
Anak-anak ketakutan karena Pasha menunjukkan sisi lain dari dirinya. Mereka yang belum mengetahui kemampuan Manticore, merasa jika makhluk itu memiliki kekejaman dalam dirinya.
Saat Pasha mulai meraung layaknya singa yang mengintai mangsa, tiba-tiba ....
"Woah! Siapa itu yang jadi Manticore?!" tanya Jubaedah memekik dari atas langit di punggung naga Rex.
"Wah! Mereka siapa?!" balas Pasha memekik langsung mengangkat kedua kakinya ke atas seperti berdiri.
"Kau mengelabuhi kami? Kau membuat kami ketakutan, Pasha!" pekik Vadim yang merasa kawannya tadi seperti monster sungguhan. Pasha malah terkekeh, tapi suaranya menjadi besar dan menyeramkan.
Naga Rex dan kawan lainnya mendarat. Semua anak mengerubungi kawan-kawan mereka yang baru saja datang dengan wujud makhluk Mitologi.
"Keren sekali. Kau menjadi apa, Juby?" tanya Tina mengagumi wujud Jubaedah yang baru.
"Katanya, Juby jadi Lady Dragon. Ibu para naga!" jawabnya gembira.
Praktis, Tina dan Azumi tampak iri. Sedang Bara, memperlihatkan otot tubuhnya yang padat seperti seorang kesatria.
"Gila! Kau rasakan ototnya itu? Keras!" ucap Mandarin meraba otot perut Bara yang kini menjadi Kesatria Garuda.
"Woah! Griffin? Biar kutebak. Pasti C ya?" tanya Nicolas menunjuk dan C mengangguk membenarkan.
"Lalu, bagaimana denganmu, L?" tanya Kenta menatap kawan dari Rusia-nya itu. L tampak ragu saat akan menjawab.
"Keren banget dia tuh. Kita semua, kalah sama dia. Jangan macem-macem sama si L," sahut Jubaedah menunjukkan wajah garang meski tetap terlihat cantik.
"Memangnya apa?" tanya Harun penasaran.
"Si embak rambut ular," jawab Jubaedah santai.
"Medusa?!" pekik semua anak terkejut dan Jubaedah mengangguk dengan senyum terkembang terlihat bangga. Seolah dialah Medusa itu.
"Woah, itu keren sekali. Kupikir, aku yang akan menjadi Medusa karena aku yang berhasil membunuhnya," ucap Boas heran.
"Iya ya. Jangan bilang ketuker lagi ini reward-nya," sahut Bara membenarkan.
"Eh, kita lanjutkan nanti lagi. Banyak dari kita yang belum mendapatkan perubahan wujud. Cepat, Kenta. Masuklah ke dalam. Lalu setelah itu Nicolas. Sisanya berbaris, cepat!" pinta Gibson mengingatkan dan semua anak segera menuruti perintah dari pemimpin kelompok itu.
__ADS_1
Para remaja yang sudah mendapatkan perubahan wujud mereka, menunggu di balik portal perubahan karena penasaran dengan sosok Mitologi kawan-kawan mereka.
Kenta menarik napas dalam. Ia berguman dengan menyebut nama naga berulang kali. Semua orang tahu, jika Kenta sangat ingin menjadi seekor naga.
Namun, apakah permintaannya terwujud? Semua orang ikut berdebar menantikannya. Kenta segera melangkah dengan mantap ke portal bercahaya. Seketika, SRINGG!
"Woah!" seru anak-anak dengan mata terbelalak lebar dan mulut menganga melihat perubahan wujud Kenta yang menjadi seekor burung dengan tubuh menyilaukan mata layaknya api yang membara.
"Eaakkkk!" lengking Kenta yang menjadi seekor Phoenix.
"Awas-awas!" pinta Gibson agar kawan-kawannya menyingkir karena tubuh Phoenix Kenta berukuran seperti naga Rex. Besar, tapi menyalakan api di sekujur tubuhnya.
"Oh! Aku ... aku ...," ucap Kenta tergagap saat ia terbang di atas permukaan tanah dan melihat kedua tangannya berubah menjadi sayap.
"Keren sekali! Kau menjadi Phoenix!" sahut Azumi kagum begitupula anak-anak yang lain.
"Hahaha! Ini tak kalah keren dari seekor naga! Wohoo!" seru Kenta senang dan mengepakkan sayap besarnya mengarungi langit.
"Lihat! Kenta sepertinya tak sedih meskipun ia tak menjadi naga seperti harapannya. Baguslah," ucap Gibson dengan senyum terkembang melihat Kenta senang dengan perubahan wujudnya.
"Oh! Caranya sama untuk berubah menjadi manusia. Sepertimu, Bara!" ucap Rangga melihat instruksi dari lingkaran portal.
"Nicolas. Cepat masuk! Sekarang giliranmu!" pinta Gibson karena Nicolas malah terbengong.
"Oke! Oke!" sahutnya dengan anggukan.
Nicolas menarik napas dalam dan malah melompat saat memasuki portal. Jubaedah dan lainnya melongok ke arah sisi portal perubahan untuk melihat sosok Mitologi Nicolas. Seketika ....
"Woah ...," kagum anak-anak, tapi seketika, "eh!!" kejut mereka memekik karena melihat kejanggalan dalam perubahan itu.
Jubaedah, Azumi, Tina dan L sampai melongo melihat perwujudan dari Nicolas. Kawan mereka melangkah dengan anggun seraya menggenggam busur panah dan sebuah anak panah yang berkilau.
"Hai," sapa Nicolas, tapi para remaja pria malah bergidik ngeri. Nicolas mengerutkan kening dan tiba-tiba, ia ikut memekik. "Woah! Wah! Apaan nih? Gua jadi apaan? Kenapa ... kenapa gua punya buah dada gede!" teriaknya histeris dan langsung menjatuhkan busur serta anak panah karena memegangi dadanya.
"Hahahaha!" tawa Jubaedah yang disusul oleh semua anak karena bagi mereka ini sungguh konyol.
__ADS_1
Para remaja pria ikut tertawa sampai Kenta yang menjadi burung Phoenix jatuh dari angkasa setelah melihat perubahan Nicolas yang tak mereka sangka.
Di markas Oag.
"Apa yang terjadi? Bukankah itu jenis betina? Bukankah Nicolas itu pejantan?" tanya Oag dengan tentakel di dagu bergerak cepat terlihat marah.
"Sistem tak mengalami kegagalan atau kerusakan fungsi, Oag. Kartu acak sudah bekerja sesuai dengan susunan," jawab operator bercorak biru.
Ternyata, para ilmuwan yang melihat perubahan di markas kadal itu ikut menahan tawa.
Oag melirik tajam ke arah para manusia. Sang Jenderal serta ilmuwan lainnya segera kembali ke ruang kerja karena tak ingin membuat masalah dengan pemimpin planet Mitologi tersebut.
Kembali ke tempat Nicolas dan kawan-kawannya berada.
"Hahahaha! Nico jadi cewek bohay montok ngalahin Juby!" seru Jubaedah sampai menangis, tapi banyak kupu-kupu bercahaya yang terbang mengelilingi tubuhnya seperti menggambarkan hatinya yang gembira.
Azumi, Tina dan L tampak kagum akan kemampuan Jubaedah sebagai Lady Dragon.
Sedang Nicolas, malah cemberut. Ia diam saja dengan pose menantang. Kedua tangannya bertolak pinggang dan salah satu kakinya naik ke atas batu.
Bagi orang dewasa, pose itu cukup menggoda, tapi bagi anak-anak, pose itu seperti orang yang sedang merajuk.
"Ya ampun, perutku kram," ucap Harun sampai bergulung-gulung di atas rumput mengabaikan pakaiannya yang kotor.
"Oke, ehem. Di sini tertulis. Kalau kamu ingin menjadi manusia lagi, kau cukup mencabut satu rambut Elf-mu. Untuk berubah menjadi Elf, kau cukup memegang busur dan anak panah itu. Di sini juga tertulis, anak panah itu akan terus ada meskipun hanya satu buah. Saat jemarimu menyentuh busur, sebuah anak panah akan langsung tersedia di sana untuk kau lesatkan. Woah, ini keren. Panahmu seperti tak terbatas!" seru Lazarus membacakan meski ia juga sampai menangis karena perubahan wujud Nicolas.
"Hem, aku paham. Namun, aku akan tetap memakai wujud ini. Agar kalian puas menertawaiku sehingga kalian tak bisa tertawa lagi," ucapnya ketus, tapi tetap saja membuat semua anak geli melihatnya.
Nicolas spontan ikut duduk bersama kumpulan para gadis remaja. Jubaedah dan kawan-kawan wanitanya terkejut. Meski Nicolas sudah berwujud perempuan, tapi tetap saja dia adalah laki-laki.
"Ryan! Sekarang giliranmu!" panggil Gibson karena Ryan juga ikut tertawa terbahak sampai duduk di atas rumput.
Ryan segera bangun dan berjalan mendekati portal seraya menghapus air mata karena rasa gelinya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Uhuy makasih tipsnya🎉Selamat akhir pekan💋 Lele padamu❤️