MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
PERANG?*


__ADS_3

Ternyata, tiga kelompok tim besar anak-anak yang masih bertahan, menemukan banyak benda-benda seperti tas, beberapa perlengkapan dan juga camilan selama berpetualang.


Tentu saja, anak-anak yang masih bisa bertahan tak sungkan untuk mengambil barang-barang itu sebagai penyambung hidup.


Sedang, di tempat Rangga dan kawan-kawannya berada. Mereka akhirnya tiba di markas Minotaur.


Namun ternyata, markas tersebut seperti sebuah rumah yang terbengkalai. Anak-anak itu nampak terkejut karena mendapati sebuah bangunan di Planet lain.


"Ini ... bukannya rumah ya? Seperti bekas mansion," ucap Bara menilai.


"Hem, aku cukup yakin demikian. Namun setidaknya, kita bisa singgah di tempat ini sementara waktu. Aku merasa sedikit nyaman dengan hal berbau seperti manusia," sahut Lazarus.


Anak-anak lain banyak yang sependapat. Minotaur tersebut mengajak para remaja itu masuk ke dalam.


Ternyata, tempat itu terlihat lebih kokoh dari yang nampak di luar. Banyak tumbuhan merambat di dinding-dinding bangunan dan memang tidak terawat.



"Apakah ... ada manusia sebelumnya di tempat ini?" tanya Rangga penasaran seraya melihat sekitar di mana tempat itu ternyata cukup luas.


"Garr, garr."


Praktis, anak-anak itu terkejut ketika mendapati Minotaur lain yang muncul dari dalam ruangan dan persimpangan koridor. Namun, mereka tak bersenjata dan tak menggunakan baju tempur layaknya wujud Rangga.


Makhluk-makhluk itu berjalan mendekati jenisnya yang menjadi pemandu Rangga. Anak-anak memilih menjauh karena merasa takut seperti dikepung. Para Minotaur itu berbicara di kejauhan.


"Kamu ngerti, Ngga, apa yang mereka omongin?" tanya Bara.


"Gak denger. Mereka bisik-bisik. Rangga jadi curiga. Kalian waspada," bisiknya kepada kawan-kawannya.


Lazarus segera menterjemahkan ucapan Rangga karena beberapa dari mereka hanya bisa bahasa Inggris.


Tiba-tiba, Minotaur yang menjadi pemandu anak-anak itu menunjuk Rangga. Dengan sigap, Rangga segera berubah menjadi seperti makhluk-makhluk tersebut. Kini, para Minotaur itu yang terkejut akan perubahan dalam diri Rangga.


Pemuda dalam wujud manusia berkulit cokelat itu berjalan mendekat mewakili kawan-kawannya yang menunggu kejelasan nasib mereka.


Mereka bicara dalam bahasa Minotaur. Terjemahan.


"Kenapa kami harus datang kemari? Berikan penjelasan secara lengkap dan jangan berani berbohong," tegasnya di hadapan para Minotaur.


Salah satu Minotaur dengan bulu berwarna sedikit kehitaman mendekat. Rangga terlihat gugup, tapi mencoba untuk tetap tenang.


"Bantu kami berperang untuk mempertahankan wilayah," jawabnya.


Praktis, mata Rangga melebar.

__ADS_1


"Perang? Hei! Kami masih anak-anak!" seru Rangga menolak.


"Kau berubah menjadi seperti kami. Kau memang jelek dan pendek dengan wujud manusiamu, tapi lihatlah ketika menjadi Minotaur. Kau terlihat kuat dan hebat. Kau pasti bisa membantu kami," jawab Minotaur tersebut seraya menepuk-nepuk dada Rangga.


Pemuda itu terlihat bingung. "Perang melawan siapa?" tanya Rangga heran.


"Oag."


"Ha?" tanya Rangga sampai memiringkan kepala.


"Dia seekor kadal yang sangat cerdas. Dia ... tak murni seperti kami. Dia diciptakan oleh manusia seperti kalian sebelumnya. Ia datang kemari dan mengambil alih semuanya. Dia menerapkan sebuah sistem yang tak kami setujui, tapi dia dan kelompoknya nekat melakukannya. Katanya, hal yang ia lakukan adalah sebuah kesepakatan dari para pendahulunya," jawab Minotaur berbulu cokelat tua.


"Kadal jenius? Mm ... kalian punya fotonya? Maksudnya ... gambar dia seperti apa gitu? Kadal 'kan kecil, sedang kalian besar, kenapa takut?" tanya Rangga heran.


Namun, para Minotaur itu tak paham dengan kalimat Minotaur buatan itu. Rangga menghela napas. Ia meminta waktu untuk berdiskusi dengan kawan-kawannya sebelum membuat keputusan.


Tentu saja, hal itu mengejutkan semua anak setelah mendengar penjelasan Rangga.


"Kita diminta untuk apa?!" pekik Lazarus seperti tidak sependapat.


"Gak usah teriak napa? Biasa aja, Bro," sahut Bara sampai menutup salah satu telinga karena Lazarus duduk di sebelahnya.


Lazarus minta maaf. "Perang dengan siapa? Apa untungnya buat kita?" tanya Lazarus mendetail.


"Entahlah. Aku tak begitu paham dengan hal-hal yang berbau kesepakatan," jawab Rangga terlihat bingung yang sudah kembali dalam wujud manusia.


Rangga kembali berubah wujud menjadi Minotaur agar bisa melindungi Lazarus, jikalau nanti perbincangan mereka bisa membahayakan nyawa kawannya itu.


"Aku Lazarus Benedict. Aku adalah pangeran di Black Castle, Inggris. Katakan apa yang kalian inginkan dari kami, dan akan kami pertimbangkan," ucapnya. Rangga dengan sigap menerjemahkan ke dalam bahasa para makhluk itu.


"Seperti yang aku bilang tadi, mereka ingin kita bantu merek perang melawan Oag," tegasnya. Lazarus mengangguk.


"Apa keuntungannya bagi kami?" tanya Lazarus. Minotaur berbulu hitam menjawab.


"Oh! Katanya, dia nanti bisa bantu pulangin kita ke Bumi, Zar!" seru Rangga yang membuat Lazarus langsung melebarkan mata.


"Apa jaminannya? Apa buktinya jika hal itu bisa kalian lakukan?"


Minotaur yang terlihat seperti memiliki kuasa di tempat tersebut kembali bicara usai Rangga menyampaikan.


"Oh, katanya. Di markas Oag, mereka memiliki teknologinya. Dia yang membuat kita semua, para anak manusia masuk ke dunia ini tanpa orang dewasa. Kita bisa pergi ke sana. Namun katanya, tempat itu berbahaya. Banyak dijaga makhluk buas yang sangat sulit untuk dibunuh. Oleh karena itu, dia mengajak kita untuk berperang melawannya. Tempat peperangan itu, ada di markas Oag," ucap Rangga yang membuat Lazarus menyipitkan mata.


"Perang berarti siap mati. Banyak diantara kami yang belum menyelesaikan misi. Kami tak bisa berperang meski penawaranmu sangat menggiurkan. Jadi, keputusanku mewakili kawan-kawanku. Kami menolak karena kami tak siap. Informasi yang kau berikan tentang Oag tidak akurat. Jika kau menginginkan kami bersekutu, tunjukkan bukti lebih banyak agar kami percaya dan bersedia bergabung," tegas Lazarus menatap para Minotaur itu tajam.


Rangga segera menterjemahkan. Terlihat, para Minotaur gusar, tapi Rangga dengan sigap melindungi kawannya dengan berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Hormati keputusan kami. Jika kau ingin kami bergabung, kalian lakukan seperti yang kawanku katakan. Selain itu, kami meminta izin untuk menginap di sini semalam. Setelah itu, kami akan pergi esok hari," tegas Rangga.


Para Minotaur terlihat marah, tapi tak bisa menyakiti anak-anak itu karena Minotaur pemandu menghentikan aksi kaumnya.


Lazarus segera menghindar karena melihat para banteng itu seperti akan mengamuk. Anak-anak kembali berkumpul di kejauhan terlihat panik, tapi tak bisa pergi karena Rangga masih ada di sana.


Namun perlahan, perseteruan itu berakhir. Rangga kembali ke kelompoknya terlihat kesal.


"Kamu gak papa, Ngga? Gimana?" tanya Bara penasaran.


Rangga kembali berubah menjadi manusia.


"Kita dibilang pengecut. Bodo amat. Mereka yang mau perang kenapa kita dilibatin. Lagian, kita masih anak-anak, masa iya suruh perang? Mana lawannya monster serem lagi. Gila aja," jawab Rangga ikut kesal.


Lazarus menjelaskan hasil pembicaraan itu kepada anak-anak yang lain. Ternyata, mereka sependapat dengan pemikiran Lazarus.


Pemuda itu lalu meminta kepada kawan-kawannya untuk mencari tempat untuk mereka beristirahat semalam. Para remaja itu sepakat untuk pergi dari bangunan yang dihuni para Minotaur esok hari.


Usai menikmati makan malam dari snack yang mereka temukan selama di perjalanan, anak-anak itu tidur mengelilingi api unggun yang dibuat dalam bangunan.


Diam-diam, para Minotaur mendekati anak-anak tersebut yang sedang tertidur lelap. Tiba-tiba, "Emph!" erang Rangga dan anak-anak yang lain saat mulut mereka dibungkam.


Para remaja itu dibawa ke sebuah tempat di ruang bawah tanah bangunan tersebut. Rangga dan lainnya mencoba memberontak, tapi mereka kalah kekuatan.



Hingga akhirnya, anak-anak itu dimasukkan satu persatu ke sebuah penjara bawah tanah yang cukup besar dan bisa menampung mereka semua.


KLANG!!


"Hoi! Bebaskan kami!" teriak Bara kesal, dan diikuti anak-anak lain yang mencoba mendorong jeruji besi tempat mereka dikurung.


Namun, para Minotaur itu terlihat seperti tak peduli. Tas milik anak-anak itu telah dimasukkan dalam ruang tahanan tersebut seperti sudah direncanakan.


Tentu saja, hal itu membuat anak-anak kesal. Terlebih, kapak Minotaur milik Rangga, perisai dan pedang milik Lazarus juga disita.


Praktis, suara anak-anak yang meraung-raung di penjara bawah tanah itu menggema hingga menembus dinding-dinding bangunan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy tengkiyuw tipsnya😍 Ngantuk uyy dikit aja dulu epsnya😁 Smg gak ada tipo. Kwkwkw


__ADS_2