
Bobby, pemimpin dari tim kelompok tersebut marah kepada anggota timnya karena menghilangkan dua buah telur yang sudah mereka dapatkan dengan susah payah.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Kalian tidak becus! Aku sudah mengeluarkan seluruh tenagaku untuk menjatuhkan Yeti itu. Kalian hanya merampas satu telur naga saja tidak bisa? Jika masih ingin ikut dalam kelompokku, segera kumpulkan telur naga lagi!" teriak Bobby marah besar.
Anak-anak itu ketakutan dan mengangguk gugup. Bobby mengajak kawan-kawannya kembali ke tempat mereka meninggalkan tas.
Keesokan harinya.
Bobby dan timnya kembali mendatangi kawasan saat terakhir kali mereka melakukan penyerangan terhadap Kenta, Harun dan Nicolas.
Sayangnya, tas yang berisi telur tak ditemukan. Tiga anak yang mereka serang kala itu juga sudah tak ada.
Namun, mereka menemukan jejak api unggun dan beberapa sampah plastik yang dibakar dari produk makanan ringan.
"Bobby! Sepertinya, tiga anak itu selamat dan mendapatkan bantuan. Lihat! Ada beberapa jejak di sini. Mungkinkan, mereka bertemu kelompok lain dan menghimpun pasukan?" tanya Oscar berpendapat.
Bobby diam sejenak terlihat berpikir serius.
"Kita harus mengejar mereka. Jika benar anak-anak itu berkumpul dengan anak manusia yang selamat lainnya, kita harus mengambil kesempatan," sahut seorang anak bertubuh gemuk lainnya bernama Scott.
"Bob. Kenapa kita tak bergabung saja dengan mereka? Bukankah, akan lebih menguntungkan jika kita menyelesaikan misi dengan banyak orang? Semakin banyak anggota, semakin cepat misi diselesaikan," sahut seorang gadis cantik berambut hitam.
Namun, Bobby terlihat seperti tak sependapat. Ia mendekati gadis itu dengan sorot mata tajam. Gadis cantik itu tertunduk terlihat gugup.
"Kauingin bergabung dengan mereka? Anak-anak yang menghimpun banyak anggota, pastilah mereka lemah. Karena mereka lemah, mereka berkumpul. Bukan membantu, tapi malah makin menyusahkan. Kalian beruntung karena aku memilih kalian. Jangan lupa, aku yang menyelamatkan nyawa kalian di planet ini sehingga kalian masih hidup. Kalian, berhutang nyawa padaku," tegasnya menunjuk keempat kawannya.
Anak-anak itu tertunduk dan mengangguk pelan tak berani membantah. Bobby meminta gadis cantik yang dibentaknya tadi untuk berubah menjadi manusia serigala.
Bobby menugaskan gadis berambut hitam panjang itu untuk mengendus dan melacak jejak kawanan kelompok baru tersebut.
"Grrr! Horg!" erangnya yang sudah mendapatkan jejak dari penciumannya.
Serigala hitam itu berlari dengan keempat kakinya meskipun ia bisa berdiri. Dengan sigap, keempat kawannya mengejar agar tak tertinggal.
Di sisi lain.
Kenta bergandengan tangan dengan Azumi. Kumpulan anak-anak remaja itu menjadi sebuah kawanan besar. Mereka mengobrol sepanjang perjalanan untuk saling mengenal.
Para kurcaci juga mulai terlihat akrab dengan para anak-anak termasuk peri Hihi. Saat mereka akan memasuki sebuah hutan jamur, langkah anak-anak itu terhenti karena Harun, Mandarin, Timo, Hihi, dan 5 kurcaci seperti merasakan sesuatu.
"Ada apa?" tanya Gibson bingung.
Seketika, mata Timo melebar.
"Cepat pergi dari sini! Aku rasa, kita dikejar oleh makhluk pemangsa!" serunya yang membuat kaget semua anak.
"Makhluk pemangsa? Apa itu?" tanya Rex ikut panik.
__ADS_1
"Aku mengenal baunya. Aromanya sama seperti yang mencoba mencelakaimu, Nico. Si manusia serigala!" jawab Harun yang membuat Nicolas bergidik ngeri seketika.
"Kabor!" teriaknya lantang, dan semua anak ikut menjerit karena panik.
Namun, para kurcaci yang berkaki pendek tak bisa berlari kencang. Mandarin dan Harun berubah menjadi makhluk Mitologi untuk membantu kawan-kawannya yang kesulitan.
Kenta duduk di tengkuk Yeti dan memegangi kepalanya erat agar tak jatuh. Kurcaci topi jingga dan merah menaiki pundak Harun di sisi kanan dan kiri. Sedang 3 kurcaci sisanya, menaiki tubuh Ogre Mandarin.
Anak-anak lainnya yang masih bertubuh bugar berlari kencang menghindari kejaran. Jubaedah dan Azumi memakan daun warna merah muda agar bisa menerjemahkan ucapan dari para kurcaci serta Hihi.
"Katanya, serigala itu tak suka dengan air. Kita harus pergi mencari sungai. Kita bisa menutupi jejak jika tubuh basah," ucap Azumi meneruskan informasi dari para kurcaci.
"Hihihi!" pekik peri Hihi menunjuk.
Harun dan Mandarin yang bertubuh tinggi besar, melihat ada sungai di kejauhan. Mereka sepakat untuk menuju ke tempat itu untuk menutupi jejak.
Para kurcaci berasumsi jika anak-anak itu akan mengambil telur naganya kembali setelah mendengar cerita dari Harun, Nicolas dan Kenta sebelumnya.
"Lindungi telur naga itu! Jangan sampai mereka mendapatkannya!" seru Ryan lantang.
Vadim dan Pasha yang dipercaya untuk membawa telur naga itu dalam tas ransel mereka mengangguk mantap.
Meski dua anak itu bertubuh gemuk, tapi mereka cukup tangguh dan bisa berlari meski napas mereka tersengal.
Kelompok itu memasuki hutan jamur yang terasa teduh karena ukuran yang besar. Anak-anak yang belum pernah menjumpai jamur berukuran raksasa dibuat kagum karena keindahannya.
Namun, tidak dengan Jubaedah. Gadis cantik itu bergidik ngeri mengingat kejadian saat pertama kali menginjakkan kaki ke planet itu.
"Banyak banget jamurnya!" seru Timo sambil berlari, tapi kepalanya menoleh ke kanan ke kiri karena pemandangan takjub di sekelilingnya.
"Hihihihi, hihi," ucap Hihi seraya terbang, tapi menutup hidung.
"Hah, hah, kata Hihi. Saat malam hari, jamur-jamur ini beracun. Jika kita menghirup udara di sekitar mereka, kita bisa menjadi manusia patung," ucap Azumi menerjemahkan dengan napas tersengal.
Praktis, anak-anak itu melotot seketika.
"Hihihi, hihihihihi ... hihi!"
"Jamur-jamur besar ini mengeluarkan semacam serbuk yang membuat fungsi tubuh kita berhenti bekerja. Hanya bisa disembuhkan dengan kencing naga," ucap Azumi serius.
"Ha? Kencing naga?!" seru anak-anak terkejut mendengar hal yang bagi mereka mengerikan sekaligus menjijikkan itu.
Spontan, rasa kagum yang awalnya menyelimuti hati anak-anak berubah seperti mimpi buruk. Mereka berlari semakin kencang agar bisa segera pergi dari hutan penuh tipuan itu.
Saat mereka keluar dari hutan jamur, anak-anak itu kembali terkejut karena langit yang mereka lihat berubah.
Spontan, laju lari mereka terhenti seketika. Anak-anak itu kembali kagum dan terpesona akan keindahan dari planet yang sedang mereka jelajahi itu.
"Woahh!" seru Vadim sampai mulutnya menganga lebar mendongak memandangi langit bercahaya.
__ADS_1
"Rexy! Indah banget ya!" seru Jubaedah menggoyangkan lengan kekasihnya. Rex mengangguk setuju.
"Itu apa di langit? Bisa gitu ya," ucap Rex terkagum-kagum.
"Eh, eh, foto yuk. Kita belom punya foto bebarengan loh. Yuk, yuk," ajak Jubaedah semangat.
Anak-anak awalnya terlihat ragu, tapi pada akhirnya mengangguk setuju. Mereka seakan lupa jika sedang dikejar.
Para remaja itu asyik berfoto dengan kamera ponsel milik kawan mereka yang masih aktif. Dan ternyata, hampir semua anak memiliki ponsel saat tersedot portal.
"Ah, gak ada buruknya juga tempat ini. Walaupun serem, tapi tempatnya emang keren. Di Bumi gak ada yang beginian," ucap Jubaedah seraya melihat hasil foto dengan cara di timer.
"Ya ampun! Kita harus segera nyemplung ke sungai! Kita akan dikejar oleh manusia serigala. Ayo, cepetan!" seru Nicolas dan semua anak segera bergegas.
Kesenangan itu berubah menjadi kepanikan. Harun dan Mandarin masih dalam bentuk makhluk mitologi mereka.
Ternyata, kekhawatiran sebelumnya yang mengatakan jika terlalu lama dalam wujud makhluk mitologi akan menjadikan mereka makhluk tersebut selama-lamanya adalah tidak benar.
Para kurcaci mengatakan, hal itu terjadi jika mereka melakukan kecerobohan seperti Hihi. Selain itu, mengkonsumsi makanan dari planet tersebut juga tak membuat mereka menjadi wujud tersebut.
"Berarti, ikan yang kita makan waktu itu aman 'kan ya? Huff, Juby sempet panik. Kirain Juby bakal keracunan atau gimana gitu gegara makan ikan pemberian Timo. Juby 'kan makan banyak banget," ucapnya lega seraya memegangi dadanya.
Anak-anak yang mendengar hal itu terkekeh. Akhirnya, satu persatu dari mereka menceburkan diri ke sungai untuk membasahi tubuh.
Para kurcaci mengatakan jika mereka mengikuti aliran sungai, akan lebih cepat tiba di sarang naga. Namun, mereka tak memiliki kapal.
Mandarin dan Harun mengusulkan untuk menggunakan dua batang pohon besar yang akan dijadikan sebagai kapal.
Awalnya anak-anak ragu, tapi mengingat telur naga sebentar lagi akan menetas, mereka menerima resiko tersebut.
Akhirnya, Yeti dan Ogre merobohkan dua batang pohon yang dimanfaatkan sebagai transportasi air untuk menghemat waktu.
Mereka juga mengindari kejaran dari kelompok yang ingin mencuri telur naga dengan tetap berada di air.
Harun dan Mandarin kembali berubah menjadi manusia. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Hihi tetap terbang untuk mengawasi sekitar dari ketinggian.
"Anggap saja seperti naik banana boat," ucap Gibson sebagai pemimpin tim pertama yang diberikan nama Yeti.
"Haduh. Padahal Ryan tak suka banana boat. Ryan selalu tercebur," sahut Ryan cemas yang ikut dalam kelompok Ogre.
"Tenang, kita saling membantu. Kalian siap?" tanya Gibson memimpin tim.
"Yeah!" jawab anak-anak itu lantang yang sudah siap dengan kayu seukuran kaki sebagai dayung mereka.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya mbak aju lele padamu😍 semoga makin bohay ehem😘