MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
KEMBALI KE PLANET MITOLOGI


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Anak-anak bergegas membawa Oag untuk kembali ke pesawat melalui rute yang sama seperti saat datang tadi.


Mereka memanfaatkan fungsi pakaian layaknya pelampung untuk membawa Oag menyusuri sungai agar lebih cepat sampai.


Siapa sangka, ide dari Hihi tersebut membuahkan hasil. Perjalanan pulang terasa lebih cepat ketimbang saat mereka pergi tadi.


"Oag, bertahanlah," ucap Hihi cemas.


"Jangan khawatir. Luka tusukan para predator itu tak mengenai organ vitalku. Aku tak akan mati. Masih banyak tanggungjawab yang harus kuselesaikan di planet mitologi," jawabnya lemah saat papan yang membawanya kini memasuki hutan menuju pesawat.


Anak-anak yang menarik papan dengan tubuh Oag di atasnya tampak begitu lelah hingga keringat mereka bercucuran di dalam pakaian khusus.


Namun, mereka terus berusaha agar segera tiba karena khawatir akan bertemu predator lain yang bisa menyerang kapanpun.


"Hah, aku ingat jalan ini. Tinggal sedikit lagi. Jangan menyerah!" seru Bobby memimpin.


"Yeah!" jawab anak-anak semangat.


Meski Hihi tak ikut menarik papan tersebut, tapi ia membantu dengan menyingkirkan benda-benda yang menghalangi jalan.


Ia melindungi Oag dari tumbuhan dan hewan-hewan layaknya serangga yang hinggap di tubuhnya karena terluka.


"Hus! Hus!" seru Hihi seraya menyabetkan daun besar yang ia potek saat dalam perjalanan ke serangga-serangga itu.


Anak-anak lainnya tersenyum karena bagi mereka, Hihi cukup lucu. Oag bahkan tersenyum tipis di balik tentakelnya.


Saat kegelapan datang, mereka berhasil tiba di tepi pantai di mana anak buah Oag sudah berkumpul di luar pesawat terlihat cemas.


"Oag!" seru alien dengan corak merah saat mendapati pemimpin mereka tergeletak dengan mata terpejam tampak pucat di atas lempengan besi sebagai alas tidurnya.


"Cepat, bawa Oag masuk!" titah alien corak merah lainnya.


Para alien itu menempelkan beberapa pin besi di tubuh Oag. Seketika, PIP!


"Oh! Oag melayang!" pekik Hihi terkejut karena para alien itu seperti tak perlu repot untuk menggotong Oag masuk ke dalam pesawat.


"Seandainya kita tahu jika ada cara itu. Agh, badanku pegal," keluh Oscar langsung ambruk di atas pasir pantai seraya memijat bahunya.

__ADS_1


"Sebenarnya, pakaian kalian memiliki banyak fungsi. Hanya saja, kami kesulitan menghubungi kalian sehingga tak bisa menginformasikan hal tersebut," ucap salah satu alien.


"Mbak alien. Harusnya, sebelum pakein baju ini, kasih tau kita dulu dong fungsinya. Jadikan kita gak perlu repot-repot. Mana jauh, ngelawan monster serem lagi. Untung kita selamet saat perjalanan ke sini. Coba gak?" sahut Jubaedah sebal.


Para alien itu diam saja karena disalahkan. Oag yang sedang diobati dalam sebuah tabung melayang tersenyum tipis padahal ia mendengar perkataan anak-anak itu.


"Aku sengaja melakukannya," ucap Oag yang suaranya terdengar di helm anak-anak itu.


"Sengaja?!" pekik Bobby dengan mata langsung melotot.


"Aku ingin tahu, sejauh mana sifat kemanusiaan kalian saat menolong makhluk lain yang bisa dikatakan sudah membuat kalian tewas dalam permainan. Apakah kalian akan memanfaatkan hal itu dengan membalas dendam padaku, atau tidak? Ternyata, sampai aku tiba di sini, kalian tulus menolongku," ucap Oag yang membuat mulut semua anak melongo seketika.


"Ih, om Oag kejem. Sengaja ngetes ya?!" pekik Jubaedah kesal, dan Oag diam saja tak menjawab.


"Kita minta bayaran atas jerih payah dan kesulitan kita. Harus dibayar dengan harga yang pantas. Kita masih anak-anak, Om Oag! Om Oag sudah mengeksploitasi kita!" seru Pasha tak mau rugi, dan semua anak setuju akan hal tersebut.


"Baiklah, akan kubayar ketika kita semua kembali ke planet mitologi dengan selamat dan ada peserta yang lolos hingga level 10," jawab Oag tenang.


"Kalau tidak ada yang lulus bagaimana?" tanya Tina cemas.


"Kalian tak percaya dengan kemampuan teman-teman jika mereka bisa berhasil?" tanya Oag yang membuat Tina serta lainnya terkejut.


"Baiklah. Segera masuk dan kita kembali ke planet mitologi. Untuk ekspedisi selanjutnya, biarkan tim penjelajah yang akan melakukan penelusuran dan penyelidikan. Setidaknya, aku sudah menandai lokasi pesawat leluhur begitupula ditemukannya kaum GIGANT-MARVELOUS," ucap Oag.


"Baik, Oag," jawab para alien corak merah.


Anak-anak segera masuk ke dalam pesawat dan duduk di kursi masing-masing. Pesawat berhasil diperbaiki tepat waktu dan mereka tak mau menunda kepulangan karena Oag terluka.


"Siapa sangka kita menjadi penjelajah luar angkasa. Jika papi tahu, pasti dia tak akan percaya," ucap Hihi dengan mata berbinar.


"Sama. Orang tua Juby juga pasti bilang kalau Juby ngibul. Sebaiknya, kita gak usah ngomong sama orang dewasa daripada dibilang gila. Cukup kita-kita aja yang tau, para makhluk mitologi di planet dan Tuhan," jawab Jubaedah yang diangguki semua anak.


Akhirnya, pesawat berhasil meninggalkan planet leluhur Oag dengan selamat. Mereka melintasi angkasa luas usai mendapatkan banyak data dari temuan Oag serta anak-anak yang ikut berpetualang dengannya.


"Kalian akan ditidurkan karena penerbangan ini akan memakan waktu lama. Jangan banyak protes dan tidurlah," tegas Oag.


Anak-anak itu saling melirik, tapi mengangguk paham. Tak lama, sebuah gas warna putih menyeruak dalam helm anak-anak itu.


Hihi dan lainnya panik, tapi kemudian mata mereka terpejam dengan tubuh tergolek lemas seperti orang tidur nyenyak.

__ADS_1


Tempat duduk itu berubah menjadi seperti sebuah ranjang. Anak-anak mengalami hypersleep selama pesawat terbang kembali ke planet mitologi.


Sedang di sisi lain tempat Rex dan timnya berada.


Di mana mereka masih harus menyelesaikan misi level 7. Namun, kematian Jubaedah memberikan pukulan telak bagi putera dari Eiji tersebut.


"Sudahlah, Rex. Tak ada gunanya kau menyesali diri. Juby sudah tiada. Aku juga bisa merasakan kesedihan yang kau alami saat kepergian Tina. Namun, aku percaya dengan perkataan Juby jika sebenarnya kita masih hidup. Tubuh kita di sini hanya duplikat alias kloning. Gunakan alasan itu untuk membangkitkan semangatmu untuk terus berjuang!" seru Timo memotivasi.


"Jikapun benar, kematian Jubaedah terasa sungguh nyata dan menyesakkan, Timo," ucap Rex hingga wajahnya pucat dan sembab karena terlalu banyak menangis.


"Kami minta maaf, Rex. Kami menyesal karena datang terlambat," ucap Laika turut sedih.


Rex diam saja tak menjawab. Anak-anak itu kini berkumpul dalam pabrik senjata usai Timo dan Kenta memasangkan kalung pembelenggu Cerberus ke leher tengah.


Hal serupa juga dilakukan Gibson dan Harun di leher ketiga makhluk buas yang telah tewas itu.


"Kita masih harus menyelesaikan misi. Banyak makhluk mitologi yang harus kita selamatkan. Jangan biarkan kematian Jubaedah sia-sia karena aku yakin, dia pasti ingin kita berhasil di level ini. Lalu, ingat hadiahnya. Kita bisa bertanya apapun pada Oag. Aku sudah menambahkan pertanyaan tentang kawan-kawan kita yang mati agar kita semua tahu kebenaran dari mimpi Jubaedah," tegasnya.


"Oh! Kau memasukkan pertanyaan itu pada Oag jika berhasil?" tanya Rex langsung terlihat semangat.


Gibson mengangguk. "Oleh karena itu, jangan menyerah, Rex. Demi Juby," tegasnya mantap seraya menepuk pundak kawannya itu.


Rex menarik napas dalam dan akhirnya semangatnya kembali berkobar. Anak-anak terlihat senang karena Rex sudah tak terpuruk lagi meski tubuhnya masih harus dipulihkan termasuk Ryan.


Pemuda asal Swiss itu memilih untuk tetap menjadi tuan pohon karena takut melihat wujud manusianya saat dua tangannya sedang dalam penyembuhan dan tumbuh lagi.


Mereka merasa jika Gibson sangat pantas menjadi pemimpin karena ia tak terlihat gentar, cepat dalam mengambil keputusan saat keadaan genting dan mampu memberikan semangat kepada kawan-kawannya yang terpuruk.


Perlahan, beberapa dari mereka mengagumi sosok Gibson.


"Kita jangan memaksakan diri kali ini. Jadi, kita istirahat di pabrik sampai kondisi Rex dan Ryan pulih. Setelah itu, kita lanjutkan misi," ucap Gibson mantap.


"Ai, ai, Capten!" jawab Nicolas dengan hormat.


Anak-anak lainnya terkekeh. Gibson hanya tersipu malu dengan senyuman.


***


__ADS_1


Uhuy makasih tips koinnya diriku😆 Kwkwkw doain lele cemangat buat tamatin novel ini akhir bulan ini. Misal gak keuber juga maksimal di bulan depan. Amin❤️ dan selamat Hari Raya Idul Adha bagi yg merayakan🎉


__ADS_2