
Tak terasa, fajar mulai menyingsing. Kenta dan Ryan mulai mengantuk karena semalaman begadang karena tugas jaga.
Namun, pekerjaan membuat peta telah diselesaikan Ryan dengan baik berkat bantuan Kenta untuk memetakan wilayah.
Kenta akhirnya membangunkan Nicolas dan Harun untuk menggantikan mereka. Dengan sigap, dua remaja pria itu segera bersiap meski masih terlihat mengantuk.
"Kami tidur dulu ya," ucap Ryan dengan mata sayu.
"Hoampf. Ya, tidurlah," jawab Nicolas seraya merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku karena tidur meringkuk.
Kenta dengan cepat tertidur pulas di tempat Harun tadi tidur. Sedang Ryan, menggantikan tempat Nicolas.
"Ayo, olah raga dulu jangan malas," pinta Harun.
Nicolas yang terlihat lesu itu malah duduk di samping api unggun seraya melemparkan kayu-kayu ke dalamnya agar api itu tetap menyala.
Harun mengembuskan napas panjang karena kawannya enggan berolah raga. Harun melakukan senam sendirian seraya menikmati segarnya udara di hari yang belum terang sepenuhnya dalam hutan.
Hingga tiba-tiba, mata Harun menangkap pergerakan di kejauhan. Harun terkejut dan dengan segera mendatangi Nicolas yang masih bermalas-malasan di samping api unggun, menopang kepala dengan kepalan tangan kanan.
"Apa sih?" gerutu pemuda berambut pirang karena Harun menarik bajunya.
"Lihat! Ada hewan seperti kijang," ucap Harun dengan mata masih terkunci pada sosok di kejauhan yang masuk dalam tangkapan matanya.
Praktis, mata Nicolas ikut melebar. Pemuda itu segera berdiri dan mengikuti pergerakan tangan sahabatnya itu.
"Oh! Kau benar!" pekik Nicolas dengan suara tertahan.
Harun mengajak Nicolas untuk melihat lebih dekat. Mereka tak pernah melihat seekor kijang selama di Planet Mitologi tersebut.
"Apakah itu kijang yang ditemui Ryan kala itu dan membuat tangannya bercahaya?" tanya Nicolas berbisik.
__ADS_1
"Kijang atau rusa? Bedanya kijang dengan rusa apa ya?" jawab Harun balik bertanya.
Nicolas menggeleng tidak tahu. Saat keduanya berjalan mengendap dan menyembunyikan diri di sebuah batang pohon, tiba-tiba, sebuah pintu layaknya portal muncul dekat kijang itu berada.
Dua pemuda itu terkejut dan langsung tiarap di balik semak. Mata mereka melotot ketika melihat dua makhluk tampak mengerikan layaknya alien muncul dengan corak warna merah dan biru.
Keduanya mematung melihat dua makhluk bertentakel itu seperti berbicara dengan bahasa yang tak mereka mengerti layaknya orang bersendawa.
Harun dan Nicolas saling berpandangan dalam diam ketika melihat dua makhluk yang memiliki tubuh seperti campuran kadal serta gurita, seperti melakukan sesuatu pada kijang tersebut.
Hewan itu ambruk seperti pingsan setelah tubuhnya disentuh oleh tangan dua alien itu. Harun dan Nicolas tampak tegang melihat hewan tersebut tiba-tiba tak sadarkan diri di atas rumput.
"Mati?" tanya Nicolas menduga, tapi Harun menggeleng tidak tahu dengan mata masih terfokus pada kegiatan dua makhluk tak dikenalnya.
Entah apa yang dilakukan dua alien itu, seketika, hewan yang diyakini oleh Harun dan Nicolas adalah kijang dari Bumi, mendadak berubah warna menjadi putih di mana warna semula adalah cokelat.
Hewan itu lalu bangkit dan berdiri seperti kembali sehat. Namun, ada hal aneh lainnya dengan hewan itu.
"Woah! Kaulihat itu?!" pekik Nicolas dengan suara tertahan saat melihat perubahan ajaib tersebut.
Mata Harun menyipit ketika melihat salah satu alien bertentakel itu seperti mengambil sampel darah menggunakan sebuah alat berbentuk tabung pada tubuh kijang tersebut.
Dua mahkluk itu lalu kembali masuk ke portal yang kemudian pintu itu menghilang.
Harun dan Nicolas terkagum-kagum. Keduanya lalu berdiri perlahan untuk melihat lebih jelas hewan yang telah berubah layaknya kijang ajaib.
Keduanya memberanikan diri untuk mendekat. Kijang itu terlihat sedikit menyeramkan karena matanya telah berubah menjadi putih seperti tak memiliki bola mata.
Nicolas dan Harun tetap menjaga jarak karena ia tak tahu, hewan itu berbahaya atau tidak. Saat keduanya berdiri dan menatap kijang itu saksama, tiba-tiba saja, hewan itu menoleh. Harun dan Nicolas terkejut sampai keduanya terperanjat.
__ADS_1
Tiba-tiba, kepala kijang itu bergoyang dan membuat daun warna putih yang berada di tanduk layaknya cabang ranting pohon berguguran. Nicolas dan Harun melihat daun-daun itu jatuh di atas rumput.
Kijang itu berdiri gagah menatap dua pemuda yang kini sedang kebingungan dalam bersikap. Hewan berbulu putih itu lalu pergi begitu saja. Kijang itu meninggalkan keduanya dengan berlari masuk ke hutan.
Nicolas dan Harun semakin dibuat bingung. Nicolas berlari mendatangi daun putih yang berguguran itu dan memungutnya. Nicolas menatapnya saksama dan merasakan keanehan dengan daun tersebut.
"Ada apa?" tanya Harun bingung.
"Daunnya dingin seperti es. Peganglah," ucap Nicolas seraya memberikan sebuah daun kepada sahabatnya.
Harun memegang daun itu dan mengangguk membenarkan.
"Kumpulkan, Nico. Siapa tahu daun ini akan berguna. Ini dari kijang ajaib!" serunya dan Nicolas mengangguk setuju.
Nicolas memungut semua daun yang berjatuhan itu dan memberikannya kepada Harun. Pria berkulit hitam itu menggunakan dua tangannya sebagai wadah dari daun-daun tersebut.
"Aku ada plastik di dalam tas. Kita masukkan ke dalam plastik saja," ucap Nicolas dan Harun menyetujuinya.
Keduanya bergegas kembali ke tempat berkemah untuk mengamankan temuan mereka itu.
"Agh! Cepat-cepat! Tanganku seperti membeku!" keluh Harun hingga tangannya gemetaran.
"Akan kupamerkan kepada kawan-kawan saat mereka bangun nanti. Wah, ini temuan hebat!" sahut Nicolas saat membuka sebuah plastik dan Harun memasukkannya perlahan ke dalam wadah itu.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
up dikit dulu karena permintaan Hula2 sbg dongeng pengantar tidur😆 tengkiyuw tipsnya lele padamu😍