hydra terkena amukan petir dari Jubaedah yang memiliki kekuatan bagaikan Dewa Zeus.


Jubaedah mengarahkan kedua telapak tangannya ke tubuh makhluk berkepala 12 itu. Makhluk besar tersebut mengerang kesakitan.


Semua anak terkejut dan langsung menghindar karena kilat dari petir itu menyilaukan mata. Kenta dengan sigap menangkap tubuh Mandarin saat petir itu mulai menjalar ke seluruh kepala dari makhluk berkepala naga itu.


Namun, "Semuanya menyingkir!" perintah Gibson panik saat ia melihat Timo berusaha naik dari genangan air dengan Azumi dalam dekapannya karena petir itu mulai merembet di sekitar mereka.


Jubaedah fokus dengan serangannya dan membuat hewan berkepala naga itu mulai berasap.


Ternyata, Timo dan Azumi terkena dampak. Tubuh mereka mengejang tersengat listrik.


"Juby, stop! Kau akan membunuh Timo dan Azumi!" teriak Czar berusaha menghentikan aksi gila Jubaedah yang mulai tak terkendali.


"Juby!" panggil Mandarin yang berhasil terbang menjauh, tapi Timo dan Azumi dengan tubuh masih basah mulai mengerang kesakitan.


"Maaf, Juby," ucap Nicolas yang kini membidik tangan teman wanita itu.


SHOOT! JLEB!


"Arghhh!" erang Jubaedah langsung memegangi tangan kanannya yang tertembus anak panah.


Seketika, petir tak lagi menyambar. Laika segera berlari bersama Czar dengan tergesa mendatangi dua kawannya yang tersetrum.


Czar kembali berubah menjadi Griffin. Ia dengan sigap mengangkat tubuh dua kawannya dengan cakar elangnya ke daratan karena separuh tubuh mereka masih menyentuh air.


Namun, Czar kembali terbang menuju ke tempat Rex berada untuk melihat kondisinya. Laika segera memberikan permen kepada Timo dan Azumi karena tubuh mereka mengejang.


Namun, dua orang itu terlihat tak bisa mengunyah apalagi menelan makanan itu.


"Mereka bisa mati!" seru Laika panik karena dua makanan itu dimuntahkan kembali akibat tubuh mereka menegang.


Lazarus dan Rangga yang sudah pulih, dengan sigap mendatangi kawan mereka yang terluka. Mereka meremukkan permen-permen itu lalu memasukkannya ke mulut Timo dan Azumi.


Laika lalu menuangkan air ke dalam mulut dua kawannya yang terlihat seperti terkena serangan jantung karena mata mereka melotot.


"Timo! Azumi! Bertahanlah!" teriak Rangga panik karena dua orang itu tak terlihat membaik padahal makanan manis itu sudah masuk ke mulut mereka.


"Kita harus bagaimana?!" tanya Lazarus panik.


"Kita harus memaksa makanan itu agar tertelan!" jawab Laika dengan tubuh gemetaran.


"Berdirikan mereka!" ucap Ryan yang kini mendatangi kawan-kawannya itu dengan tergesa.


Ryan berubah menjadi Tuan Pohon dan kini mengangkat tubuh Azumi serta Timo dengan dua tangan kayunya.


Ryan mendongakkan kepala mereka dan sengaja menggoyang-goyangkan tubuh keduanya agar permen-permen penyembuh itu tertelan sepenuhnya.


Laika menangis. Ia sangat takut kehilangan dua kawannya itu. Gibson, Vadim, Pasha dan Nicolas mendatangi Jubaedah yang tangannya kini berdarah hebat.


Hujan deras kini mengguyur tempat itu karena rasa sakit yang Jubaedah rasakan. Semua anak-anak kembali berubah menjadi manusia.


Gibson memeluk Jubaedah erat saat Nicolas mencabut panah yang sengaja ia lesatkan itu karena khawatir, jika kekuatan Jubaedah bisa membunuh teman-teman lainnya.


CRATT!


"ARGHHH!" teriaknya lantang yang air matanya sudah bercampur dengan hujan.


Vadim dengan sigap memberikan permennya dan gadis malang itu segera memakannya. Semua anak bernapas lega karena Hydra tersebut berhasil dikalahkan hanya dengan satu serangan besar dari Jubaedah, meski Timo dan Azumi terkena dampak.


***



uhuy tengkiyuw tipsnya diriku😍 semoga berkah selalu. jangan lupa vote vocernya ya sebelum angus💋

__ADS_1


__ADS_2