
Malam menjelang dan kegelapan menyelimuti wilayah tersebut. Anak-anak mulai bersiaga untuk menjalankan rencana yang sudah Satyr utarakan untuk menangkap Kappa.
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Semoga Azumi baik-baik saja," ucap Kenta cemas karena sang adik menjadi umpan untuk menjebak Kappa tersebut.
Menurut penuturan Satyr, Kappa yang akan mereka tangkap sangat kejam. Dia dulunya suka memperkosa para wanita yang sedang mandi di sungai atau melakukan kegiatan di aliran sungai tempatnya bermukim.
Kappa itu juga memakan anak-anak yang sedang bermain di sungai dan juga membunuh hewan-hewan ternak ketika mereka sedang minum.
Karena kejahatannya, Kappa tersebut dijebloskan ke penjara Hades agar tak mengusik kehidupan di Bumi lagi.
Namun, Kappa itu tak kapok dan kekejamannya masih terbawa ke penjara karena ia tetap memangsa para tahanan di penjara Hades yang dianggap lemah.
Meski kegelapan sudah menyelimuti kawasan, tapi serangga-serangga berkilau layaknya kunang-kunang menyinari sekitar dan membuat sungai tampak indah.
Azumi menangkap serangga yang memancarkan cahaya teduh itu dan memasukkannya dalam botol. Ia hanyutkan botol-botol kaca itu ke sungai sembari bersenandung di tepian.
"Adikmu memang sangat manis. Semoga dia tak berakhir tragis," ucap Satyr di balik semak ikut mengintai.
"Kau bilang apa?!" pekik Kenta dengan suara tertahan dan langsung melotot ke arah makhluk setengah kambing tersebut.
"Stt ... jangan berisik. Aku melihat pergerakan dari sungai di sebelah sana," tegur Nicolas berbisik yang mampu melihat di kejauhan dengan mata Elf-nya di mana pemuda itu mengintai dari atas pohon.
Sedang Kenta dan Satyr berada di bawahnya bersembunyi di balik semak rimbun.
Anak-anak yang berubah wujud menjadi makhluk mitologi meski hanya sebagian dari mereka, tampak fokus mengawasi sekitar dari balik tempat persembunyian masing-masing.
"Hei, lihat itu!" bisik Ryan dalam wujud Tuan Pohon yang posisinya paling dekat dengan Azumi, tapi tubuhnya ditutup oleh daun-daun rindang sehingga ia terlihat layaknya pohon sungguhan dan tak hidup.
Czar bersembunyi di atas kepala Ryan yang ditutupi dedaunan lebat masih dalam wujud manusia. Namun, ia bersiap untuk menjadi Griffin saat waktunya tiba.
"Yeah, itu Kappa," ucap Satyr tersebut dengan mata melebar.
Praktis, jantung semua anak berdebar ketika melihat sosok Kappa tersebut meski baru sebagian tubuhnya terlihat.
Makhluk itu mengambil botol kaca yang Azumi hanyutkan dan mengamatinya saksama.
Makhluk bertempurung itu lalu melihat sekitar dan mendapati Azumi yang bersenandung di tepi sungai. Seketika, wajah keji makhluk pemburu terpancar dari Kappa tersebut.
Semua anak dibuat tegang di mana Azumi tak tahu jika dirinya diincar karena sibuk memasukkan serangga-serangga berkilauan itu dalam botol kaca.
"Dia bergerak. Bersiap," bisik Gibson dari tempat persembunyiannya, dan anak-anak di sekitarnya mengangguk paham dalam diam.
Kappa tersebut sangat pandai menyelinap. Ia sengaja menenggelamkan tubuhnya ke dalam air sehingga pergerakan di permukaan tak terlihat.
Para remaja itu dibuat waspada karena khawatir jika Azumi diserang tiba-tiba mengingat gadis cantik itu terlihat asyik dengan aktifitasnya seolah dia lupa dengan maksud ditempatkannya pada posisi yang membahayakan nyawanya itu.
Namun, semua kawan-kawannya siap untuk melindunginya. Benar saja, tiba-tiba, BLUB ... BLUB ...
"Eh?" celetuk Azumi saat mendapati gelembung besar di hadapannya dan botol kaca berisi serangga bercahaya muncul dari pecahan gelembung itu.
Azumi terkejut. Saat ia akan mengambil botol kaca miliknya, tiba-tiba, "AAAAA!"
__ADS_1
BYURR!!
"Azumi!" teriak Kenta histeris.
"Dia menangkap Azumi! Kappa itu membawanya masuk ke dalam air!" seru Mandarin panik karena rencana mereka untuk membuat makhluk tersebut naik ke daratan gagal.
Terlihat, pergerakan dari dalam air karena permukaan bergelombang. Semua anak segera keluar dari tempat persembunyiannya termasuk Satyr.
"Azumi!" panggil Kenta panik yang kini berdiri di tepian sungai mencari keberadaan adiknya.
"Timo! Di mana dia?!" tanya Rangga ikut cemas.
Saat semua orang dirundung kepanikan, tiba-tiba, "Di sana! Timo berkelahi dengan Kappa itu! Kita harus menolongnya!" seru Harun menunjuk dengan mata melotot.
Dengan sigap, semua anak berubah menjadi makhluk mitologi termasuk Rex dan Kenta. Satyr tersebut dibuat kaget saat melihat perubahan wujud semua anak yang tak ia sangka.
Makhluk bertanduk itu malah terbengong dan mematung di tepi sungai seraya memegang serulingnya.
"Harrghhh!!"
CRATT!!
"Agh!" erang Timo saat tubuhnya terkena cakaran dari Kappa tersebut yang memiliki kuku tajam saat ia berusaha menyeretnya ke daratan.
"Dia melukai Timo!" seru Rex panik di mana ia bertugas menjaga tepian sungai agar tak ada makhluk mitologi lain yang akan menganggu aksi mereka menangkap Kappa tersebut.
"Tak bisa dimaafkan! Timo menyingkir!" teriak Kenta yang dengan sigap terbang ke atas sungai dengan cahaya api menyilaukan dari tubuh Phoenix-nya.
Timo berhasil melepaskan diri dari Kappa tersebut. Ia segera menyelam dan WHOOMM!!
Namun, matanya mendapati Merman yang berhasil ia lukai sedang berenang membawa gadis cantik buruannya.
Praktis, Kappa tersebut kembali agresif dan tak ingin kehilangan mangsanya.
SPLASH!!
"Azumi! Timo berhasil mendapatkannya!" seru Kenta saat melihat adiknya muncul di permukaan dalam kondisi basah kuyup.
Saat Timo berusaha berenang ke tepian dengan Azumi bersamanya, lagi-lagi, "Argh!"
"Timo!" panggil Rex panik saat melihat kawan Merman-nya ditarik oleh Kappa tersebut hingga Timo kembali tenggelam.
Azumi melihat Kappa tersebut melukai Timo dengan mencakarnya hingga tubuh sang Merman berdarah hebat.
"Timo! Timo!" panggil Azumi yang berhasil mengapung, tapi ia ketakutan karena Timo terluka parah.
"Jangan sakiti kawanku! Eaakkk!" lengking Czar dalam wujud Griffin langsung mengarahkan cakar elangnya ketika Kappa tersebut terlihat di permukaan.
Bara dengan sigap menangkap tubuh Azumi lalu membawanya terbang keluar dari air. Czar berhasil mencengkeram kuat tempurung Kappa tersebut dan mengangkatnya sekuat tenaga hingga wujud makhluk itu terlihat seutuhnya.
"Dia jelek sekali!" pekik Vadim bergidik ngeri.
"Bawa dia ke daratan, cepat!" seru Gibson yang menunggu di tepian.
Kappa tersebut berusaha melawan, tapi Czar tak membiarkan hal itu. Czar sengaja terbang tak beraturan hingga tubuh Kappa itu terpontang-panting di udara.
__ADS_1
Timo berhasil berenang ke tepian meski ia berdarah-darah karena luka cakaran Kappa merobek kulitnya.
"Timo, Timo! Cepat minum ramuan ini," ucap Boas segera mendatangi kawannya lalu meminumkan ramuan ajaib dari hadiah misi sebelumnya.
Timo segera meneguk cairan itu dan merebahkan dirinya di atas tanah. Boas segera menyelimutinya karena Timo terlihat pucat dan penuh luka.
"Harun!" panggil Boas panik karena tak sanggup membawa Timo seorang diri.
Dengan sigap, tubuh Yeti Harun membopong Timo dan membawanya pergi menjauh. Timo diamankan dan tubuhnya dikeringkan agar kembali berubah menjadi manusia.
Boas dan Harun menjaga Timo seraya mengawasi sekitar di kejauhan.
BRUKK!!
"HARRGHH!" erang Kappa itu saat Czar menjatuhkannya dengan keras ke atas tanah.
Kappa tersebut langsung berdiri dan bersiap untuk melakukan serangan saat ia menyadari dirinya terkepung. Rex berjalan dengan langkah mantap mendatangi hewan tersebut.
Kappa itu menatap Rex tajam, tapi seketika, "Harrghhh!!"
"Bagus, Rex! Jangan beri dia ampun!" seru Kenta yang masih terbang dalam sosok Phoenix menyinari kawasan gelap itu agar aksi mereka terlihat.
Kappa tersebut terkena dampak dari asap beracun Rex. Semua anak dengan sigap menghindar saat mereka tahu apa yang akan dilakukan oleh naga itu.
Kappa tersebut langsung tergeletak di atas tanah dalam kondisi lemah dan mengerang kesakitan. Ryan dengan cekatan mengambil tubuh Kappa itu lalu menggenggamnya erat.
"Azumi, cepat!" seru Gibson, tapi Azumi yang ketakutan menggeleng. "Kenapa?" tanya Gibson heran.
"A-aku nanti saja," jawabnya gugup saat Rangga dan Bara berada di sisi gadis cantik.
Dua remaja tampan itu menyelimutinya karena Azumi basah kuyup dan gemetaran seperti ketakutan.
"Jika kau tak mau, akan kuambil," tegas Lazarus, dan Azumi mengangguk dengan wajah tegang.
Semua orang tampak bingung dengan hal ini. Czar dan Kenta segera berubah menjadi manusia.
"Terima kasih, Azumi," ucap Lazarus seraya membungkuk sedikit ala pangeran.
Azumi tersenyum dan balas mengangguk pelan. Ryan, Lazarus, Rex dan Kenta bergegas keluar dari penjara untuk menemui sosok hitam.
Namun, kebaikan hati Azumi membuat Satyr kesal.
"Kau itu bodoh atau bagaimana? Dua kali kau menyia-nyiakan kesempatan. Bagaimana jika kau tak memiliki peluang lagi? Kau ingin mati di tempat ini? Kalau begitu, bertukarlah tempat denganku. Karena sungguh, aku sudah muak berada di penjara ini," tanya Satyr marah menatap Azumi tajam.
Namun, Azumi diam saja dan memalingkan wajah seperti enggan menanggapi keluhan manusia kambing itu. Semua anak ikut heran, tapi Czar tampak tertekan karena wajahnya berkerut.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Uhuy makasih tipsnya diriku. Kwkwkw😆 Menyemangati diri di hari2 otw tamat. Semoga gak ada kendala buat daily up. Amin❤️
__ADS_1