
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
"Semuanya, bersiap!" seru Rex seraya berlari kencang.
"Hahaha! Aku tak pernah sesemangat hari ini!" teriak Satyr tampak begitu bahagia.
Seketika, Rex mengubah dirinya menjadi naga. Semua anak bergegas naik ke punggung naga Rex melalui ekornya.
Satyr tersebut tampak kagum dan duduk di paling belakang seraya melihat sekitar.
"Aku akan melindungi kalian. Ayo!" seru Kenta segera mengubah dirinya menjadi sosok Phoenix.
"Woho! Hahaha! Ini hebat!" teriak Satyr senang sampai mengangkat dua tangan ke atas.
Anak-anak yang fokus pada misi menangkap Harpy hanya geleng-geleng kepala karena sikap makhluk setengah kambing yang aneh itu.
"Di sana!" seru Rangga menunjuk saat terlihat kawan-kawannya dalam wujud mitologi sedang bertarung melawan para Harpy di udara.
"Kenta!" teriak Rex lantang.
Kenta dengan sigap membidik buruannya. Para Harpy itu sedang bergerombol menyerang para anak manusia dalam wujud mitologi yang tengah menyelamatkan Gibson.
WHOOMM!!
"Arghh!" erang para Harpy saat Kenta menyemburkan napas api hingga beberapa dari manusia setengah burung berjenis kelamiin perempuan itu terbakar.
"Serulingku! Kenta, serulingku!" teriak Satyr itu menunjuk.
Kenta berdecak kesal, tapi dengan sigap menukik dan berhasil menangkap seruling Satyr tersebut. Manusia setengah kambing itu senang karena benda berharganya terselamatkan.
Kenta yang tak sudi berdekatan dengan Satyr itu nekat melemparkan dengan paruh burungnya. Beruntung, Ryan bisa menangkap benda tersebut dan memberikannya pada Satyr.
"Oh, sayangku. Kau akhirnya kembali padaku," ucap Satyr itu senang lalu menciumi serulingnya.
Kening Ryan dan lainnya berkerut karena merasa perilaku Satyr itu memang aneh. Siapa sangka, serangan api Kenta berhasil membuat para Harpy langsung terbang menjauh.
Namun, buruan anak-anak yang harus ditangkap berhasil melarikan diri dengan Gibson dalam cengkeraman cakar burungnya.
"Dia membawa Gibson! Jangan biarkan dia lolos!" seru Bara saat melihat kawannya dilempar dari cengkeraman Harpy lain ketika di udara seperti dioper layaknya main lempar tangkap.
"Kurang ajar! Mereka mempermainkan Gibson!" geram Vadim dalam wujud Pegasus saat terbang mengejar di mana para Harpy kembali berkumpul seperti melindungi tangkapannya.
"Gibson! Bertahanlah!" seru Azumi yang ikut terbang dalam sosok Unicorn.
"Azumi! Gunakan kekuatan tandukmu!" pinta Harun yang duduk di punggung naga Rex.
Azumi tampak fokus dengan bidikannya. Seketika, tanduknya bersinar. Semua kawan-kawannya melihat dengan jelas ketika tanduk Azumi seperti membuat semacam sihir kepada para Harpy itu.
Tiba-tiba, "Argh! Apa yang terjadi?!" teriak salah satu Harpy saat sayap besar mereka mengeras layaknya menjadi batu.
"AAAA!" teriak para Harpy ketika mereka berjatuhan dari atas langit dengan sangat cepat karena sayap besar itu tak bisa digerakkan.
"Kau hebat, Azumi! Apa yang kaulakukan pada mereka?" tanya Nicolas heran dengan sosok Elf di punggung Pegasus Vadim.
"Fokus pada sasaranmu, Nico! Ada satu Harpy yang lolos dan dia membawa Gibson!" seru Azumi yang tak sanggup lagi menggunakan kekuatannya karena terlihat lemah ketika berlari di udara.
"Azumi! Naik ke punggungku cepat!" titah Rex seraya terbang mendekat.
Seketika, tanduk Unicorn tersebut meredup. Namun, "Azumi!" panggil Kenta panik ketika sang adik tiba-tiba saja tak sadarkan diri karena matanya terpejam.
"Rex!" teriak Satyr yang ternyata nekat melompat dari punggungnya untuk menangkap Azumi yang kembali dalam wujud manusia.
__ADS_1
"Harrghh!" erang naga Rex saat ia menukik tajam menyusul Satry yang berhasil menangkap tubuh Azumi dan memeluknya.
Semua anak yang duduk di punggung naga Rex berpegangan kuat agar tak jatuh.
BRUKK!
"Yeah! Kita berhasil!" seru Timo saat ia ikut menangkap kaki Satyr yang hampir terperosot ketika jatuh di punggung naga Rex.
Akan tetapi, tubuh manusia setengah kambing itu terbalik dengan Azumi masih dipeluknya.
"Tarik dia!" seru Rangga yang juga berhasil memegangi kaki Azumi saat ia hampir jatuh bersama Satyr.
Azumi kembali didudukkan di punggung naga Rex dengan Satyr mendekapnya erat. Timo, Mandarin, Harun, Rangga, dan Ryan tampak lega karena kawan mereka selamat.
"Jangan cari kesempatan, Satyr!" tegas Kenta menatapnya tajam dengan sosok Phoenix.
"Aku tak mendengar ucapan terima kasih!" sahut makhluk bertanduk itu kesal.
Kenta tak menjawab dan tetap terbang di samping Rex meski terkadang, matanya melirik ke arah sang adik yang masih tak sadarkan diri dalam pelukan manusia setengah kambing itu.
"Hei! Harpy itu membawa Gibson ke sebuah gua!" seru Czar saat melihat pergerakan Harpy buruannya menyelinap masuk ke mulut gua di sebuah bukit batu.
"Hati-hati! Bisa jadi itu sarangnya! Semua bersiap!" titah Lazarus yang menaiki punggung Czar.
Semua anak mengangguk siap dengan pedang Elf dalam genggaman. Sosok Rex dan Kenta yang besar menunggu di luar ketika para makhluk mitologi yang berukuran lebih kecil masuk ke dalam. Sisanya, tetap dalam wujud manusia.
Azumi yang masih tak sadarkan diri usai menggunakan kemampuan tanduk Unicorn, diamankan oleh Satyr di bukit dekat gua didampingi Mandarin dengan sosok Ogre serta Rex dalam wujud naga.
"Semoga berhasil," ucap Mandarin mantap saat Kenta kembali terbang menuju gua usai memastikan keadaan sang adik.
Meskipun Kenta tak mempercayai Satyr, tapi melihat Mandarin dan Rex berada di sisinya, Kenta akhirnya beranjak.
"Aku tak pernah tahu jika tanduk Unicorn bisa mengeluarkan sihir batu. Sayap-sayap para Harpy itu mengeras dan berubah menjadi batu. Itu kemampuan yang sangat hebat," puji Satyr yang kini merebahkan Azumi di pangkuannya.
"Para Harpy tak mungkin bisa mengejar kita lagi karena sayap mereka remuk saat menghantam daratan. Hem, rasakan," timpal Rex tersenyum sinis.
Di dalam gua.
Anak-anak terkejut saat mendapati Gibson didekap kuat oleh Harpy tersebut dalam sarangnya. Semua anak tampak waspada karena Gibson terlihat tegang dan tak bisa berkutik.
"Apa yang kauinginkan, Harpy? Lepaskan temanku!" seru Rangga marah dengan wujud Minotaur.
"Aku hanya ingin dia," jawabnya yang membuat kening anak-anak berkerut.
"Apa maksudmu?" tanya Lazarus bingung dengan wujud Centaur.
"Sudah sejak lama aku menyukai sosok manusia. Makhluk yang tak abadi. Kuakui jenis laki-laki dari kaum kalian sangat menawan dan menggairahkan. Aku pernah memiliki satu saat itu, tapi ... dia telah mati karena usia. Jadi, aku ingin dia menggantikan posisi kekasihku dulu," ucap Harpy itu seraya menatap Gibson lekat.
Praktis, mulut semua anak dibuat menganga atas permintaan Harpy tersebut.
"Jangan gila! Itu tak akan mungkin terjadi! Jika kau tak mau melepaskan kawanku, jangan salahkan kami jika harus menyeretmu keluar dari gua untuk bertemu sosok hitam!" tegas Boas.
Praktis, mata Harpy itu terbelalak lebar. Ia tampak terkejut karena hal yang tak pernah disangka.
"Sosok hitam menginginkanku? Kenapa?!" tanyanya berteriak.
"Mana kami tahu. Yang jelas, kau bersalah, dan sekarang terima hukumanmu!" sahut Vadim marah dengan wujud Pegasus.
Harpy itu ketakutan, dan tiba-tiba saja, "Dia kabur!" teriak Harun dalam wujud Yeti yang menjaga di pintu gua.
Nicolas dengan sigap menarik anak panah di punggungnya dan membidik sosok itu. Dengan cepat, SHOOT! JLEB!!
__ADS_1
"Arrghh!" erang Harpy tersebut ketika ujung tajam dari panah Elf tertancap di punggungnya.
Harpy itu ambruk dan jatuh tengkurap di atas lantai batu. Segera, anak-anak masuk ke dalam dan menangkapnya. Namun, Harpy itu menangis.
Gibson menatap Harpy itu iba yang meraung-raung dan memberontak enggan dibawa keluar dari guanya.
"Hiks, lepaskan aku. Jangan serahkan aku pada dia," pinta Harpy itu dengan air mata.
"Tidak bisa! Kau pasti penjahat dan tibalah waktunya kau dihukum, Iblis cantik," geram Bara seraya memegang kuat lengan Harpy tersebut sembari menariknya keluar.
"Aku dulu memang bersalah. Aku mencuri barang-barang dan persediaan makanan para manusia selama di Bumi, tapi aku sudah tak melakukannya lagi semenjak di penjara Hades," ucapnya dengan air mata membasahi wajah cantiknya.
"Kau pasti bohong! Semua makhluk mitologi yang bertemu sosok hitam memiliki catatan kejahatan keji dan tak bisa dimaafkan!" geram Ryan yang ikut menarik sayap Harpy itu karena wanita burung tersebut masih bertahan dalam gua.
"Wajah cantik dan sosoknya yang indah hanya tipuan belaka. Mereka sebenarnya sangat keji. Saat malam datang, wujud Harpy sangat mengerikan. Bau mereka busuk dan suka menyiksa buruannya. Mereka dulunya adalah para pengawal dewa yang bertugas untuk membawa para penjahat untuk dijebloskan ke Tartarus, atau disebut sebagai jurang neraka di planet mitologi. Namun, semenjak meninggalnya para dewa, mereka tak lagi mengabdi dan menentang Oag. Makhluk bertentakel itu menghukum para Harpy di sini setelah melakukan pemberontakan dan membunuh para makhluk mitologi dengan menyiksa mereka hingga tewas," sahut Satyr yang mengejutkan semua makhluk dalam gua karena kemunculannya yang tiba-tiba di dekat Harun.
"Dasar pengkhianat!" teriak Harpy itu marah, tapi Satyr itu seperti masa bodoh.
"Aku hanya memberitahu fakta sesungguhnya tentang kalian. Kau, adalah pemimpin dari para Harpy. Kejahatanmu masih tetap dilakukan bahkan di penjara ini. Aku merasa kemunculan para anak manusia ini sebuah berkah. Karena pada akhirnya, kau akan mati," ucap Satyr tersebut dengan seringainya.
"Harrghhh!" teriak Harpy itu murka hingga raungannya menggema dalam gua tersebut.
Dan benar saja, tiba-tiba saja wujudnya berubah menjadi menyeramkan. Semua anak panik, tapi dengan sigap Satyr tersebut memainkan serulingnya.
"Arghh!" erang semua makhluk mitologi yang berada dalam gua itu.
"Berubah! Cepat berubah!" seru Gibson saat melihat kawan-kawannya mengerang kesakitan.
Beruntung, Vadim dan lainnya bergegas merubah wujud mereka kembali. Harpy tersebut terkejut saat mengetahui jika makhluk mitologi yang berada dalam guanya adalah para manusia.
"Cepat ikat dia!" titah Gibson seraya membuka tas dan melemparkan tali.
Anak-anak yang tak lagi terkena dampak seruling Satyr bergegas mengikat Harpy tersebut.
Makhluk itu meraung-raung, tapi sekumpulan remaja lelaki itu ternyata mampu mengendalikan kebuasan Harpy tersebut.
"Cepat! Bawa dia keluar!" titah Gibson yang ikut membopong Harpy dalam kondisi sudah terikat dan mulut disumpal.
Satyr menghentikan musiknya agar Kenta bisa membawa makhluk itu dengan sosok apinya. Harpy itu menatap Kenta tajam dengan mata melotot.
"Berani kabur, aku tak segan membakarmu. Namun, kutahan keinginanku karena ingin melihat sosok hitam itu menyedot jiwamu, Wanita iblis," ucap Kenta balas menatap Harpy itu tajam.
Harpy itu meraung-raung selama penerbangan yang dijaga ketat oleh para makhluk mitologi di sekitarnya dengan kemampuan terbang.
Beruntung, Azumi telah siuman. Gadis itu siap untuk menemui sosok hitam meski masih lemas.
"Kalian berhasil?" tanya Azumi lesu.
"Agh, kau melewatkan aksi heroikku saat melumpuhkan Harpy itu, Azumi. Aku melawannya dengan penuh keberanian," jawab Satyr duduk di belakang gadis Jepang itu seraya mendekapnya agar tak jatuh.
"Rasanya aku ingin muntah mendengar gombalannya," ucap Harun yang sudah kembali dalam wujud manusia.
"Sepertinya imajinasimu terlalu tinggi, Tuan Satyr. Kau sangat cocok menjadi pendongeng," sahut Ryan ikut berwajah malas.
"Jangan dengarkan mereka, Azumiku yang manis. Mereka hanya iri karena tak ada yang bisa menandingi kehebatanku," ucap Satyr itu lagi dengan senyuman.
Semua anak yang naik ke punggung naga Rex menoleh ke arah Satyr tersebut dengan wajah bengis.
Mereka harus bersabar menahan amarah karena ocehan makhluk setengah kambing itu yang membuat darah serasa mendidih. Sedang Azumi, hanya tersenyum tipis.
***
__ADS_1
Uhuy makasih lagi untuk diriku atas tips koinnya. Kwkwkw lele padamu😘