MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS
MENGEJAR 10 HADIAH*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Di tempat Kenta berada.


"Kau sudah mendapatkan empat keinginanmu, Kenta. Kau dan Azumi tetap mempertahankan ingatan selama di Planet Mitologi. Aku juga memulihkan ingatan lama kalian. Jadi ... apa selanjutnya?" tanya sosok pria tampan tersebut.


"Azumi ingin darah Unicorn-nya yang memiliki kemampuan seperti sihir kubawa pulang ke Bumi," jawab Kenta. Kening pria bersayap itu berkerut.


"Sebenarnya, bukan sihir, tapi kemampuan mengendalikan pikiran," ucap pria itu yang membuat Kenta menyipitkan mata.


"Maksudnya?"


"Kemampuan tanduk Azumi bisa memasuki pikiran lawan. Sayangnya, selama ia berubah dan memiliki kemampuan Unicorn, Azumi belum memanfaatkan seluruh kemampuannya. Ada banyak kemampuan dari Unicorn yang belum ia maksimalkan seperti ... jilatan liurnya bisa menyembuhkan luka. Hampir mirip dengan hewan penyimpan cadangan jiwa kalian saat itu," jawabnya yang membuat Kenta melongo. "Lalu ... kenapa ia bisa menerbangkan orang-orang? Ia bisa memasuki pikiran orang-orang itu dan meminta mereka terbang. Sebenarnya, dalam diri kalian sudah kami fasilitasi kemampuan terbang dengan Trisula Poseidon, tapi tampaknya ... kalian tak mengetahui hal tersebut. Kalian terlalu fokus pada sayap tanpa menyadari kisah masa lampau jika para Dewa bisa terbang. Ya, itu dari senjatanya. Kami sudah memberikannya, tapi kalian hanya memanfaatkan untuk membuat aliran listrik sebagai menyengat saja. Oh, Timo juga mampu membuat gelombang besar seperti pusaran air dengan Trisula itu. Padahal, banyak hal lain yang bisa dilakukan tongkat dengan ujung garpu tersebut," imbuhnya yang membuat Kenta merasa bodoh seketika.


"Jadi maksudmu ... ada banyak kemampuan yang belum kami maksimalkan dengan kekuatan Mitologi?" tanya Kenta memastikan, dan sosok pria tampan itu mengangguk.


"Selanjutnya?"


Kenta diam sejenak terlihat berpikir serius. "Maaf, Azumi jika beberapa permintaanmu harus kuganti. Aku tak ingin bencana di masa depan melenyapkan kita semua. Siapa tahu anak cucu kita hidup di zaman mengerikan itu. Ya, kita harus melindungi mereka. Akan kuubah permintaanku," guman Kenta lalu melirik jam pasir di mana waktunya akan segera habis.


"Kenta, selanjutnya?" panggil sosok bercahaya itu mengulang.


"Aku ingin darah Centaur milik Lazarus. Kecepatan berlarinya bagiku sangat luar biasa," pintanya. Pria rupawan itu menjentikkan jari. "Lalu Griffin Czar. Matanya sangat tajam bahkan bisa melihat dalam jarak sangat jauh," imbuhnya. Pria itu mengabulkan lagi permintaannya. Kenta kembali berpikir dan mengingat kemampuan kawan-kawannya. "Oh, Nicolas! Bidikannya sangat tepat, tak pernah meleset. Ia juga sangat gesit seperti pemain akrobatik yang bercampur dengan monyet," sambungnya. Pria itu mengangguk.


Saat Kenta akan mengutarakan permintaannya lagi, sosok itu menunjuk jam pasir. Praktis, Kenta berdecak kesal. Ia tampak kecewa karena tak bisa meminta hal terakhir sebagai hadiahnya.


"Entah ini takdir atau memang sudah kalian rencanakan. Beberapa dari kalian meminta darah saat berada di Planet Mitologi. Namun kutekankan, Kenta. Butuh penerapan dan penelitian berkelanjutan bahkan mungkin tahunan untuk bisa mewujudkannya. Hasilnya pun tak akan sesempurna ciptaan ilmuwan kami saat melakukan penggabungan. Semoga, kalian menemukan ilmuwan jenius yang bisa membuat kemampuan tersebut tepat guna sesuai harapan. Itu saja nasihat dariku, dan ... sampai jumpa," ucapnya lalu menyalakan portal.



Kenta spontan menoleh ke arah cahaya biru yang akan membawanya pulang ke Bumi. Senyumnya terkembang dan merasa lega karena sudah berakhir. Pemuda asal Jepang itu melihat sekitar di mana ia merasa akan sangat merindukan petualangan yang tak pernah disangka selama berada di tempat tersebut. Sosok itu masih berdiri di tempatnya dengan senyuman. Kenta melambaikan tangan sebagai salam perpisahan lalu melangkah masuk dengan mantap untuk bisa meneruskan misinya bersama sang adik di Bumi.


Sedang di tempat Nicolas berada.


"Jadi ... sudah berapa permintaan dariku?" tanyanya memastikan.


"Kau sudah meminta ingatanmu selama di Planet Mitologi dipertahankan termasuk milik Oscar, berikut ingatan lama kalian berdua. Ada empat permintaan. Bergegaslah, waktu terus berjalan," jawab pria itu, dan Nicolas semakin tergesa.


"Oke, oke. Mm, aku mau menjadi kaya raya saat dewasa nanti. Memiliki perusahaan, isteri yang cantik dan seksi, serta terkenal layaknya artis," ucapnya menggebu. Sosok berpakaian serba putih itu tersenyum lalu menjentikkan jari. Nicolas mengusap kedua tangannya, terlihat tak sabar untuk meminta hal lainnya. "Lalu, aku ingin memiliki seorang adik perempuan. Dia harus cantik, seksi, pintar, dan sayang padaku. Aku ingin dia menjadi aktris nantinya sehingga keluargaku akan semakin terkenal!" imbuhnya. Pria seperti malaikat itu kembali mengabulkan permintaannya.


"Yeah, ini sungguh hebat!" serunya gembira.


"Lalu ... aku ingin saat bencana datang nanti, aku dan teman-temanku yang ikut misi di level 10 diselamatkan entah dengan cara apa. Kau bisa melakukannya 'kan?" imbuhnya yang membuat pria tampan itu berkerut kening.

__ADS_1


"Hem, entahlah. Namun, aku bisa mengusahakannya. Akan kuminta pada Oag agar hal itu bisa terwujud. Permintaan dikabulkan," jawabnya seraya menjentikkan jari.


"Yes, lalu selanjutnya," sambung Nicolas, tapi pria itu menjulurkan tangan seperti menahan ucapannya. Nicolas bingung.


"Permintaan terakhirmu sudah melebihi aturan. Maaf, Nicolas. Permintaan tadi adalah yang terakhir," ucapnya yang membuat mulut pemuda berambut pirang itu menganga lebar.


"Kau seharusnya lebih spesifik lagi ketika memberikan instruksi. Kau sama saja dengan Oag, tak detail. Jangan mentang-mentang aku masih remaja lalu kalian bisa seenaknya mengubah aturan!" serunya marah.


Wajah malaikat yang selalu tersenyum itu berubah masam seketika. Tiba-tiba, sebuah portal muncul di belakang Nicolas yang masih kesal karena merasa dicurangi. Pria itu mengayunkan tangan kanannya dengan kuat ke depan dan, WUSS!


"AAAAA!" teriak Nicolas terhempas begitu saja dan masuk dalam portal lalu menghilang.


"Dasar. Anak-anak sama saja. Banyak maunya dan tukang protes. Huff, pekerjaan ini sungguh melelahkan," ucap sang Jenderal yang harus berubah menjadi malaikat sebagai pemberi hadiah dan mengantar kepergian para pemenang.


Pria itu memijat pundaknya yang lelah seraya menekuk kepala ke kiri dan ke kanan. Seketika, sosoknya menghilang begitu saja.


Di tempat Harun berada.


Remaja berkulit gelap itu terlihat bergegas karena tak mau kehilangan kesempatan.


"Hem, baiklah. Permintaan kelima kukabulkan," ucap pria tampan itu lalu menjentikkan jari usai mengabulkan keinginan Harun agar memiliki pacar yang seiman dengannya karena ia merasa sulit mendapatkan kekasih di negara yang notabene minim beragama Islam.


Harun terlihat senang. Ia dengan sigap meminta hal lain pada sosok seperti malaikat di depannya.


Pria berwajah tampan itu mengangguk. Ia menyalakan portal di dekat Harun yang berubah menjadi semacam tampilan. Mata Harun fokus untuk melihat apa yang terjadi usai mengalahkan Leviathan.


Tempat Oag berada. Wilayah level 10 keberadaan Leviathan.


Harun tak paham dengan apa yang diucapkan oleh Oag dan Leviathan karena menggunakan bahasa yang aneh. Harun dan lainnya tak sadar jika mereka kini sudah dalam wujud manusia sesungguhnya bukan kloning lagi. Kemampuan bahasa dan perubahan wujud Mitologi juga telah lenyap. Permintaan DNA pengubah wujud diberikan oleh Oag sesuai permintaan anak-anak. Para cendikiawan berharap ada manusia di Bumi yang mampu memanfaatkannya dengan bijak meski harus dari kelompok mafia 13 Demon Heads.


"Semoga aku masih hidup untuk menyaksikannya," ucap salah satu arkeolog, dan diamini oleh cendikiawan lainnya.


Oag menggenggam kunci hitam pemberian Gibson. Perut Leviathan kembali terbuka di mana mulut monster itu seperti sebuah tempat tersembunyi yang tak sembarang makhluk bisa memasukinya. Oag melangkah masuk ke dalam terlihat tenang. Mata Harun menyipit saat ia bisa melihat apa yang terjadi di dalam perut monster itu karena Oag memasang sebuah kamera di balik tentakelnya sebagai rekaman bukti sejarah.


Siapa sangka, mulut monster itu membawa Oag ke sebuah dimensi yang tak pernah ia duga. Ia melewati terowongan cahaya dengan kilau warna biru keungunan yang membawanya ke suatu tempat. Seketika, mata Oag melebar. Ternyata, ujung dari terowongan itu membawanya ke sebuah bangunan yang dikenal.


"I-ini ...," ucapnya gugup.


Tempat itu adalah kastil di mana Tina pernah menemukan cairan biru aneh bersama Bara. Oag mengira jika terowongan itu akan membawanya ke tempat tersembunyi di Bumi yang ia yakini adalah persembunyian para Dewa yang hilang di mana Oag menyebut mereka Tuan. Perasaan sedih menyelimuti hati alien itu karena merasa pencariannya selama ratusan tahun sia-sia.


Hingga tiba-tiba, kunci hitam yang digenggamnya bergerak saat terkena tetesan air mata alien tersebut. Oag membuka matanya seketika. Kunci itu melayang seperti menuntunnya ke sebuah tempat. Oag memegang rantai itu kuat saat kunci tersebut mengarah ke ruangan yakni pemandian para Dewa.


"I-itu ...," ucap Oag terkejut ketika baru menyadari jika ada sebuah lubang kunci pada tepian kolam.

__ADS_1


Oag melepaskan rantai itu. Kunci tersebut masuk dengan sendirinya ke dalam lubang dan berputar.


KLEK!


Mata Oag, para alien sejenis, Harun, dan para cendikiawan melebar. Kolam kering yang pernah digunakan Laika dan lainnya untuk mencuci kala itu berubah menjadi semacam portal besar dengan cahaya ungu menyilaukan mata. Seketika, muncul beberapa makhluk seperti yang pernah dilihat para manusia dewasa ketika di Palung Mariana. Oag tertegun dan berdiri mematung meski matanya terbelalak lebar. Makhluk-makhluk itu tampak sejenis, tapi ada perbedaan pada mereka.


"Kau berhasil membuka pintu portal Planet Mitologi dan Bumi, Oag," ucap makhluk seperti ubur-ubur yang kini melayang di atas permukaan air ungu dengan menggenggam tongkat seperti milik Zeus.


"Ka-kalian?"


"Ya, kami para Dewa dan Dewi yang sudah berevolusi selama terdampar di Bumi. Hanya saja, Oag. Kami sudah memutuskan untuk tetap berada di Planet itu untuk memastikan tak ada makhluk Mitologi yang tertinggal. Melalui mulut monster Leviathan, kami mengirimkan mereka dari Bumi ke Planet Mitologi," ucap seekor makhluk yang diyakini adalah Zeus. Oag tertegun.


"Kami percayakan kepemimpinan Planet Mitologi padamu, Oag. Kami sudah tahu ramalan di Bumi akan bencana yang menimpa para manusia. Kami sepakat tak akan ikut campur dan hanya mengawasi. Terima kasih kau sudah melaksanakan perjanjian dan kulihat kau berhasil," ucap salah seekor makhluk yang diyakini adalah Poseidon.


Oag tertunduk terlihat lesu entah apa yang dipikirkan.


"Kami tahu kau selama ini mencari kami, Oag. Kami minta maaf karena tak kembali dan meninggalkanmu beban berat. Namun, kau adalah makhluk paling unggul bahkan melebihi manusia. Meskipun kau tak murni dari Planet Mitologi, tapi kami mengakuimu," ucap makhluk lain yang diyakini adalah Hades.


Tiba-tiba, salah satu makhluk mendatangi Oag dan memberikan sebuah kerang berbentuk unik karena seperti terompet. Benda itu berwarna seperti pelangi yang memancarkan cahaya. Oag menerimanya dengan gugup.


"Tiuplah kerang itu, dan semua makhluk Mitologi akan tahu kebenarannya. Sudah cukup kau dibenci. Kini saatnya kau diakui sebagai pemimpin sah Planet Mitologi," ucap sosok lain yang diyakini adalah Ares.


Oag menatap para Dewa dan Dewi yang melayang di atas permukaan air. Perlahan, makhluk-makhluk itu menenggelamkan tubuh ke dalam air bercahaya ungu. Oag langsung melangkah maju seperti ingin ikut masuk ke dalam, tapi ....


"Argh!" erangnya karena terdapat dinding penghalang tak terlihat. Oag panik.


"Portal ini tak bisa ditembus, Oag. Kami tak bisa masuk ke Planet Mitologi, begitupula kau tak bisa menyeberang ke tempat kami. Berbeda dengan perut Leviathan. Kami bisa mengirim makhluk Mitologi ke Planet-mu, tapi makhluk Mitologi tak bisa melintas sampai ke Bumi. Sampai jumpa, dan ingatlah kau adalah pemimpin sah Planet ini. Tolong jaga makhluk-makhluk ciptaan kami. Sampai jumpa," ucap makhluk lain yang diyakini Oag adalah Hera karena ia ingat dengan suara wanita itu.


Oag meneteskan air mata ketika para Dewa dan Dewi masuk dalam cahaya antar dimensi yang kemudian menghilang. Oag meneteskan air mata dan menggenggam kerang pelangi itu erat. Perlahan, kolam cahaya meredup dan kembali kering seperti semula. Kunci hitam berubah menjadi batu yang membuat Oag semakin sedih karena tak bisa bertemu lagi dengan Tuannya.


Namun, Oag teringat akan ucapan Tuan-tuannya mengenai kerang itu. Oag menarik napas dalam dan berdiri tegap. Alien bertentakel itu meniup terompet kerang Pelangi dengan sepenuh hati hingga matanya terpejam. Seketika, suara nyaring dari kerang itu menggema ke seluruh Planet Mitologi. Para makhluk ciptaan Dewa Dewi terhenyak selama beberapa saat ketika mendengar suara dari kerang itu.


"Oag pemimpin sah?" tanya Satyr, dan diangguki Lana saat mereka sedang menceritakan kisah para anak manusia yang ikut dalam permainan Maniac kepada kaum Satyr di hutan.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Uhuy makasih tipsnya diriku😆 Kwkwkw brankas menyusut lagi uyy. Kuy yg mau sedekah tinggal 3 hari lagi novel ini otw tamat ya. Cemangat!!!

__ADS_1


__ADS_2