MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
SI LUCU YANG MEMATIKAN*


__ADS_3


Semua anak dalam kelompok besar itu saling memandang. Segera, beberapa dari mereka berubah wujud menjadi makhluk Mitologi karena merasa misi kali ini tidak mudah.


Czar tetap terbang di atas wilayah untuk melihat sekitar disusul oleh anak lainnya yang memiliki kemampuan terbang sepertinya.


Namun, Rex tetap memilih menggunakan wujud manusia karena ukurannya terlalu besar dan mencolok termasuk Kenta.


"Kawan-kawan! Aku melihat ada sekumpulan makhluk sedang berlari menuju ke sebuah hutan yang aneh! Mungkinkah mereka itu adalah makhluk planet ini?" tanya Bara dengan mata Garudanya.


"Bisa jadi. Ayo! Kita harus segera ke sana!" jawab Gibson cepat dan dengan sigap menaiki tubuh pegasus Vadim.


Rex akhirnya ikut berubah menjadi seekor naga. Kenta tetap memilih menjadi manusia dan berubah menjadi makhluk Mitologi hanya saat terdesak termasuk Azumi yang kembali berubah menjadi manusia dari wujud Unicorn-nya.


Anak-anak itu mengikuti pegasus Vadim sebagai pemimpin jalan dengan wujud Gibson yang telah berubah menjadi Hanoman.


Anak-anak terlihat tegang dan juga takut karena khawatir jika misi level 2 ini akan membahayakan nyawa mereka.


Hingga akhirnya, mereka melihat sebuah hutan yang tampak menyeramkan karena tertutupi kabut dan membuat sekumpulan makhluk yang diyakini adalah hewan di planet itu tak terlihat keberadaannya.


Gibson mengajak kawanannya untuk terbang mengitari di atas hamparan hutan berkabut itu. Sayangnya, tak ada yang bisa terlihat meskipun mereka sudah menggunakan mata tajam dari wujud Mitologi.


"Satu-satunya jalan dengan masuk ke dalam hutan! Semuanya, bersiap untuk mendarat!" seru Gibson memimpin.


Para penerbang dengan sigap segera turun ke daratan berbatu di mana sepanjang mata memandang, tak terlihat danau atau tumbuhan hijau.


Hutan yang mereka lihat hampir bisa dibilang seperti bukan sebuah hutan pada umumnya karena tanaman di tempat itu seperti ubur-ubur.


Tumbuhan berwarna merah muda transparan itu menempel pada pohon-pohon besar yang menghasilkan gelembung berwarna keungungan.


Anak-anak dibuat takjub saat melihat hutan itu dari jarak dekat karena tak pernah melihat keanehan seperti ini sebelumnya.


"Pohonnya menghasilkan gelembung!" seru Tina saat menunjuk beberapa gelembung terbang melayang di dalam hutan berkabut itu.


"Hati-hati. Kita tak tahu dampak dari gelembung itu. Tempat ini sangat berbeda jauh dengan wilayah-wilayah yang pernah kita datangi sebelumnya. Jangan sembarangan menyentuh," tegas Gibson dan anak-anak mengangguk paham.


Nicolas dan Harun langsung menyembunyikan tangan mereka ke dalam ketiak dengan posisi menyilang depan dada.

__ADS_1


Lazarus mengambil sebuah batu kecil seperti ingin melakukan sesuatu. Semua anak melihat pemuda itu ketika melemparkan batu tersebut ke dalam hutan yang dipenuhi oleh gelembung yang terbang melayang.


SWING!! DUK!!


"Piii, pii, pii!" lengking beberapa hewan yang tiba-tiba saja muncul di balik kabut saat sebuah gelembung pecah.



Lazarus langsung melangkah mundur ketika melihat ada bayangan dari hewan-hewan yang muncul di sebuah pohon seperti mengintai mereka.


"Woah! Apa tuh?!" pekik Nicolas ikut panik sembari melangkah mundur.


"Itukah makhluk-makhluk yang kaulihat, Bara?" tanya Laika masih mempertahankan wujud manusianya.


"Entahlah, aku tak begitu yakin. Mereka bergerak sangat cepat," sahut Bara yang telah kembali ke wujud manusianya.


"Kita harus menangkap makhluk itu, setidaknya satu ekor saja. Ayo!" sahut Boas dan diangguki oleh tim yang masih mendapatkan satu warna ungu di kuku mereka.


"Jangan gegabah! Kita masih belum tahu makhluk-makhluk itu berbahaya atau tidak," sahut Mandarin cemas.


Benar saja, tim Lazarus nekat masuk termasuk Boas karena dia baru menyelesaikan satu misi. Timo dan lainnya panik karena khawatir jika kawan-kawan mereka akan diserang oleh makhluk-makhluk tak dikenal itu.


Lazarus dan lainnya berubah menjadi makhluk Mitologi kecuali Laika. Saat mereka memasuki hutan yang dipenuhi gelembung berterbangan, tiba-tiba saja ....


"AAAA! Rex! Itu! Itu makhluk yang kita temui saat pertama kali datang! Makhluk pemakan kadal! Mereka karnivora!" seru Jubaedah panik langsung menunjuk saat seekor makhluk dari jenisnya keluar dari balik pohon dan terlihatlah wujud aslinya.


Praktis, langkah Boas dan lainnya terhenti.


"Kaubilang apa?!" tanya Rangga memekik.


"Run!" seru Rex lantang dan membuat semua anak langsung berlari tergesa.


Benar saja, makhluk-makhluk yang terlihat lucu itu langsung menunjukkan gigi tajam mereka. Lazarus dan kawan-kawannya berlari kencang mencoba meloloskan diri dari kejaran makhluk mengerikan tersebut.


Sayang, kelima kawan Amerika mereka yang memilih menjadi kurcaci malah membuat anak-anak itu tertinggal jauh di belakang.


"AAAAA!" teriak salah satu anak saat kakinya tertangkap oleh makhluk bertelinga runcing itu dan menyeretnya ke dalam hutan.

__ADS_1


"No!" seru Laika histeris saat melihat kawannya dikerubungi oleh makhluk-makhluk tersebut hingga sosoknya tak terlihat.


Rangga dan Bara segera berbalik untuk membantu empat kawan Amerika mereka yang berusaha melarikan diri dari kejaran makhluk-makhluk pemakan daging itu.


Laika kebingungan dan hanya bisa berdiri di tepi hutan saat Lazarus menggunakan wujud Mitologinya untuk menghalau para makhluk yang berusaha menangkap kawan-kawannya saat sedang berusaha kabur menyelamatkan diri.


Czar juga ikut membantu dengan mengusir makhluk-makhluk yang ternyata berjumlah sangat banyak itu dengan wujud Griffin.


Rex terbang terlebih dahulu membawa kawan-kawannya menjauh dari hutan yang ternyata menyimpan petaka itu.


Sedang Gibson dan lainnya ikut dibuat kewalahan karena makhluk-makhluk itu ikut menyerang mereka.


"Aku bisa menggunakan kemampuan Medusaku!" seru Laika saat mencoba membantu.


"Jangan! Kita butuh makhluk ini hidup-hidup untuk menyelesaikan misi!" jawab Harun yang berubah dengan wujud Yeti dan mencoba menangkap makhluk-makhluk itu menggunakan tangan besarnya.


"Apakah tabung itu tak bisa dibawa kemari?!" tanya Mandarin yang berubah menjadi Ogre.


"Sepertinya tidak bisa. Aku melihat, jika tabung itu seperti tertanam pada tanah. Kita harus membawa hewan-hewan mengerikan ini ke sana!" jawab Czar yang berhasil meloloskan diri dari kepungan makhluk-makhluk buas itu.


"Oh! Kita bisa gunakan granat milik Rex. Aku ingat jika ada granat yang bisa membuat seperti orang linglung!" seru Ryan dalam wujud pohon ajaib.


"Czar! Cepat pergi temui Rex dan minta gas itu! Kami akan mencoba menahan serangan makhluk-makhluk ini! Mereka sepertinya tak berani keluar dari wilayah ini!" titah Gibson.


Czar bergegas terbang dengan Laika menaiki punggungnya.


Ternyata, dugaan Gibson benar. Saat ia dan kawan-kawannya menjauh dari hutan, hewan-hewan itu berlari masuk ke hutan dan menunggu di sana. Mereka hanya berani keluar dengan jarak sekitar 500 meter dari pinggiran hutan.


Gibson dan anak-anak lainnya saling beradu pandang dengan makhluk-makhluk tersebut di mana mereka mulai berpikir jika hewan-hewan itu seperti menyembunyikan sesuatu yang tak mereka ketahui.


Hewan-hewan itu mendesis dengan menunjukkan gigi-gigi tajam mereka seperti berusaha mengusir keberadaan anak-anak itu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2