MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
KECEWA


__ADS_3

Saat semua orang mengagumi serigala putih yang terlihat bercahaya itu, tak lama, Gibson dan kelompoknya muncul.


Anak-anak itu terkejut melihat penampakan seekor serigala berbulu putih, bermata emas dan memiliki sayap layaknya burung.


"Cakep banget. Itu ... itu wujudnya si Tina 'kah?" tanya Jubaedah langsung menunjuk.


Timo mengangguk cepat. Juby terlihat tak takut karena langsung mendatangi serigala itu dan mengelus tubuhnya yang memiliki bulu lembut.


Tina terlihat bingung, tapi Timo memberikan kode dengan senyuman di wajah serta anggukan yang menandakan jika gadis itu tak akan menyakitinya.


"Juby kalo berubah mau kaya dia," rengeknya menunjuk serigala putih bersayap.


"Ye. Emang bisa milih apa?" tanya Rex berkerut kening.


"Siapa tau," sahutnya memonyongkan bibir.


Kurcaci topi biru terlihat gelisah dan Timo menyadari hal itu. Namun, pandangan Timo kembali ke adik perempuannya yang masih berwujud serigala.


"Berubahlah, Tina. Agar kawan-kawanku bisa mengenalmu lebih dekat," pinta Timo dan Tina mengangguk pelan.


Saat Tina menyentuh lehernya dengan kaki kanannya, ia terkejut karena kalung serigalanya hilang. Ia terlihat panik dan menoleh ke sekitar. Timo dan lainnya ikut bingung karena gerak-gerik Tina seperti mencari sesuatu.


"Ada apa? Apa kau kehilangan sesuatu?" tanya Ryan penasaran.


"Kalung dengan taring serigalaku tak ada!" jawabnya panik dan berlari ke sana kemari mencari taring serigalanya.


Semua anak ikut bingung dan ikut mencari. Kurcaci topi biru dan Hihi saling berpandangan terlihat sedih.


"Mm, aku minta maaf sebelumnya," ucap Kurcaci topi biru seraya mengambil topi yang dikenakan lalu memegangnya di depan dada.


"Ada apa?" tanya Timo penasaran dan menatap manusia kerdil itu saksama.


"Sepertinya, adikmu Tina tak akan bisa menjadi manusia lagi. Ia kini seperti Hihi, menjadi makhluk Planet Mitologi."


"Apa?!" pekik semua anak terkejut termasuk Tina.


Seketika, Tina terhuyung. Semua anak melihat serigala putih itu ambruk terlihat sedih. Timo langsung mendekati adiknya dan memeluk kepalanya.


"Kenapa begitu? Apakah ... karena memakan embrio telur naga? Jika ya, muntahkan saja!" seru Nicolas yang mengejutkan Tina karena baru mengetahui hal itu.


"Tidak bisa. Tina berubah menjadi Lady Wolf karena kemurnian hatinya. Hanya makhluk hidup berjiwa murni yang bisa menjadi Lady. Aku yakin, saat Tina terluka, ia pasti ingin melindungi telur-telur naga itu. Sayangnya, Tina sekarat. Jika ia tak segera ditolong, Tina akan tewas. Oleh karena itu, aku menukar nyawa bayi naga dengan dirinya. Siapa sangka, embrio itu menyatu dengan tubuh Tina saat menjadi serigala. Tak semua makhluk Mitologi bisa menjadi penyelamat seperti Tina. Dia ... istimewa," ucap kurcaci tersebut menjelaskan.


Meski terdengar begitu mulia, tapi Tina tak bisa menutupi kesedihannya. Timo ikut bersedih dan menangis.


Tina tak menyangka jika dirinya terperangkap dalam tubuh serigala untuk selamanya. Tina menangis terisak, dan semua anak menjadi prihatin dengan kondisinya.


"Udah, Tina. Jangan sedih, kita akan cari cara untuk ngembaliin wujud kamu menjadi manusia. Wujud kamu yang sekarang bagus kok, 'kan sama-sama makhluk ciptaan Tuhan," ucap Jubaedah mencoba memberikan semangat.


Semua anak terdiam. Mereka tak bisa memberikan pencerahan atau ucapan menenangkan hati karena tahu jika hal itu sulit.

__ADS_1


"Ya, jangan sedih. Kita akan cari cara, pasti ada. Kan kita bukan makhluk planet ini. Jadi seharusnya, perubahan wujud ini tak selamanya. Timo yakin," sahut Timo menatap wajah serigala adiknya lekat dengan wajah basah tergenang air mata.


Tina mengangguk pelan tak menangis lagi, meski ia terlihat sedih.


"Dan kabar baiknya, seharusnya Tina bisa menyembuhkan Kenta," ucap Kurcaci topi biru. Tentu saja, hal itu mengejutkan semua orang.


"Oh ya? Caranya?" tanya Gibson melebarkan mata.


"Kita kembali ke api unggun untuk membuktikannya. Ayo!" ajak Kurcaci topi biru dan semua anak mengangguk setuju.


Kurcaci topi biru dan Hihi memandu jalan. Sedang anak-anak lain mengikuti di belakang. Timo berjalan berdampingan dengan adiknya yang kini berubah menjadi serigala.


Tanpa mereka sadari, Oscar dan Bobby yang mengintip dari balik semak mendengarkan pembicaraan tersebut. Dua anak itu tampak terkejut akan keajaiban yang tak mereka sangka.


"Kaudengar itu, Oscar? Tina bisa menyembuhkan luka. Tanganmu bisa diobati olehnya. Kita harus mengikuti mereka. Ayo!" ajak Bobby dan Oscar mengangguk setuju.


Kelompok Tina membawa telur-telur naga yang berhasil dirampas. Siapa sangka, setelah semua telur itu terkumpul berjumlah 10 buah.


Oscar melihat kesempatan di mana jumlah telur itu pas untuk menyelesaikan misi. Sayangnya, salah satu kawannya yang mendapatkan misi tersebut belum ditemukan. Oscar terlihat memikirkan hal tersebut dengan serius.


"Kita harus menemukan Scott terlebih dahulu, Bobby. Percuma saja jika kita berhasil mendapatkan telur naga, tapi Scott tak ada," ucap Oscar mengingatkan.


Bobby mengangguk setuju. Ia melihat sekitar di mana ia sudah mengetahui di mana kelompok anak-anak itu berkumpul.


Oscar menelan ludah saat ia melihat anak-anak itu menikmati makanan kemasan buatan pabrik dengan berbagai cita rasa.


"Oh! Aku punya ide," ucap Oscar tiba-tiba.


"Bagaimana jika aku bergabung dengan anak-anak itu? Aku bersandiwara. Aku 'kan memang terluka. Saat Tina sudah menyembuhkanku, akan kucari peluang untuk mencuri 10 telur naga itu. Kau cari Scott lalu kita bertemu di tempat ini. Bagaimana? Aku rasa, ideku ini bagus mengingat jumlah mereka banyak. Jika kita lawan, kita akan kalah. Jika kita berdua muncul lalu tiba-tiba mengatakan ingin bergabung, pasti dicurigai. Jadi sebaiknya, aku saja," jawab Oscar memberikan saran.


Bobby diam sejenak terlihat memikirkan tawaran Oscar dengan serius. Oscar memegangi lengannya yang sakit, dan pada akhirnya, Bobby mengangguk setuju. Oscar terlihat senang, tapi ia menutupi kebahagiaannya.


"Oke. Kita berpisah. Kaupergilah menyusuri sungai yang belum kita lewati. Ingat, bertemu di sini, oke?" ucap Oscar dengan ibu jarinya.


Bobby mengangguk setuju. Remaja itu lalu pergi meninggalkan lokasi pengintaiannya dari balik semak seraya membawa tongkat obor yang ia matikan apinya.


Oscar melihat Bobby sudah berjalan jauh. Anak lelaki gemuk berkulit cokelat itu menarik napas sebelum memulai dramanya.


"Oh! Suara apa itu?" tanya Azumi panik saat mendengar suara air terciprat seperti ada yang melewati sungai.


"Lihat! Anak anak lelaki! Sepertinya, ia terluka!" tunjuk Ryan yang berdiri sehingga melihat lebih jelas.


Dengan sigap, semua anak langsung berdiri kecuali Kenta.


"Oscar!" panggil Tina yang mengenali sosok anak lelaki itu.


BYUR!


"Oscar!" seru Tina karena Oscar jatuh di tepian sungai terlihat tak berdaya. Segera, Tina berlari ke arah Oscar diikuti anak-anak yang lain.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Kenta penasaran.


"Sepertinya salah satu kawan Tina ditemukan. Namanya Oscar," jawab Azumi menyampaikan informasi dari kejadian yang diketahuinya barusan. Kenta terdiam dengan pandangan tertunduk.


"Oh! Aku ingat! Kau yang melempar Kenta dengan batu hingga ia pingsan! Kauharus bertanggungjawab! Kau membuat kawanku hampir buta!" teriak Nicolas marah menunjuk remaja itu.


Oscar tampak terkejut saat melihat Nicolas dan Harun dalam kelompok itu. Namun, Tina seperti melindungi kawan satu timnya yang hampir dipukul oleh Nicolas karena mengamuk.


"Jangan, hentikan! Aku minta maaf. Kami, minta maaf. Sungguh, kami terpaksa melakukannya demi misi. Kami sudah menerima hukumannya. Mungkin, karena itulah aku menjadi serigala tak bisa berubah menjadi manusia lagi. Selain itu, sepertinya ... Oscar terluka," ucap Tina terlihat sedih dari wajah serigalanya.


Nicolas dan Harun terlihat marah. Mereka memilih pergi tak ingin berurusan dengan anak lelaki bernama Oscar.


Azumi bisa melihat kebencian di mata dua kawan kakaknya itu. Kenta terdiam menatap api unggun di hadapannya yang terlihat samar.


"Kau ... Tina? Kenapa berubah menjadi serigala berbulu putih dan ... kau memiliki sayap? Matamu juga berubah," tanya Oscar berpura-pura tidak tahu.


"Ceritanya panjang," jawabnya lesu. "Oscar, apa kauterluka?" tanya Tina melihat kawannya memegangi lengannya. Oscar mengangguk.


Timo berjongkok lalu menggulung lengan baju kawannya. Tina mengenalkan kakaknya kepada sahabatnya itu. Oscar akhirnya membiarkan Timo memeriksa lukanya.


Ternyata, lengan remaja itu bengkak. Luka lebamnya sampai berwarna biru keunguan.


Tiba-tiba saja, Tina menjilat luka lebam itu dengan lidah serigalanya. Semua anak terkejut termasuk Oscar.


Air liur yang menempel di lengan Oscar, membuat bengkak itu perlahan mengempis dan warna kebiruan itu memudar. Semua anak dibuat kagum karena Oscar bisa menggerakkan tangannya lagi.


"Woah! Ini hebat!" ucapnya terlihat senang dan langsung berdiri seraya memutar tangannya.


"Kau seperti dokter, Tina!" seru Timo memuji dan wajah serigala Tina tampak tersenyum.


"Tina! Kau seharusnya menyembuhkan Kenta terlebih dahulu. Jangan lupa, Kenta terluka karena ulah dari kelompokmu, termasuk kau!" seru Harun di kejauhan terlihat marah.


Tina baru menyadari perbuatannya. Ia segera berlari mendatangi Kenta dan lainnya. Namun, saat Tina akan mendekati Kenta, pemuda itu malah memalingkan wajah dan membaringkan tubuhnya seperti orang siap tidur.


Anak-anak terlihat bingung dengan sikap Kenta seolah tak mau diobati.


"Jika dia sungguh ingin mengobatiku, seharusnya, sejak kedatangannya, ia sudah melakukannya. Namun, ia tak melakukan apapun. Dia tak tulus menolongku. Aku lebih baik diobati oleh naga," ucapnya ketus memunggungi kawan-kawannya.


Tina tampak sedih, termasuk anak-anak yang lain. Sedang Nicolas dan Harun, sependapat dengan kawannya itu.


"Jujur. Perbuatan kalian tak bisa dimaafkan. Kalian berniat membunuh kami. Aku masih ingat kata-kata itu. Kalian mengeroyok dan melukai kami. Lihat, Kenta menjadi begini. Kalian anak-anak tak berperikemanusiaan!" seru Nicolas menyuarakan isi hatinya.


Tina terlihat sedih. Ia berlari meninggalkan kumpulan orang-orang itu dengan cepat. Timo dan lainnya terkejut. Dengan sigap, Timo mengejar sang adik, begitupula Oscar.


Gibson terlihat bingung. Ia meminta agar kawan-kawannya menunggunya karena ia ingin meluruskan masalah ini.


Jubaedah dan lainnya mengangguk paham. Bagaimanapun, Gibson dan Timo sudah bersama sejak mereka bertemu.


***

__ADS_1



tengkiyuw tipsnya💋lele padamu❤️ semoga besok MT udah sehat lagi gak lemot reviewnya kaya hari ini. amin~


__ADS_2