MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
NICOLAS LOLOS


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Cockatrice tersebut ditarik oleh Harun dengan sosok Yeti. Ia dibantu oleh Mandarin berwujud Ogre, dan Ryan sebagai Tuan Pohon.


Sedang Nicolas dan lainnya membantu mendorong makhluk itu sepanjang lorong hingga bertemu sosok hitam yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Kerja kalian bagus dan mulai terkoordinir. Selamat, Nicolas. Kau lolos," ucap sosok hitam yang membuat pemuda berambut pirang itu melompat kegirangan.


"Mm, jika boleh tahu. Jika kami berhasil menyelesaikan misi level 7, ke mana selanjutnya?" tanya Nicolas semangat, tapi sosok hitam itu tak menjawab.


Nicolas berdecak kesal karena diabaikan. Ia lalu mengajak kawan-kawannya pergi usai sosok hitam itu menghisap jiwa Cockatrice tersebut. Namun tiba-tiba, Lazarus membalik tubuhnya.


"Mm, jika boleh kami tahu. Kejahatan apa yang dilakukan oleh makhluk seperti ayam jantan itu?" tanya Lazarus menatap sosok hitam lekat dari kejauhan.


"Dia meracuni pemukiman penduduk dengan napas beracunnya. Para penduduk tewas dan ia memangsa mereka. Hal itu terjadi di beberapa daerah di mana masyarakat mengira jika itu adalah wabah. Namun sebenarnya, itu ulah Cockatrice," jawab sosok hitam tenang dan tetap berdiri melayang di atas lantai batu penjara Hades.


"Lalu ... ia diseret kemari?" tanya Harun menduga.


Sosok itu mengangguk membenarkan dalam diam. "Namun, saat ia diadili, Cockatrice tak mengakui perbuatannya padahal banyak makhluk mitologi yang menjadi saksi kala itu. Ia dimasukkan dalam penjara Hades. Selama di sini, ternyata sifat buruknya masih dipertahankan. Ia mengusik kehidupan para tahanan dengan melakukan hal yang sama. Ia bahkan pernah meracuni sungai hingga menewaskan para tahanan yang hidup di dalamnya. Oleh karena itu, misi menangkap Cockatrice menjadi salah satu level tersulit. Namun tampaknya, kalian melakukannya dengan mudah," jawab sosok itu yang mengejutkan semua anak.


"Kau memata-matai kami ya?!" tanya Mandarin memekik.


"Anggap saja aku adalah matahari dan bulan yang berada di langit," jawab sosok itu tenang.


Praktis, mata anak-anak itu melebar. Mereka tampak terkejut karena membayangkan sosok itu seperti dua benda luar angkasa tersebut yang berukuran raksasa.


"Woah, dia sungguh keren," ucap Mandarin kagum, tapi juga ngeri karena diawasi secara terus menerus bahkan mungkin 24 jam non-stop layaknya CCTV.


Anak-anak itu tak bertanya lagi dan segera kembali masuk ke penjara. Mereka yakin, jika sosok hitam selalu memantau pergerakan mereka hingga misi di penjara Hades selesai.


"Bagaimana? Kau lolos kan?" tanya Kenta dengan wajah berbinar, dan Nicolas mengangguk cepat.


"Oh, aku sangat bersemangat sekali dengan aksi tangkap ini. Hah, kenapa tak dari dulu dan baru sekarang? Oag lelet," keluh Satyr terlihat bangga karena sudah menjadi penolong bagi anak-anak itu. "Hei, mana imbalanku?!" pekiknya langsung mengulurkan tangan ke arah Rex.


Kekasih Jubaedah menyerahkan botol ramuan jodoh kepada manusia setengah kambing itu. Terlihat, Satyr itu begitu senang. Kenta yang penasaran memicingkan mata.


"Mau kau apakan ramuan itu? Kau sudah dengar instruksi penggunannya 'kan?" tanya Kenta curiga.


"Ingatanku sangat bagus. Jangan meremehkan. Lalu ... untuk apa ramuan ini? Itu urusanku," jawabnya ketus lalu memasukkan botol itu ke dalam tas topi.


"Kita istirahat dulu ya. Aku sungguh lelah. Badanku pegal semua. Malah, aku sebenarnya ingin mandi. Namun, aku takut ada makhluk menyeramkan di sungai itu," keluh Azumi bergidik ngeri saat teringat ketika dirinya ditangkap oleh Kappa.


"Aku akan melindungimu, Azumiku yang manis," ucap Satyr menyeringai seraya menunjukkan serulingnya.


"Jangan macam-macam, Kambing!" bentak Mandarin, tapi Satyr terlihat cuek seraya memalingkan wajah.

__ADS_1


"Kulihat, ada sebuah air terjun kecil. Anggap saja seperti shower. Kau bisa mandi di sana sambil berdiri di atas pijakan batu, jadi ... tak perlu berendam di sungai. Aku bisa berenang untuk memastikan sekitar jika tak ada makhluk yang akan menyerangmu. Bagaimana?" saran Timo.


"Oh, benarkah? Ya, aku mau!" jawab Azumi semangat.


"Ayo kita mandi!" sahut Satyr ikut senang.


"Siapa yang mengajakmu?! Kau tetap di sini bersamaku! Awas saja berani kabur dan mengintip adikku. Aku tak segan membakarmu!" ancam Kenta menunjuk dan menatap makhluk bertanduk itu tajam.


Semua anak ikut menatap Satyr dengan wajah bengis karena mereka sudah tahu kejahatan makhluk itu di masa lalu meski ia mengatakan sudah tak melakukan hal itu lagi.


Namun, bagi para remaja itu, penjahat tetaplah penjahat. Azumi diantar oleh Timo, Mandarin, Ryan, dan Lazarus untuk mandi.


Sedang sisanya, bersiap membuat api unggun karena malam sebentar lagi akan menjelang. Timo berinisiatif untuk menangkap ikan lagi dibantu oleh Lazarus yang membawa jaring.


Sedang Mandarin, akan mengawasi Azumi ditemani Ryan yang mengubah dirinya menjadi Tuan Pohon agar bisa memantau dari ketinggian jikalau ada bahaya mendekat.


Setibanya di sana, Azumi tampak kagum dan terpukau karena tak menyangka jika ada tempat indah di dalam penjara Hades.


Azumi menemukan air terjun kecil itu bersama kawan-kawannya. Ia yang terbiasa mandi bersama teman-teman perempuan di Jepang, tampak cuek saat menanggalkan pakaian dan hanya mengenakan pakaian dalaam.


Namun, para remaja lelaki tak bisa membohongi mata dan debaran jantung mereka saat melihat tubuh Azumi yang mulus.


"Hei! Alihkan pandangan kalian!" seru Mandarin garang saat menyadari arti tatapan dari kawan-kawannya itu.


Azumi yang sudah asyik membasahi diri dengan berdiri di atas batu, tak mendengar yang Mandarin katakan.


Lazarus mengangguk seraya membawa jaring buatan Ryan dalam genggaman menuju tepi sungai.


Mandarin berdiri dekat air terjun mengawasi Azumi dengan pedang Elf dalam genggaman. Sedang Ryan, terlihat asyik dengan bukunya meski ia berwujud Tuan Pohon.


"Hem, masih ada lima makhluk mitologi yang belum kita tangkap. Sebaiknya ... kita bertanya pada cermin, atau pada Satyr?" tanya Ryan seraya menggaruk kepala kayunya terlihat bingung.


"Tentu saja bertanya pada cermin. Kita gunakan Satyr untuk memberitahukan arah saja menemukan makhluk itu," sahut Mandarin garang jika nama Satyr disebut.


"Oke," jawab Ryan langsung menutup buku.


Sedang di tempat Satyr dan anak-anak lainnya berada.


"Siapa saja lima makhluk yang belum kalian tangkap?" tanya Satyr seraya menikmati anggur saat mendapatkannya dalam hutan.


"Sphinx, Chimera, Cyclopes, Siren dan Argus," jawab Gibson yang ternyata mengingat semua jenis makhluk mitologi itu.


Namun, wajah Satyr berubah tegang seketika.


"Oag sepertinya membenci kalian," ucap Satyr dengan wajah berkerut.

__ADS_1


"Kenapa kaubicara seperti itu?" tanya Rangga heran.


"Kalian tahukan jika penjara Hades berisi para penjahat dari berbagai jenis makhluk mitologi?" jawabnya dengan pertanyaan. Semua anak mengangguk tampak serius mendengarkan. "Penjara ini tak membiarkan tahanan lolos dengan cara apapun. Para penjahat itu adalah para lawan yang tangguh, licik dan keji," sambungnya dengan wajah bengis. Anak-anak pucat seketika.


"Jangan menakut-nakuti," rengek Bara.


"Aku serius. Bahkan, para tahanan pun tak segan saling bunuh dan serang. Aku beruntung bisa bertahan sejauh ini karena kecerdikanku," ucapnya memuji diri sendiri.


"Hem, dia mulai lagi," keluh Bara, dan semua anak langsung berwajah malas seketika. "Sebenarnya, kau ingin bicara apa? Kau bertele-tele!"


"Iya! Langsung saja ke pokok pembicaraan!" sahut Kenta kesal. Satyr berdecak sebal.


"Melihat banyaknya jumlah tahanan yang harus kalian tangkap, dugaanku, dari seluruh pemain Maniac, hanya kalian saja yang tersisa. Lainnya, tewas."


"Da-dari ribuan anak di Bumi ... ha-hanya kami yang bertahan? Begitu maksudmu?" tanya Harun sampai tergagap.


Satyr mengangguk dengan mantap dan wajah serius. Semua anak saling diam dan mulai memikirkan ucapan Satyr yang dirasa ada benarnya.


Tiba-tiba, Gibson mengangkat tangan. Satyr tersebut mengangguk pelan.


"Apa yang kau tahu tentang Tartarus di planet mitologi ini?" tanya Gibson yang seperti sengaja mengalihkan pembicaraan.


Satyr tersenyum miring. "Tartarus adalah jurang penyiksaan. Dan tempat itu berada di luar penjara ini. Konon katanya, penjahat yang bersalah akan dilemparkan ke jurang yang sangat dalam. Selama tubuh itu melewati celah jurang, siksaan bertubi datang menghujam. Siksaan itu sengaja dilakukan untuk menyiksa tanpa membunuh dengan cepat. Tartarus ditujukan agar penjahat itu merasakan penderitaan atas kejahatan yang pernah dilakukannya selama hidup dan membuat penjahat itu serasa ingin mati segera, tapi tidak bisa," jawabnya dengan sorot mata tajam begitu serius menjelaskan.


Semua anak menelan ludah dengan jantung berdetak cepat serasa ingin meledak. Para remaja itu membisu membayangkan kengerian tersebut menimpa diri mereka.


"Aku memang belum pernah melihatnya, tapi yang kudengar jika tempat itu mengapung. Namun sebenarnya, itu adalah tempat penjagalan yang sesungguhnya," imbuh Satyr yang membuat mata semua anak melebar seketika.


"Oh! Jangan-jangan yang kita lihat saat itu, Gibson!" sahut Boas dengan wajah tegang.


"Kalian sudah pernah ke sana? Kenapa kalian bisa keluar? Seharusnya, siapapun yang masuk ke penjara itu, tidak pernah bisa kabur. Beritahukan padaku strateginya," pinta Satyr dengan wajah berbinar.


"Kami hampir masuk ke sana. Untung Gibson menyarankan agar kami kembali masuk ke penjara Hades," sahut Vadim cepat.


Namun, Satyr tampak kecewa. Saat ia akan menyuapi mulutnya lagi, tiba-tiba ia seperti tersentak seketika.


"Tunggu! Kalian bilang apa tadi? Argus? Argus si mata 100 masuk dalam daftar yang harus kalian tangkap bukan?" tanyanya menatap wajah anak-anak itu bergantian.


"Ya, ada nama Argus. Memang kenapa?" tanya Nicolas heran.


"Azumi dalam bahaya!" jawab Satyr yang mengejutkan semua anak.


***


__ADS_1


uhuy makasih tipsnya diriku. aduh lele lowbat😩 energinya kaya kesedot sosok hitam. lele rebahan dulu biar bisa up King D dan MH lagi. Lele padamu ❤️


__ADS_2