MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MENANGKAP LEMBUSWANA*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.


Satyr tersebut diawasi secara ketat oleh anak-anak. Mandarin segera mengabarkan hal ini pada kawan-kawannya yang menunggu di tepi sungai. Praktis, Kenta dan lainnya terkejut.


"What?! Kenapa kita harus bekerja sama dengannya? Dia itu mesuum dan licik!" pekik Kenta langsung melotot.


"Dia akan membantu kita menangkap para makhluk tersebut. Katanya, banyak jenis makhluk mitologi di tempat ini dan hampir mirip. Tadi Nicolas menceritakan ketika kita salah tangkap karena tak bisa membedakan Faun dan Satyr. Katanya, banyak makhluk mitologi yang berevolusi. Kemungkinan kita membuat kesalahan bisa terjadi lagi," jawab Mandarin mencoba menjelaskan.


"Hah! Aku masih tak percaya padanya," gerutu Kenta langsung memalingkan wajah.


"Malah katanya, di sungai ini kita juga bisa menemukan Kappa," imbuh Mandarin.


Kenta terlihat sebal dan memilih diam. Vadim, Czar dan Azumi saling memandang terlihat bingung dalam bersikap, tapi sayangnya keputusan sudah dibuat oleh kawan-kawan lainnya.


"Begini saja. Kita biarkan dia menolong kita satu kali untuk membuktikan kebenarannya saat ada makhluk yang berhasil ditangkap. Bagaimana?" ucap Czar yang terlihat seperti sudah mulai bisa menerima kenyataan jika teman perempuannya telah tiada.


"Hem, aku setuju. Namun, kenapa Satyr itu tak merasa kecewa jika bukan dirinya yang masuk dalam salah satu kategori itu? Malah Satyr yang lain?" tanya Vadim heran.


"Dia malah bersyukur. Katanya, makhluk-makhluk yang bertemu dengan sosok hitam tak pernah kembali lagi ke penjara. Para makhluk mitologi yang dipenjara tahu jika hukuman mati terburuk adalah bertemu sosok hitam tersebut. Dan kata Satyr itu, sosok hitam tersebut tak bisa dibunuh. Dia abadi dan tak ada yang tahu siapa penciptanya. Dia yang menjaga wilayah Hades selama ini. Tak ada yang tahu juga dia terbuat dari apa. Mengerikan," jawab Mandarin terlihat takut.


Semua anak saling melirik sambil menelan ludah. Mereka sudah melihat kekejaman sosok hitam itu saat memenggal kepala Laika dan juga menghisap jiwa salah satu kaum Satyr.


Saat semua anak terlihat tegang, tiba-tiba, SPLASH!


"Oh! Itu mereka!" seru Vadim ketika Timo muncul ke permukaan air bersama dengan Gibson.


Mata anak-anak tertuju pada mahkota berwarna emas yang menyilaukan mata saat Gibson memegangnya dari dalam sungai dalam kondisi basah kuyup.



Mahkota Sultan Kutai Kartanegara gaes. Lele liat si Lembuswana pakai mahkota ini mirip sama si Sultan Kutai. Kembaran kali ya? Menurut kisah, Lembuswana itu tunggangan Mulawarman Raja Kutai.


Czar segera mendekat dan membantu mengamankan benda berharga itu dengan memasukkannya dalam tas.


Namun, saat anak-anak itu terlihat senang karena usaha mereka berhasil, lagi-lagi ....


"Awas!" seru Nicolas di kejauhan seraya menunjuk saat ia datang bersama teman-teman lainnya.


Seketika, Timo dan lainnya langsung menoleh di mana Lembuswana menyadari keberadaan anak-anak tersebut termasuk mahkotanya.


"Pencuri!" ucap Lembuswana dengan suara besar dan mata merah menyala tampak begitu marah.


"Cepat pergi dari sini!" teriak Harun panik.


"AAAA!" teriak Azumi dan lainnya yang bergegas melangkahkan kaki.


Anak-anak segera menjauh dari sosok raksasa Lembuswana yang sedang mengamuk karena mahkotanya hilang.

__ADS_1


Praktis, kehebohan kembali terjadi. Anak-anak berlari kencang menghindari amukan Lembuswana yang mengaum hingga suaranya bagaikan guntur di siang hari.


Langkah kakinya yang besar membuat tanah bergetar bak gempa bumi dan mengakibatkan anak-anak jatuh satu per satu karena guncangan kuat itu.


BRUK!


"Agh!"


"Azumi!" panggil Kenta karena Azumi tersungkur akibat getaran kuat tanah yang dipijaknya.


"Kenta! Azumi!" panggil Lazarus dengan mata melotot saat melihat salah satu kaki Lembuswana siap untuk menginjak dua anak manusia itu.


"AAAA!" teriak kakak beradik tersebut karena tak bisa menghindar akibat panik.


Namun, tiba-tiba, "Oh!" pekik Boas terkejut saat melihat Satyr tersebut memainkan serulingnya.


Sontak, Lembuswana tersebut langsung melangkah mundur seperti tak tahan dengan suara musik yang dihasilkan dari seruling milik hewan setengah kambing itu.


Satyr itu terus meniupkan serulingnya hingga Lembuswana menjauh dan kembali masuk dalam air.


"Sekarang! Pasangkan mahkota itu ke kepalanya! Cepat!" seru Satyr itu saat ia menjeda musiknya demi memberikan peluang pada anak-anak tersebut.


Czar segera berlari mendatangi Lembuswana. Namun, tubuhnya yang besar, membuatnya sulit untuk memanjat.


"Berubah, Czar!" seru Kenta seraya memeluk sang adik yang ketakutan.


"Tidak bisa. Aku akan terkena dampak dari suara seruling Satyr tersebut!" jawabnya panik seraya menghindari injakan kaki Lembuswana yang berusaha menghindar dari suara seruling Satyr.


"Gunakan ini untuk menyumpal telingamu. Demi Laika! Kau bisa! Ayo!" ucap Azumi seraya memberikan dua gumpalan kecil itu ke tangannya dengan mantap.


Czar menatap gumpalan kain itu dengan kening berkerut. Namun akhirnya, ia mengangguk lalu menggunakannya. Suara seruling Satyr masih terdengar di telinganya, tapi Czar terpikirkan ide lain.


Czar memberikan tasnya pada Azumi setelah mengambil mahkota itu dari dalam tasnya. Azumi melangkah mundur seraya mendekap tas itu erat.


Segera, Czar berubah menjadi Griffin. Namun, saat ia mulai terbang, pemuda asal Rusia itu bernyanyi lantang yang membuat anak-anak malah terkejut mendengarnya.


"Di-dia bernyanyi?" tanya Rex heran.


"Hanya saja, kenapa Czar nyanyinya kaya orang kesurupan teriak-teriak gitu ya?" tanya Bara ikut heran.


"Musik metal kali," sahut Rangga, dan Bara ber-Oh karena terpikirkan hal serupa.


"Harrghhhh!" teriak Czar seraya mengarahkan mahkota itu ke kepala Lembuswana saat makhluk tersebut berusaha menutup telinganya yang sakit dengan dua kaki depan.


Mata semua anak melebar saat melihat Czar mengepakkan sayapnya kuat dan mencengkeram mahkota itu di kedua cakarnya ketika menukik tajam dengan sasaran kepala Lembuswana.


KLEP!

__ADS_1


"Yeah!" seru Ryan dan lainnya bersorak gembira karena Czar berhasil meski harus bersusah payah mencari waktu yang tepat karena Lembuswana terus bergerak.


Satyr tersebut ikut gembira dan berjoget riang. Benar saja, perlahan, sosok raksasa dari Lembuswana itu mulai menyusut dan menjadi kecil seukuran singa.


Semua anak sampai terbengong karena tak menyangka jika Lembuswana mengamuk, ukurannya bisa berkali-kali lipat. Czar segera terbang turun dan kembali menjadi manusia.


"Lagu apaan C, kok ada teriak 'Harrghh' gitu?" tanya Bara penasaran.


"Linkin Park," jawabnya santai dan kembali menerima tas dari Azumi.


"Ha? Emang ada lagu Linkin Park yang pakai teriakan gitu?" tanya Rangga ikut heran.


"Mau aku nyanyikan?" tawarnya seraya memakai tas ranselnya kembali, tapi Bara dan Rangga langsung menggeleng cepat seirama dengan wajah tegang. Czar tersenyum.


"Berhasil! Kau hebat, Czar!" puji Boas.


"Heh! Aku yang hebat, bukan dia. Jika bukan karena aku, kalian semua sudah mati diinjak olehnya," ucap Satyr tersebut seraya memasukkan serulingnya lagi ke dalam tas topi pemberian Azumi.


"Aku semakin yakin jika pamanku Jonathan adalah reinkarnasi dari Satyr. Hempf," keluh Lazarus menatap Satyr itu dengan wajah malas di kejauhan.


Ryan dengan sigap mengamankan Lembuswana tersebut. Ia mencengkeramnya kuat dengan sosok tuan pohon saat hewan itu terlihat lesu usai tubuhnya menyusut.


"Cepat bawa dia ke sosok hitam," seru Timo, dan Ryan mengangguk.


"Azumi, giliranmu," ucap Kenta, tapi gadis manis itu menggeleng.


"Tak usah, Czar saja. Aku tak terburu-buru," jawabnya dengan senyuman.


Czar yang sudah melepaskan sumpalan di dua telinganya tampak sendu usai mendengar Azumi yang merelakan jatahnya. Pemuda itu tersenyum tipis dan berterima kasih.


"Bagaimana aku tahu jika kalian tak berbohong padaku? Jaminannya, Azumi harus tetap di sini sampai kalian kembali lagi," pinta Satyr tersebut seraya bertolak pinggang.


"Tidak bisa! Enak saja," tolak Kenta langsung menarik tangan sang adik agar dekat dengannya.


"Kami akan menunggumu di sini bersama yang lain. Biarkan sebagian dari kami pergi menemui sosok hitam," sahut Gibson seraya mendekat.


Satyr tersebut menghela napas, tapi mengangguk setuju. Akhirnya, Ryan, Nicolas, Lazarus dan Boas menemani Czar untuk menyerahkan Lembuswana tersebut.



Patung Lembuswana di Kalimantan gaes. Mahkotanya juga disimpan apik di museum.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Makasih tipsnya diriku❤️ Semangat biar cepet tamat. Jangan lupa vote poin, vocer, koin, dan vocernya ya. Udah hari senin kuy. Lele padamu💋


__ADS_2