MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
DIBERIKAN UNTUK MANDARIN


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa mitologi. Terjemahan.


"Kenapa? Kenapa kau tak memberitahukan hal ini sejak awal?!" teriak Kenta marah seraya mencekik leher Satyr.


"Kenapa? Harusnya aku yang bertanya padamu, Kenta. Kau berjanji akan melindungi Azumi. Kau tak menepatinya. Kau hanya berteriak dan panik tak melakukan apapun saat melihat adikmu sudah sekarat. Kau, malah sibuk denganku karena menganggap keberadaanku ancaman untuk Azumi. Padahal, kaulah yang tidak becus sebagai kakak dan malah menyalahkan orang lain," jawab Satyr dan menatap Kenta tajam.


Pemuda asal Jepang itu merasa tertohok akan ucapan Satyr. Ia terhuyung ke belakang dan ambruk dengan pandangan tak menentu di samping mayat sang adik yang sudah di selimuti kain oleh Gibson.


Tubuh Kenta bergetar karena tak sanggup membendung kesedihan dan kekecewaan dalam dirinya.


"Harrghhh! Arghhh!" teriak Kenta meluapkan seluruh perasaannya dengan teriakan menyayat hati dan banjir air mata.


Anak-anak berhasil meringkus Argus hingga makhluk itu sekarat dengan darah menyeruak di sekujur tubuhnya.


Namun, para remaja itu terlihat tak gembira padahal berhasil menaklukkan raksasa itu. Mereka ikut bersedih dan menangis.


Mandarin mendatangi mayat Azumi dengan langkah gontai dan jatuh bersimpuh di sampingnya. Mandarin memeluk Azumi dan menangisi kekasihnya itu.


"Maafkan aku, Azumi. Aku ... aku tak bisa menjagamu. Aku lemah," ucap Mandarin dengan wajah ia benamkan di selimut yang menutup jasad Azumi.


Semua anak terdiam. Mereka ambruk di tanah samping Argus dengan wajah sendu. Duka kembali menyelimuti hati semua orang. Satyr masih berdiri dan menatap anak-anak yang kehilangan semangat mereka.


"Tak ada gunanya. Azumi sudah mati. Setidaknya, kalian berhasil menyelesaikan satu permintaan dari misi Oag. Segera bawa Argus pada sosok hitam lalu selesaikan sisanya," ucap Satyr dengan wajah datar lalu beranjak pergi.


"Kau mau ke mana?" tanya Gibson saat melihat makhluk itu seperti akan meninggalkan mereka.


Semua anak menatap makhluk setengah kambing itu lekat yang kini memunggungi mereka.


"Alasanku bertahan bersama kalian karena Azumi. Dia mengingatkan akan salah satu Satyr betina yang pernah kucintai dulu, tapi ... dia tak ada di sini. Aku tak tahu dia masih hidup atau mati. Aku berharap, ramuan pemberian Rex bisa menunjukkan jalan padaku pada betina yang kukasihi sebelum aku mati di tempat ini. Jadi, berjuanglah karena aku juga sedang berjuang untuk mencari cintaku. Selamat tinggal," ucap Satyr lalu beranjak pergi dari kumpulan anak-anak tersebut.


Gibson dan lainnya tak bisa menghentikan tekad Satyr yang sepertinya memang sudah cukup membantu mereka sejauh ini.


Gibson melihat Argus sudah tergeletak tak berdaya dengan napas tersengal menunggu kematiannya. Gibson lalu berdiri dan mendatangi Rex, Mandarin, Harun, Rangga, Ryan, dan Kenta untuk membawa Argus kepada sosok hitam.


"Setelah ini kita makamkan Azumi. Biarkan Lazarus dan lainnya yang menyiapkan lubang untuk mengubur. Ayo," ajak Gibson, dan diangguki semua anak.


Kenta yang masih diliputi kesedihan tampak tak bertenaga ketika diminta untuk membantu menarik sosok Argus meski sudah diikat dengan kuat menggunakan akar kayu dari tuan pohon.

__ADS_1


"Ayo, Kenta! Demi Azumi! Kau harus lolos hingga level 10!" ucap Rangga memberikan semangat.


"Ya! Seperti janjiku pada Juby. Kita berdua gagal melindungi orang yang dikasihi. Oleh karena itu, kita harus menebusnya dengan kemenangan. Kau tak sendiri!" ucap Rex memberikan semangat.


"Aku juga merasakan seperti yang kau alami saat ini ketika Laika tewas. Tak ada gunanya kau menyesali diri," sahut Czar.


Kenta mendengarkan yang diucapkan oleh kawan-kawannya yang sudah kehilangan orang-orang terkasih.


Kenta menarik napas dalam dan mengangguk. Ia mengumpulkan semangat dan tenaganya lagi untuk terbang membantu kawan-kawannya menyeret sosok Argus.


"Oke. Aku siap!" jawabnya mantap.


Semua anak ikut bersemangat. Mereka saling bahu-membahu membawa sosok Argus keluar dari hutan menuju ke pintu lorong.


Gibson sengaja memilih kawan-kawannya yang memiliki sosok mitologi besar dan kuat. Lazarus bersama yang lain menggali lubang dekat sungai untuk menguburkan Azumi.


Timo membungkus jasad Azumi dengan kain yang biasa digunakan sebagai selimut. Timo juga membersihkan tubuh Azumi dengan robekan kain agar tubuhnya bersih sebelum dikuburkan.


"Titip salamku untuk Tina ya, Azumi. Katakan padanya, aku akan berusaha keras agar bisa lolos sampai ke level 10. Aku sangat berharap jika mimpi Juby benar adanya jika teman-teman kita yang sudah tewas di Planet Mitologi masih hidup," ucap Timo menatap wajah Azumi sendu yang sudah bersih tak ada noda darah lagi.


Semua anak di tempat itu mengangguk pelan. Boas meminta agar jasad Azumi segera dikuburkan karena sudah kaku dan terlalu lama jika menunggu Kenta serta lainnya tiba.


"Oke. Kita kuburkan sekarang," ucap Bara.


Timo, Nicolas, Bara, Boas, Czar, Vadim, dan Lazarus saling membantu untuk memakamkan Azumi.


Mereka menutup jasadnya dengan tanah. Czar dan lainnya juga menghias bagian atas dengan bunga-bunga cantik dan nisan dari batu yang ditulis dengan noda darah di pedang Elf.


Anak-anak itu duduk termenung mengelilingi kuburan Azumi seraya menunggu kedatangan Kenta dan lainnya untuk menemui sosok hitam.


Di tempat Kenta dan timnya berada.


Kenta dan lainnya diam. Mandarin mengangkat tangan dan mengajukan dirinya sebagai peserta yang mengalahkan Argus.


Makhluk itu mengerang dan merayap di lantai batu saat beberapa matanya yang masih berfungsi melihat sosok hitam sebagai penghisap jiwa terbang melayang di hadapannya.


"Hargghh! Haggg ...," erangnya mencoba kabur padahal tubuhnya sudah terluka parah dan bersimbah darah.

__ADS_1


Para remaja itu diam saja ketika melihat sosok hitam mulai mengarahkan tangannya ke tubuh Argus.


"Hargghhh!"


Argus mengerang hingga terlihat seluruh otot tubuhnya menegang ketika rohnya tersedot. Wajah dingin terpancar jelas dari raut anak-anak yang tak mengasihani Argus ketika jiwanya terhisap.


"Mandarin, kau lolos. Aku menunggu peserta selanjutnya," ucap sosok hitam usai menyantap jiwa korbannya.


Tiba-tiba Kenta melangkah mendekat. Semua anak menoleh ke arah kakak Azumi yang menunjukkan wajah datar.


"Azumi sudah lolos sebelumnya. Apakah ... namanya bisa dialihkan untuk anak lain yang belum lolos?" tanya Kenta yang mengejutkan anak-anak lain.


Sosok hitam itu diam, tapi seperti mengamati wajah Kenta tajam di balik kerudungnya.


"Akan kuberitahu saat semua makhluk dalam daftar sudah kalian serahkan," tegasnya.


Kenta langsung berpaling begitu saja dan melangkah tanpa ekspresi di wajah. Tak ada rona kegembiraan di paras tampan anak-anak manusia itu.


Duka, penderitaan, tekanan mental, kekecewaan dan kebencian, sudah bercampur aduk dalam hati mereka. Seolah, kebahagiaan yang pernah mereka rasakan lenyap karena kehilangan orang-orang terkasih.


Saat Kenta dan timnya kembali, mereka terkejut ketika melihat Azumi telah dikuburkan. Kenta berjalan dengan wajah sendu dan kembali ambruk di samping nisan sang adik yang telah pergi darinya.


Semua anak menatap Kenta dengan ekspresi serupa dalam diam. Namun, terlihat Gibson melangkah mendekat dan kini berdiri di belakang nisan Azumi seperti ingin menyampaikan sesuatu.


"Melihat banyak dari kita yang berguguran, aku ingin kalian mengetahui isi dari daftar pertanyaan yang akan kutujukan pada Oag. Sengaja kuberitahu sebagai antisipasi jika nanti aku tewas saat menjalankan misi. Setidaknya, harus ada satu dari kita yang selamat. Dan jika hadiahnya sangat menggiurkan, aku minta dengan sangat kepada siapapun pemenangnya, untuk menghidupkan kembali kawan-kawan kita yang telah mati, berikut membangunkan seluruh orang dewasa yang terkena hypersleep. Dengan demikian, kita bisa berkumpul lagi di Bumi," ucapnya seraya menatap kawannya satu per satu bergantian.


"Hem! Aku berjanji!" ucap Boas tegas, dan diangguki anak-anak lainnya dengan mantap.


Gibson mengepalkan tangan kanan dan menjulurkannya ke depan. Semua anak mengikuti gaya Gibson dan bersumpah untuk meminta hadiah tersebut jika lulus hingga level 10.


Gibson lalu membuka buku catatannya yang berisi banyak pertanyaan untuk diajukan pada Oag nantinya jika beberapa dari mereka lolos misi level 7. Semua anak mengangguk paham.


***



uhuy makasih tipsnya diriku. lele padamušŸ˜ kwkwkw. selamat akhir pekan otw malmingā¤ļø lele masih fokus up MH dulu jadi King D sementar upnya gak tentu ya. baru lanjut daily per Agustus nanti.

__ADS_1


__ADS_2