
Semua anak dibuat tegang. Wajah mereka serius, tak sabar untuk bertanya dan mendapatkan jawaban atas semua keraguan di hati selama berada di Planet Mitologi.
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Perkenalkan, aku Timo. Pertanyaanku adalah ..., " ucapnya yang membuat kepala semua anak menoleh ke arah remaja asal Filipina tersebut. "..., apakah kawan-kawan kami yang telah tewas selama mengikuti permainan Maniac masih hidup?"
Kepala anak-anak langsung beralih ke sosok rupawan tersebut.
"Ya. Mereka masih hidup," jawabnya tenang.
Sontak, senyum para remaja itu terkembang. Dugaan mereka selama ini benar. Rex akhirnya mempercayai mimpi Jubaedah, dan semakin semangat untuk mencari tahu lebih lanjut. Seketika, sebuah mangkuk yang berisi sup di hadapan Timo menghilang. Pemuda berambut hitam itu menelan ludah di mana ia sangat merindukan rasa sup yang gurih dan lezat. Timo menahan rasa lapar padahal sudah makan sebelum tidur. Namun, semua makanan yang terhidang seperti menggodanya dan meminta untuk disantap. Timo segera menggeser bukunya dan memberikan pada Mandarin.
"Halo, aku Mandarin. Pertanyaanku. Apakah teman-teman kami bisa dibangkitkan bagi yang sudah gugur? Bagaimana caranya?" tanyanya semangat.
"Itu dua pertanyaan. Kau curang. Pertanyaan pertama atau kedua yang kauajukan?" tanya sosok itu yang membuat Mandarin tertegun dan diam sejenak.
"Maaf. Bagaimana caranya membangkitkan teman-teman kami yang telah tewas?" tanyanya yang mengkombinasikan dua pertanyaan sekaligus.
Lazarus memberikan jempolnya karena Mandarin dianggap pintar.
"Setelah permainan Maniac mendapatkan minimal satu pemenang diakhir level 10 tanpa melakukan kecurangan. Para pemain yang gugur akan dibangkitkan," jawabnya tenang lalu menjentikkan jari dan seteko susu di depan Mandarin hilang.
Wajah Mandarin langsung memelas di mana ia sangat merindukan rasa susu nikmat yang sudah lama tak diteguk. Mandarin menduga jika sosok itu tahu jenis makanan atau minuman yang diinginkannya. Mandarin lalu memberikan buku tersebut kepada Lazarus. Keturunan Benedict itu terlihat siap.
"Aku Lazarus Benedict. Pertanyaanku adalah ...," ucapnya memperkenalkan diri. "..., setelah permainan Maniac berakhir, apakah kami akan dipulangkan ke Bumi dan semua kembali seperti sedia kala? Maksudku ... para orang dewasa akan ikut bangun?"
"Ya, itu benar," jawab sosok itu singkat.
Tanpa melihat buku, Harun langsung mengangkat tangan. Semua anak menoleh ke arahnya termasuk sosok rupawan itu.
"Bagaimana dengan ingatan kami dan para orang dewasa yang sudah dibangkitkan?" tanyanya semangat.
Lelaki pembawa trisula itu tersenyum tipis. "Ingatan para orang dewasa akan dihapus, tapi para pemenang tidak," jawab lelaki itu yang mengejutkan Harun serta lainnya.
Lazarus dengan sigap memberikan buku kepada Nicolas yang sudah tak sabar ingin mengajukan pertanyaan.
__ADS_1
"Hai, aku Nicolas," sapanya dengan senyuman bahkan melambaikan tangan. Sosok itu balas melambai. "Apakah setelah kami kembali ke Bumi, kami bisa berubah wujud menjadi makhluk Mitologi seperti di Planet ini?"
"Tidak. Perubahan wujud kalian hanya bisa dilakukan di tempat ini saja. Saat kembali ke Bumi, kalian semua menjadi manusia biasa lagi tanpa kemampuan ajaib," jawab sosok itu yang membuat wajah beberapa anak tampak kecewa.
Sepertinya, sebagian dari mereka mulai menyukai perubahan wujud tak lazim itu. Nicolas lalu memberikan bukunya kepada Bara. Pemuda asal Indonesia itu berdehem terlihat gugup. Semua anak menahan senyum.
"Aku Bara, dan pertanyaanku adalah ... kenapa para anak manusia yang diminta untuk melakukan permainan kejam ini, bukan para manusia dewasa?" tanyanya seperti sebuah protes kepada sosok rupawan berpakaian serba putih itu.
Lelaki itu tersenyum. "Cara berpikir anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Semua rintangan yang diberikan di tiap level akan terasa mudah bagi para orang dewasa. Hal itu sudah dilakukan oleh para pendahulu ketika mereka melawan para makhluk Mitologi pada zamannya dan sebagian menang membawa kejayaan. Mereka dikenang sebagai pahlawan, tapi banyak juga yang menjadi sombong dan menjadi tamak sesudahnya. Oleh karena itu, generasi orang-orang angkuh itu menurun kepada keturunannya dan berlanjut hingga sekarang. Banyak pemimpin kejam dan tak berperikemanusiaan karena merasa sudah menjadi penguasa dan penakluk. Kami tak ingin melakukan kesalahan yang sama. Oleh karena itu, kami memilih anak-anak yang masih berpikiran polos, seperti kalian."
Bara melongo usai mendengar penjelasan itu. Namun, anak-anak seperti mulai memahami sedikit demi sedikit maksud dari permainan tersebut di mana mereka yakin, jika ada maksud terselubung di dalamnya. Bara yang bengong, membuat Rangga tak sabar dan mengambil sendiri buku itu. Bara meringis saat menyadari jika dirinya melamun.
"Kelamaan," gerutu Rangga seraya melihat coretan namanya pada pertanyaan yang sudah Gibson tuliskan. "Halo, aku Rangga. Nah, pertanyaannya adalah ... kenapa kami harus melawan para makhluk Mitologi?" tanyanya yang diakhiri dengan senyum lebar memperlihatkan gigi.
"Itu sudah sesuai perjanjian dengan para manusia terpilih. Jauh, sebelum peradaban Bumi berkembang pesat seperti zaman kalian hidup sekarang," jawabnya yang membuat Rangga memiliki pertanyaan baru. Sayangnya, hal itu tak bisa disampaikan karena dianggap curang. Rangga menoleh ke arah Boas dan kawan-kawan lainnya yang ikut menatapnya seperti memiliki pertanyaan yang sama. "Kita harus tanyakan soal masa lalu. Di pertanyaan Gibson tak ada," bisiknya.
Ryan dan lainnya terlihat bingung. Mereka malah garuk-garuk kepala.
"Selanjutnya. Ingat, waktu terbatas," ucap sosok rupawan itu yang membuat Boas langsung mengambil buku dari tangan Rangga.
Boas dengan sigap membaca tulisan Gibson dan menyampaikannya tanpa memperkenalkan diri. "Apakah benar jika makhluk Mitologi yang ada di Bumi adalah hasil rekayasa dari para ilmuwan di Planet Mitologi?" tanya pemuda asal Australia itu penasaran.
Poseidon dikenal sebagai dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trisula yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Dewa lautan yang dipercaya bisa mengendalikan laut dan makhluk dalam air dengan tongkat saktinya. Para remaja itu terbengong, tapi semua mulai masuk akal dalam pikiran.
"Iya juga sih ya. Masa tau-tau kaya punya ilmu kanuragan sakti mandraguna. Namun, kalau dibandingkan dengan kisah zaman dulu dan sekarang di tanah Indonesia, beberapa dari mereka yang sakti dan memiliki kemampuan super, itu karena memiliki perjanjian dengan jin. Mungkin para Dewa ada yang melakukan hal itu juga," sahut Bara, dan semua anak yang baru mengetahui hal itu mengerutkan kening.
"Kaubilang apa barusan? Bersekutu dengan jin? Seperti setan? Hantu?" tanya sosok rupawan yang ternyata mendengar pertanyaan tersebut.
Tiba-tiba, Rangga menunjuk lelaki itu. Sontak, semua anak terkejut termasuk lelaki tampan tersebut.
"Kau bertanya, akan kujawab, tapi itu tak masuk dalam hitungan 13 pertanyaan, 13 jawaban. Bagaimana? Sebagai gantinya, aku bertanya padamu satu pertanyaan, dan kau menjawabnya," ucap Rangga mengajak kesepakatan.
"Bagus, Rangga," bisik Rex dengan wajah berbinar seraya menunjukkan jempol.
Rangga terlihat bangga akan dirinya yang terpikirkan ide tersebut. Semua anak tampak tak sabar menunggu jawaban dari sosok bersayap itu. Terlihat jelas, lelaki berambut ikal di hadapan anak-anak seperti memikirkan hal tersebut dengan serius karena matanya berkerut.
__ADS_1
"Baik. Jawab dulu pertanyaanku tadi," ucapnya yang membuat Rangga langsung mengepalkan tangan terlihat bahagia. Semua anak mengembangkan senyuman karena usaha Rangga berhasil.
"Ya. Di Indonesia, bahkan aku yakin di beberapa negara, masih banyak yang memiliki perjanjian dengan para jin. Hal itu membuat mereka kuat, kaya, dan seperti memiliki kemampuan tak lazim. Aku pernah melihatnya sendiri saat berkunjung bersama Bara ke rumah teman sekolah. Kakek kawan kami bersekutu dengan jin. Awalnya kami tak percaya, tapi setelah beliau mempraktikkannya, mau tidak mau kami percaya hal tersebut," ucap Rangga antusias.
"Ya, benar itu! Sangat mengerikan!" imbuh Bara dengan wajah bengis. Semua anak menelan ludah.
"Hanya saja, memang harus ada hal yang dikorbankan dari perjanjian dengan para makhluk-makhluk halus itu. Seperti ... tumbal. Nah, kalau disamakan dengan zaman para Dewa berkuasa, seperti ... pengorbanan entah manusia atau semacamnya agar kekuatan yang dimiliki orang sakti itu tetap abadi. Ditempatku, ada yang namanya santet. Semacam ada hal gaib yang sulit dijelaskan, tapi membuat orang yang dibidik bisa sakit bahkan mungkin tewas. Seperti diracuni dari jarak jauh," ucap Rangga menjelaskan panjang lebar.
"Hati-hati jika kalian ke Indonesia. Jangan banyak tingkah. Dukun di Indonesia sangat hebat melakukan santet. Tahu-tahu, kalian sakit dan tak bisa disembuhkan," imbuh Bara yang membuat wajah remaja lainnya pucat seketika.
Lelaki itu diam dengan mata berkedip seperti mencoba menelaah penjelasan Rangga yang terdengar sedikit unik untuknya. Anak-anak lain yang baru mengetahui hal itu ikut ber-Oh, seperti mendapatkan pengetahuan baru tentang dunia gaib. Lama lelaki itu diam hingga akhirnya mengangguk dengan senyuman. Wajah seriusnya sirna dan seperti siap untuk melanjutkan sesi.
"Seperti perjanjian. Apa pertanyaanmu?" tanya lelaki itu yang membuat Rangga kembali bersemangat karena mendapatkan kesempatan mengutarakan pemikiran.
"Kaubilang jika permainan Maniac yang melibatkan anak-anak bukan manusia dewasa karena perjanjian dengan para manusia terpilih. Apa maksudnya? Jangan bohong," tegas Rangga menatap sosok itu tajam.
Para remaja lain ikut menyipitkan mata saat sosok bersayap layaknya malaikat rupawan seperti kisah dalam dongeng menunjukkan wajah serius. Sepertinya, pertanyaan Rangga adalah sebuah rahasia dan tak bisa diungkapkan begitu saja. Suasana hening selama beberapa saat hingga lelaki itu kembali tersenyum.
"Kami memiliki teknologi seperti ramalan masa depan. Oleh karena itu, kami memiliki pengetahuan lebih maju dari para manusia di Bumi. Mungkin ... bisa dibilang sebuah keajaiban. Saat para Dewa berkuasa, salah satu ilmuwan kami yang mungkin tak dikenal namanya di Bumi, seperti mendapatkan sebuah informasi rahasia dari alat ciptaannya, tentang keadaan Bumi di tahun 2050," ucapnya yang membuat mata semua anak melebar.
"Ada apa di tahun 2050? Hei, itu masih masuk dalam pertanyaan. Kau sengaja menyampaikannya setengah-setengah. Jangan curang," ucap Lazarus, dan semua anak mengangguk setuju.
Lelaki itu mengembuskan napas pelan dan kembali tersenyum. "Baiklah. Anggap saja bonus. Di tahun itu, ia melihat sebuah wabah akan tersebar dan membuat populasi manusia serta makhluk hidup layaknya hewan terancam punah. Wabah itu, disebabkan oleh para manusia sendiri. Wabah itu lalu menyebar hingga beberapa tahun ke depan. Sayangnya, tak diketahui bagaimana wabah tersebut akan berakhir, karena setelah itu, alat tersebut mati dan tak bisa diperbaiki lagi. Ilmuwan kami yang mengetahui hal itu menyampaikannya pada salah satu manusia yang dianggap sebagai orang paling bijak di Bumi pada zamannya. Lalu, orang bijak itu mengumpulkan orang-orang kepercayaannya untuk membahas hal ini. Zeus dan lainnya yang mendengar ramalan itu awalnya tak percaya, tapi sang ilmuwan yakin jika hal itu akan terjadi. Maka, dibuatlah kesepakatan untuk mengantisipasi hal tersebut dalam sebuah tes yang dinamakan permainan Maniac. Kalian akan mendapatkan jawaban dari rahasia kesepakatan itu jika ada yang memenangkan sampai level 10. Itu saja. Yang kuutarakan lebih dari cukup," tegas lelaki tersebut yang membuat mulut semua anak menganga lebar.
"2050? Rasanya ... itu sebentar lagi. Bagaimana ini? Menakutkan," ucap Vadim bergidik ngeri.
"Kita harus berusaha sampai ke level 10 agar tahu bagaimana cara mengantisipasinya," sahut Ryan, dan semua anak mengangguk setuju.
"Baiklah, pertanyaan selanjutnya. Aku tahu namamu, Czar. Jadi ... apa pertanyaanmu," tanya lelaki itu menunjuk remaja asal Rusia tersebut.
Czar terkejut karena dirinya dikenali. Czar lalu mengambil buku yang dipegang oleh Boas dan mulai membaca pertanyaan Gibson yang sudah ia pilih.
"Baik. Pertanyaanku adalah ...."
***
__ADS_1
tengkiyuw tipsnya❤️kekeke pegel uy pantat. Insya Allah dobel eps. Sabar. Bumil energinya udah gak super power jaman ngetik Vesper soalnya. jangan lupa tips koin dan poin biar lele selalu semangat. lele padamu😘