
Anak-anak terlihat senang karena berhasil mengalahkan raksasa bermata satu. Satyr ikut mengembangkan senyuman seperti ikut merasa kagum, tapi tak ia ucapkan.
Tubuh besar Cyclops diikat dengan sulur melilit dari akar Tuan Pohon di mana Ryan semakin ahli dalam memanfaatkan kekuatannya yang ternyata cukup luar biasa.
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Kau sungguh keren, Ryan. Aku tak menyangka jika wujud Tuan Pohon-mu ini memiliki banyak kemampuan. Mungkin, ada kehebatan lainnya yang belum kau ketahui. Kau harus mencari tahu dan mengeksplorasinya," ucap Mandarin memberikan semangat.
"Ya, itu benar! Lihatlah. Akar pohonmu ini sangat kuat bahkan bisa seperti tali. Aku sangat berharap bisa lolos hingga level 10, kembali ke Bumi lalu menceritakan kisah heroik kita kepada teman-teman yang lain. Sepertinya, itu akan sangat hebat!" sambung Vadim antusias.
"Amin, amin!" timpal Bara dan Rangga bersamaan.
Semua anak sangat berharap keinginan mereka bisa terwujud. Siapa sangka, Jubaedah dan lainnya telah sampai ke siaran langsung ketika kelompok remaja lelaki itu mengalahkan Cyclops.
"AAAAA! Mereka keren sekali!" teriak Tina histeris sampai menjerit.
"Berjuanglah! Kalian pasti bisa!" sahut Hihi ikut semangat hingga wajahnya merona karena senang.
"Argh! Aku iri pada mereka! Ingin rasanya aku bergabung dan membantu. Jiwaku bergejolak ingin ikut bertempur!" sahut Bobby antusias dari tempatnya duduk.
Tujuh orang anak yang dibangkitkan kembali oleh Oag tampak begitu gembira saat menyaksikan tayangan itu.
Mereka sibuk mengelu-elukan jagoan masing-masing dan berdoa, agar sekumpulan remaja tampan itu berhasil menyelesaikan misi tanpa ada yang terenggut nyawanya lagi.
Menjelang petang. Akhirnya Bara dan lainnya berhasil menyeret sosok Cyclops yang sekarat menghadap sosok hitam.
Raksasa itu seperti hilang kesadaran karena matanya buta, telinganya tuli, disertai dua tangan yang telah menghilang.
Bara menatap sosok hitam tajam yang melayang di atas lantai batu memandangi Cyclops saksama.
"Aku lolos 'kan? Kami susah payah menjatuhkannya," rengek Bara karena takut jika buruan mereka salah seperti kasus Laika. Namun tiba-tiba, "Woah!" pekik Bara langsung melotot dan melangkah mundur ketika sosok hitam malah mengarahkan tangannya ke wajah pemuda itu.
Semua anak ikut terkejut karena mereka mengenali gerakan itu ketika sosok hitam akan menghisap jiwa.
Bara gemetaran hingga punggungnya terpepet dinding batu. Semua anak ikut tertegun dan terpaku di tempat mereka berdiri.
"Kau," ucap sosok hitam seraya menunjuk Bara. "Selamat, Bara. Kau lolos," ucap sosok hitam yang membuat Bara hampir pingsan karena mengira jiwanya akan dihisap.
Anak-anak yang kaget sampai tak bisa berteriak gembira. Bara merasa dipermainkan, tapi tak mau cari ribut dengan sang penghisap jiwa itu.
Bara melangkah pergi bersama kawan-kawannya dan hanya menoleh saat melihat Cyclops merintih ketika jiwanya disedot oleh sosok tak bernama itu.
"Buset! Nyaris jantungan gua! Bercandanya bener-bener gak enak," ucap Bara seraya memegangi dada ketika masuk kembali ke dalam pintu menuju penjara.
"Aku kira kepalamu akan terpenggal seperti Laika," sahut Nicolas ikut berdebar karena ia juga menduga jika Bara salah sasaran.
"Aku lapar. Aku tak mau kurus. Nanti Ayah Ibu tak mengenaliku," rengek Vadim.
__ADS_1
Anak-anak tertawa saat mendengar remaja gemuk itu langsung terkapar di atas rumput, tapi ucapan Vadim ada benarnya. Pemuda Rusia itu memiliki kharismanya sendiri dengan sosok gemuk dan jenaka.
"Oke. Kita beristirahat. Tinggal sedikit lagi dan kita lolos. Semangat!" seru Gibson lantang.
"Yey! Semangat untuk menang!" sahut Harun ikut bahagia.
Malam itu, Satyr meniupkan musik yang membuat anak-anak dengan cepat tertidur usai mandi di sungai dan menikmati ikan bakar hasil tangkapan Timo.
Kenta yang mulai terbiasa dengan sikap Satyr, seperti tak terusik dan masih terjaga ketika merebahkan diri di sampingnya.
"Semoga benar jika Azumi masih hidup. Alasanku tetap bertahan sejauh ini agar bisa melihatnya lagi, Satyr," ucap Kenta seraya menatap langit malam tanpa bintang.
Satyr menghentikan tiupan serulingnya dan memandangi Kenta lekat yang berwajah sendu.
"Aku juga sebenarnya masih ragu. Namun, aku mendengar sebuah rumor jika katanya, anak-anak manusia yang diseret dalam portal tidak mati sungguhan. Kau yang berada di sini seperti ... apa ya sebutan para manusia itu? Mm ... kembaran? Tiruan? Ya, semacam itulah. Karena hal itu, banyak makhluk mitologi yang menentang pemikiran Oag. Karena, makhluk mitologi yang tewas bukan tiruan melainkan wujud aslinya," jawab Satyr yang membuat kening Kenta berkerut.
Kenta langsung duduk dan menatap Satyr lekat.
"Jika benar demikian, lalu ... kenapa Chimera bisa ada lagi? Padahal katamu dia sudah tewas sebelumnya, begitupula cerita di Bumi. Aku yakin, Satyr. Jika makhluk-makhluk Mitologi itu diciptakan entah oleh Oag atau ada makhluk jenius seperti ilmuwan," ucap Kenta serius. Satyr diam mendengarkan.
"Mungkin di Bumi para makhluk Mitologi memang sudah musnah, tapi kalian kurasakan nyata ada di planet ini. Sepertimu. Kau bisa mendengar, melihat, bahkan menyentuh kami bukan? Selain itu, lihatlah wujud kalian. Mirip dengan hewan-hewan yang ada di Bumi. Pasti ada semacam penelitian dan rekayasa genetik sehingga terwujudlah berbagai jenis makhluk Mitologi," sambung Kenta menjelaskan dengan semangat.
Satyr masih diam dan menatap Kenta saksama yang begitu yakin dengan pemikirannya.
"Hem, masuk akal. Jika benar begitu, aku sangat ingin bertemu dengan penciptaku," jawabnya dengan senyuman.
"Kenta. Aku punya satu permintaan. Aku tak meminta hadiah lagi pada kalian, tapi ... tolong lakukan sesuatu untukku jika kalian berhasil keluar dari penjara Hades," ucapnya terlihat serius menatap kakak Azumi lekat.
"Apa itu?" tanya Kenta terlihat tegang.
"Aku cukup yakin jika Satyr betina yang pernah kucintai tak ada di sini. Mungkin dia berada di planet Mitologi bersama kaum Satyr lainnya. Aku meminta agar kau—"
"Mencarinya untukmu dan menyampaikan pesan padanya? Begitu?" sahut Kenta yang membuat Satyr terkejut, tapi senyumnya mengembang kemudian. "Aku bisa melakukannya. Bisa kau gambarkan dia seperti apa? Namanya mungkin?" tanya Kenta.
"Lana," jawab makhluk bertanduk itu seraya mendongak menatap langit. "Dia seperti cahaya yang bersinar dalam kegelapan. Dia membuatku jatuh cinta saat aku terjerumus layaknya laki-laki bejat. Kutinggalkan semua kesenangan agar bisa hidup bersamanya. Namun, saat aku memutuskan berubah, Oag sudah menyeretku kemari sebelum kukatakan jika aku mencintainya," ucap Satyr terlihat sedih.
Kenta terdiam mendengar pengakuan Satyr yang tak pernah ia sangka. Tiba-tiba, Kenta mengambil tas Azumi lalu membukanya. Ia seperti mencari sesuatu dengan tergesa.
Seketika, mata Satyr melebar saat Kenta memegang sebuah cermin ajaib dalam genggaman.
"Kita tanya padanya tentang Lana," ucap Kenta serius yang membuat senyum Satyr terkembang.
Dua lelaki itu menatap cermin ajaib itu lekat terlihat gugup. Kenta menarik napas dalam dan menatap pantulan wajahnya yang terlihat di cermin tersebut.
"Cermin ajaib. Katakan padaku keberadaan Lana Satyr," pinta Kenta.
Tiba-tiba, sebuah gambaran muncul dari cermin tersebut. Mata Satyr melebar dan langsung memegang cermin ajaib terlihat gugup.
__ADS_1
"Lana," panggilnya terlihat begitu bahagia seperti akan menangis.
"Dia Satyr? Kenapa ... sedikit berbeda dengan jenismu?" tanya Kenta heran.
"Lana dulunya seorang Nimfa," jawabnya dengan sorot mata hanya tertuju pada Lana.
"Nimfa? Apa itu?" tanya Kenta bingung.
"Manusia menyebutnya sebagai peri. Mereka tinggal di tempat alam tumbuh. Aku bertemu dengan Lana saat ia masih menjadi seorang Nimfa. Ia masuk dalam golongan Driad dan Hamadriad yang tinggal di hutan. Saat itu, Lana berhasil menyelamatkan hutan dari serangan makhluk tak dikenal. Karena keberaniannya, ia mendapatkan wujud Satyr sebagai hadiah dari Dewi Artemis atas permintaannya usai mengenalku. Tentu saja aku sangat terharu. Sayangnya, hal itu tak berlangsung lama ketika aku dinyatakan bersalah dan harus di penjara," jawabnya tertunduk sedih.
Kenta ikut sedih mendengar penuturan Satyr yang tampak begitu merindukan kekasihnya Lana.
Tiba-tiba, Kenta menepuk dua pahanya mantap dengan dua tangan. Satyr terlihat bingung dan menatap Kenta lekat.
"Aku berjanji akan menyampaikan pesanmu pada Lana, Satyr. Jika perlu, aku akan memohon pada Oag untuk membebaskanmu dari penjara Hades agar kau bisa bersama Lana lagi," ucapnya mantap.
Praktis, mata Satyr melebar seketika.
"Sungguh? Kau benar-benar akan melakukannya? Jangan berbohong," tegasnya menunjuk.
Kenta memberikan kelingking kanannya seraya menatap Satyr tajam. Makhluk setengah kambing itu bingung dan diam saja.
"Janji kelingking. Di Bumi, kami sering melakukannya. Ini adalah sebuah janji yang harus ditepati. Jika bohong bibirku akan monyong!" ucapnya mantap.
"Mo-monyong? Apa itu?" tanya Satyr dengan kening berkerut.
Kenta langsung mempraktekkan bibir monyong itu. Satyr terkekeh karena wajah pemuda Asia itu menjadi lucu saat bibirnya maju dan merekah seperti bunga yang akan mekar.
"Aku percaya padamu. Janji kelingking," sambut Satyr seraya melingkarkan kelingkingnya di kelingking Kenta.
"Oke. Kita ucapkan bersama," pinta Kenta dan Satyr mengangguk mantap.
"Janji kelingking, kalau bohong bibirnya monyong!" ucap keduanya bersamaan dan diakhiri dengan bibir mengerucut.
Praktis, gelak tawa keduanya terdengar dan membuat malam sunyi itu menjadi meriah seketika.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Uhuy makasih tipsnya diriku😘 Kwkwkw yg lain gak ada yg mau ikutan sedekah kah? Ngarep😁
__ADS_1