
Mereka bicara dalam bahasa Mitologi. Terjemahan.
Sosok hitam itu diam saja saat melihat Lazarus dan teman-temannya membawa Kappa yang sekarat terkena asap beracun dari naga Rex.
Namun seketika, Kappa itu mengerang saat jiwanya tersedot oleh penghisap jiwa itu. Lazarus tersenyum miring saat kawan-kawannya ketakutan karena masih belum terbiasa melihat kengerian dari perlakuan sosok hitam.
"Jadi ... aku lolos?" tanya Lazarus dan sosok hitam itu mengangguk.
Lazarus balas mengangguk pelan seperti menunjukkan rasa hormat. Ia tampak tak takut dengan wujud sang malaikat maut di Penjara Hades tersebut.
Sedang lainnya, masih tampak pucat jika berhadapan dengan sosok hitam itu yang diyakini berjenis kelamiin laki-laki dari suaranya.
Para remaja itu kembali ke penjara tempat mereka menangkap Lembuswana dan Kappa. Terlihat, Azumi dan Timo mulai membaik.
Mereka berkumpul mengelilingi api unggun menunggu kedatangan kawan-kawan yang menemui sosok hitam.
"Bagaimana? Berhasil 'kan?" tanya Vadim dengan wajah berbinar.
"Hem. Terima kasih semua," jawab Lazarus dan semua anak mengangguk.
"Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu. Kita lanjutkan besok lagi untuk menangkap Harpy. Menurut informasi dari Satyr, makhluk bersayap itu ada di hutan dalam. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan perbekalan karena saat di dalam, akan sulit untuk mencari makanan," ucap GIbson menjelaskan.
"Ya, tuan Satyr juga mengatakan jika Harpy itu sangat rakus. Mereka suka mencuri makanan. Kita harus amankan perbekalan dan peralatan lainnya agar tak kerepotan jika harus berhadapan dengan sifat mencuri mereka," imbuh Ryan.
"Baiklah kalau begitu. Namun tetap, tugas jaga. Aku masih belum percaya sepenuhnya pada Satyr itu. Dia mengingatkanku akan seseorang di Bumi," ucap Lazarus menatap Satyr itu tajam, tapi makhluk setengah kambing itu berkerut kening.
"Aku mirip siapa?" tanyanya penasaran.
"Pamanku, tapi lebih tepatnya sepupuku. Kau sangat mirip dengannya. Bedanya, pamanku tampan, kaya, berkuasa, dan mencintai keluarganya. Dia juga jenius, meski sikapnya menyimpang. Ia mondar-mandir di dalam rumah hanya memakai celana dalaam. Benar-benar bukan seorang teladan yang pantas ditiru," jawab Lazarus berwajah malas.
"Ha? Hanya memakai celana dalaam? Apa gak masuk angin tuh? Gak malu gitu dilihat orang-orang?" tanya Bara heran.
"Rasa malunya terkalahkan oleh kesombongannya yang melebihi seluruh makhluk di Bumi," jawab Lazarus tegas lalu duduk di atas batang pohon.
"Wah, aku jadi penasaran dan ingin bertemu dengan pamanmu," sahut Boas, tapi Lazarus menjawab dengan menaikkan dua alisnya.
"Punya fotonya?" tanya Rex ikut penasaran.
"Ponselku mati sejak lama karena kehabisan baterai. Oleh karena itu, aku iri dengan ponsel Ryan yang masih bisa bertahan selama ini. Aku saja tak ingat dan tak menghitung sudah berapa lama di tempat ini. Aku ... mencemaskan keadaan keluargaku," jawab Lazarus terlihat sedih.
"Hem, aku juga. Apakah ibu baik-baik saja?" sahut Azumi tampak murung. Kenta langsung merangkul adiknya dan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kita akan segera pulang. Sedikit lagi. Berjuanglah. Namun selanjutnya, jatahmu ya. Jangan berikan kepada orang lain lagi. Aku memaksa," tegas Kenta, dan kali ini, Azumi mengangguk setuju.
"Oke, semuanya sepakat jika Azumi yang akan menemui sosok hitam dengan buruannya Harpy," ucap Gibson mantap, dan semua anak tak keberatan dengan keputusan itu, termasuk Satyr.
Malam itu, semua anak tidur dengan lelap. Satyr yang terbiasa tidur menjelang pagi, menjaga kumpulan anak-anak yang tidur di sekitar api unggun ditemani oleh Kenta.
Satyr itu memainkan seruling dengan merdu, meski Kenta yakin ia sengaja melakukannya agar makhluk mitologi lain tak mengusik mereka dalam kegelapan.
Baik Satyr ataupun Kenta, mereka saling diam seperti saling membenci. Meski demikian, mereka saling melindungi hingga fajar hampir menyingsing.
Rex dan Harun menggantikan tugas jaga keduanya saat mereka tertidur lelap di hari menjelang pagi.
Keesokan harinya, semua anak sudah bersiap usai menikmati ikan bakar sisa tangkapan kemarin.
Mereka juga telah mengisi semua botol kosong dengan air menggunakan kerang ajaib milik Timo karena tak selamanya anak-anak itu nyaman dengan wujud mitologi.
"Kalian siap?" tanya Gibson memimpin.
"Yeah!" jawab semuanya serempak.
"Ayo berangkat," ajaknya mantap.
Gibson berjalan di depan didampingi Satyr. Mereka mulai memasuki hutan lebat yang berada di dalam wilayah itu meski kawasan tersebut tak seperti penjara.
Sejak tragedi 500 tahun silam, tak ada lagi tahanan yang berani kabur dari penjara kecuali memang sudah bosan hidup.
Akhirnya, perjalanan melelahkan itu usai saat Satyr merasakan keberadaan para Harpy yang menguasai wilayah pedalaman hutan.
"Ada apa?" tanya Gibson merentangkan tangan seraya menghentikan langkah.
Semua anak waspada sembari mengawasi sekitar termasuk atas pepohonan.
"Ini kotoran para Harpy. Kita sudah memasuki wilayahnya. Hanya saja, Harpy di sini ada banyak. Tentukan siapa target kalian," tegas Satyr tersebut tampak serius saat melihat bekas kotoran burung di tanah.
"Kami mengingatnya. Cermin ajaib sudah menunjukkan pada kami seperti apa wujud Harpy yang harus kami tangkap," jawab Nicolas pelan.
"Bagus. Hati-hati dengan bawaan kalian atau Harpy akan—"
"Hahaha! Ada anak-anak manusia di sini!" seru dari suara seorang wanita yang tiba-tiba saja terdengar dan membuat kepala semua anak langsung mendongak ke atas.
"Itu Harpy!" seru Rex lantang menunjuk ke arah celah dari rimbunan pepohonan saat sosok Harpy muncul dan siap menerjang mereka dengan cakar burungnya.
__ADS_1
"Semuanya! Berlindung!" seru Gibson lantang dan semua anak dengan sigap bersembunyi di balik batang pohon melindungi tas ransel mereka.
Para Harpy mulai menyerang anak-anak manusia itu. Kenta dan lainnya bersiap dengan senjata Elf dalam genggaman untuk melindungi diri mereka.
"Mereka banyak sekali!" seru Rangga terlihat bingung karena wujud mereka ternyata hampir mirip saat terbang bersamaan.
"Tandai jika ada yang menemukannya!" titah Gibson seraya menyabetkan pedangnya saat seekor Harpy menyerangnya seperti ingin merampas tas ranselnya itu.
"Itu! Itu Harpy yang kita buru!" tunjuk Mandarin pada sosok Harpy yang terbang dengan gesit menerobos diantara batang pohon di sekitar mereka.
"Bagus, Mandarin!" sahut Gibson dengan wajah berbinar, tapi tiba-tiba, "AAAA!" teriak Gibson lantang saat tubuhnya terangkat ke atas karena tas punggung yang dikenakannya dicengkeram kuat oleh seekor Harpy.
"Gibson!" panggil Boas panik seraya terus mengayunkan pedang Elf-nya untuk mengusir Harpy di dekatnya.
Satyr melihat Gibson akan dibawa menjauh dari kumpulannya. Saat Satyr tersebut siap untuk meniup seruling, seekor Harpy membidiknya.
BRUKK!!
"Hei!" seru Satyr lantang ketika ia didorong kuat dari belakang hingga jatuh terjelembab di atas tanah. Serulingnya terlempar dan dengan cepat ditangkap dengan cakar burung tersebut. "Pencuri!" teriak Satyr marah.
"Kita kejar Harpy itu! Ayo!" seru Rex lantang dan bersiap untuk berubah menjadi naga.
Satyr tersebut dengan sigap bangun dan segera berlari mendatangi Rex. Praktis, tubuh besar naga Rex membuat pohon-pohon di sekitarnya retak karena tertekan oleh sosoknya.
Namun, Rex jadi kesulitan bergerak terlebih untuk terbang karena jarak antara pohon begitu rapat hingga tubuhnya tergencet.
"Sempit! Aku harus ke tempat lapang! Kalian duluan! Jangan biarkan Gibson hilang!" seru Rex yang kembali ke wujud manusia seraya menahan sakit di lengan karena tubuhnya terkena batang pohon.
"Semuanya, ayo!" ajak Boas yang sudah berubah wujud menjadi peri, dan disusul anak-anak lain yang memiliki kemampuan terbang.
Tubuh Vadim dan lainnya yang lebih ramping, tak kesulitan saat berubah menjadi sosok mitologi dan terbang menerobos hutan menuju langit.
"Kenta! Rex! Di sebelah sana ada tanah yang cukup luas! Kalian bisa berubah di sana!" seru Bara dalam wujud Ksatria Garuda seraya menunjuk lokasi yang dimaksud.
"Oke!" jawab keduanya serempak dan bergegas berlari.
Satyr itu mengikuti Rex, Kenta, dan anak-anak lainnya yang akan menunggangi punggung naga Rex.
Satyr tersebut tampak bersemangat karena ini pertama kalinya ia akan menaiki seekor naga. Senyumnya terkembang dan tak sabar untuk merasakan terbang.
***
__ADS_1
uhuy makasih tipsnya diriku😍 semangat tinggal dikit lagi tamat. jangan lupa vote poin, koin, vocer, like, dan rate bintang 5 bagi yang belum ya. lele padamu💋